Intip Lawan

Persipura Tidak Jadi Bermarkas di Stadion Gajayana

Stadion Gajayana (C) WEAREMANIA

Persipura Jayapura batal bermarkas di Stadion Gajayana, Kota Malang, setelah menerima surat balasan dari pemerintah daerah setempat yang menyatakan stadion tersebut tidak bisa digunakan karena alasan akan direnovasi.

Persipura sudah meminta izin kepada Pemerintah Kota Malang sejak pertengahan Agustus lalu. Setelah lebih dari satu bulan menunggu, Mutiara Hitam ternyata belum mendapat respon positif.

“14 Agustus kita sudah mengirimkan ke Walikota Malang. Tapi perhari ini baru ada jawaban dari Pemerintah Kota Malang untuk sementara Gajayana tidak bisa dipakai karena alasan akan direhab dalam waktu dekat ini,” ujar Sekretaris Persipura Jayapura Rocky Bebena dalam keterangan resminya melalui akun Instagram klub, Rabu.

Rocky mengatakan meskipun tak bisa bermarkas di Stadion Gajayana, Persipura tak menyesal dan memilih mencari alternatif stadion yang bisa digunakan dalam lanjutan Liga 1 Indonesia pada 1 Oktober.

Persipura membidik Stadion Kanjuruhan

Manajemen Mutiara Hitam, kata dia, sudah melayangkan surat permintaan penggunaan Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Rabu, dan berharap ada jawaban positif.

“Kita sudah berkomunikasi ke Pemerintah Kabupaten Malang untuk penggunaan Stadion Kanjuruhan mudah-mudahan besok ada jawaban suratnya. Kita lampirkan juga jadwal pertandingan,” kata dia.

Belum pastinya stadion mana yang akan dijadikan markas, tentu membuat Boaz Solossa dan kawan-kawan dilingkupi harap-harap cemas. Pasalnya, lanjutan Liga 1 Indonesia tinggal menyisakan sepekan lagi sebelum kick-off.

“Mengingat waktu semakin dekat, kita berharap dalam sepekan bisa clear, mudah-mudahan bisa diselesaikan,” katanya.

Disinggung alasan tetap ingin di Malang, Rocky mengatakan keputusan itu juga sebagai langkah politis. Sebab beberapa waktu lalu terjadi aksi rasialisme terhadap mahasiswa Papua dan adanya stigma ketidakharmonisan antara masyarakat Papua dan Jawa Timur.

Dengan bermarkas di Malang, Persipura ingin menegaskan bahwa mereka tak ingin masalah itu terus menjadi luka, justru memperkuat persatuan bangsa.

“Kita ingin berbuat sesuatu…Karena kita yakin pasti masyarakat Malang baik pemerintah dan juga unsur-unsur yang lain bukan menganggap kami bagian dari lawan tapi satu kesatuan Republik Indonesia,” kata dia.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Exit mobile version