Tim Gabungan Aremania Tolak Hasil Autopsi 2 Korban Kanjuruhan Disaster 2

Sekjend Federasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andy Irfan menanggapi keluarnya hasil autopsi dua jenazah korban Kanjuruhan Disaster 2. Pihaknya bersama Tim Gabungan Aremania menolak hasil tersebut.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur, dokter Nabil Bahasuan sudah menyerahkan hasil autopsi NDR (16) dan NDA (13) kepada tim penyidik Polri. Namun, hasilnya enggan disebutkannya.

Hanya saja, Nabil menyampaikan kesimpulan tim dokter yang mengautopsi bahwa tidak ditemukan kandungan gas air mata dalam jenazah korban. Penyebab kematian keduanya dikarenakan tumbukan benda keras terhadap organ vitalnya.

“Hasil autopsi yang baru saja diumumkan PDFI melalui pimpinannya, Ketua PDFI Jatim atas dua jenazah korban, kita menyatakan menolak dan meragukan keautetikan ilmiah hasil autopsi tersebut,” kata Andy.

Alasan Penolakan Hasil Autopsi 2 Korban Kanjuruhan Disaster 2

Andy menyebut, ada dua hal yang membuat pihaknya bersama Tim Gabungan Aremania meolak hasil autopsi tersebut. Pria kelahiran Pekanbaru itu menyinggung soal keautentikan dan independensi laboratorium yang memeriksa.

Menurutnya, di awal autopsi (6/11/2022), dokter Nabil menyatakan waktu yang diperlukan untuk proses autopsi delapan minggu. Namun, kenyataannya begitu cepat, Rabu (30/11/2022) baru tiga minggu lebih, hasil autopsi sudah dikeluarkan.

“Bagaimana bisa sebuah proses ilmiah dilaukan dengan cepat tanpa kita tahu apa penyebabnya dipercepat?” imbuhnya.

Alasan kedua terkait laboratorium yang digunakan tim dokter PDFI Jatim dalam meneliti jenazah korban Tragedi Kanjuruhan. Andy meragukan independensi laboratorium tersebut.

“Sungguhkah aboratorium yang digunakan untuk autopsi itu laboratorium yang independen, dan sepenuhnya menghasilkan produk ilmiah yang seharusnya? Dari dua alasan itu, kami menolak hasil autopsii ini, karena tidak benar-benar ilmiah dan independen,” tandasnya.