PREVIEW Arema FC vs Persebaya Surabaya: Laga Derby?

Enam Poin Kandang Jadi Modal Arema Menantang Bali United
Enam Poin Kandang Jadi Modal Arema Menantang Bali United

Arema FC akan bentrok dengan Persebaya Surabaya di pekan ke-14 Liga 1 2019, Kamis (15/8/2019), pukul 15.30 WIB. Pantaskah laga yang akan dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang ini dilabeli laga derby?

Jika mengacu pada makna harfiahnya, sebutan laga derby umumnya mempertemukan tim sekota. Sementara, Arema dan Persebaya mewakili Malang dan Surabaya di pentas Liga 1 2019. Namun, ada permakluman atas sebutan ini. Derby Jawa Timur akhirnya disematkan karena kedua tim sama-sama berasal dari satu provinsi.

Pertemuan antara kedua tim ini selalu melibatkan gensi dan nuansa rivalitas, entah itu di kompetisi remsmi atau ajang apa pun. Pelatih Arema, Milomir Seslija mengaku tertarik pada rivalitas tersebut.

“Saya selalu bilang, kami bermain sepak bola karena suporter, yang menciptakan suasana dan atmosfer bagus di stadion, karena tak ada artinya bermain sepak bola di dalam stadion yang kosong. Stadion yang penuh tentu membuat pertandingan ini lebih menarik, apalagi ini laga derby,” kata Milo, sapaan akrab si pelatih.

Motivasi Tambahan

Menurutnya, suasana stadion yang selalu gegap gempita mewarnai duel Arema vs Persebaya menjadi daya tarik tersendiri. Dukungan Aremania menurutnya sangatlah penting untuk memberikan motivasi tambahan bagi penggawa Singo Edan.

Pelatih asal Bosnia itu selalu mengatakan pada pemainnya, saat bermain di laga derby di bawah dukungan banyak suporter harus punya mental bagus. Milo meminta dukungan itu menjadi sebuah motivasi, bukan malah menjadi beban atau tekanan yang bisa saja merusak permainan tim di lapangan.

“Siapa pun pemain yang kami tampilkan di laga derby ini harus bisa memberikan kemampuan maksimal, kalau perlu berikan segala yang dimiliki untuk memenangkan laga ini. Tak banyak kesempatan bermain di laga derby seperti ini, maka nikmati saja,” imbuhnya.

Tak Ubahnya Derby Manchester

Laga Arema vs Persebaya ini menurut Milo seperti pertemuan dua tim asal Manchester, Manchester United dan Manchester City. Hal itu sudah dibuktikan pendukung Arema dan Persebaya saat kedua tim bertemu di leg pertama dan kedua babak final Piala Presiden 2019 lalu.

“Ketika kami ke Surabaya ada ribuan pendukung Persebaya yang memberikan dukungan di stadion, ketika Persebaya ke Malang pun tak kalah banyaknya Aremania di stadion. Sepak bola tanpa tekanan suporter itu bukan sepak bola,” tandasnya.