Syaiful Indra Di-bully, Mario Gomez Buka Suara

Syaiful Indra Di-bully, Mario Gomez Buka Suara
Syaiful Indra (C) DANI KRISTIAN

Syaiful Indra Cahya di-bully sejumlah warganet di media sosial usai Arema kalah 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada pekan kedua Liga 1 2020, Minggu (8/3/2020) sore. Sang pelatih, Mario Gomez buka suara terkait bek sayap kanan andalannya tersebut.

Meski mengirimkan sejumlah umpan diagonal ke mulut gawang untuk menyuplai bola bagi lini depan, Indra sempat melakukan dua kesalahan. Satu kesalahannya berbuah gol bunuh diri yang membuat Persib unggul 1-0, sebelum disamakan oleh gol penalti Elias Alderete.

Satu kesalahan lagi dibuat pemain asli Malang itu dengan menjatuhkan gelandang Persib, Dedi Kusnandar di kota terlarang. Penalti yang diberikan wasit Aprisman Aranda itu sukses dieksekusi Wander Luiz menjadi gol kemenangan Persib.

“Kadang seorang pemain bisa berbuat kesalaham. Hal itu wajar, karena pemain adalah manusia,” kata Gomez dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Syaiful Indra Di-bully Atas Dua Kesalahannya

Warganet mem-bully Syaiful Indra Cahya karena dua kesalahannya yang diakui Mario Gomez. Selain itu, kartu kuning pun dikantonginya usai melanggar Dedi Kusnandar.

Penalti yang diberikan atas pelanggaran Indra itu merupakan penalti kedua bagi Persib di laga tersebut. Penalti pertama yang dieksekusi Castillion sanggup dimentahkan oleh kiper Arema, Teguh Amiruddin.

“Penalti yang kedua (pelanggaran Indra) memang itu seharusnya penalti. Kalau penalti yang pertama saya tidak tahu, karena kejadiannya berlangsung cepat, dan saya jauh dari tempat kejadian,” imbuh pelatih berusia 63 tahun ini.

Mario Gomez Yakin Syaiful Indra Bakal Berbenah

Mario Gomez yakin Syaiful Indra Cahya bakal memetik pelajaran dari pertandingan melawan Persib ini. Harapannya, pemilik jersey bernomor punggung 4 itu bisa berbenah.

“Yang terpenting dari sebuah kesalahan itu adalah si pemain harus bisa berbenah. Indra harus bisa memperbaikinya untuk pertandingan selanjutnya,” tegas pelatih yang berkewarganegaraan Argentina tersebut.