Memori Arema

Elie Aiboy dan 3 Fakta Menariknya di Arema

Elie Aiboy (C) VAMOS

Selamat ulang tahu Elie Aiboy! Pemain kelahiran Jayapura, 20 April 1979 itu genap berusia 41 tahun hari ini (20/4/2020). Setidaknya ada tiga fakta menarik mengenai pemain berposisi sebagai penyerang sayap itu.

Elie didatangkan dari Selangor FA (Liga Malaysia) di awal musim Liga Indonesia 2007-2008. Statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia saat itu menjadi kekuatan tersendiri bagi Arema yang juga bermain di Liga Champions Asia 2007.

Ilmu dan pengalamannya sebagai pemain senior turut ditularkan kepada para penyerang sayap Arema lainnya, seperti Arif Suyono. Tak bisa dibohongi, usia yang tak muda lagi membuatnya terbiasa kehabisan stamina di 45 menit kedua dan digantikan pemain Arema lainnya.

Debut resminya dilakoni Elie pada saat Arema menang 2-0 di kandang Persegi Gianyar di Ligina 2007-2008 (10/2/2007). Sepanjang mengenakan jersey Arema bernomor punggung 8, total 26 pertandingan dilakoninya.

Elie Aiboy dan 6 Golnya untuk Arema

Selama satu musim memperkuat Arema, baik di Ligina 2007-2008 maupun Liga Champions Asia 2007, Elie Aiboy mencetak enam gol. Lima gol di antaranya dibuat pemain berdarah papua itu di liga.

Gol perdana Elie dilesakkannya ke gawang Persebaya Surabaya, rival Arema (13/2/2007). Saat itu, Arema menang dengan skor 2-1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dan gol Elie di menit 90 menjadi gol penentu kemenangan tersebut.

Empat gol lainnya dibuat pemain bertinggi 170 cm itu ke gawang empat klub yang berbeda, antara lain Persekabpas Pasuruan, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, dan Persijap Jepara. Sementara, satu golnya di ajang Liga Champions Asia 2007 dicatatkannya saat Arema kalah 1-2 dari wakil Jepang, Kawasaki Frontale.

Jebolan Timnas PSSI Baretti

Elie Aiboy merupakan salah satu jebolan terbaik Timnas PSSI Baretti di tahun 1990-an, jauh sebelum ke Arema. Pemain asli Papua itu satu angkatan dengan Charis Yulianto, Asisten Pelatih Arema di Liga 1 2020.

Saat itu, PSSI mengirim tim sepak bola usia muda ke Italia untuk menimba ilmu. Setidaknya mereka berada di Negeri Pizza selama satu tahun.

Selain Charis, ada sejumlah pemain yang juga tergabung di tim PSSI Baretti, yang akhirnya menjadi pesepak bola top dan legenda Timnas Indonesia. Sebut saja Uston Nawawi, Nova Ariyanto, Imran Nahumarury, dan lain-lain.

Terpaksa Tinggalkan Arema

Setelah Ligina 2007-2008 berakhir, Elie Aiboy terpaksa tinggalkan Arema. Meski ingin bertahan, pemain yang identik dengan jersey bernomor punggung 8 itu nyatanya tak mendapatkan perpanjangan kontrak.

Alasan utama manaemen Arema kala itu ingin menerapkan kebijakan menggunakan pemain muda yang lebih bertenaga. Sementara Elie, faktor stamina yang membuatnya hampir selalu kehabisan bensin di babak kedua.

Kebersamaannya dengan Arema pun harus diakhiri dengan prestasi membawa ke babak 8 besar Ligina 2007-2008. Elie pun kembali ke Malaysia bersama Selangor FA yang sudah menantikan kehadirannya.

Exit mobile version