Sergio Farias dan Edson Tavares Sempat Masuk Bidikan Arema

Sergio Farias dan Edson Tavares Sempat Masuk Bidikan Arema
Edson Tavarez (C) WEAREMANIA

Sergio Farias dan Edson Tavares ternyata sempat masuk bidikan Arema untuk menukangi tim di Liga 1 2021. Setidaknya, kedua pelatih itu sama-sama pernah melatih di klub Indonesia, sesuai keinginan direksi dan manajemen Arema.

Edson pertama kali berkarier di Indonesia pada Liga 1 2019 di tim Persija Jakarta, lalu melatih Borneo FC di Liga 1 2020 yang dibubarkan karena pandemi covid-19. Sementara, Farias merupakan suksesor Edson di Persija yang memimpin tim ibu kota tersebut di Liga 1 2020.

Sebuah sumber internal klub mengatakan, manajemen Arema sempat mengajukan tiga nama pelatih kepada direksi klub saat batal mendatangkan Alfredo Vera. Diakuinya, dua di antara tiga calon itu adalah Farias dan Edson.

“Benar, saya dengar manajemen mengajukan tiga nama kepada direksi Arema. Satu Farias, lalu Edson, dan satunya pelatih yang saat ini sudah bersepakat dengan Arema. Tapi, keputusan direksi klub bukan Farias atau Edson,” kata sumber ini kepada WEAREMANIA.

Sergio Farias dan Edson Tavares Terkendala Non-Teknis

Sumber internal ini juga membeber jika Farias dan Edson sama-sama terkendala non-teknis, sehingga tak terpilih namanya menjadi pelatih kepala Arema. Kendala itu yang kabarnya membuat pihak klub tidak melanjutkan proses negosiasi ke jenjang yang lebih serius.

Farias disebut-sebut cuma bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asli negaranya, Brasil. Alih-alih Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris pun kesulitan.

“Mungkin kendala bahasa ini yang dikhawatirkan direksi Arema mengganggu komunikasi dengan tim nantinya. Kalau Edson, dia lancar berbahasa Inggris, tapi ada karakternya yang dinilai kurang cocok melatih Arema,” imbuh sumber internal ini.

Bukan Cuma Pertimbangkan Faktor Teknis

Sementara itu, terpisah General Manager Arema, Ruddy Widodo menegaskan, dalam memilih pelatih kepala, pihaknya bukan cuma mempertimbangkan faktor teknis. Menurutnya, hal-hal non teknis juga patut jadi pertimbangan.

“Sebelum memilih nama pelatih, kami dan direksi klub tentu punya banyak pertimbangan. Dari sekian nama, yang melamar atau disodorkan agen, sudah kami seleksi sesuai kriteria yang dicari. Pilihan direksi sudah jatuh pada sesosok pelatih asal Eropa yang pernah melatih di Indonesia sebelumnya,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.