Melihat Peluang Main Rekrutan Anyar Arema di Piala Menpora 2021

Melihat Peluang Main Rekrutan Anyar Arema di Piala Menpora 2021
Ikhwan Ciptady (C) AKAIBARA

Menarik untuk melihat peluang pemain rekrutan anyar Arema di Piala Menpora 2021 mendatang. Setidaknya ada delapan pemain yang tercatat baru masuk skuad Singo Edan di musim 2021 ini.

Di Piala Menpora, Arema akan bermain di babak penyisihan Grup A yang digelar di Stadion Manahan Solo. Selain Arema, di grup ini ada tiga tim lainnya, yakni Barito Putera, PSIS Semarang, dan PS TIRA-Persikabo.

Dipimpin pelatih caretaker, Kuncoro, Arema akan menjalani tiga laga di babak penyisihan grup. PS TIRA-Persikabo bakal menjadi lawan pertama Arema, Minggu (21/3/2021) sore.

Arema sendiri memboyong total 24 pemain menuju Solo, Jumat (19/3/2021) siang, termasuk tiga di antaranya kiper. Namun, tak semua pemain anyar yang didatangkan Arema dibawa untuk tampil di babak penyisihan Grup A.

Inilah 8 Rekrutan Anyar Arema di Piala Menpora 2021

Didik Ariyanto

Didik Ariyanto didatangkan Arema dari klub Liga 2, PSCS Cilacap. Pemain kelahiran Surabaya, 12 Juli 1991 itu sudah teken kontrak di Arema selama satu musim.

Di usianya yang sudah 29 tahun, Didik harus bersaing dengan Johan Ahmat Farizi yang menjadi kekuatan Arema di posisi bek sayap kiri. Pemain yang besar di Malang ini memiliki keunggulan dalam hal dribbling yang membuatnya dijuluki Messi.

Muhammad Sandy Ferizal

Muhammad Sandy Ferizal merintis karier sepakbola junior di Akademi Barito Putera U-17. Sempat naik ke tim senior sejak 2018, pemain asli Malang itu dipulangkan Arema dengan sodoran kontrak panjang selama tiga musim.

Pemain kelahiran 17 Mei 1999 itu diplot mengisi posisi bek sayap kanan bersaing dengan Rizky Dwi Febriyanto. Pada latihan bersama melawan Madura United lalu, pemain yang akrab disapa Feri ini sempat tampil 90 menit tak tergantikan lantaran Rizky sedang sakit demam.

Ikhfanul Alam

Ikhfanul Alam tak asing lagi di telinga pendukung Arema, lantaran pernah menjadi bagian Arema di musim 2019 lalu. Setelah berpetualang ke klub Liga 2, Badak Lampung, pemain asli Malang itu pulang kembali ke Arema musim ini.

Pemain kelahiran 17 Februari 1992 itu biasa mengisi posisi stopper. Jika ingin meraih satu tempat di posisi inti, Alam harus konsisten menjaga performanya, mengingat banyaknya saingan di posisi stopper.

Muhammad Roby

Muhammad Roby merupakan salah satu pesaing Alam dan para stopper lainnya untuk memperebutkan posisi inti. Senioritas dan pengalaman pemain asli Jakarta itu menjadi jaminan tersendiri meraih satu tempat di tim utama.

Manajemen Arema sudah memastikan jika Roby hanya dikontrak untuk Piala Menpora 2021 saja, tidak untuk kompetisi. Artinya, pemain kelahiran 12 September 1985 ini harus meninggalkan kesan baik jika ditampilkan sebagai starter.

Ikhwan Ciptady Muhammad

Ikhwan Ciptady Muhammad menjadi pemain terakhir yang bergabung dengan Arema awal pekan ini. Bahkan, pemain kelahiran Jakarta, 22 Maret 1994 itu cuma berkesempatan berlatih selama dua kali saja sebelum tim bertolak ke Solo.

Peluang bermain eks PS Sleman dan PS TIRA-Persikabo itu bermain tetap ada, meski kecil. Pasalnya, kondisi fisiknya yang belum mencapai level maksimal seperti pemain Arema lainnya tak bisa bohong.

Ricga Tri Febiyan

Ricga Tri Febiyan menjadi temuan berharga Kuncoro di event-event antar kampung pada tahun 2020 lalu saat kompetisi vakum. Musim ini, pemain kelahiran Malang, 24 Juli 2001 itu langsung disodori kontrak tiga musim sekaligus.

Sebelumnya, Ricga berpengalaman mengikuti tim Persema Malang Junior dan Banteng Muda. Usianya yang masih 19 tahun menjadi aset jangka panjang bagi Arema ke depannya.

Seiya da Costa Lay

Seiya da Costa Lay diharapkan menjadi salah satu rekrutan tersukses Arema dari Akademi Arema. Pemain berdarah Jepang itu naik kelas di saat usianya masih belum genap 20 tahun.

Sebagai sosok gelandang jangkar, pemain kelahiran Hiroshima, 30 September 2001 itu tak pernah menganggap senior-seniornya sebagai pesaing. Seiya justru banyak belajar dari gelandang senior macam Jayus Hariono dan Hanif Sjahbandi yang satu posisi dengannya.

Wiga Brillian Syahputra

Wiga Brillian Syahputra ditemukan bakatnya di tim Pra-PON Jawa Timur saat beruji coba dengan Arema pada tahun 2020 lalu. Pemian berposisi sebagai penyerang sayap ini kerap disandingkan dengan sosok penyerang senior Arema, Dedik Setiawan.

Sayang, di Piala Menpora, pemain kelahiran Malang, 4 Juli 1999 itu harus bersabar untuk menunjukkan kemampuannya. Pasalnya, Wiga tak masuk dalam rombongan skuad Arema yang dibawa ke Solo.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.