Perseru Badak Lampung Kalahkan Arema karena Punya Pengendali Udara?

Perseru Badak Lampung Kalahkan Arema karena Punya Pengendali Udara?

Aang merupakan salah satu tokoh dalam serial animasi Avatar: The Legend of Aang yang dikenal sebagai karakter pengendali udara. Mungkinkah, karakter tersebut membantu Perseru Badak Lampung kalahkan Arema 4-3 di pekan ke-26 Liga 1 2019, Jumat (1/11/2019) sore di Stadion Sumpah Pemuda, Badar Lampung?

Badak Lampung menang dramatis atas Arema dengan skor tipis 4-3. Pada babak pertama, tim tuan rumah sudah unggul 2-0 lewat gol Marquinhos di menit 10 dan Hariyanto Panto di menit 17. Pada awal babak kedua, di menit 50, gol Sunarto sempat membuat Arema memperkecil ketinggalan Arema menjadi 2-1.

Setelah gol Marquinhos membuat Arema tertinggal 3-1 di menit 76, sejatinya Arema sempat menyamakan skor 3-3. Dua gol Arema dilesakkan Makan Konate di menit 79 lewat tendangan penalti, dan Hamka Hamzah di menit 82. Sayang, pada menit 85, tendangan bebas Marquinhos mengubah skor menjadi 4-3.

“Sebenarnya, kami sudah bermain bagus, tapi saya lihat pemain kami mengalami kesulitan menyesuaikan dengan kondisi angin di lapangan. Saya pikir angin terlalu kencang, sehingga arah bola menjadi sulit ditebak. Lihat saja, gol-gol yang terjadi adalah gol mudah yang seharusnya bisa diantisipasi,” kata pelatih Arema, Milomir Seslija.

Bermain di Lapangan yang Sama

Jika Milo, sapaan akrab Milomir Seslija mempermasalahkan kencangnya angin di Stadion Sumpah Pemuda, bagaimana dengan pemain Perseru Badak Lampung? Bukankah mereka juga bermain di lapangan yang sama? Mungkinkan Avatar pengendali udara membantu mereka menetralkan angin yang bertiup ketika pemain tim tuan rumah membawa bola?

Menariknya, dari tujuh gol yang tercipta di laga tersebut, lima gol bersarang ke gawang selatan, dua gol oleh pemain Badak Lampung, dan tiga gol oleh pemain Arema. Jika dilihat dari prosesnya, dua dari lima gol ke gawang selatan disebabkan blunder karena salah tebak arah bola, yang dilakukan Hamka Hamzah (Arema) dan Anthony Golec (Badak Lampung).

“Tapi, saya pikir soal kencangnya angin yang menyebabkan arah bola sulit ditebak ini bukanlah alasan. Kami tidak mencari-cari alasan, karena soal angin itu di luar pertandingan. Penyebab kami kalah karena kesalahan tim kami sendiri. Sebenarnya dengan mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sudah bagus, seharusnya kami tidak kalah,” pungkas pelatih asal Bosnia ini.