Fokus

Evaluasi Putaran Pertama: 6 Pemain Arema yang Nantikan Debut

Evaluasi Putaran Pertama: 6 Pemain Arema yang Nantikan Debut

Takafumi Akahoshi cukup beruntung, lantaran sudah melakoni debut di Arema saat bermain imbang 1-1 dengan PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019 lalu, meski baru direkrut. Sebab, ada 6 pemain Arema lainnya yang hingga putaran pertama berakhir masih menantikan menit bermain.

Selain Aka, sapaan akrab Akahoshi, ada dua nama lain yang juga menjalani debut musim ini di laga melawan PSIS. Keduanya adalah kiper Muhammad Sandi Firmansyah dan gelandang Ridwan Tawainella.

Ketika 6 pemain Arema yang belum mendapatkan kesempatan bermain ini disebutkan namanya, mungkin cukup asing di telinga Aremania. Selain karena belum dimainkan sema sekali oleh pelatih Milomir Seslija, mereka pun mayoritas terhitung baru musim ini tampi di skuat Singo Edan.

Titan Agung

Titan Agung merupakan pemain termuda di skuat Arema musim ini. Usianya masih 18 tahun ketika tekan kontrak di musim 2019 ini.

Pemain yang biasa menempati posisi sebagai penyerang ini cukup potensial untuk tim masa depan Arema. Kualitas itu sudah dibuktikannya dengan mencetak dua gol ketika memperkuat tim alumni Arema U-20 saat beruji coba melawan tim senior Arema.

Zidane Pulanda

Zidane Pulanda adalah penyerang muda 20 tahun yang didatangkan Arema musim ini. Pemain asal Papua itu sempat menjalani seleksi selama tiga bulan sebelum akhirnya didaftarkan sebagai pemain Arema di Liga 1 2019.

Masuknya Zidane ke Arema merupakan rekomendasi dari sang legenda, Mecky Tata. Sebelumnya, Zidane sempat menimba ilmu di tim junior Persipura Jayapura.

Vikrian Akbar

Vikrian Akbar merupakan pemain binaan Akademi Arema yang naik kelas ke tim senior musim ini. Pemain yang biasa menempati posisi gelandang bertahan ini cukup punya potensi.

Hanya saja, sebagai pemain muda, namanya masih kalah pamor dari gelandang-gelandang Arema lainnya. Pemain 19 tahun itu harus banyak belajar dari seniornya, seperti Hendro Siswanto, Jayus Hariono, Makan Konate, Hanif Sjahbandi, dan Muhammad Rafli.

Andryas Francisco

Andryas Francisco adalah kiper muda yang digadang-gadang sebagai generasi penerus kiper-kiper hebat di Arema. Usianya yang masih 19 tahun membuatnya harus banyak menimba pengalaman dari kiper-kiper senior Arema.

Pemain kelahiran Mojokerto ini tampak selalu serius berlatih bersama seniornya, seperti Muhammad Sandi Firmansyah, Kartika Ajie, dan Utam Rusdiyana. Harapannya, selain mengasah tekniknya, kiper yang akrab disapa Ciko itu mampu mengasah mental bertandingnya.

Rachmat Latief

Rachmat Latief merupakan pemain senior yang juga didatangkan Arema musim ini. Pemain berposisi sebagai stopper itu sengaja didatangkan untuk melapis duet utama Hamka Hamzah dan Arthur Cunha.

Secara pengalaman, harusnya Latief mampu berbicara banyak. Di usianya yang sudah kepala tiga, sejumlah tim besar seperti PSM Makassar sudah pernah dibelanya.

Sunarto

Sunarto adalah pemain yang sudah tak asing lagi di telinga Aremania. Penyerang produk Arema junior ini seolah sedang meredup di Liga 1 2019.

Jika musim lalu mampu membukukan 412 menit dalam delapan laga, musim ini Sunarto sama sekali belum mendapatkan kesempatan bermain semenit pun hingga akhir putaran pertama. Julukan sebagai super sub yang pernah disandangnya seperti memudar.

Exit mobile version