Tinggalkan SEA dan Gandeng Etams Indonesia Jadi Langkah Jitu Arema

- Advertisement -

Sesaat setelah memastikan tinggalkan Singo Edan Apparel (SEA), Arema langsung gandeng Etams Indonesia sebagai penyedia apparel musim depan. Keputusan ini dinilai sebagai langkah jitu Arema.

Banyak spekulasi yang melatarbelakangi keputusan Arema ‘mengistirahatkan’ self-apparel yang sudah menemani sejak tahun 2019 itu. Ada yang bilang Arema ingin buang sial, defisit besar yang menerpa SEA, hingga keinginan mendatangkan sumber pemasukan anyar.

Dua alasan pertama tentu tak akan diiyakan manajemen Arema terkait privasi bisnis klub. Diakui atau tidak, pasca Tragedi Kanjuruhan, omzet penjualan segala yang ‘berbau’ Arema terus merosot, yang dibenarkan para pedagang merchandise di Malang.

Satu-satunya alasan paling logis kenapa Arema mendatangkan apparel anyar tentu untuk mendatangkan sumber pemasukan baru. Jika memlih setia dengan SEA, Arema pastinya harus kembali mengeluarkan modal untuk memproduksi jersey dengan memendam kecemasan belum tentu laku semua di pasaran.

Masih ingat bagaimana Arema tertatih-tatih mengatur keuangannya di Liga 1 2023-2024 lalu? Situasi yang diakui sang General Manager, Yusrinal Fitriandi itu bahkan sampai memaksa klub menjual ‘senjata’ andalannya Gustavo Almeida dengan dalih peminjaman ke Persija Jakarta.

Langkah Jitu Arema Mendatangkan Sumber Pemasukan Baru

Berhemat di segala bidang, termasuk biaya produksi ‘jubah perang’ musim depan pun harus dilakoni Arema. Mendatangkan Etams yang dengan yakin mau meng-cover seluruh kebutuhan apparel tim, ditambah sejumlah dana segar jadi solusi lainnya.

Penjualan tiket laga kandang yang selama bertahun-tahun sebelum Tragedi Kanjuruhan menjadi suntikan dana terbesar bagi Arema, kini tak bisa lagi diharapkan. Musim lalu saja, Arema cuma bisa menjual total 2.224 lembar tiket saja dalam 17 laga kandangnya.

Beruntung, untuk muim depan, selain dari sposor yang masih ‘edan’ setia menempel di jersey, Arema mendapatkan uang segar dari Etams Indonesia. Hal ini dipastikan oleh Manajer Bisnis Arema, Munif Bagaskara Wakid.

“Arema dan Etams sudah bersepakat. Arema akan menerima produk, dan uang segar. Namun, moho maaf gak bisa kami sebutkan berapa nominalnya. Selain itu, Etams mau memenuhi kebutuhan apparel bukan hanya tim senior, tapi juga tim Arema Junior, dan Arema Women,” kata Munif.

Menariknya, kerja sama Arema dan Etams ini berbentuk konsinyasi. Secara garis besar, mantan apparel Borneo FC Samarinda itu memberikan jersey kepada Arema untuk dipasarkan sesuai dengan harga yang disepakati.

“Jadi Arema yang mengelola penjualan jersey yang diproduksi Etams. Keuntungannya 100 persen masuk ke klub. Intinya, Etams sangat memudahkan Arema dan klub-klub yang menggunakan produk mereka,”

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Artikel Lainnya