Orasi Anto Baret Tuntut Usut Tuntas Kanjuruhan Disaster 2 di Depan Kejari Kota Malang

Aksi damai Aremania menuntut usut tuntas kasus Kanjuruhan Disaster 2 di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang diwarnai orasi Anto Baret. Tokoh Aremania senior itu meminta keadilan benar-benar ditegakkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia setelah merdeka.

Setelah melakukan corteo dari arah flyover Arjosari, perwakilan Sekretariat Bersama Arek Malang, Muhammad Anwar membuka aksi. Tuntutan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melalui Kejari Kota Malang dibacakannya.

Aksi dilanjutkan dengan orasi oleh Anto Baret yang menegaskan keinginan Aremania agar Kejati Jawa Timur mengembalikan berkas dari tim penyidik Polri. Sebab, berkas itu dinilai cacat hukum dan belum lengkap.

Anto Baret meminta Aremania bersabar, dengan harapan semoga kepercayaan terhadap hukum itu tidak dikhianati. Kalau dikhianati, maka itu sudah menyimpang dari cita-cita bangsa Indonesia setelah merdeka.

“Cita-cita bangsa Indonesia setelah merdeka itu hidup adil dan beradab, luhur, bermartabat, dan makmur. Jadi adil dulu. Kalau tidak ada keadilan maka jangan bermimpi ada adab, luhur, martabat, apalagi kemakmuran,” kata Anto Baret.

“Marilah cita-cita itu kita kawal sampai seadil-adilnya di Bumi Arema dalam kasus Tragedi Kanjuruhan ini. Kita harus sabar, karena ini ranahnya ranah hukum. Jalannya masih panjang, terjal dan berliku. Jangan ada fakta yang disembunyikan, jangan ada fakta yang terselubung.”

Pesan Anto Baret Terhadap Kejaksaan Soal Usut Tuntas Kanjuruhan Disaster 2

Anto Baret juga berpesan kepada kejaksaan soal usut tuntas kasus Kanjuruhan Disaster 2 ini. Kejaksaan, baik di tingkat Malang Raya, maupun Jawa Timur diharapkan berlaku adil.

“Tolong kejaksaan, kamu ini orang Malang, kita orang Malang. Ayo keadilan benar-benar ditegakkan di bumi Arema,” imbuhnya.

Anto Baret mengajak kejaksaan membayangkan, saat tragedi ini terjadi, pertandingan sudah usai, suporter turun ke lapangan, lalu ditendang dan dipukul. Mereka yang duduk di tribune ditembak gas air mata, mau keluar pintu dikunci.

“Jangan sampai uang bisa buat keadilan kalah di bumi Arema ini. Jangan sampai hukum dikangkangi. Jangan sampai hukum bisa dibeli,” tandasnya.

Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan Aremania kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melalui Kejaksaan Negeri Kota Malang. BACA: Inilah tuntutan Aremania dalam aksi di depan Kejari Kota Malang.