Memori Arema

Johan Prasetyo Meluruskan Soal Spanduk Aremania

Spanduk Aremania (C) MEMORABILIA AREMA

Setiap momen hari ulang tahun Johan Prasetyo biasanya muncul unggahan foto spanduk Aremania bertuliskan “Kami Sanggup Rp500 Juta untuk Johan” di media sosial. Johan Prasetyo meluruskan soal spanduk tersebut.

Banyak yang menduga spanduk tersebut ada hubungannya dengan kepindahan Johan ke Persik Kediri, setelah bermain bagus sepanjang Liga Indonesia (Ligina) 2002 di Arema dengan 13 golnya. Pemain kelahiran Semarang, 7 Juni 1982 itu membantahnya.

Seperti diketahui, pada akhir musim 2002, sebagian besar anggota skuad Singo Edan melakukan ‘bedol desa’ hengkang ke Persik. Johan berkilah, kepindahannya kala itu hanya karena ikut-ikutan eksodus pemain Arema lainnya

“Kalau tidak salah, itu sepanduk waktu pertengahan kompetisi. Ada penawaran dari Barito Putera kepada manajemen Arema untuk memboyong saya. Saya lupa pada pertandingan ada spanduknya. Yang saya ingat Barito mengajukan penawaran Rp250-300 juta. Itu cuman isu di media saja, saya tahunya setelah baca di koran waktu itu,” kata Johan kepada WEAREMANIA.

Johan Prasetyo Pernah Campur Aduk di Hadapan Aremania

Johan mengaku pernah merasa campur aduk di hadapan Aremania se-stadion Gajayana, Kota Malang. Momen itu terjadi di Ligina 2003, saat eks Diklat Salatiga itu memperkuat Persik di laga melawan Arema (13/7/2003).

Saat itu, laga berlangsung seru, dengan skor akhir 2-2, Arema gagal mengalahkan Persik di kandang sendiri. Bahkan, Arema tertinggal 0-2 lebih dulu di babak pertama lewat gol Harianto dan Musikan, sebelum menyamakan skor di babak kedua lewat dua gol Charles Horik.

“Saya bermain di pertandingan waktu itu. Wah, rasanya campur aduk, ada senang, ada sedih juga, cuma ya kita harus tetap profesional. Namun, saya tidak menyangka bisa bermain di tim sebesar Arema yang mempunyai suporter fanatik,” imbuhnya.

Tinggalkan Arema, Berjaya di Persik

Sepanjang karier profesionalnya hingga pensiun pada musim 2007, cuma dua klub yang dibelanya. Meninggalkan Arema yang membesarkannya, Johan berjaya di Persik dengan meraih juara Ligina 2003 dan Ligina 2006.

“Setelah pensiun, saya melatih SSB di Kediri, lalu ke Popda, Porprov, baru kembali ke Persik sebagai Asisten Pelatih pada tahun 2018 di Liga 3, lanjut ke Liga 2 pada 2019. Alhamdulilah sekarang jadi asisten Pak Gethuk (Joko Susilo, pelatih kepala Persik),” tegas pemilik lisensi kepelatihan B AFC ini.

Exit mobile version