Usai Kalahkan Bali United, Bus Arema Diserang Oknum Aremania

Usai Kalahkan Bali United, Bus Arema Diserang Oknum Aremania
Rifaldi Bawuo (C) DANI KRISTIAN

Usai mengalahkan Bali United 3-2 di pekan ke-33 Liga 1 2019, Senin (16/12/2019) sore, bus Arema diserang. Saat hendak pulang dari Stadion Kanjuruhan Malang, justru mereka dihadang oleh kelompok yang diduga oknum Aremania, pendukung Arema sendiri.

Menurut penuturan salah seorang saksi, saat hendak meninggalkan pelataran stadion, bus Zena yang mengangkut para penggawa Singo Edan dilempari sesuatu dari sisi barat. Lemparan itu diduga dari oknum Aremania yang bisa jadi tak puas dengan prestasi tim kebanggaan mereka musim ini yang gagal mewujudkan target finish di tiga besar klasemen Liga 1 2019.

Melalui Media Officer Sudarmaji, manajemen Arema mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Namun, menurutnya pihak manajemen klub menerima dan harus menanggapinya dengan bijaksana.

“Mungkin kejadian ini merupakan bentuk dari kekecewaan Aremania terkait prestasi tim, meski dipertandingan ini Arema menang 3-2. Tentu kami harus mengevaluasi, karena ini sudah di akhir musim. Mungkin itu cara suporter untuk mengevaluasi tim ini, meskipun cara mereka bisa dibilang berlebihan dan mengarah ke kekerasan,” ungkap Sudarmaji.

Minta Aremania Objektif

Sudarmaji meminta Aremania juga objektif dalam memandang kegagalan Arema dalam memenuhi target tiga besar musim ini. Padahal, dari segi non-teknis, manajemen Arema sudah memenuhi segala kewajiban terkait gaji dan bonus pelatih juga pemain.

Suntikan motivasi juga sudah dilakukan oleh manajemen Arema kepada skuad asuhan pelatih Milomir Seslija itu sepanjang musim. Sudarmaji menduga ada faktor teknis yang mepengaruhi prestasi Arema di Liga 1 2019.

“Faktor-faktor teknis itu biasanya dicatat dalam laporan pertanggungjawaban tim pelatih ke manajemen klub. Saya pikir, kekecewaan suporter seperti dalam kejadian ini bakal menjadi bahan tambahan untuk evaluasi bagi kami di jajaran manajemen klub,” imbuh pria asal Banyuwangi itu.

Semua Diharap Ambil Hikmahnya

Sudarmaji menilai semua kejadian pasti ada hikmahnya, termasuk ungkapan kekecewaan oknum Aremania yang berujung bus Arema diserang ini. Menurutnya, kejadian semacam ini bisa menjadi motivasi bagi siapa pun pemain yang nantinya musim depan bermain di Arema.

“Kalau tidak mau mendapatkan reaksi negatif seperti ini, tentu pemain Arema siapa pun itu harus berpikir bagaimana meraih prestasi yang membanggakan suporter. Tentu ini menjadi hikmah bagi semua pihak. Kalau pun misal ada fakta seperti pemukulan atau apa, harapan kami bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja. Sebab, ini juga demi keluarga besar Arema,” tandasnya.