Rapid Test Sebelum Pertandingan, Arema Usulkan PSSI Gandeng Sponsor

Sansan Fauzi Batal Jalani Trial di Arema
General Manager Arema, Ruddy Widodo (C) DANI KRISTIAN

Ada opsi seluruh anggota tim menjalani rapid test sebelum pertandingan ketika Liga 1 2020 dilanjutkan nanti. Arema mengusulkan agar PSSI menggandeng sponsor dari pihak laboratorium atau lembaga penyedia layanan rapid test atau sejenisnya.

Sebelumnya, ada usulan untuk memasukkan rapid test kepada seluruh anggota tim sebagai salah satu syarat menjalani laga. Hal ini dilakukan demi menjamin tak ada persebaran covid-19 di dalam pertandingan.

General Manager Arema, Ruddy Widodo mengaku pihaknya setuju dengan usulan rapid test tersebut. Namun, ditegaskannya, PSSI atau PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebaiknya mengupayakan untuk bisa bekerja sama dengan pihak ketiga.

“Kami setuju dengan usulan rapid test ini, tapi kami berharap PSSI atau PT LIB bisa menggandeng laboratorium atau semacamnya untuk menghandle rapid test ini. Mungkin timbal baliknya nanti mereka bisa menjalin kerja sama sponsorship atau seperti apa,” kata Ruddy.

Alasan Arema Minta Sponsor Handle Rapid Test Sebelum Pertandingan

Ruddy Widodo meminta PSSI atau PT LIB menggandeng pihak ketiga untuk menghandle rapid test ini bukannya tanpa alasan. Manajer berkaca mata itu mengaku pihak klub keberatan secara finansial jika harus menggelar rapid test mandiri.

Pihaknya juga tak habis pikir dengan mahalnya biaya rapid test untuk mendeteksi covid-19 ini. Yang diketahuinya, biaya untuk tes ini berkisar antara 200 hingga 400 ribu rupiah perorang perpertandingan.

“Jujur saja, biaya rapid test setiap akan bertanding itu memberatkan kami. Kan percuma subsidi dinaikkan, lalu nilai kontrak pelatih dan pemain diturunkan, tapi masih ada biaya lain-lain seperti ini. Yang saya herankan kenapa tesnya mahal?” pungkas pria asal Madiun tersebut.