5 Gelandang Arema dengan ‘Pekerjaan Kotor’ seperti N’Golo Kante di Chelsea

    Juan Revi (C) WEAREMANIA

    N’Golo Kante yang baru saja mengangkat trofi juara Liga Champions Eropa punya ‘pekerjaan kotor’ di Chelsea. Arema pun punya lima gelandang yang karakternya tak jauh berbeda dari pemain asal Prancis tersebut.

    Posisi gelandang bertahan terbilang vital di lini tengah sebuah tim. Di antara gelandang lainnya, si posisi DMF ini dituntut punya nyali yang lebih.

    Kalau tak berani bermain keras dan lugas, jangan harap bisa menjadi gelandang bertahan selevel Kante di Chelsea maupun timnas Prancis. Pasalnya, pemain di posisi ini punya tugas jadi orang pertama yang menghadang serangan pemain lawan.

    Dari masa ke masa, Arema selalu punya sosok otot kawat balung besi seperti itu. Terbukti, peran mereka sempat menghadirkan sejumlah trofi juara untuk skuad Singo Edan.

    Inilah 5 Gelandang Arema dengan ‘Pekerjaan Kotor’ seperti N’Golo Kante di Chelsea

    1. Dominggus Nowenik

    Aremania milenial pasti cukup asing dengan nama Dominggus Nowenik. Namun, gelandang bertahan asal Papua itu menjadi bagian penting skuad Singo Edan saat meraih gelar juara Galatama 1992-1993. Kehadirannya di lini tengah menjadi salah satu jaminan kokohnya pertahanan Arema di era itu. Penampilan kokohnya berlanjut dengan perpanjangan kontrak di musim berikutnya.

    2. I Putu Gede

    I Putu Gede menjadi jangkar di lini tengah Arema sepanjang musim 2004 hingga 2006. Diboyong dari Deltras Sidoarjo, sang kapten langsung mempersembahkan gelar juara Liga Pertamina Divisi I 2004 sekaligus membawa Arema kembali ke kasta tertinggi setelah degradasi di musim sebelumnya. Selain itu, Putu merupakan aktor raihan gelar juara Copa Indonesia 2005 dan 2006 yang diraih Arema.

    3. Juan Revi Auriqto

    Permainan keras dan lugas juga jadi karakter Juan Revi Auriqto di lini tengah Arema. Namanya turut mempersembahkan gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 bagi Arema dan posisi runner up di musim berikutnya. Sepat hengkang ke Deltras Sidoarjo dan PS Sleman, pemain yang identik dengan nomor punggung 77 itu kembali membela Arema di musim 2014-2016, dan 2018.

    4. Hendro Siswanto

    Hendro Siswanto (C) DANI KRISTIAN

    Hendro Siswanto menjadi gelandang pengangkut air Arema selama sembilan musim lamanya sebelum memutuskan hengkang ke Borneo FC pada tahun 2021. Siapa yang tah tahu aksi-aksi kerasnya di lapangan saat berseragam Arema? Ada 11 gelar juara yang sudah diberikannya untuk Arema, terakhir Piala Presiden 2019, di mana Hendro mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya di final.

    5. Jayus Hariono

    Jayus Hariono (C) DANI KRISTIAN

    Sepeninggal Hendro, Jayus Hariono digadang-gadang menjadi tumpuan utama Arema di posisi tukang jagal. Pemain berusia 24 tahun itu baru bergabung dengan Arema di Liga 1 2018 saat Hendro dan Revi masih aktif bermain di tim yang sama. Soal gelar juara, Jayus baru sekali meraihnya bersama Arema ketika memenangkan trofi juara Piala Presiden 2019.

     

    Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    Exit mobile version