Memori Arema

Hermawan Gabung Arema Sejak Usia 18 Tahun

Hermawan (C) MELDA

Hermawan gabung Arema sejak usia 18 tahun, tepatnya pada Liga Indonesia (Ligina) 2001. Hampir satu dekade dihabiskan pemain belakang yang hari ini (9/5/2020) genap berusia 37 tahun itu bersama skuad Singo Edan.

Lahir di Malang, 9 Mei 1983, Hermawan mengasah kemampuan sepak bolanya di SSB Arema. Lalu, pada tahun 2001, pemain bertinggi badan 170 cm itu memperkuat Arema U-18.

Pelatih Arema di musim 2001, Daniel Rukito melirik potensinya, hingga menarik Hermawan yang masih berusia 17 tahun 8 bulan ke tim senior. Kariernya di Arema pun berlanjut di musim 2002, dan 2003. Bahkan, ketika Arema degradasi ke Divisi I 2004 pun Hermawan masih setia.

Kebersamaan Hermawan dengan Arema harus berakhir di Ligina 2005. Sebelum hengkang ke Pelita Jaya, gelar juara Copa Indonesia 2005 mampu diraihnya bersama Arema.

Untuk Gelar Juara Hermawan Gabung Kembali

Di usianya yang menginjak 26 tahun, Hermawan memutuskan kembali ke Arema, tepatnya di ajang Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Keputusannya tepat, lantaran di musim itu, trofi juara berhasil diboyongnya.

Tiga musim cukup bagi Hermawan untuk merantau meninggalkan Arema. Setelah bermain di Pelita (2006-2007), Hermawan memperkuat Persela Lamongan (2007-2008), dan Deltras Sidoarjo (2008-2009).

Kembali ke Arema di ISL 2009-2010, ternyata Hermawan tak menjadi pilihan utama pelatih Robert Alberts, terbukti hanya sembilan kali dimainkan (576 menit). Begitu pula di ISL 2010-2011, pelatih Miroslav Janu malah hanya sekali memainkannya, hingga harus pergi di musim berikutnya.

Hermawan Kembali ke Arema untuk Sejumlah Turnamen

Usai QNB League 2015 diputuskan berhenti, Hermawan yang sempat bermain di Persipasi Bandung Raya (PBR) melawan Arema di Bali Island Cup 2015 akhirnya kembali ke Malang. Di usianya yang sudah 32 tahun, Arema dibawanya menjadi juara Sunrise of Java Cup (SoJC) di Banyuwangi.

Setelahnya, masih di tahun yang sama, Hermawan kembali ke PBR untuk tampil di turnamen Piala Presiden 2015, lalu di turnamen berikutnya, Piala Jenderal Sudirman 2015, untuk kesekian kalinya gabung Arema. Sayang, jelang kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 namanya tak masuk proyeksi pelatih Milomir Seslija.

Exit mobile version