Tim Gabungan Aremania Mendesak Kejati Jawa Timur Berikan P19 untuk Kasus Kanjuruhan Disaster 2

Tim Hukum Tim Gabungan Aremania mendesak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berikan surat P19 kepada penyidik Polri untuk kasus Kanjuruhan Disaster 2. Desakan itu terkait ekshumasi-autopsi dan visum korban.

Sebelumnya, TGA sudah menyampaikan surat resmi kepada Kejati Jatim. Mereka mendesak untuk meminta penyidik Polri melengkapi berkas penyidikan dengan hasil ekshumasi-autopsi korban meninggal dan hasil visum korban luka-luka.

Anjar Nawan Yusky, SH. selaku Tim Hukum TGA menyebut ada dua tuntutan pihaknya kepada Kejati Jatim. Aksi ini dilakukan untuk merespons pelimpahan berkas dari penyidik awal pekan lalu.

“Kami meminta dan mendesak kepada pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur agar segera memberikan petunjuk (P19) kepada penyidik Polri untuk melaksanakan proses ekshumasi-autopsi kepada para korban meninggal dunia supaya dapat ditemukan penyebab pasti kematian mereka,” kata Anjar.

“Kejaksaan Tinggi Jawa Timur juga harus segera memberikan petunjuk (P19)kepada pihak penyidik Polri untuk melakukan proses pemeriksaan luka atau visum et repertum kepada para korban yang mengalami luka-luka, supaya dapat ditemukan penyebab pasti luka yang diderita oleh para korban tersebut.”

Alasan Kejati Jatim Harus Berikan P19 untuk Kasus Kanjuruhan Disaster 2

Anjar membeberkan alasan mengapa Kejati Jatim harus memberikan surat P19 kepada penyidik Polri. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan prosedur yang harus dijalankan oleh tim penyidik tersebut untuk kasus Kanjuruhan Disaster 2 ini.

“Hal tersebut kami mintakan kepada pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dikarenakan sejak awal kami telah mendorong dan meminta secara terbuka kepada pihak Polri dalam hal ini Polda Jawa Timur,” lanjutnya.

“Tapi sampai saat ini belum juga dilaksanakan dengan alasan pihak keluarga korban yang meninggal dunia tidak memberikan izin.”