Oknum Rival Serang Bus Arema, Aremania Diharapkan Menahan Diri

Oknum suporter rival serang bus Arema, Rabu (20/10/2021) malam. Manajemen Arema meminta Aremania mampu menahan diri untuk tidak melakukan serangan balasan.

Sebelumnya, bus Arema yang terparkir di halaman hotel tempat tim menginap di Yogyakarta selama menjalani Liga 1 2021-2022 Seri 2. Salah seorang pelaku yang tertangkap diketahui mengenakan kaus hijau dan membawa bendera berlogo Persebaya dan bertuliskan X-treme.

Media Officer Arema, Sudarmaji menyebut pihak klub menyesalkan dan mengutuk penyerangan tersebut. Kejadian itu juga sudah dilaporkan kepada pihak-pihak terkait, seperti PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Kepolisian setempat.

“Kami mengimbau kepada Aremania, dan para pecinta Arema, di manapun berada, untuk bisa menahan diri,” kata Sudarmaji.

Oknum Rival Serang Bus Arema, Kondusifitas Kompetisi Lebih Penting

Dalam pesannya, Sudarmaji menegaskan, menjaga kondusifitas kompetisi lebih penting ketimbang melakukan serangan balasan. Karenanya, Aremania diminta untuk turut menjaga kondisifitas tersebut.

Arema sendiri menilai tindakan oknum suporter Persebaya itu menghancurkan semangat berkompetisi. Apalagi di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, seluruh pecinta sepak bola sebaiknya bangkit bersama-sama.

“Kita sangat ingin menjaga kondusifitas, serta menyelamatkan kompetisi,” pungkas pria asal Banyuwangi ini.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.