Tim Gabungan Aremania Menuntut Autopsi Ulang Korban Kanjuruhan Disaster 2

Tim Gabungan Aremania (TGA) mengaku keberatan dengan hasil autopsi korban Kanjuruhan Disaster 2 yang disampaikan oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI). Karenanya, mereka pun menuntut adanya autopsi ulang.

Sekjen Federasi Komisi Untuk Orang Hilang untuk Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andy Irfan yang mendampingi TGA menyampaikan keberatan tersebut. Menurutnya, selain hasil autopsi itu diragukan keautentikannya, independensi laboratorium penguji juga dipertanyakan.

Andy menilai, hasil autopsi jenazah dua putri DA, yakni NDR (16) dan NDA (13) itu patut ditolak. Pengajuan permohonan autopsi ulang pun menjadi opsi yang layak ditempuh oleh keluarga korban.

“Kami menuntut adanya autopsi ulang oleh laboratorium yang indepneden. Kami tidak percaya PDFI bisa bersikap imparsial dan independen. Kedudukannya pun seolah-olah tidak jelas dalam menunjukkan profesionalitas dalam kinerjanya,” kata Andy.

Keluarga Korban Kanjuruhan Disaster 2 Siap Mengajukan Autopsi Ulang

Sementara, bapak kedua jenazah yang diautopsi itu, DA, mengaku siap mengajukan permohonan autopsi ulang. Pihaknya pu tak puas dengan hasil yang diumumkan oleh Ketua PDFI Jawa Timur, dokter Nabil Bahasuan itu.

“Saya siap dan mau autopsi lagi buat dua putri saya, karena saya tidak puas dengan hasil autopsi ini,” ujar Devi.

“Tidak benar kalau dikatakan anak saya meninggal karena benturan keras benda tumpul dan patah tulang. Dari pakaiannya bersih, kondisi jenazahnya juga tidak ada lecet atau luka apapun. Justru mulutnya mengeluarkan busa seperti keracunan.”