PT LIB Sosialisasikan Regulasi Keamanan dan Keselamatan Kepada Klub Jelang Lanjutan Liga 1 2022-2023

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sosialisasikan Regulasi Keamanan dan Keselamatan kepada klub peserta jelang lanjutan Liga 1 2022-2023 pekan lalu. Hadir sebagai pemateri dari PSSI, Adi Setiawan, dan dari Polri, Brigjen Pol Dedy Setiabudi.

Sebagai 18 klub peserta, termasuk Arema hadir dalam pertemuan tersebut. Arema sendiri diwakili Medical Officer, dr. Nanang Tri Wahyudi Sp.KO., Media Officer, Sudarmaji dan Local General Cordinator, Heru Tri Mulyono.

Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan hasil evaluasi Stadion Kanjuruhan kandang Arema oleh Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Essy Asiah, MT. pasca Kanjuruhan Disaster 2. Dalam evaluasi disinggung pentingnya peran dua jabatan dalam pengelolaan stadion.

“Pelaksanaan operasional dan pemeliharaan stadion, di mana harus dikelola Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten,” kata Essy.

Menurutnya, jajaran pengelola stadion perlu diperkuat dengan Manajer Keamanan dan Keselamatan atau Safety Manager. Tugasnya mengatur SOP keselamatan dan keamanan.

Lalu, harus ada pula yang menjabat sebagai Manajer Pemeliharaan dan Pengelolaan Stadion. Manajer ini yang bertugas mengatur SOP pemeliharaan dan pengelolaan stadion setiap harinya.

“Ketiga, peralatan dan perlengkapan perawatan rumput lapangan sesuai dengan standar PSSI dan FIFA,” imbuhnya.

Pentingnya Koordinasi Untuk Melaksanakan Regulasi Keamanan dan Keselamatan

Essy juga mengungkapkan pentingnya koordinasi yang dilakukan dua pejabat, Manajer Keamanan dan Keselamatan dengan Manajer Pemeliharaan dan Pengelolaan Stadion. Keduanya harus bekerja sama saat menggelar pertandingan.

“Pada saat pelaksanaan pertandingan, terutama yang berskala besar dan memiliki risiko tinggi, tim pengelola perlu bekerja sama dengan panitia penyelenggara dan pihak terkait lainnya untuk mengoperasikan perangkat stadion,” tambahnya.

“Setiap pengelola perlu menyampaikan dengan jelas dan detil terkait perangkat yang tersedia di bangunan stadion dan cara pengoperasiannya kepada pihak penyelenggara dan pihak terkait lainnya.”