Pressing Ketat Arema Cuma Bertahan Satu Babak Lawan Persita

Pressing ketat Arema cuma bertahan satu babak saja di laga lawan Persita Tangerang di Liga 1 2021-2022 Pekan 9, Rabu (27/2021) malam. Hal itu diakui sendiri oleh Pelatih Arema, Eduardo Almeida.

Di babak pertama, dua gol mampu diciptakan Arema lewat Kushedya Hari Yudo di menit 25 dan Dedik Setiawan di pengujung babak pertama. Sementara, Persita membalas satu gol melalui Ahmad Nur Hardianto di menit 43.

Namun, di babak kedua, Arema terlihat lebih sering bertahan dan mengandalkan serangan balik. Akhirnya Persita mampu menyamakan kedudukan lewat gol telat Mohammad Edo di menit akhir babak kedua.

“Di babak pertama kami mengontrol permainan, kami melakukan pressing. Tapi, saya tahu tidak ada tim di dunia ini yang bisa melakukan pressing ketat sepanjang 90 menit, babak pertama dan babak kedua,” kata Almeida dalam sesi jumpa pers usai laga.

Pressing Ketat Arema Dilawan dengan Serangan Intens Persita

Pertahanan Arema dengan menerapkan pressing ketat akhirnya runtuh juga oleh serangan intens Persita. Eduardo Almeida menyebut timnya sudah melakukan yang terbaik untuk mempertahankan keunggulan.

Menurut pelatih asal Portugal itu, sama dengan Arema yang ingin mempertahankan keunggulan, Persita pun berjuang untuk menyamakan kedudukan. Ini yang menjadikan duel Arema dan Persita di babak kedua sebenarnya lebih seru.

“Karena Arema sedang unggul maka tim lawan yang tertinggal akan mencoba lebih banyak menyerang. Pastinya kami harus menyesuakan, karena kami tidak bermain sendirian. Kadang kami lebih menyerang, kadang lebih bertahan, karena kami bermain ada tim lawan,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.