Mencoba Bermain Seperti Barcelona, Arema Babak Belur di Makassar

Mencoba Bermain Seperti Barcelona, Arema Babak Belur di Makassar
Alfin Tuasalamony (C) DANI KRISTIAN

Pelatih Arema, Milomir Seslija mengungkapkan timnya sudah mencoba bermain seperti Barcelona saat menantang PSM Makassar di laga tunda pekan kelima Liga 1 2019, Rabu (16/10/2019) malam. Namun, Arema malah babak belur di Stadion Andi Mattalatta Makassar dengan skor 2-6.

Pada awal babak pertama, gawang Arema sudah kebobolan dua gol oleh Ferdinan Sinaga dan Rizki Pellu. Gol Dedik Setiawan sempat membuat skuat Singo Edan memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.

Sayang, jelang berakhirnya 45 menit babak pertama, gawang Arema kembali kebobolan satu gol. Eksekusi penalti Marc Klok yang tak mampu dibendung kiper Arema, Kartika Ajie membawa PSM unggul 3-1.

“Ini hari yang buruk bagi kami, saya pikir kami datang ke sini mencoba bermain seperti Barcelona, yang ingin mengalahkan PSM. Kami ingin tampil dengan formula lebih banyak berlari, bertahan dan menyerang sebagai sebuah kesatuan tim, tapi itu tidak berjalan,” ujar Milo.

Karena Kehilangan Fokus

Gol-gol PSM yang bersarang ke gawang timnya, menurut Milo karena kesalahan pemainnya sendiri. Pelatih asal Bosnia itu menyebut pemainnya kehilangan fokus, sehingga mudah kehilangan bola, dan mampu dimanfaatkan oleh pemain PSM.

Alih-alih mengejar ketinggalan skor, pada babak kedua Arema yang tertinggal 3-1 justru kebobolan tiga gol lagi oleh Ferdinan Sinaga, Ezra Walian, dan Wiljan Pluim. Satu gol hiburan mampu dibuat Arema melalui aksi Riky Kayame untuk mengubah angka di papan skor menjadi 6-2.

“Arema tidak pernah bermain seperti ini sebelumnya, kami mudah kehilangan konsentrasi, dan organisasi permainan yang buruk. Seharusnya, kami bertahan dan menyerang sama-sama, tapi ini tidak berjalan,” imbuhnya.

Apresiasi Kerja Keras Pemain

Meski harus meninggalkan Makassar dengan kekalahan telak 2-6 gara-gara kegagalan bermain seperti Barcelona, Milo tetap mengapresiasi pemainnya. Menurutnya, para penggawa Singo Edan sudah bekerja keras.

“Ini permainan terburuk kami, tapi kami sudah mencoba. Anak-anak sudah bekerja keras, tapi terkadang hasil tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kalau saja kami bisa lebih fokus, tentu kami bisa mendapat hasil yang lebih baik,” pungkas pelatih 55 tahun ini.