Perkembangan Arema Dinilai Tetap Bagus Meski Gagal di Pramusim

Gagal di Pramusim, Perkembangan Arema Dinilai Tetap Bagus
Hanif Sjahbandi (C) DANI KRISTIAN

General Manager Arema, Ruddy Widodo tak mempermasalahkan kegagalan timnya di Piala Gubernur Jatim (Jawa Timur) 2020. Menurutnya, justru perkembangan Arema dari laga ke laga tampak bagus.

Sejak awal, Ruddy sangan mendukung misi pelatih Arema, Mario Gomez untuk menjadikan turnamen pramusim tersebut sebagai ajang untuk menguji komposisi pemainnya. Manajer berkaca mata itu pun tak memberikan target prestasi.

Dalam empat laga yang dijalani di Piala Gubernur Jatim, Arema menuai dua kemenangan, satu hasil imbang dan sekali kalah. Delapan gol mampu mereka ciptakan, dan kebobolan enam gol.

“Turnamen ini kan persiapan Arema menuju liga, kami menyadari komposisi pemain kami musim ini mayoritas baru, jadi kami tidak memberikan target prestasi secara teknis di Piala Gubernur Jatim. Hanya saja, kami bisa melihat catatan dari pertandingan satu ke pertandingan selanjutnya bagus,” ungkap Ruddy.

Kembalinya Gaya Bermain Keras Khas Arema

Ruddy Widodo tak hanya melihat perkembangan Arema yang semakin bagus dari laga ke laga. Menurut pengamatannya, gaya bermain keras khas Arema yang dulu pun perlahan kembali diperlihatkan skuad Singo Edan.

Bahkan, hal itu diungkapkan oleh beberapa kenalan manajer klub Liga 1 lainnya. Ruddy menyebut, menurut mereka, sudah lama Arema tidak memiliki gaya bermain keras seperti itu.

“Mungkin, terakhir Arema bermain dengan gaya permainan seperti itu saat dilatih mendiang Coach Suharno. Banyak yang menyebut tim ini kembali ke gaya bermain khas Arema yang dulu. Tentu semua ini perlu proses, apalagi ini banyak pemain muda, hampir semua berusia di bawah 30 tahun,” imbuhnya.

Mendapatkan Pengalaman Berharga

Dari kegagalan di ajang pramusim, Ruddy Widodo menyebutkan ada banyak pelajaran yang bisa dipetik oleh para pemain Arema. Yang terpenting menurutnya adalah merasakan pengalaman berharga menjalani laga melawan tim bertabur pemain bintang Persija dan tim rival Persebaya.

“Selain itu, pelajaran yang sangat berharga adalah bagaimana Arema bermain dengan minus satu pemain karena kartu merah di babak semifinal melawan Persebaya. Pemain harus pintar, bermain keras bukan berarti kasar. Semoga para pemain bisa memetik pelajaran dari kekalahan ini,” pungkas manajer asal Madiun tersebut.