Rizky Dwi Malah Nyaman Jadi Stopper

Rizky Dwi Malah Nyaman Jadi Stopper
Rizky Dwi (C) DANI KRISTIAN

Alih-alih protes, Rizky Dwi malah nyaman saat dimainkan jadi stopper dalam sesi game di latihan Arema. Pemain berposisi asli sebagai bek sayap kanan itu berusaha melakukannya sebaik mungkin.

Saat ini tim pelatih Arema memang masih kekurangan stok pemain di posisi stopper. Di posisi naturalnya, cuma tinggal Ikhfanul Alam, Aji Saka, dan Muhammad Roby, gara-gara Caio Ruan cedera, dan Bagas Adi belum kembali usai dari pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23.

Untuk kebutuhan latihan, Asisten Pelatih Arema, Kuncoro kerap memakai dua stopper dari Akademi Arema, yakni Aji Tri Wahyudi dan Achmad Galih. Tak jarang pula Rizky yang digeser menjadi stopper.

“Awalnya sih seperti gimana gitu. Tapi, dari latihan ke latihan, terus dicoba, akhirnya saya merasa nyaman, malah sepertinya lebih enak jadi stopper,” kata Rizky.

Rizky Dwi Malah Ungkap Perbedaan Jadi Stopper dan Bek Sayap

Rizky Dwi menyadari betul perbedaan tugas menjadi bek sayap dengan stopper. Pemain asal Jember ini berusaha beradaptasi dengan posisi barunya.

Menurutnya, ketika ditempatkan di psosi bek sayap, fisiknya harus lebih kuat. Pasalnya, seorang bek sayap dituntut terus bergerak bertahan maupun membantu penyerangan di area pinggir lapangan.

“Perbedaannya, kalau stopper jarang lari, tapi harus tegas dalam memotong bola. Kalau bek sayap kan lebih banyak lari, mencari ruang, over lap, dan crossing. Aslinya lebih enak jadi stopper, lebih ringan, tapi tanggung jawabnya juga besar di depan gawang,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.