TGIPF Sayangkan Tindakan Autopsi Korban Kanjuruhan Disaster 2 yang Terlambat

Mantan anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Akmal Marhali menyayangkan tindakan autopsi korban Kanjuruhan Disaster 2 yang terlambat. Sebab, proses tersebut digelar lebih dari sebulan setelah tragedi.

Proses ekshumasi dan autopsi baru dilakukan tim penyidik Polri bersama tim dokter dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur, Sabtu (5/11/2022). Kabarnya, hasil autopsi itu baru bisa diketahui setidaknya dua bulan kemudian.

Akmal menyebut, proses autopsi hingga mendapatkan hasilnya itu harus terus dikawal. Sebab, autopsi sendiri merupakan salah satu rekomendasi TGIPF kepada tim penyidik Polri.

“Hasil autopsi ini juga sangat penting untuk mencari tambahan tersangka baru. Hanya saja, yang kami sayangkan, autopsi dilakukan sangat terlambat, sebulan setelah kejadian,” kata Akmal.

“Ini membuat validitas hasilnya cuma 35 persen. Hasilnya juga baru bisa diketahui 80 hari setelah autopsi dilakukan. Tentu ini fase yang panjang.”

Lamanya Proses Menanti Hasil Autopsi Korban Kanjuruhan Disaster 2 Jangan Dijadikan Alasan

Akmal menegaskan, lamanya proses menanti hasil autopsi itu jangan sampai dijadikan alasan untuk sesuatu yang sia-sia. Menurutnya, prosesnya harus terus dikawal bersama.

“Jangan sampai lamanya waktu menunggu hasil autopsi itu dijadikan semacam buying times, hingga akhirnya orang-orang melupakan usut tuntas kasus ini,” imbuhnya.

“Semua harus saling mengingatkan bahwa kasus ini harus dituntaskan agar tak terulang lagi. Ini harus menjadi perhatian besar semua pihak.”