Sylvano Comvalius Harusnya Sudah Bisa Bermain

Pemain dan Mantan Pemain Arema dari Eropa (UEFA) Dalam manual liga yang dibuat operator kompetisi, klub berhak mengontrak pemain asing dengan jumlah tertentu. Dari kuota yang ditentukan itu bisa diisi pemain asing Eropa (negara anggota UEFA). Lalu, siapa sajakah pemain dan mantan pemain Arema dari Eropa? Roman Chmelo menjadi pemain Eropa pertama yang memperkuat Arema. Datang di putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2008-2009, semusim berikutnya menjadi bagian penting kala Arema mengangkat trofi juara ISL 2009-2010. Beda dengan Roman, nasib Liontin Chitescu sungguh tragis dengan menjadi pemain Eropa paling cepat memperkuat Arema. Datang di waktu yang sama dengan Roman, pemain asal Rumania itu justru dicoret ISL 2008-2009 putaran kedua baru berjalan dua pertandingan. Pemain Eropa lainnya yang menarik perhatian adalah Kiko Insa. Walau hanya bermain di dua turnamen lantaran QNB League 2015 dihentikan, pemain asal Spanyol itu meninggalkan kesan bagi Aremania usai membuat tato singa di lengannya. Berikut Daftar Pemain dan Mantan Pemain Arema dari Eropa Slovakia Roman Chmelo (ISL 2008-2009 putaran kedua, ISL 2009-2010, ISL 2010-2011) Roman Golian (ISL 2010-2011 putaran kedua) Rumania Liontin Chitescu (ISL 2008-2009 putaran kedua, dicoret setelah dua pertandingan) Spanyol Kiko Insa (Piala Jenderal Sudirman 2015, Bali Island Cup 2015) Toni Mossi (Piala Jenderal Sudirman 2015, Bali Island Cup 2015) Makedonia Goran Gancev (ISC A 2016) Montenegro Srdan Lopicic (ISC A 2016 putaran pertama) Balsa Bozovic (Liga 1 2018 putaran pertama) Serbia Srdan Ostojic (Liga 1 2018 putaran kedua) Belanda Sylvano Comvalius (Liga 1 2019)
Sylvano Comvalius (C) DANI KRISTIAN

Pamit pulang ke Belanda untuk memulihkan cedera dan penyakit sinusitisnya sejak 20 Oktober lalu, Sylvano Comvalius belum kunjung kembali ke Malang. Dari segi medis, dokter tim Arema, dokter Nanang Tri Wahyudi menyatakan penyerang Arema itu seharusnya sudah bisa bermain.

Menurutnya, pemulihan cedera hamstring biasanya cuma butuh waktu maksimal dua minggu saja. Namun, hingga hampir sebulan, Comvalius belum kunjung hadir di Malang untuk mengikuti sesi latihan.

Cedera hamstringnya kembali kambuh usai bermain melawan Persipura Jayapura (20/10/2019). Setelah ikut Arema away ke kandang PS Tira-Persikabo (24/10/2019), pemain 32 tahun ini meminta izin pulang ke kampung halamannya.

“Perkembangan cedera Comvalius bagus, saya terus memantau dari jauh. Dia masih berada di Belanda, saya belum tahu kapan dia kembali ke Malang. Seharusnya kalau dari segi medis, dia sudah bisa bermain, karena hamstring maksimal dua minggu pemulihan,” ungkap dokter Nanang.

Bagaimana Kondisi Sylvano Comvalius Sebenarnya?

Selain mengalami cedera hamstring, Sylvano Comvalius juga menderita penyakit sinusitis. Namun, dokter Nanang menyebut penyakit itu bukan masalah besar.

Untuk cedera hamstringnya bisa disembuhkan maksimal dua pekan dengan terapi-terapi biasa untuk penguatan. Namun, Comvalius memilih melakukannya di Belanda, kampung halamannya bersama tim medis yang ditunjuknya.

“Kalau sakitnya tidak ada masalah, itu penyakit bawaan, dari zaman dulu, bukan penyakit yang didapat di Malang,” imbuhnya.

Berharap Segera Kembali ke Malang

Untuk bisa mengetahui kondisi cederanya apakah sudah pulih 100 persen atau belum dokter Nanang mengaku tidak bisa jika dari jarak jauh. Dokter bergelar Sp.KO itu berharap Sylvano Comvalius segera kembali ke Malang.

“Saya tidak tahu kapan dia kembali, dan bukan saya yang berhak nyuruh kembali, keputusan ada padanya,” tegas dokter alumni Universitas Indonesia ini.