Pemain Arema FC Bikin Video Stop Rasisme

Data dan Fakta Arema FC vs PSIS Semarang
Data dan Fakta Arema FC vs PSIS Semarang

Para pemain Arema FC membuat video stop rasisme. Pembuatan video ini dimaksudkan untuk mengajak semua pihak untuk menghentikan segala tindakan rasis, termasuk di dalam dunia sepak bola.

Video stop rasisme ini diambil para penggawa Singo Edan pada sesi latihan di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (21/8/2019) sore. Pengambilan gambarnya dilakukan sesaat sebelum para pemain Arema menjalani sesi latihan terakhir sebelum berangkat ke kandang Bali United.

Seluruh pemain, tim pelatih, dan para offisial tampak mengikuti pengambilan gambar untuk video ini, kecuali Johan Farizi dan Muhammad Rafli yang absen dalam sesi latihan. Hamka Hamzah selaku kapten tim Arema tampak memimpin rekan-rekan satu timnya.

“Kami, keluarga besar Arema FC, mengucapkan: Stop Rasis. Kita semua Indonesia,” pekik semuanya.

Memerangi Rasisme dengan Saling Menghargai

Para pemain, pelatih, offisial, manajemen, maupun suporter Arema sepakat bakal memerangi rasisme, termasuk yang terjadi di lapangan hijau. Terlebih, ada dua penggawa Arema musim ini yang berasal dari Papua, yakni Riky Kayame dan Zidane Pulanda.

Belakangan ini, masalah rasisme kembali menyerang Indonesia. Masalah ini kembali mencuat dipicu terjadinya insiden persekusi pada mahasiswa asal Papua di sejumlah daerah, termasuk di Kota Malang.

“Kita semua sesama manusia itu sama-sama ciptaan Tuhan, jangan pernah berpikir bahwa kita berbeda, kita harus saling menghargai,” kata Kayame.

Jangan Terlalu Dipikirkan

Kayame pun ikut dalam pembuatan video stop rasisme berdurasi 12 detik yang dibuka dengan gambar kibaran bendera Merah Putih tersebut. Meski demikian, pemain asal Jayapura itu tak ingin terlalu larut dalam masalah ini.

“Saya juga tak mau terlalu memikirkannya, lebih baik saya fokus pada tujuan saya merantau untuk mencari nafkah, yang terpenting saya mencoba menghargai semua orang,” tegasnya.