Polisi Ungkap Alasan Menembakkan Gas Air Mata Dalam Kanjuruhan Disaster 2

Polisi ungkap alasan menembakkan gas air mata dalam Kanjuruhan Disaster 2 yang terjadi usai laga Arema vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 Pekan 11, Sabtu (1/10/2022) malam. Langkah tersebut diklaim sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. mengklaim, kekalahan Arema 2-3 memicu Aremania masuk ke lapangan. Ketika hal itu terjadi, pihak pengamanan sudah berusaha melakukan langkah-langkah persuasif.

Menurutnya, langkah penembakan gas air mata ke arah tribune ini dilakukan pihaknya karena suporter sudah bertindak anarkis. Mereka disebut menyerang petugas pengamanan, dan merusak mobil polisi.

“Sebelum keluar gas air mata itu sudah didahului dengan upaya imbauan terlebih dahulu. Aremania yang tidak puas turun ke lapangan sudah membahayakan pemain dan offisial Persebaya juga Arema. Sudah dihalau beberapa kali agar naik kembali ke tribune, tapi imbauan tidak dihiraukan. Bahkan, ada perlawanan dan pemukulan kepada petugas,” kata Nico.

“Ini yang kami sesalkan, padahal selama ini komunikasi Polres dengan Arema dan Aremania berjalan baik. Kami juga akan mendalami kenapa kok suporter yang tidak puas itu begitu beringasnya hingga keluar gas air mata.”

Penanganan Korban Kanjuruhan Disaster 2 Sekarang Lebih Penting

Nico menegaskan, ada hal yang jauh lebih penting dilakukan dalam menindaklanjuti Kanjuruhan Disaster 2 ini. Menurutnya, penanganan korban yang kritis menjadi prioritas bersama.

Tercatat, hingga Minggu (2/10/2022) subuh, ada 127 korban jiwa, dua di antaranya adalah anggota Polri. Jumlah ini masih bisa bertambah, lantaran ada 180 orang lainnya yang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Kita semua tidak menginginkan hal ini terjadi, tapi sekarang paling penting kisa selesaikan urusan korban-korbannya dulu, baru kita mitigasi bersama, supaya masalah ini seleai. Saya yakin dengan kebersamaan, masalah ini akan bisa dilewati. Beri kami waktu untuk pendalaman lebih lanjut.”

Terpaksa Melakukan Tindakan Represif

Nico secara tersirat menyebut pihaknya terpaksa melakukan tindakan represif dengan menembakkan gas air mata ke tribune yang masih penuh suporter. Menurutnya, hal itu tidak terjadi jika semua suporter mematuhi aturan.

“Kalau memang semuanya mematuhi aturan, kami pasti juga akan melakukan pengamanan dengan baik. Tapi, ini ada sebab akibatnya, kami berbela sungkawa. Kami akan menindaklanjuti, serta melakukan langkah-langkah ke depan dengan stakeholder terkait agar hal ini tak terjadi lagi,” pungkasnya.