Memori Arema

Kisah Singgih Pitono Gagalkan Bonus 20 Juta Persebaya

Kisah Singgih Pitono Gagalkan Bonus 20 Juta Persebaya

Laga melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-14 Liga 1 2019, Kamis (15/8/2019) sore di Stadion Kanjuruhan Malang, kembali membangkitkan kenangan Singgih Pitono. Asisten pelatih Arema FC itu pernah memiliki kisah saat menggagalkan bonus 20 juta untuk sang rival.

Kisah itu terjadi di Stadion Gajayana Malang padaa ajang Liga Indonesia 1994-1995. Meghadapi Persebaya yang merupakan

Saat itu Persebaya menyandang status sebagai tim yang belum pernah terkalahkan dalam 12 pertandingan membuat penggawa Singo Edan Sayangnya, Singgih saat itu terancam tak bisa bermain karena dibekap cedera ibu jari.

“Jempol saya mengalami cedera, tukang pijat (saat itu Arema belum mengontrak dokter tim) menyatakan saya tidak bisa bermain. Tentu saya kecewa, karena pertandingan ini sudah saya nantikan, apalagi Persebaya datang membawa rekor belum pernah terkalahkan,” kata Singgih.

Dipaksa Main

Meski tahu kondisinya cedera, namanya tetap dimasukkan ke dalam Daftar Susunan Pemain oleh pelatih Arema saat itu, Gusnul Yakin. Pemegang rekor pencetak gol terbanyak Arema sepanjang masa itu pun duduk di bench.

Ketika Arema mengalami kesulitan mencetak gol, Aremania meneriakkan nama Singgih agar dimainkan. Meski khawatir, Gusnul kemudian memainkan Singgih setelah si penyerang andalan mendapatkan suntikan pemati rasa ke jempolnya kepada dokter yang bertugas dalam pertandingan.

“Di lapangan situasinya kami mendapatkan peluang dari tendangan bebas, langsung saya tembak, tapi bola dapat diblok kiper Hengky Kurniawan. Bola mental langsung disambar Joko Susilo menjadi gol, kami menang 1-0,” imbuhnya.

Didatangi Kapten Persebaya

Usai pertandingan, kapten Persebaya, Bejo Sugiantoro mendatangi tim Arema dan menemui Singgih. Sambil berjabat tangan, Bejo mengucapkan sesuatu yang disambut senyum kecil oleh Singgih.

“Waktu itu Bejo bilang kepada saya, ‘Wah, gara-gara sampean (kamu), kami gagal mendapatkan bonus 20 juta jika bisa menang di sini’, itulah momen berkesan saya saat melawan Persebaya,” pungkas pria asli Tulungagung tersebut.

Exit mobile version