blog

Tanpa Terasa, Sudah 500 Hari Tanpa Liga Indonesia

Tanpa terasa, hari ini, Rabu (28/7/2021) tepat 500 hari tanpa Liga Indonesia. Sekadar mengingatkan, kompetisi sepak bola kasta tertinggi sudah vakum sejak 15 Maret 2020 silam.

Vakumnya kompetisi itu ditandai dengan dihentikannya Liga 1 2020 lantaran pandemi covid-19 yang melanda tanah air. Saat itu, kompetisi yang diikuti 18 klub kontestan baru diputar selama tiga pekan.

Aktivitas Arema sebagai salah satu klub peserta pun terhenti. Skuad Singo Edan baru memulai lagi aktivitasnya berlatih di tengah pandemi pada awal Agustus 2020.

Mereka bersiap setelah ada kabar Liga 1 2020 bakal kembali diputar pada 1 Oktober 2020. Sayangnya, beberapa hari jelang kick off, kompetisi kembali ditunda karena tak mendapatkan izin dari kepolisian.

Pada akhirnya, Liga 1 2020 diputuskan dibubarkan pada pertengahan Januari 2021. Force majeure pun menjadi alasan utama sehingga hasil kompetisi dibatalkan.

500 Hari Tanpa Liga Indonesia, Liga 1 2021 Sempat Membawa Angin Segar

Februari 2021 muncul rencana menggelar Liga 1 2021, yang diawali dengan diselenggarakannya turnamen pramusim, Piala Menpora 2021. Kepolisian pun sudah memberikan izin gelaran ajang ini.

Penyelenggaraan Piala Menpora 2021 hingga April 2021 pun sukses dengan Persija Jakarta sebagai juaranya. Penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam ajang ini menajdi acuan Polri dan Satgas Covid-19 untuk mengeluarkan izin Liga 1 2021-2022.

Izin dari kepolisian untuk kompetisi itu akhirnya keluar pada Mei 2021. Lantas, Liga 1 2021-2022 dijadwalkan bakal digelar 10 Juli 2021 dengan format buble to buble.

Eh, tak disangka, di pengujung Juni 2021, keluar rekomendasi dari Satgas Covid-19 untuk menunda rencana kick off Liga 1 2021-2022 karena angka kasus covid-19 naik. Hal itu ditandai dengan pencabutan izin Piala Walikota Solo yang juga menjadi ajang pemanasan bagi klub Liga 1 dan Liga 2.

Tak lama, keluar kebijakan anyar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/PPKM Darurat yang diterapkan 3-20 Juli. Lalu, aturan itu diperpanjang hingga 25 Juli, dan sampai 2 Agustus.

Kick off Kompetisi Masih Gelap

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator sempat menjadwalkan Liga 1 2021-2022 bisa digelar 23 Juli atau 30 Juli, bahkan 20 Agustus 2021. Namun, sejauh ini, kick off kompetisi masih gelap.

Para pelatih dan pemain yang tampil di Liga 1 2021-2022, termasuk Arema, sudah bersepakat untuk tetap bermain di tengah pandemi. Bahkan, mereka memviralkan tagar #KamiSiapMain di media sosial sebagai bukti jika mereka tetap ingin berkompetisi.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Playlist Lagu Terbaik d’Kross

Siapa sih arek Malang yang tidak kenal d’Kross? Ya, band indie beraliran rock ini dikenal sebagai salah satu band pengusung musik ala suporter sepak bola. Menarik untuk melihat playlist lagu terbaik d’Kross sepanjang masa yang mungkin salah satunya jadi lagu favorit Aremania.

Band d’Kross lahir dari sebuah komunitas yang beranggotakan arek-arek Malang yang penuh kreativitas. Musik hanyalah salah satu bagian dari komunitas tersebut, karena di dalamnya juga banyak pecinta olahraga, seperti tinju, dan juga kesenian lainnya.

Para personel band d’Kross antara lain Dio ‘Bononx’ (vokalis), Heru ‘Ocep’ (drummer), Triandri Indra Laksana (bassis), Adhet (keyboard), Ukee (gitaris), Ayit (gitaris), dan Ajeng (vokalis).

Inilah Playlist Lagu Terbaik d’Kross

1. Cambuk Malaikat

Cambuk Malaikat ini adalah lagu sindiran keras terhadap PSSI yang dianggap selalu ‘melukai’ hati Aremania dan menganaktirikan Arema. Yang menggelitik, di salah satu lirik tersemat nama Luna Maya dan soto babat sebaai perlambang hal enak-enak yang tidak ada di neraka. Lagu ini sangat cocok untuk penggugah semangat di pagi hari.

2. DaBoRiBo

DaBoRiBo adalah prinsip dari Aremania, yang kepanjangannya Damai Boleh Ribut pun Boleh. Lagu ini sebagai cerminan bahwa Aremania sangat terbuka bagi perdamaian, tapi tak akan lari jika ada yang mengajak ribut. Lagu penuh semangat ini rasanya pas diperdengarkan jika ada Aremania yang ingin menanamkan jiwa-jiwa singa kepada anak laki-lakinya.

3. Kabar Damai

Kabar Damai ini lagu yang sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan Aremania. Bahkan lagu ini pun sering jadi lagu latar pertemuan antar suporter lintas komunitas. Liriknya yang membawa pesan damai sangat adem jika didengarkan. Iramanya yang tak terlalu nge-rock membuat lagu ini layak disetel juga sebagai lagu penghantar tidur.

4. Malang Ke Bulan

Malang ke Bulan ini menceritakan perjalanan seorang arek Malang yang berkeliling Malang Raya. Sejumlah daerah ikonik di Malang hingga Batu disebutkan dalam liriknya, mulai dari Kayutangan, Splindid Inn, Songgoriti, dan sebagainya. Karena iramanya yang slow, lagu ini tepat jika diputar saat menemani istirahat siang.

5. Singo Edan

Singo Edan ini menonjolkan tabuhan-tabuhan perkusi khas Aremania yang biasa diperdengarkan di tribune stadion. Judul lagu ini sendiri diambil dari julukan Arema, yakni Singo Edan alias singa gila. Meski musiknya agak pelan, tapi lirik-liriknya yang penuh motivasi, membuat lagu ini tak ada salahnya diputar untuk menambah semangat ketika sedang bad mood.

6. Sore Ini (Kita Harus Menang)

Sore Ini (Kita Harus Menang) ini terinspirasi dari chant khas Aremania. Ayo, ayo Arema. Sore ini kita harus menang. Chant tersebut pertama kali dibawa dan dipopulerkan oleh pemain asing Arema asal Cile, Juan Rubio. Lirik aslinya yang berbahasa latin, kemudian digubah menjadi berbahasa Indonesia, dan kini populer dipakai oleh kelompok suporter selain Aremania.

7. Kita Saudara

Kita Saudara adalah lagu terbaru yang dikeluarkan d’Kross. Lagu ini sempat diangkat sebagai anthem yang dinyanyikan pemain Arema di Liga 1 2019. Lagu ini dirilis di momen Hari Ulang Tahun Arema ke-32. Liriknya didominasi tentang persaudaraan Aremania yang tak akan terpisahkan, membuat lagu ini bisa dipakai untuk menyatukan arek-arek Malang.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Liga 1 2021-2022 Belum Dimulai, Penggawa Arema Sudah Swab Test Rutin

PSSI ANggarkan Rp 5 Miliar untuk swab test

Liga 1 2021-2022 belum juga dimulai, penggawa Arema sudah swab test rutin. Seperti yang dilakukan Selasa (27/7/2021).

Media Officer Arema, Sudarmaji menyebut, swab test rutin itu merupakan bagian dari protokol kesehatan (prokes) yang dijalani pelatih, pemain, maupun offisial tim. Seperti diketahui, prokes tersebut merupakan bagian dari salah satu regulasi kompetisi.

Jadi, bisa dibilang, apa yang dilakukan para penggawa Singo Edan itu adalah sebagai simulasi prokes kompetisi. Tujuannya, tentu agar para pemain terbiasa menjalani hal tersebut.

“Arema secara rutin melakukan swab test kepada pemain, pelatih dan official. Tujuannya selain merupakan untuk memproteksi tim, juga dilakukan sebagai bentuk simulasi protokol kesehatan ketika nanti Liga 1 digulirkan,” kata Sudarmaji.

Penggawa Arema Sudah Swab Test Rutin Demi Antisipasi

Manajemen Arema tentu tak ingin ada pelatih, pemain, maupun offisial tim yang terpapar covid-19. Makanya, sebisa mungkin swab test ini dilakukan demi mendeteksi potensi terpapar tersebut.

Para penggawa Arema sudah secara intens memantau kondisi kesehatan pemainnya untuk mendeteksi secara dini. Sudarmaji menyebut, hal itu penting dilakukan agar bisa segera ditangani jika ada kasus.

“Langkah antisipasi sangat penting untuk dilakukan. Namun di sisi lain, ini juga merupakan bentuk kebiasaan baru yang harus diterapkan,” imbuh pria asal Banyuwangi itu.

Sudah Bekerja Sama dengan RSIA Mardi Waloeja Rampal

Untuk kegiatan swab test ini, selain di bawah pengawasan dokter tim, Nanang Tri Wahyudi, Arema juga sudah menggandeng RSIA Mardi Waloeja (Mawar) Rampal. Harapannya, kerja sama tersebut bisa terus terjalin hingga kompetisi digulirkan nanti.

“Untuk swab test, karena dilakukan secara berkala maka kita juga melakukan kerjasama dengan pihak rumah sakit, karena dirasa mereka sudah memiliki pengalaman di bidangnya,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Momen Gol Perdana Irfan Raditya untuk Arema

Momen gol perdana Irfan Raditya untuk Arema dibuatnya bukan di kompetisi. Bek tengah asal Medan itu mencetaknya di ajang Piala Indonesia 2010 (28/7/2010).

Irfan didatangkan Arema di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010, lantas mendapatkan perpanjangan kontrak semusim kemudian. Pemain kelahiran 12 Juni 1988 ini sering dimainkan di Piala Indonesia.

Salah satu kesempatan bermain didapatkan Irfan di babak semifinal Piala Indonesia 2010. Saat itu, Arema bersua dengan Persik Kediri di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Saat itu, pelatih Arema, Robert Rene Alberts menurunkan pemain-pemain terbaiknya, kecuali Purwaka Yudhi yang harus absen. Posisinya digantikan Irfan yang berduet dengan Piere Njanka di jantung pertahanan Arema.

Gol Perdana Irfan Raditya Lengkapi Pesta Gol Arema

Kala itu, Arema berpesta empat gol tanpa balas ke gawang Persik Kediri di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Satu gol dari kemenangan 4-0 itu dibuat Irfan Raditya yang menjadi gol perdananya untuk Arema.

Gol pemilik jersey bernomor punggung 21 itu membuka keunggulan Arema 1-0. Gol itu dibuatnya pada awal babak kedua, tepatnya di menit 47.

Setelahnya, skuad Singo Edan memberondong gawang Persik dengan tiga gol tambahan. Ketiga gol itu dilesakkan masing-masing oleh Muhammad Ridhuan di menit 52, Muhammad Fakhrudin di menit 87, dan Rachmat Afandi di menit 90.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Perjalanan Arema di Piala Gubernur Jawa Timur 2013

Mengenang Trofi Pertama Suharno untuk Arema
Skuad Arema di final Piala Gubernur Jawa Timur 2013 (C) ABI YAZID

Piala Gubernur Jawa Timur yang digelar di tahun 2013 merupakan pengalaman kesembilan Arema sejak didirikan pada 11 Agustus 1987. Perjalanan Arema di Piala Gubernur Jawa Timur 2013 sampai ke babak final, dan untuk pertama kalinya menjadi juara.

Di turnamen Piala Gubernur Jawa Timur edisi ke-11 ini Arema turun dengan skuat terbaiknya di bawah asuhan pelatih anyar Suharno. Hasilnya, mereka sanggup lolos dari babak penyisihan grup dengan poin sempurna 6 dari dua kemenangan.

Arema akhirnya bersua dengan rival abadi, Persebaya Surabaya di partai final. Setelah sempat berpolemik, akhirnya Lapangan Bumimoro, kompleks Angkatan Laut, Sidoarjo dipilih sebagai venue pertandingan.

Pertandingan Arema di Piala Gubernur Jawa Timur 2013

Babak Penyisihan GRUP B (Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang)

16 Desember 2013 Arema 3-1 Sriwijaya FC (Beto Goncalves, Sunarto 2 gol)
20 Desember 2013 Persik Kediri 0-3 Arema (Cristian Gonzales, Irsyad Maulana, Samsul Arif)

Klasemen Akhir Grup B

Arema 2 2 0 0 6-1 6
Sriwijaya FC 2 1 0 1 2-3 3
Persik Kediri 2 0 0 2 0-4 0

Babak Semifinal

22 Desember 2013 Arema 4-2 Persegres (Cristian Gonzales 2 gol, Johan Farizi, Gustavo Lopez PK)

Babak Final (Lapangan Bumimoro, Sidoarjo)

24 Desember 2013 Arema 1-0 Persebaya (Samsul Arif)

Top Skor Arema di Piala Gubernur Jawa Timur 2013

Cristian Gonzales 3 gol
Samsul Arif 2 gol
Sunarto 2 gol
Beto Goncalves 1 gol
Irsyad Maulana 1 gol
Johan Farizi 1 gol
Gustavo Lopez 1 gol (1 gol dari penalti)

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Adu Tajam Emile Mbamba dan Noh Alam Shah

Emile Mbamba dan Noh Alam Shah adalah penyerang terbaik Arema di masa yang berbeda. Namun, kedua pemain asing itu sama-sama mengoleksi jumlah gol lebih dari dua digit saat masih berseragam Arema.

Mbamba yang berpaspor Kamerun, tercatat setengah musim saja memperkuat Arema, tepatnya di paruh kedua Liga Indonesia 2007-2008. Kariernya di Indonesia terpaksa berakhir lantaran jatuhnya sanksi blacklist dari PSSI atas insiden di Babak 8 Besar.

Sementara, Alam Shah yang berkewarganegaraan Singapura lebih beruntung, lantaran bisa dua musim membela Arema. Pemain yang akrab disapa Along itu tampil di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 dan 2010-2011.

Kedua pemain sama-sama pernah mencatatkan nama sebagai pencetak kuatrik di Arema, Mbamba saat melawan Persijap Jepara (18/10/2007) dan Along ke gawang PSPS Pekanbaru (14/4/2011). Keduanya juga mendapatkan julukan sebagai si Bengal atas karakternya.

Emile Mbamba dan Noh Alam Shah Pencetak Gol Dua Digit

Baik Emile Mbamba maupun Noh Alam Shah sama-sama berstatus sebagai pencetak gol dua digit di Arema. Lantas, siapa yang koleksi golnya lebih banyak?

Along, selama dua musim berseragam biru Arema, sanggup melesakkan 23 gol ke gawang lawan. 14 gol dibuat pemain yang identik dengan jersey bernomor punggung 12 itu di musim pertamanya, lalu sembilan gol di musim berikutnya.

Sementara, Mbamba lebih heroik lagi, lantaran dua digit gol dilesakkannya hanya dalam setengah musim saja. Pemain kelahiran 27 Oktober 1981 itu sanggup menjebol gawang lawan Arema sebanyak 12 kali.

Yang Membuat Noh Alam Shah Lebih Unggul dari Emile Mbamba

Torehan 12 gol setengah musim milik Emile Mbamba mungkin masih seimbang jika dibandingkan dengan koleksi 23 gol Noh Alam Shah dalam dua musim. Namun, ada satu hal yang membuat Along bisa dikatakan lebih unggul.

Penyerang Timnas Singapura itu mampu mempersembahkan gelar juara ISL 2009-2010 untuk Arema, sedangkan Mbamba tak berhasil meraih satu gelar pun. Di musim keduanya, Along juga menempatkan Arema di posisi runner up ISL 2010-2011.

Playlist Lagu Terbaik Arema Voice

Menarik untuk mendengarkan playlist lagu terbaik Arema Voice yang layak disebut sebagai pioner band dari kalangan Aremania, maupun pelopor band suporter di tanah air. Kali ini, WEAREMANIA menyajikan tujuh lagu terbaik mereka.

Sampai saat ini, Arema Voice menjadi salah satu kiblat dunia musik suporter di kalangan Aremania. Beraliran musik progressive rock, Arema Voice sudah menelurkan sejumlah album berisikan lagu-lagu berkualitas yang menyuarakan suara hati Aremania sebagai pendukung Arema.

Band ini didirikan pada 25 November 1989 oleh para musisi terbaik yang ingin menyuarakan kecintaannya pada Arema. Mulai dari Wahyoe Gang Voice pada vokal, Bayu Monthree pada accoustic guitar, Yudo pada drums, Evan pada electric guitars, Norman pada electric guitars, Bagus pada bass, Ryan pada bass, dan Edwin pada keyboard.

Inilah Playlist Lagu Terbaik Arema Voice

1. Aremanita

Aremanita adalah sebutan bagi pendukung Arema dari kaum wanita. Sebutan itu dijadikan salah satu judul lagu mbois yang dibawakan khusus oleh vokalis cewek. Di lagu ini menonjolkan dukungan seorang Aremanita pada Arema yang tak mau kalah fanatik dari Aremania. Lagu bergenre ballad ini sangat cocok mengisi playlist di siang hari atau penghantar tidur.

2. Singa Bola

Singa Bola adalah lagu terbaik Arema Voice yang populer di masanya. Intro lagu ini sangat mirip dengan lagu Europe, Final Countdown. Musiknya yang membawa semangat membuat lagu ini cocok disetel di pagi hari. Apalagi liriknya yang mengisahkan tentang Arek-arek Malang sebagai singa-singa bola yang jantan dan satria.

3. Lagu Cinta Damai

Lagu Cinta Damai ini mengisahkan karakter Aremania yang selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam mendukung Arema. Aremania juga disebut sebagai suporter yang punya visi dan misi menjadi terbaik dari semua yang ada. Lagu ini tersedia dalam versi ballad dan akustik yang semuanya cocok menjadi teman istirahat siang.

4. Menang Kalah

Menang Kalah menjadi judul lagu yang senantiasa mengingatkan Aremania agar bersikap sportif. Sebagai pendukung, Aremania akan senang dan bangga ketika Arema menang, sebaliknya bakal sedih jika tim yang didukung kalah. Namun, apapun hasil pertandingan harus diterima dengan lapang dada. Lagu ini tepat dijadikan teman merenung ketika Arema mengalami kekalahan.

5. Nafas Arema

Nafas Arema ini adalah cerminan suara hati para personel Arema Voice. Mereka menyelipkan pesan moral bahwa mendukung Arema bukan cuma dengan datang memberikan dukungan langsung ke stadion, melainkan ada banyak cara. Salah satunya seperti yang mereka lakukan lewat karya dan nada. Lagu slow rock ini pun layak didengarkan menemani makan siang.

6. Selalu Setia

Selalu Setia menggambarkan sikap yang harus dimiliki seorang Aremania. Tak peduli klub yang dibanggakannya sedang terpuruk dalam kekalahan, sebaiknya suporter memang harus selalu setia memberikan semangat, bukan makan mencaci maki timnya sendiri. Lagu slow ini paling pas dipakai untuk merenung dan instrospeksi diri.

7. Tegar

Tegar mengingatkan Aremania bahwa hidup adalah perjuangan. Ketika menemui kegagalan, harus tegar dan berlapang dada menerima. Setelah itu, harus bangkit berjuang lagi. Dalam liriknya terkandang banyak kalimat yang memotivasi untuk tidak putus asa, karena Arema terus berjuang sepanjang masa. Lagu ini pantas diperdengarkan ketika kita sedang kehilangan semangat hidup.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Perjalanan Arema di Piala Gubernur Jawa Timur 2012

Piala Gubernur Jawa Timur yang digelar di tahun 2012 merupakan pengalaman kedelapan Arema sejak didirikan pada 11 Agustus 1987. Perjalanan Arema di Piala Gubernur Jawa Timur 2012 sampai ke babak final, tetapi gagal juara.

Sempat absen di edisi kesembilan, di turnamen Piala Gubernur Jawa Timur edisi ke-10 ini Arema turun dengan skuat terbaiknya di bawah asuhan Rahmad Darmawan. Hasilnya, mereka sanggup lolos dari babak penyisihan grup dengan poin sempurna 6 dari dua kemenangan.

Sayangnya, skuad Singo Edan gagal di partai final kala bertemu dengan Persela Lamongan. Tampil di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Arema malah kalah dengan skor 0-2.

Pertandingan Arema di Piala Gubernur Jawa Timur 2012

Babak Penyisihan Grup 1

26 Desember 2012 Arema 4-0 PSBK Blitar (Beto Goncalves 6, Christian Gonzales 27, 69, Sunarto 57)
27 Desember 2012 Persebaya DU 4-0 PSBK (Serdjan Lopicic 24, dalam kedudukan 1-0 di half time, pada babak kedua PSBK mogok, sehingga PSBK dinyatakan kalah WO)
28 Desember 2012 Arema 1-0 Persebaya DU (Christian Gonzales 72)

Klasemen Grup 1

1. Arema 2 2 0 0 5-0 6
2. Persebaya DU 2 1 1 0 4-1 4
3. PSBK Blitar 2 0 0 2 0-8 0

Babak Final (Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang)

30 Desember 2012 Persela Lamongan 2-0 Arema (Samsul Arif 71, Roman Golian 81)

Top Skor Arema di Piala Gubernur Jawa Timur 2012

Christian Gonzales 3 gol
Beto Goncalves 1 gol
Sunarto 1 gol

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Momen Gol Perdana Makan Konate untuk Arema

Momen gol perdana Makan Konate untuk Arema dicatatkannya di laga keduanya. Gelandang asal Mali itu mencetak gol pertamanya di putaran kedua Liga 1 2018 (27 Juli 2018).

Konate didatangkan Arema dari Sriwijaya FC pada tengah musim, dan langsung menjalani debut melawan mantan klubnya tersebut (21/7/2018). Namun, di laga pamungkas putaran pertama Liga 1 2018 itu Konate gagal mencetak gol perdana meski Arema menang 3-0 di Palembang.

Pada laga keduanya, Konate ikut Arema bertandang ke markas Mitra Kukar. Skuad Singo Edan mengusung misi balas dendam. Pasalnya di putaran pertama, Arema gagal menang atas Mitra Kukar.

Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Arema dan Mitra Kukar berbagi satu angka saja. Kedua tim menuai skor imbang 2-2 lewat pertandingan yang sengit di hadapan ribuan Aremania yang hadir di tribune.

Gol Perdana Makan Konate Gagal Menangkan Arema

Malang bagi Makan Konate, lantaran gol perdananya gagal menangkan Arema di kandang Mitra Kukar. Alih-alih meraih poin penuh, Arema justru pulang dengan kekalahan tipis 3-4.

Gawang Arema yang dijaga kiper asing, Srdan Ostojic bahkan kebobolan dua gol lebih dulu lewat aksi Anindito Erminarno di menit 21, dan Dedi Hartono di menit 27. Sebelum turun minum, Makan Konate sempat mencetak gol lewat titik penalti di menit 33, dan disamakan 2-2 oleh Dedik Setiawan.

Pada babak kedua, Fernando Rodríguez membawa Mitra Kukar unggul lagi dengan golnya di menit 50. Arthur Cunha sempat membalas lewat gol di menit 82 sebelum skor menjadi 4-3 untuk Mitra Kukar karena gol pamungkas Bayu Pradana di menit tambahan waktu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Felipe Americo Pilih Kiper Asing atau Lokal?

Arema Punya Empat Kiper untuk Liga 1 2021-2022, Sudah Cukup?
Teguh Amiruddin (C) LUXY WEAREMANIA

Felipe Americo pilih kiper asing atau lokal sebagai penjaga gawang utama Arema di Liga 1 2021-2022. Pelatih kiper Arema itu menyebut setiap kiper di bawah asuhannya punya peluang tampil yang sama.

Saat ini, pelatih kiper asal Brasil itu punya empat kiper yang siap tampil. Di antaranya ada tiga kiper lokal, seperti Kartika Ajie, Teguh Amiruddin, dan Andryas Francisco, serta satu kiper anyar asal Brasil, yaitu Adilson Maringa.

Meski statusnya kiper asing, tak ada jaminan bagi Maringa untuk bisa berdiri di bawah mistar gawang tim utama Arema. Sebab, bagi Felipe, secara teknis tak ada bedanya antara kiper asing ataupun lokal.

“Terlepas dari statusnya sebagai penjaga gawang asing atau lokal, pertama-tama mereka harus bertanggung jawab atas profesi dan karier mereka,” kata Felipe kepada WEAREMANIA.

Kiper Asing atau Lokal, Ada Syaratnya Jadi Kiper Inti Arema

Tak peduli kiper asing atau lokal, Felipe Americo memiliki persyaratan khusus untuk anak asuhnya yang ingin jadi kiper inti Arema di Liga 1 2021-2022. Menurutnya, persyaratan itu tidaklah sulit.

Apalagi, saat ini kualitas kiper yang dimiliki Arema cukup merata, baik kiper lokal maupun asing. Harapannya, keempat kiper yang dimiliki Arema bisa bersaing secara sehat untuk bisa masuk starting line up.

“Bekerja keras untuk selalu berkembang adalah persyaratan yang harus dimiliki oleh setiap penjaga gawang di dunia. Tidak ada sesuatu yang tetap, tapi harus selalu berkembang,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.