Penyesalan Hendro Siswanto Sebelum Tinggalkan Arema

Penyesalan Hendro Siswanto Sebelum Tinggalkan Arema
Hendro Siswanto (C) DANI KRISTIAN

Sebelum memutuskan tinggalkan Arema, ternyata ada penyesalan Hendro Siswanto yang sempat dipendamnya. Bahkan, pemain asal Tuban itu memendamnya sudah bertahun-tahun selama di Arema.

Hendro memutuskan hengkang ke Borneo FC karena situasi dan keadaan yang memaksanya untuk pergi. Yang jelas, bukan karena merasa tidak nyaman di Arema atau bagaimana yang menjadi alasannya pergi.

Justru, pemain berusia 30 tahun itu merasa belum bisa memberikan yang terbaik bagi Arema. Pasalnya, selama sembilan tahun mengabdi, belum satu pun trofi liga yang dipersembahkannya.

“Saya sembilan tahun di Arema, tapi belum bisa membawa tim ini menjadi juara liga. Saya belum punya prestasi di sini, itu sih yang membuat saya menyesal sebelum benar-benar pergi,” kata Hendro kepada WEAREMANIA.

Penyesalan Hendro Siswanto Tertutupi Rasa Kekeluargaan di Arema

Penyesalannya itu selama ini tertutupi oleh kentalnya rasa kekeluargaan yang ada di Arema. Seluruh komponen tim sudah dianggap Hendro Siswanto sebagai sebuah keluarga besar sekaligus rumah keduanya.

Semua yang ada di manajemen klub, tim pelatih, teman satu tim, dan Aremania sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. Tak heran jika sebenarnya Hendro merasa berat saat memilih meninggalkan klub yang membesarkannya itu.

“Kekeluargaan di sini memang sangat kuat. Yang seperti ini mungkin sulit dicari di tempat lain. Bagaimana kami bercandanya, dan kedekatan satu sama lain. Tapi, mau bagaimana lagi? Mungkin nanti akan saya cari di klub baru,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.