11 Ongis Kodew Ikuti Pemusatan Latihan Tim Arema Putri

Pemusatan latihan tim Arema Putri hari pertama digelar di Lapangan Arati Bhaya Wighina di kompleks Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (30/9/2019) pagi. Baru ada 11 orang yang merapat mengikuti latihan di bawah komando pelatih Alief Syahrizal Muhammadan ini.

Menurut keterangan Alief, beberapa pemain lain masih dalam perjalanan, utamanya yang berasal dari luar Malang. Rencananya, pada sesi latihan sore hari, pemain yang masih absen sudah berkumpul dengan skuat berjuluk Ongis Kodew itu.

Akan ada total 25 pemain yang didaftarkan untuk mengikuti kompetisi Liga 1 Putri, yang akan dimulai 6 Oktober 2019 mendatang. Mereka merupakan hasil dari seleksi yang sudah dilakukan tim pelatih sebelum menggelar pemusatan latihan di kompleks Yon Zipur.

“Memang baru 11 pemain yang sudah ikut berlatih, sore ini jumlahnya akan bertambah. Kami mendaftarkan dengan maksimal kuota 25 pemain, dengan rentang usia di bawah 23 tahun,” kata Alief.

Terdapat Pemain Timnas Indonesia Putri

Selain menggelar pemusatan latihan tim Arema Putri, bentuk keseriusan manajemen Arema dalam mengikuti kompetisi Liga 1 Putri ini juga ditunjukkan dengan mendatangkan sejumlah pemain berlabel Timnas Putri. Alief menyebut ada pemain timnas dari kelompok U-17 maupun U-23 yang bergabung dengan timnya.

Tercatat, ada delapan orang yang merupakan pemain timnas putri U-17, satu orang pemain timnas U-23, lalu sisanya diambil dari dari Liga Futsal Putri musim lalu. Mereka kebanyakan datang dari kota-kota sekitar Jawa Timur, seperti Kediri, Sidoarjo, Surabaya, dan sekitarnya.

“Kami tidak banyak mengambil pemain timnas senior, karena nanti bulan November ada event SEA Games selama satu bulan. Kalau dipanggil timnas artinya harus absen dari kompetisi,” imbuh pelatih dari Akademi Arema tersebut.

Tidak Menggelar Seleksi Terbuka

Alief punya alasan tersendiri pihak tim pelatih tim Arema Putri tidak menggelar seleksi pemain secara terbuka dan lebih mengandalkan talent scouting. Mepetnya waktu persiapan menjadi alasan khusus.

“Sambil membentuk tim, kami melakukan seleksi tertutup. Kami hanya memanggil pemain-pemain pilihan. Saya mengandalkan dua asisten pelatih wanita, yang sudah mencari pemain berbakat keliling Jawa Timur sejak tahun lalu,” pungkas pelatih asal Gresik ini.