Oh In-kyun Bicara Soal Gol dan Selebrasinya Lawan Sabah FA

Oh In-kyun Bicara Soal Gol dan Selebrasinya Lawan Sabah FA
Oh In-kyun merayakan golnya (C) DANI KRISTIAN

Oh In-kyun bicara soal gol dan selebrasinya pada laga lawan Sabah FA di babak penyisihan Grup B Piala Gubernur Jatim (Jawa Timur) 2020, Selasa (11/2/2020) malam. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, gelandang Arema itu mencetak satu gol kemenangan 2-0 timnya.

Pemain asal Korea itu melesakkan gol dari titik penalti pada menit 5. Meski menjadi gol pembuka kemenangan Arema (gol Arema lainnya berkat bunuh diri pemain Sabah, Randy Baruh Samson), In-kyun menyebut golnya tidak terlalu penting.

Ketika rekan satu timnya, Kushedya Hari Yudo dijatuhkan kiper lawan, Rozaimie Rahim di kotak terlarang, In-kyun langsung berinisiatif mengambil tugas sebagai algojo penalti. Mantan pemain Persipura Jayapura itu menegaskan, hal itu bukanlah instruksi khusus dari pelatih Mario Gomez.

“Saya sendiri yang berinisiatif mengambil tendangan penalti itu. Karena saya yakin dan percaya diri, makanya saya berani mengambil penalti itu,” ungkap In-kyun kepada WEAREMANIA.

Gol Penalti Oh In-kyun Dibilang Gol Keberuntungan

Melihat prosesnya, tak sedikit pihak yang menyebut gol penalti Oh In-kyun berbau keberuntungan. Pemilik jersey bernomor tujuh itu pun menegaskan, tak masalah dengan asumsi tersebut.

Bola hasil eksekusi penalti gelandang berusia 35 tahun itu memang sempat membentur tiang gawang Sabah FA sebelah kiri. Bola yang memantul keluar membentur badan kiper Rozaimie sebelum akhirnya masuk ke jala gawangnya.

“Tidak masalah gol saya dibilang gol keberuntungan, buat saya yang terpenting gol. Kadang memang ada gol yang langsung masuk ke gawang, atau pun melalui proses yang seperti gol saya (membentur badan lawan). Yang terpenting Arema menang, tidak peduli seperti apa golnya,” imbuhnya.

Selebrasi Berlutut Ala Oh In-kyun

Usai menjebol gawang Sabah FA, Oh In-kyun melakukan selebrasi yang cukup unik. Eks Persib Bandung itu memeragakan sikap berlutut sambil mengepalkan kedua tangannya layaknya orang Asia Timur berterimakasih.

“Selebrasi itu saya lakukan untuk orang yang saya sayangi, untuk kekasih saya yang jauh di sana,” tandas pemain kelahiran 29 Januari 1985 ini.