Plus-Minus Latihan Pagi dan Latihan Sore yang Dijalani Arema

Untuk mengisi jeda FIFA Match Day selama dua pekan, Pelatih Arema, Javier Roca kerap mengubah variasi latihan untuk pemainnya, kadang pagi, kadang sore hari. Latihan pagi dan latihan sore itu ternyata ada plus-minusnya masing-masing.

Mulai pekan lalu, Roca menyusun sesi latihan dua kali sehari, satu kali di gym (pusat kebugaran), satu kali di lapangan. Bedanya, pekan lalu latihan pagi digelar sore hari, sedangkan sorenya nge-gym, maka pekan ini sebaliknya.

Dokter Tim Arema, Nanang Tri Wahyudi menjelaskan perbedaan antara latihan pagi dan latihan sore. Menurutnya, latihan pagi dan sore masing-masing ada sisi positif dan negatifnya.

“Latihan pagi itu positifnya tidak terganggu hujan, tapi risikonya cuaca panas bisa bikin sakit juga. Minusnya lagi, kemungkinan bagi pemain yang punya kebiasaan sulit tidur malam jadi kurang tidur karena pagi harus berlatih,” kata dokter Nanang.

“Kalau latihan sore positifnya tidak panas, pemain yang kurang tidur masih punya cukup waktu untuk istirahat sebelum berlatih. Tapi, risikonya kalau hujan pemain juga rentan sakit.”

Soal Latihan Pagi dan Latihan Sore yang Dijalani Arema, Dokter Tim Arema Percaya Javier Roca

Dokter Nanang Tri Wahyudi memercayakan pengaturan program latihan kepada pelatih Arema, Javier Roca. Menurutnya, sebagai pelatih pasti punya pertimbangan matang soal plus-minus yang diutarakannya tadi.

Salah satu bukti perubahan yang dilakukan Roca, latihan pagi di lapangan yang biasa digelar pukul 08.00 sampai pukul 10.00, kini digelar mulai pukul 07.30 sampai pukul 09.15. Sementara latihan sore dimulai pukul 15.00 sampai pukul 16.30 saja.

“Semua tergantung cuaca, pengaturan intensitas, dan durasinya. Idealnya pelatih sudah tahu latihan pagi durasinya dibuat tidak lama, makanya dibuat lebih awal juga,” imbuh dokter lulusan Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini.

“Para pemain selama ini sudah bekerja maksimal dalam sesi latihan sebenarnya, tidak ada yang malas-malasan.”