Polda Jawa Timur Bantah Merekayasa Hasil Autopsi Korban Kanjuruhan Disaster 2

Polda Jawa Timur bantah merekayasa hasil autopsi korban Kanjuruhan Disaster 2 yang baru saja keluar. Pernyataan itu untuk merespons protes yang disampaikan ayah dua korban yang jenazahnya diautopsi, DA.

Kabid Dokkes Polda Jawa Timur, Kombes Erwin Zainul Hakim mengatakan autopsi dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Forensik (PDFI) Jawa Timur. Artinya, mereka merupakan lembaga indepndenden.

Jadi, menurutnya tak ada rekayasa yang dilakukan oleh Polda Jatim sebagai tim penyidik. Apalagi tim dokter PDFI Jatim juga terdiri dari beberapa dokter gabungan.

“Setahu kami telah dilaksanakan secara independen oleh tim gabungan Forensik PDFI Jatim,” kata Erwin, seperti dikutip CNN Indonesia.

Bukti Hasil Autopsi Korban Kanjuruhan Disaster 2 Tak Direkayasa

Erwin menambahkan, autopsi yang dikerjakan PDFI Jawa Timur tidak direkayasa. Apalagi, di dalam tim mereka dilibatkan pula dua guru besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, sebagai penasihat.

Pemeriksaan sampel dua jenazah korban dilakukan di laboratorium nasional yang kredibel. Peralatan yang dipakai oleh tim dokter PDFI untuk melakukan uji klinis juga kompatibel.

“Menggunakan laboratorium nasional yang kredibel, serta melibatkan guru besar bidang forensik Unair dua orang,” imbuhnya.

“Saat autopsi melibatkan semua unsur independen lainnya untuk mengawasi, mulai TGIPF, Komnas HAM, LPSK, Kejaksaan, tim TATAK PERADI, dan lain-lain.”

Tak Mau Membeberkan Secara Detail Hasil Autopsi

Soal detail hasil autopsi yang diterima dari tim dokter PDFI Jawa Timur, Erwin tak mau membeberkan secara detil. Sebab, menurutnya pihaknya tak punya wewenang atas hal tersebut.

“Saya tidak berkompeten untuk mengomentari hal ini. Tentunya segala proses pemeriksaan dan autopsi akan disajikan di persidangan, sehingga nanti hakim akan menilai semua proses yang sudah dilakukan,” pungkasnya.