Sebelum Lawan Persebaya, Satu-persatu Masalah Arema Teratasi

Sebelum lawan Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 Pekan 11, Sabtu (1/10/2022), pukul 20.00 WIB, satu-persatu masalah Arema teratasi. Sang pelatih Javier Roca sudah berupaya membenahinya dalam sesi latihan.

Diakui atau tidak, sebelumnya, Arema bermasalah dengan faktor fisik dan mentalitas. Meski menilainya sebagai sesuatu yang wajar usai Arema menjuarai Piala Presiden 2022, Roca tak tinggal diam.

Masalah mentalitas yang dimaksudnya bukanlah soal mental berjuang, melainkan kejenuhan mental. Menurutnya, itu disebabkan lantaran mereka berjuang mati-matian di turnamen pramusim untuk meraih trofi juara.

“Sekarang kita mencoba untuk menyeimbangkan, bukan menaikkan atau menurunkan level fisik pemain. Apa yang mereka lakukan selama ini coba kita diskusikan secara keilmuan,” kata Roca.

“Pemain itu capeknya di mana, otot atau mentalnya. Sebab, bertahan di satu level latihan untuk mencapai kemenangan di Piala Presiden 2022 lalu itu sangat melelahkan.”

Satu-persatu Masalah Arema Teratasi, Bukan Memulai dari Nol

Soal masalah fisik dan mentalitas ini, Javier Roca menegaskan mereka tidak bisa membenahi mulai dari nol. Tidak mudah, tapi pelatih asal Chile itu terus berupaya mencobanya.

Sekarang, yang dilakukannya cuma bagaimana caranya menyegarkan pemain Arema. Roca memulai latihan fisik pekan lalu dari angka 30 persen ke atas.

“Kalau membuat mereka 100 persen, saya rasa itu tidak mungkin. Mereka tidak mungkin selalu dalam kondisi 100 persen. Kita siapkan materi latihan agar mereka lebih segar saja,” imbuhnya.

Tingkatkan Kepercayaan Diri Pemain

Sebenarnya, Javier Roca merasa aneh mengapa Arema disebut tim bermasalah meski faktanya mereka sukses merebut trofi juara pramusim. Yang bisa dilakukannya kini hanyalah meningkatkan kepercayaan diri pemainnya.

“Sebenarnya, di dunia ini, tim yang juara tapi punya masalah itu tidaklah banyak. Makanya, kita perbaiki semua aspek, bukan hanya soal mencetak gol ke gawang lawan, atau passing sukses,”

“Paling tidak, sekarang kita angkat kepercayaan diri pemain yang selama ini mungkin kurang. Terutama bagi pemain-pemain yang tidak sering dipasang, atau tidak diberikan peran penting. Jadi, banyak hal selain itu yang harus kita perbaiki.”