854 Gol Bersarang ke Gawang Arema Selama 30 Musim

Sejak pertama kali mengikuti kompetisi sepak bola profesional di Indonesia, yakni Galatama 1987-1988, hingga terakhir Liga 1 2019, Arema sudah menyelesaikan 30 musim kompetisi. Tercatat, 854 gol bersarang ke gawang Arema.

Liga Indonesia (Ligina) 1998-1999 menjadi pencapaian terbaik Arema dalam urusan menjaga gawang agar tak sampai kebobolan oleh tim lawan. Di bawah asuhan pelatih lokal, Winarto, yang kemudian digantikan Gusnul Yakin, skuad Singo Edan mampu meraih catatan kebobolan tersedikit cuma enam gol semusim.

Jika dalam satu musim itu terdapat 10 pertandingan, maka setiap pertandingan gawang Arema sudah kebobolan 0,6 kali. Rata-rata itu lebih baik ketimbang rata-rata kebobolan Arema sepanjang 30 musim yaitu 0,9 gol per pertandingan.

Catatan tersebut di luar dua kompetisi yang akhirnya dibubarkan, yaitu Ligina 1997-1998 dan QNB League 2015. Arema kebobolan sembilan gol di Ligina 1997-1998, dan empat gol di QNB League 2015.

Rekor Gol Bersarang ke Gawang Arema Terbanyak Semusim

Gol terbanyak yang bersarang ke gawang Arema selama semusim terjadi di kompetisi Liga 1 2019. Pada musim itu, gawang skuad Singo Edan dibobol 62 kali oleh tim lawan dalam 34 pertandingan.

Catatan keboobolan 62 gol itu lebih parah daripada jumlah kebobolan Arema saat terdegradasi ke kasta kedua di kompetisi Ligina 2003. Saat itu, dalam 38 laga, tim lawan mampu membobol gawang Arema sebanyak 59 gol.

Jumlah 62 gol tersebut juga lebih buruk daripada jumlah kebobolan Arema di awal era dualisme, ISL 2011-2012. Pada masa itu, 51 gol tercipta ke gawang Arema dalam 34 laga.

Catatan Kebobolan Terbanyak Arema dalam Satu Pertandingan

Jumlah kebobolan terbanyak Arema dalam satu pertandingan adalah enam gol. Tim kebanggaan Aremania ini mengalaminya dalam tiga kali pertandingan.

Pertama, ketika kalah 1-6 dari tuan rumah Persebaya Surabaya di Ligina 1996-1997 (26/3/2997), lalu kalah 1-6 dari tuan rumah Bali United di Liga 1 2017 (8/10/2017). Arema juga pernah kalah 1-6 dari tuan rumah Persipura Jayapura di ISL 2010-2011 (7/3/2011), dan 0-6 di Ligina 2003 (26/1/2003).