Ternyata Ali Rifki Mundur Dari Arema Sejak Gilang Pramana Mundur

Ada fakta mengejutkan yang terungkap usai Wiebie Andriyas ditunjuk menjadi Manager Tim Arema dalam lanjutan Liga 1 2022-2023. Ternyata, manager tim sebelumnya, Ali Rifki mundur dari Arema sejak Gilang Pramana mundur dari jabatan Presiden Klub.

Sebelumnya, Gilang memutuskan mundur dari Arema pada 29 Oktober lalu. Ali menyebut, saat itu sebenarnya dirinya juga sudah berpamitan kepada seluruh direksi dan manajemen Arema.

Namun, pria asal Pasuruan itu mencoba untuk menahan diri. Ali bersabar menanti waktu yang tepat dan mempertimbangkan banyak hal untuk tidak mengumumkan pengunduran dirinya tersebut kepada publik.

“Saya sebetulnya mundurnya sejak Mas Gilang mundur> Saya sudah berpamitan kepada semua manajemen dan direksi klub,” kata Ali menjawab pertanyaan WEAREMANIA.

“Karena belum mendapatkan manajer baru untuk menenangkan tim kalau saya mundur, maka saya tidak boleh jumpa pers dulu, sambil mencari manajer baru yang tepat untuk pengganti saya.”

Alasan Ali Rifki Mundur Dari Arema Karena Gilang Pramana

Ali Rifki tak memungkiri keputusannya mundur tak lepas dari mundurnya Gilang Pramana dari Arema kala itu. Pria berusia 41 tahun itu menegaskan, satu paket dengan sosok yang membawanya ke Arema tersebut.

Makanya, ketika Gilang mundur, Ali pun tak pikir panjang lagi memutuskan mundur juga. Sebab, Gilang pula lah yang membujuknya kembali ke Arema ketika sempat mengajukan surat pengunduran diri sebelum Liga 1 2021-2022 lalu usai.

“Bagaimanapun juga yang membawa saya adalah Mas Gilang. Bagaimanapun kan kita satu paket, meskipun berat hati ya saya ikut mundur,” imbuhnya.

Baru Pamitan Kepada Tim Arema Hari Ini

Meskipun mundurnya sejak akhir Oktober lalu, Ali ternyata memendam rahasia itu dari tim Arema. Karenanya, pria yang juga seorang pengusaha itu baru berpamitan kepada pelatih dan pemain hari ini (5/12/2022) saat Wiebie Andriyas diperkenalkan sebagai manager pengganti.

“Waktu saya pamit, reaksi manajemen Arema sedih semua. Sejak saat itu sampai sekarang pun, beberapa kali saya masih diyakinkan untuk bertahan. Tapi, saya masih trauma harus ke stadion melihat pertandingan,” jelasnya.

“Saya ingin bertemu dengan tim Arema, tapi masih sibuk. Saya hari ini pamit lewat grup WhatsApp. Nanti saya temui semua kalau saya sudah tidak sibuk dengan pekerjaan. Saya lakukan ini agar pemain tidak merasa tidak punya manajer.”