Sylvano Comvalius Sambut Kembalinya Sang Duet Satu Jiwa

Sylvano Comvalius Sambut Kembalinya Sang Duet Satu Jiwa
Sylvano Comvalius (C) DANI KRISTIAN

Sylvano Comvalius sambut kembalinya Dedik Setiawan, sang ‘duet satu jiwa’. Keduanya bahkan terlibat dalam proses satu dari dua gol kemenangan Arema atas PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang.

Comvalius mengaku senang dengan kembalinya Dedik usai absen sekitar dua bulan karena cedera lutut. Penyerang asal Belanda itu tahu betul bagaimana perjuangan Dedik untuk bisa pulih dari cedera.

Dengan kembalinya Dedik, Comvalius siap memperlihatkan kerjasama dalam mencetak gol maupun assits, seperti yang mereka tampilkan sebelum rekan satu timnya itu cedera. Hal itu mereka tunjukkan saat Dedik melayangkan assist untuk gol Comvalius ke gawang PSM kemarin.

“Saya senang Dedik bisa kembali bermain. Tapi, ketika yang bermain Riky Kayame, Rifaldi Bawuo, Dendi Santoso, atau siapa pun yang bermain, saya tetap senang. Saya pikir, satu tim juga senang ketika Dedik kembali,” kata Comvalius.

Berharap Dedik Bermain Normal Lagi

Sylvano Comvalius mengaku lebih senang jika Dedik Setiawan bisa kembali bermain normal lagi. Menurutnya, pasca-pulih dari cedera, tak mudah untuk bisa kembali ke puncak penampilan di lapangan hijau.

Sumbangan assist Dedik untuk golnya ke gawang PSM sudah cukup membuat Comvalius senang. Pemain 32 tahun itu berharap di laga selanjutnya, Dedik bisa kembali mencetak gol demi gol.

“Saya lebih senang jika Dedik bisa bermain normal seperti dulu lagi. Bersama saya, mencetak gol atau assist untuk Arema. Saya lihat kembalinya Dedik penting untuk tim ini,” imbuh mantan pemain Bali United itu.

Ungkap Rahasia Dedik

Sylvano Comvalius membeber rahasia Dedik Setiawan yang sempat hanya diizinkan bermain tak lebih dari 20 menit oleh dokter tim Arema. Namun, keinginannya membantu Arema memenangkan pertandingan membulatkan tekad rekan satu timnya itu untuk terus bermain.

“Dedik secara fisik hanya bisa bermain di babak pertama. Tapi, dia memaksa bermain di babak kedua. Hal ini yang sering terjadi di Arema, seperti Arthur Cunha di pertandingan sebelumnya, juga saya sendiri. Saya pikir ini hal yang spesial dari Arema, semua ingin melakukan yang terbaik demi tim,” tegasnya.