Fokus

5 Singa Tua Arema yang Masih Jadi Andalan di Liga 1 2021-2022

Skuad Arema musim ini tidak hanya didominasi oleh para pemain muda. Namun, ada lima singa tua Arema yang masih jadi andalan di Liga 1 2021-2022.

Para pemain yang secara usia lebih senior daripada pemain lain itu mayoritas masih menjadi pemain inti di posisi masing-masing. Usia mereka boleh saja di atas 30 tahun, tapi secara kualitas tak perlu diragukan lagi.

Tentunya, mereka tak hanya bermodalkan skill yang dimiliki, melainkan juga pengalaman yang sudah didapat bertahun-tahun di dunia sepak bola. Pengalaman yang terbilang matang itu juga penting untuk modal membimbing singa-singa muda Arema.

Lantas, Siapa Saja 5 Singa Tua Arema yang Masih Jadi Andalan di Liga 1 2021-2022 Itu?

1. Didik Ariyanto

Didik Ariyanto merupakan pemain kelahiran Surabaya, 12 Juli 1991. Di usianya yang memasuki kepala tiga, pemain berposisi sebagai bek sayap kiri atau winger kiri itu baru merasakan atmosfer persaingan di klub sebesar Arema. Sebelumnya, Didik lebih sering berpetualang bersama klub-klub Liga 2 dan Liga 3.

2. Adilson Maringa

Adilson Maringa didatangkan dengan ekspektasi Arema kembali memiliki kiper tangguh sekualitas Kurnia Meiga di musim ini. Pemain asal Brasil itu diharapkan menjadi jaminan kokohnya benteng pertahanan Arema. Pemain kelahiran 22 Agustus 31 tahun lalu itu bakal bersaing dengan kiper-kiper lokal Arema untuk satu posisi kiper utama.

3. Johan Farizi

Johan Farizi didapuk menjadi kapten tim musim ini dengan segudang pengalamannya sebagai pemain jebolan Akademi Arema yang naik ke tim senior sejak 2009-2010. Pemain kelahiran Malang, 25 Mei 1990 itu menjadi pilihan utama di posisi bek sayap kiri. Pemilik jersey bernomor punggung 87 itu menjadi panutan bagi sebagian pemain muda Arema.

4. Diego Michiels

Diego Michiels didatangkan Arema musim ini dari Borneo FC, meski di posisi bek sayap kanan sudah ada sosok Rizky Dwi yang kualitasnya tak kalah. Namun, pemain berdarah Belanda kelahiran 8 Agustus 1990 itu punya keunggulan pengalaman malang-melintang di dunia sepak bola lebih lama.

Dendi Santoso 31 tahun

Dendi Santoso bukan cuma menjadi pemain paling senior, melainkan teladan sosok loyal pada Arema. Pasalnya, pemain asli Malang, kelahiran 16 Mei 1990 itu merupakan one man one club di Arema. Mentas dari Akademi Arema sejak musim 2008-2009, Dendi terus menjadi andalan di skuad utama Arema hingga kini.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Exit mobile version