Takafumi Akahoshi Curhat Kesulitannya Jadi Bek

Takafumi Akahoshi Curhat Kesulitannya Jadi Pemain Belakang
Takafumi Akahoshi (C) DANI KRISTIAN

Gelandang Arema, Takafumi Akahoshi pernah dipasang sebagai bek tengah oleh pelatih Milomir Seslija di laga tandang melawan PSM Makassar lalu. Pemain asal Jepang itu curhat mengenai kesulitannya.

Pada laga tersebut, sejak menit pertama sebenarnya Akahoshi diplot sebagai pemain tengah. Namun, sejak ditariknya stopper Ikhfanul Alam yang mengalami cedera pelipis di menit 48, pemilik jersey bernomor punggung 77 itu harus menjadi stopper bersama Arthur Cunha.

Skor yang tadinya masih 3-1 sebelum Alam digantikan Rifaldi Bawuo, berubah menjadi 6-2 hingga pertandingan berakhir. Tim tuan rumah PSM mampu menambah tiga gol setelah Akahoshi disulap menjadi bek tengah.

“Saya kesulitan menjadi bek tengah, sebelumnya saya belum pernah. Pengalaman pertama itu tidak mudah bagi saya, tapi demi kebutuhan tim saya tidak masalah, saya siap,” ungkap Akahoshi.

Kekurangan Bek Tengah

Saat menantang PSM Makassar waktu itu, Arema memang kehilangan Hamka Hamzah yang absen karena cedera.  Takafumi Akahoshi pun harus menggantikan Ikhfanul Alam yang mengalami cedera di tengah laga.

Sebenarnya, di bench masih ada nama Rachmat Latief dan sosok Jayus Hariono yang bisa diplot sebagai stopper. Namun, tim pelatih lebih memilih Akahoshi berduet dengan Arthur.

“Saya memang punya karakter lebih menyerang. Tapi jika tim pelatih ingin memainkan saya di posisi lain, misalkan karena ada pemain yang cedera, mau tak mau saya harus siap. Saya hanya bisa melakukan yang terbaik, saya hormati keputusan tim pelatih,” pungkasnya.