Penyehatan Keuangan, Arema Turunkan Bujet Musim 2021

Penyehatan Keuangan, Arema Turunkan Bujet Musim 2021
Ruddy Widodo (C) AKAIBARA

Manajemen Arema turunkan bujet musim 2021, terutama untuk gaji pelatih dan pemain. General Manager Arema, Ruddy Widodo menjelaskan, langkah itu terpaksa dilakukan demi penyehatan keuangan klub.

Seperti diketahui, musim lalu di Liga 1 2020, Arema terbilang klub yang jor-joran membelanjakan uang untuk mengontrak pelatih sekelas Mario Gomez. Empat pemain asing yang dikontrak Arema pun tergolong memiliki nilai kontrak yang tinggi.

Celakanya, kompetisi vakum lantaran pandemi covid-19, hingga akhirnya dibatalkan dengan status force majeure pada Januari 2021. Di tengah tak adanya pemasukan dari tiket stadion dan sponsorship, saat itu klub tetap harus membayar gaji pelatih dan pemain sebesar 25 persen.

“Bujet Arema musim lalu sekitar Rp30 miliar. Sementara, musim ini bisa ditekan hampir separuhnya. Musim lalu bujet tertinggi untuk pelatih dan pemain asing. Musim ini untuk gaji saja sekitar Rp15 miliar, ditambah operasional sekitar Rp5 miliar,” kata Ruddy.

Arema Turunkan Bujet Musim 2021 Agar Tetap Selamat

Ruddy Widodo menambahkan, kebijakan menekan bujet musim 2021 ini dilakukan Arema agar tetap selamat. Tak heran jika imbasnya juga dirasakan para penggawa Singo Edan yang bertahan, di mana kontrak anyar mereka diturunkan nominalnya.

Menurutnya, kebijakan bisa jadi hanya berlaku untuk musim 2021 di mana pertandingan digelar tanpa penonton, sehingga klub kehilangan sumber pemasukan. Jika semua sudah normal, maka kebijakan bujet ini pun bisa kembali normal seperti musim-musim sebelumnya.

“Sekarang ini, bagaimana ‘kapal ini bisa tetap berlayar dulu sampai tujuan’. Yang terpenting, secara manajerial selamat. Baru nanti kalau sudah settle, sponsorship juga bagus, kami pun siapkan bujet untuk pemain-pemain mahal,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.