Pernyataan Sikap Wartawan Kediri Soal Aksi Kekerasan Kepada Terduga Aremania

Pernyataan sikap dikeluarkan wartawan Kediri soal aksi kekerasan kepada terduga Aremania oleh oknum yang diduga sebagai awak media. Aksi itu terjadi di laga Persik Kediri vs Arema di Liga 1 2022-2023 Pekan 10, Sabtu (17/9/2022).

Empat organisasi profesi wartawan yang mengeluarkannya, Senin (19/9/2022). Penanggungjawabnya Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Kediri Danu Sukendro, Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kediri Bambang Iswahyoedhi, Ketua IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Korda Kediri Roma Duwi Juliandi, dan Ketua PFI (Pewarta Foto Indonesia) Surabaya Suryanto.

Munculnya pernyataan sikap awak media Kediri ini bermula dari adanya pernyataan Media Officer (MO) dan Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri terkait kekerasan terhadap suporter Arema. Pernyataan itu dianggap menyudutkan jurnalis/wartawan Kediri.

Inilah Pernyataan Sikap Wartawan Kediri

1. Jurnalis/wartawan tidak mendukung tindakan kekerasan dalam sepak bola;
2. Organisasi profesi jurnalis/wartawan yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kediri, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Kediri, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya memastikan pelaku bukan jurnalis/wartawan Kediri;
3. Mendesak panitia pelaksana (Panpel) Persik dan media officer Persik menemukan pelaku dalam waktu 1×24 jam setelah rilis ini disampaikan dan mengumumkan hasilnya ke publik. Pelaku wajib memohon maaf ke semua pihak;
4. Menyayangkan press rilis yang dibuat Media Officer Persik yang menyebut ‘oknum media’ sebagai terduga pelaku kekerasan dan menuntut media officer
menyampaikan permohonan maaf.

Laga Persik Kediri vs Arema itu sendiri berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu. BACA: Inilah momen-momen seru saat Arema mengalahkan Persik Kediri.