Arema Putri

Syafira Azzahra, Fans Persebaya yang Campur Aduk Duduk di Kandang Arema

Syafira Azzahra (kiri) (C) DANI KRISTIAN

Perasaan Syafira Azzahra campur aduk saat menginjakkan kaki di Stadion Kanjuruhan Malang saat menyaksikan laga Arema vs PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam. Pemain Arema Putri yang merupakan fans Persebaya Surabaya itu datang bersama tim pelatih dan teman-teman satu timnya.

Gadis asli Sidoarjo itu mengaku sudah sejak kecil suka Persebaya yang secara geografis dekat dari kota asalnya. Rasa suka itu dipengaruhi oleh sang kakak, Fajar Nurdiyanto yang juga fans Persebaya.

Menurutnya, orang tuanya netral, dalam artian tidak melarang atau pun menyarankan Syafira suka tim manapun, sekalipun Persebaya. Selain sang kakak, faktor lingkungannya yang kebanyakan fans Persebaya turut menumbuhkan rasa cintanya pada tim asal Surabaya itu.

Meski demikian, Syafira mengungkapkan sama sekali belum pernah datang dan nonton langsung Persebaya di stadion lantaran jarak stadion dari rumahnya sangat jauh. Justru, gadis bernama lengkap Syafira Azzahra Ramadhanti itu sudah duduk di tribune VVIP kandang Arema, yang merupakan rival tim favoritnya.

“Ini pertama kalinya saya nonton sepak bola di Stadion Kanjuruhan, rasanya campur aduk, tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Saya saja belum pernah nonton Persebaya ke stadion, kalau nonton di televisi tidak pernah ketinggalan,” kata Syafira kepada WEAREMANIA.

Memilih Arema Ketimbang Persebaya

Cukup mengherankan juga ketika Syafira lebih memilih memperkuat Arema Putri ketimbang Persebaya Putri yang juga sama-sama ikut kompetisi Liga 1 Putri 2019. Namun, pemain kelahiran 13 November 2003 itu punya alasan sendiri.

Syafira yang pernah memperkuat Timnas Indonesia Putri U-16 dan U-15 itu mengaku tak mendapatkan tawaran dari tim Persebaya yang telat melakukan persiapan. Justru, selain Arema, tim putri Bali United dan Persija Jakarta yang sempat serius meminati jasanya.

Andai Persebaya yang mengajukan tawaran padanya, bisa jadi Syafira merapat ke sana. Sebab, mantan didikan Jakarta Football Academy (JFA) Surabaya itu memilih klub yang dekat dari rumah dan sekolahnya di SMA Negeri 1 Porong.

“Saya pilih Arema karena Malang tak seberapa jauh dari rumah di Sidoarjo, jadi saya bisa pulang buat sekolah atau ketemu keluarga. Saya ini juga masih sekolah kelas 1 SMA, untuk orang tua mendukung karier sepak bola saya, asalkan pendidikan tetap nomor satu,” imbuhnya.

Suka Salah Jawab Salam Satu Jiwa

Salam satu jiwa selalu menjadi penutup ketika briefing tim Arema Putri yang mengakhiri sesi latihan, sama seperti yang dilakukan tim seniornya. Namun, Syafira yang merupakan fans Persebaya beberapa kali kedapatan salah menjawab salam tersebut.

Jika ada yang berucap Salam Satu Jiwa, yang mendengarnya wajib menjawab. “Arema!”. Namun, Syafira kerap salah menjawab dengan kata, “Wani!”, yang merupakan jawaban salamnya Persebaya, “Salam Satu Nyali”.

“Tidak sengaja, cuma salah ngomong, karena sudah terbiasa seperti itu. Sudah sering diingatkan sama teman-teman. Saya memang fans Persebaya, tapi setelah bergabung dengan tim Arema Putri, saya akan menjadi fans Arema,” pungkas dara pengagum bintang Juventus, Cristiano Ronaldo itu.

Exit mobile version