Memori Arema

Kiper-kiper yang Berupaya Membuat Arema Move On dari Kurnia Meiga

Kurnia Meiga (C) DANI KRISTIAN

Ada sejumlah kiper yang berupaya membuat Arema move on dari Kurnia Meiga sejak pensiun dini di pertengahan musim Liga 1 2017. Setidaknya ada tujuh kiper yang dipilih WEAREMANIA, yang berusaha menjadi penerus, maupun yang sengaja didatangkan Arema.

Meiga terpaksa berhenti bermain sepak bola karena penyakit misterius yang kemudian diketahui menyerang syaraf matanya. Laga di kandang Barito Putera di Liga 1 2017 (23/8/2017) menjadi laga pamungkas kiper jebolan Akademi Arema itu.

Kehilangan Meiga saat kompetisi masih menyisakan sejumlah pertandingan memaksa pelatih kiper Arema saat itu, Yanuar Hermansyah menurunkan kiper lapis kedua, bahkan ketiga. Hasilnya, Arema yang sudah sempat berada di papan atas jadi finish di peringkat 9 klasemen akhir.

Tanpa Meiga di musim berikutnya, opsi Arema adalah mencari kiper jadi yang berkualitas atau mencetak kiper muda menjadi kiper bagus. Ternyata opsi kedua yang dipilih, ditunjang dengan mendatangkan pelatih kiper asal Brasil, Ricardo Navarro, yang di tengah musim diganti pelatih asal Serbia, Branislav Radojcic.

Setelah masa kejayaan Meiga berakhir di Arema, silih berganti penjaga gawang diplot sebagai kiper utama Arema. Sayang, hingga musim 2021 ini, nyatanya manajemen Arema masih belum move on dari kiper kelahiran Jakarta itu.

Inilah Kiper-kiper yang Berupaya Membuat Arema Move On dari Kurnia Meiga

Dwi Kuswanto (C) WEAREMANIA

1. Dwi Kuswanto

Dwi Kuswanto ketiban amanah menggantikan Meiga di pertengahan musim Liga 1 2017 sebagai kiper utama. Setelah debut menjanjikan cleansheet melawan Perseru Serui, penampilan kiper asal Sidoarjo itu justru menurun performanya. Dosa terbesarnya ketika Arema kalah 1-6 di kandang Bali United. Selepas laga tersebut, Dwi tak lagi mendapat kesempatan tampil bersama Arema.

Utam Rusdiyana (C) DANI KRISTIAN

2. Utam Rusdiyana

Anjloknya pernampilan Dwi Kuswanto membuat tim pelatih berpaling kepada Utam Rusdiyana. Pemain jebolan Arema U-21 itu mengawal gawang Arema di sisa laga Liga 1 2017 dengan hasil yang lumayan. Arema menang dua kali, imbang dua kali, dan kalah dua kali. Pada Liga 1 2020, bahkan Utam menjadi kiper pertama yang mewarisi nomor punggung 1 milik Meiga. Malangnya, di musim 2021, kiper asal Sidoarjo itu harus terdepak dengan status pinjaman.

3. Joko Ribowo

Joko Ribowo didatangkan Arema di awal musim Liga 1 2018 setelah melepas Dwi Kuswanto. Kiper asli Pati itu diplot menjadi kiper utama Arema, tetapi cedera mengganggu konsistensi performanya. Harapan Arema untuk melihat perbaikan penampilan dari Joko harus pupus ketika si kiper memutuskan hengkang ke PSIS Semarang di paruh musim.

4. Srdan Ostojic

Kepergian Joko Ribowo langsung direspon Arema dengan mendatangkan kiper anyar. Tak tanggung-tanggung, kiper asing menjadi prioritas, yakni Srdan Ostojic asal Serbia. Awalnya, publik dibuat kagum oleh kiper jangkung itu saat Arema menang 3-0 di kandang Sriwijaya FC. Namun, ekspektasi ketinggian dengan menyebutnya seperti Jan Oblak kiper Atletico Madrid ternyata membuatnya malah jatuh dan kehilangan kepercayaan untuk bermain.

5. Kartika Ajie

Kartika Ajie masuk Arema bersamaan dengan Joko Ribowo, yakni di awal musim Liga 1 2018, dengan kontrak panjang tiga musim. Kiper yang berlabel Timnas Indonesia U-23 itu diharapkan bisa menjadi penerus Meiga di usianya yang masih cukup muda. Setelah tak mendapatkan banyak kesempatan tampil di musim tersebut, Ajie unjuk gigi dengan membawa Arema menjuarai Piala Presiden 2019 jelang bergulirnya Liga 1 2019. Hingga kini, kiper asal Balikpapan itu masih dipertahankan Arema meski sempat mengalami cedera lutut yang cukup lama.

Teguh Amiruddin (C) AREMA OFFICIAL

6. Teguh Amiruddin

Kekecewaan manajemen Arema ats penampilan Kartika Ajie dan Utam Rusdiyana yang bergantian tampil di Liga 1 2019 membuahkan keputusan mendatangkan kiper anyar. Nama pemain jebolan Akademi Arema, Teguh Amiruddin menjadi pilihan utama. Setelah sempat dipersulit oleh mantan klubnya, PS TIRA, kepulangan kiper asli Malang itu pun menjadi kenyataan di awal musim Liga 1 2020. Teguh selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Arema di tiga laga awal Liga 1 2020 sebelum kompetisi dibubarkan.

Adilson Maringa (C) LUXY WEAREMANIA

7. Adilson Maringa

Sudah punya Teguh Amiruddin, Kartika Ajie, dan kiper bibit unggul dari Akademi Arema Andryas Francisco rupanya tak membuat manajemen Arema puas. Keinginan mereka auntuk mencari pengganti Meiga yang minimal sepadan secara kualitas membuat opsi mendatangkan kiper asing mencuat sejak akan bergulirnya Liga 1 2020 kembali pada Oktober 2020. Keinginan itu akhirnya terwujud nyata setelah kedatangan kiper asal Brasil yang lama berkompetisi di Portugal, Adilson Maringa. Akankah Maringa sehebat Meiga?

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Exit mobile version