blog

Mimpi Buruk Arema Belum Berakhir

Mimpi Buruk Arema Belum Berakhir
Sylvano Comvalius (C) DANI KRISTIAN

Empat pekan terakhir di Liga 1 2019 tanpa kemenangan menjadi mimpi buruk Arema FC. Skuat Singo Edan seperti susah payah mencoba bangkit, terjaga, membuka mata, namun masih gagal.

Pada empat laga terakhirnya, Arema hanya mampu meraup dua poin saja. Dua poin itu didapat dari hasil bermain imbang di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan Malang. Mereka ditahan imbang PSIS Semarang 1-1 dan Borneo FC 2-2.

Sebelum ditahan imbang Borneo, Arema sempat menderita kekalahan 1-2 di kandang Bali United. Terakhir, pekan lalu Arema kalah 0-2 di markas Persela Lamongan.

Catatan empat pekan tanpa kemenangan menjadi yang terburuk bagi Arema di Liga 1 2019 sejauh ini. Sebelumnya, skuat Singo Edan maksimal cuma dua pekan saja tanpa kemenangan, kemudian dapat bangkit memenangkan pertandingan.

Harus Bangkit di Pekan ke-20

Mimpi buruk Arema mau tak mau harus mereka akhiri. Suka tidak suka, skuat Singo Edan harus bangkit di pekan ke-20 Liga 1 2019 saat menjamu PSS Sleman, Selasa (24/9/2019) sore di Stadion Kanjuruhan Malang.

Terlebih, saat ini Arema terperosok di peringkat 8 klasemen sementara Liga 1 2019. Tambahan dua poin dari empat laga terakhir tak cukup membuat mereka bertahan di papan atas.

Hanya kemenangan atas PSS saja yang bisa menandai momen kebangkitan Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Kembali menuai hasil imbang atau lebih sial lagi kalah di kandang sendiri, akan membuat Arema semakin terpuruk.

Lagi, Total Denda Arema FC Tembus 620 Juta

Disanksi Lagi, Total Denda Arema Tembus 620 Juta
Hendro Siswanto (C) DANI KRISTIAN

Komite Disiplin (Komdis) PSSI rupanya tak bosan-bosan melayangkan sanksi berupa denda kepada manajemen Arema FC di Liga 1 2019. Bahkan, total denda Arema FC hingga pekan ke-19 kemarin sudah tembus angka 620 juta rupiah.

Arema kembali diganjar denda 75 juta rupiah oleh Komdis PSSI. Denda tersebut sebagai buntut dari ulah oknum penonton pada laga kandang terakhir Arema di pekan ke-18 Liga 1 2019 lalu.

Saat menjamu Borneo FC, Jumat (13/9/2019), Arema didakwa melakukan pelanggaran kode disiplin. Komdis PSSI menilai ada pelemparan dari suporter tuan rumah ke lapangan dan wasit dalam laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut.

Keputusan sanksi denda untuk Arema itu diambil Komdis PSSI setelah melakukan sidang pada 18 September lalu. Tercatat ada lima sanksi yang mereka keluarkan.

Rincian Denda Komdis PSSI kepada Arema FC

Pada putaran pertama saja, manajemen Arema harus merogoh kocek hingga 500 juta rupiah untuk membayar denda pada Komdis PSSI. Pada awal putaran kedua, sanksi Komdis PSSI pun kembali menyapa.

Arema FC
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: Arema FC vs PSIS Semarang
– Tanggal kejadian: 31 Agustus 2019
– Jenis pelanggaran: Pelemparan botol (pengulangan)
– Hukuman: Denda Rp. 45.000.000

Arema FC
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: Arema FC vs Borneo FC
– Tanggal kejadian: 13 September 2019
– Jenis pelanggaran: pelemparan ke lapangan dan wasit (pengulangan)
– Hukuman: Denda Rp. 75.000.000

Gethuk Memprediksi Arema Finish di Posisi 4 Besar

Gethuk Memprediksi Arema Finish di Posisi 4 Besar

Asisten pelatih Tim Nasional Indonesia, Joko Susilo menilai Arema masih mampu bersaing di papan atas Liga 1 2019. Pria yang akrab disapa Gethuk itu memprediksi Arema mampu finish di posisi 4 besar klasemen akhir.

Skuat Singo Edan mengakhiri putaran pertama lalu di posisi keempat dengan 26 poin. Menjalani dua laga di putaran kedua, posisi Arema melorot ke peringkat 8.

Menurut Gethuk, penampilan Arema di putaran pertama tidak jelek. Meski sering kalah saat bermain di kandang lawan, menurutnya sebenarnya Hamka Hamzah dan kawan-kawan sudah tampil bagus.

“Saya memprediksi Arema masih bisa finish di posisi 4 besar. Bisa posisi 4, posisi 3, posisi 2, atau bisa juga juara. Tergantung mereka bisa konsisten atau tidak,” kata Gethuk.

Tidak Konsisten Saat Ada Pemain Absen

Gethuk memprediksi Arema bisa tampil lebih baik di sisa laga putaran kedua ini. Asal bisa konsisten, tangga juara menanti skuat Singo Edan.

Menurutnya, Arema kerap tampil tak konsisten, terutama di laga tandang. Saat kehilangan pemain-pemain andalannya yang absen karena cedera atau akumulasi kartu, penampilan Arema goyah.

“Harus ada evaluasi dari tim pelatih, mereka yang tahu apa yang harus dibenahi secara detail,” imbuh pelatih 49 tahun tersebut.

Masih Optimistis

Gethuk masih optimistis Arema bisa lebih baik dari pertandingan satu ke pertandingan lainnya. Sebab, pria empat anak itu tahu secara teknis skuat Singo Edan seharusnya mampu.

“Saya sudah menangani tim ini dari tahun kemarin, saya juga ikut mempersiapkan pemain muda. Sebut saja Jayus Hariono, Nasir, Hanif Sjahbandi, Muhammad Rafli, Agil Munawar, dan lain-lain. Saya tahu kualitas mereka, seharusnya musim ini mereka semakin matang,” tegasnya.

Data dan Fakta Arema FC vs PSS Sleman Liga 1 2019

Data dan Fakta Arema FC vs PSS Sleman
Riky Kayame (C) DANI KRISTIAN

Laga Arema FC vs PSS Sleman akan tersaji di pekan ke-20 Liga 1 2019, Selasa (24/9/2019), pukul 15.30 WIB di Stadion Kanjuruhan Malang. Data dan Fakta berbicara bahwa itu adalah pertemuan ke-14 kedua tim di semua ajang.

Rekam Jejak Pertemuan

1. Arema dan PSS sudah bertemu 13 kali di semua ajang. Arema mengalahkan PSS sembilan kali, kalah empat kali, dan tak pernah bermain imbang.

2. Pertemuan pertama Arema dan PSS terjadi di kompetisi Ligina 2001, 28 Januari 2001. Saat itu Arema menang 2-1 di kandang PSS. Gol PSS dibuat Muhammad Iksan di menit 23, sedangkan dua gol Arema diborong Ahmad Junaedi.

3. Pertemuan terakhir Arema dan PSS terjadi di laga pembuka Liga 1 2019, 15 Mei 2019 lalu. Diwarnai kericuhan suporter yang mengakibatkan laga sempat ditunda sejam lebih di menit 30, PSS menang 3-1. Tigaa gol PSS dibuat Brian Ferreira di menit 2, Evgen Bokhashvili di menit 57, dan Rangga Muslim Perkasa di menit 82. Sementara, gol balasan Arema dicetak Sylvano Comvalius di menit 29.

Catatan Kemenangan

4. Kemenangan terbesar Arema atas PSS terjadi di kompetisi Ligina 2001, 28 Juni 2001. Arema sebagai tuan rumah, membantai PSS dengan skor 5-0. Dua gol dari Nanang Supriyadi di menit 36, dan Kristiawan di menit 47, melengkapi hattrick Bamidele Frank Bobmanuel di menit 65, 76, dan 80.

5. Kemenangan Arema atas PSS dengan jumlah gol terbanyak satu laga terjadi di ajang Bali Island Cup 2016, 21 Februari 2016. Saat itu Arema menang telak 5-2 atas PSS. Cristian Gonzales mencetak hattrick di menit 36, 56, dan 77. Dua gol Arema lainnya dibuat Srdan Lopicic di menit 45 dan Antoni Putro di menit 72.

Catatan Kekalahan

6. Selain kekalahan di putaran pertama Liga 1 2019 lalu, Arema juga pernah menderita kekalahan dengan skor 1-3 dari PSS. Kekalahan itu terjadi di kompetisi Ligina 2003, 10 April 2003. Marcello Braga mencetak hattrick untuk PSS di menit 26, 44, dan 68. Sementara gol balasan Arema dibuat Tibidi Alexis di menit 85.

7. Arema belum pernah kalah dari PSS di kandang sendiri. Tiga kekalahan Arema atas PSS terjadi di kandang lawan.

Pencetak Gol

8. Hingga saat ini, Arema sudah melesakkan 25 gol ke gawang PSS. Sosok Cristian Gonzales menjadi pencetak gol terbanyak Arema ke gawang PSS dengan empat golnya.

9. Di tim Arema yang bermain di Liga 1 2019 ini ada setidaknya dua pemain yang pernah menjebol gawang PSS. Ada nama Dendi Santoso dengan dua golnya, dan Sylvano Comvalius yang mencetak satu gol.

Kondisi Terkini

10. Arema melorot ke peringkat 8 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan 27 poin. Dari 18 laga yang dijalani, Arema mampu memenagi delapan laga, dan tiga hasil imbang. 35 gol mampu dicetak, dan kebobolan 29 gol.

11. PSS Sleman menempati peringkat 6 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan 28 poin. Dari 19 laga yang dijalani, PSS sanggup memenangi tujuh laga, dan tujuh hasil imbang. 26 gol sanggup diceploskan dan kebobolan 24 gol.

Nah, itulah data dan fakta Arema FC vs PSS Sleman jelang pertemuan ke-14 mereka di pekan ini. Apakah Arema mampu membukukan kemenangan kedelapannya atas PSS?

Panpel Arema Buka Peluang Beri Kuota untuk Suporter PSS Sleman

Panpel Arema Buka Peluang Beri Kuota untuk Suporter PSS Sleman
Kerua Panpel Arema, Abdul Haris

Panpel Arema mebuka peluang memberikan kuota untuk suporter PSS Sleman saat bersua di pekan ke-20 Liga 1 2019, Selasa (24/9/2019) sore. Peluang suporter tim tamu untuk bisa turut mendukung timnya di Stadion Kanjuruhan Malang masih terbuka.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris menyatakan peluang memberikan kuota untuk suporter PSS Sleman cukup terbuka, jika mengacu pada regulasi Liga 1 2019. Menurutnya, setidaknya ada lima persen dari tiket yang dicetak Panpel tuan rumah wajib diberikan untuk suporter tim tamu.

Namun, menurut pria berkaca mata ini, ada pertimbangan-pertimbangan lain yang harus diperhatikan Panpel Arema. Pertimbangan itu menyangkut keamanan suporter tim tamu selama berada di tribun hingga meninggalkan stadion.

“Kami melihat situasi dulu, sesuai regulasi kalau tidak salah ada lima persen tiket untuk suporter tim tamu, kami akan menyesuaikan. Namun demikian, kami akan menyesuaikan dengan keputusan dari pihak pengamanan. Kepolisian yang berhak mengambil keputusan, kami hanya menyesuaikan,” kata Haris.

Berkaca pada Pertemuan Pertama di Sleman

Hanya saja, peluang memberi kuota untuk suporter PSS Sleman itu menipis jika mengacu pada pertemuan pertama di Sleman. Sebab, pada laga pembuka Liga 1 2019, antara PSS Sleman vs Arema itu, Aremania dan suporter tim tuan rumah terlibat kericuhan.

Saat itu, suporter tim tuan rumah diduga melakukan provokasi dan pelemparan terlebih dahulu terhadap Aremania di tribun VIP Stadion Maguwoharjo Sleman. Laga tersebut bahkan sempat dihentikan di menit 30 selama kurang lebih satu jam sebelum berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan PSS Sleman.

“Tentu kami akan berkoordinasi dulu dengan seluruh jajaran manajemen, pengamanan, dan juga Aremania. Sebab, kami melihat di putaran pertama lalu terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan buat Arema dan Aremania,” imbuh Haris.

Minta Aremania Tak Menirunya

Haris meminta Aremania tak meniru kejadian di putaran pertama saat Arema menjamu PSS Sleman nanti. Pria mantan Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan Malang itu yakin para pendukung Arema lebih dewasa.

“Melihat pertemuan dengan PSS pada putaran pertama lalu, kami sudah menyiapkan antisipasinya, apa yang harus kami lakukan, minimal mengurangi apa yang dapat merugikan klub, dan Aremania khususnya. Kami berharap tak terjadi lagi sanksi karena kericuhan suporter,” tegasnya.

Jadwal Arema FC di Pekan ke-20 Liga 1 2019

Jadwal Arema FC di Pekan ke-20 Liga 1 2019
Dendi Santoso (C) DANI KRISTIAN

Rangkaian pertandingan di pekan ke-20 Liga 1 2019 akan segera dimulai. Arema FC akan menjalani laga kandang di pekan ini.

Pekan ke-20 akan dibuka dengan laga Bhayangkara FC vs Borneo FC, Minggu (22/9/2019). Di hari yang sama tak ada pertandingan lainnya yang digelar.

Sementara, di pekan ini Arema FC akan menjamu tamunya, PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan Malang. Laga ini akan dihelat pada Selasa (24/9/2019), pukul 15.30 WIB.

Di pekan sebelumnya, Arema menderita kekalahan di kandang Persela Lamongan di Stadion Gelora Surajaya Lamongan. Pada laga pekan ke-19 itu, Arema kalah dengan skor cukup mencolok, 0-2.

Berikut Jadwal Pekan ke-20 Liga 1 2019

Minggu, 22 September 2019.
15.30 WIB – Bhayangkara FC vs Borneo FC
Senin, 23 September 2019.
15.30 WIB – Semen Padang vs PSM Makassar
15.30 WIB – Persija Jakarta vs Barito Putera
15.30 WIB – Persipura Jayapura vs Persib Bandung
18.30 WIB – Perseru Badak Lampung vs PS Tira-Persikabo
Selasa, 24 September 2019.
15.30 WIB – Kalteng Putra vs PSIS Semarang
15.30 WIB – Arema FC vs PSS Sleman
18.30 WIB – Madura United vs Persela Lamongan
18.30 WIB – Persebaya Surabaya vs Bali United

Klasemen Liga 1 Pekan ke-19, Arema Terperosok ke Peringkat 8

Arema kalah melawan Persela Lamongan di Liga 1 2019
Arema kalah melawan Persela Lamongan di Liga 1 2019

Perubahan susunan klasemen liga pekan ke-19 di papan tengah berubah begitu cepat dengan hasil-hasil yang berbeda yang ditempuh beberapa tim.

Peringkat 1-3 tidak ada perubahan posisi dengan urutan Bali United, Tira-Persikabo dan Madura United. Bali United secara gagah menumbangkan tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 1-0 melalui gol yang dibuat oleh Melvin Platje.

Sementara Tira-Kabo dan Madura United sama-sama menelan kekalahan atas lawan-lawannya dengan Tira kalah melawan tuan rumah PSM 1-0, dan Madura United kalah melawan Borneo FC 2-1.

Di peringkat keempat, Persebaya mampu merangsek usai menumbangkan tuan rumah PSIS Semarang dengan skor telak 4-0. Hasil ini membuat mereka mendapatkan 29 poin dari tujuh kali menang, delapan seri dan empat kali kekalahan.

Sedangkan Borneo FC sendiri juga mendapatkan poin yang sama dengan Persebaya usai menang melawan Madura. Namun, mereka kalah head to head dengan Bajul Ijo.

PSS dan Persipura yang bermain imbang 1-1 di Stadion Maguwoharjo menempati urutan peringkat 6-7 di klasemen Liga 1 2019 dengan urutan poin 28 dan 27.

Hasil naas didapatkan Arema FC. Periode dua poin dengan empat pertandingan terakhir membawa mereka turun empat posisi dari peringkat keempat menjadi peringkat ke delapan dengan poin 27.

Di papan bawah, posisi Barito Putera dan Semen Padang tidak juga beranjak naik. Barito kalah 4-1 melawan Bhayangkara FC di Damang Lehman sedangkan Semen Padang mampu menahan imbang tuan rumah Persib Bandung.

Kekalahan Persija Jakarta selain membuat manajemen memecat pelatih Julio Banuelos juga membuat mereka kembali menghuni zona degradasi di peringkat ke-16 dengan 17 poin yang didapatkan dari tiga kali menang, delapan seri dan enam kali kalah.

Hasil dan Klasemen Liga 1

Rabu, 18 September 2019

  • Barito Putera 1-4 Bhayangkara FC
  • Borneo FC 2-1 Madura United
  • Persib Bandung 1-1 Semen Padang

Kamis, 19 September 2019

  • PS Sleman 1-1 Persipura
  • Persija 0-1 Bali United
  • Perseru BL 2-1 Kalteng Putra
  • PSM Makassar 2-0 Tira Persikabo

Jumat, 20 September 2019

  • PSIS Semarang 0-4 Persebaya
  • Persela 2-0 Arema FC

Klasemen Liga 1 2019

PosKlubPWDLFAGDPts
118142228111744
21997339291034
31987434191531
4187832924529
5197832924529
6197752624228
7177642417727
888373529627
9168352115627
10195772625122
11194962027-721
12195681835-1721
13194782831-319
141954101425-1119
151853102133-1218
16173861821-317
17193792639-1316
181826101425-1112

UINSA Raih Gelar Pertama Jawa Timur

Universitas Islam Negeri SunanAmpel (UINSA) Surabaya meraih gelar pertama LIMA Volleyball: McDonald’s East Java Conference Season 7 setelah mengalahkan Universitas Negeri Malang (UM) di babak final. Pada laga yang berlangsung di UIN Maulana Malik Ibrahim, Jumat (20/9), UINSA menang dengan skor 3-0 (25-20, 25-18, 27-25).

Pada set pertama, 16 poin yang didapatkan UINSA berasal dari permainan para pemainnya. Bangkit Pangestu Aji dan Frisca Abritama sama-sama menyumbang enam poin di set ini. Bangkit meraih poin lewat dua spike, satu fake spike, dan tiga block point, sedangkan Frisca mendapat enam poin melalui lima spike dan satu block point yang dilakukannya. Assist terbanyak dilakukan Mochamad Ainul Yaqin dengan sembilan poin.

UINSA menambah poin yang didapatkan lewat permainannya di set kedua. Di set ini, mereka menghasilkan 18 poin dari 25 poin yang didapat.

Skor terbanyak berasal dari Mochammad Tri Fauzin Maulana dengan tujuh poin. Ainul masih menjadi pemain yang paling banyak mengumpan dengan 11 assist yang dilakukan.

Persaingan semakin ketat di set ketiga. Kedua tim bahkan harus melakoni laga yang lebih panjang untuk menghasilkan skor deuce. Dari 27 poin yang didapatkan, permainan UINSA menghasilkan 20 poin. Frisca kembali menjadi peyumbang angka terbanyak di set terakhir ini dengan delapan poin. Di set ini, Ainul melakukan assist sebanyak 13 kali.

Meski mengalami kekalahan, UM sudah menunjukkan performa terbaiknya. Dalam tiga set, mereka sudah mengumpulkan 28 poin, 25 assist, 21 spike, dan empat fake spike.

Frisca Abritama penyumbang poin terbanyak UINSA
Frisca Abritama penyumbang poin terbanyak UINSA

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa menjadi juara di regional JawaTimur. Namun, kami tidak boleh merasa puas lebih dulu karena masih ada pertandingan di Nationals. Saya apresiasi dengan usaha dan perjuangan para pemain. Kami akan tetap berusaha, berdoa, dan latihan agar tetap bersemangat untuk menjalani pertandingan Nationals,” ujar Surya Alam Hadi Putra, manajer UINSA.

Sementara itu, pelatih UM, Stefanus Freedi Dwi, mengatakan, “Pertandingan final hari ini cukup berat untuk kami karena pertahanan UINSA sangat rapat sehingga membuat kami kesulitan untuk menembusnya. Akan tetapi, saya bangga dengan para pemain bisa meraih peringkat kedua di kompetisi LIMA ini. Mereka juga sudah menunjukkan permainan terbaiknya selamafase regional ini. Kami sudah lolos ke Nationals dan harus memperbaiki diri lagi agar bisa berkembang di laga Nationals nanti.”

Dengan hasil ini, UINSA resmi menjadi juara LIMA Volleyball: McDonald’s East Java Conference Season 7, sedangkan UM mengisi posisi runner-up.

Kedua tim tersebut akan melaju ke LIMA Volleyball Nationals Season 7 bersama dua tim lainnya dari regional JawaTimur, UIN Maulana Malik Ibrahim dan Universitas Islam Malang (Unisma), serta empat tim terbaik dari LIMA Volleyball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference Season 7.

LIMA Volleyball Nationals Season 7 masih akan berlangsung di Sport Center UIN Maliki pada 23-27 September mendatang.

Berita Foto: Arema FC Kalah di kandang Persela

Arema FC gagal mencuri poin dalam pertandingan pekan ke 19 di putaran kedua pada lanjutan pertandingan Liga 1 melawan Persela Lamongan, Jum’at(20/9). Pada laga tersebut Singo Edan harus mengakui keunggulan dari persela dengan skor 2-0 untuk tim Persela.

Hamka Hamzah belum mampu membawa tim berjuluk singo edan mencuri poin dengan klasemen sementara di posisi ke 8 dibawah Persipura Jayapura.

Berikut ini adalah lensa foto jepretan Dani Kristian W pada pertandingan tersebut.

1. Dukungan Aremania

Tim Arema FC kali ini tak sendirian dalam melakoni pertandingan pekan 19 melawan Persela di Stadion Surajaya Lamongan, 1200 dukungan dari Aremania dan Aremanita yang berasal dari Malang.

2. Posisi Baru Rafli

Pada pertandingan kali ini Muhammad Rafli mendapatkan posisi baru yaitu sebagai Striker, yang sebelumnya dia berposisi sebagai gelandang.

3. Giringan Riky Kayame

Riky Kayame harus berlarian dari segara sisi untuk mendapatkan sebuah peluang gol. Namun usahanya selalu terpatahkan oleh pemain belakang Persela M Zainuri.

4. Banyak Peluang Gol

Gethuk Memprediksi Arema Finish di Posisi 4 Besar

Pada Babak Pertama, Tim Arema FC memiliki beberapa peluang emas yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik.

5. Akhirnya Kebobolan

Pada Menit ke 19 Persela mencetak gol melalui pemain mudanya yaitu Sugeng Efendi. Persela 1-0 Arema FC.

6. Comvalius Main di Babak ke 2

Mimpi Buruk Arema Belum Berakhir

Pada menit ke 58 Arema FC menarik keluar Muhammad Rafli dan memasukkan Sylvano Comvalius. Skor Sementara 2-0 untuk persela gol kedua persela dicetak oleh Rafael Gomes.

7. Hamka Jadi Striker

Milo Beber Penyebab Arema Gagal Balas Dua Gol Persela
Hamka Hamzah (C) DANI KRISTIAN

20 Menit menjelang pertandingan berakhir, Hamka Hamzah berubah posisi dari pemain belakang menjadi pemain depan, upaya untuk mencetak gol gagal karena mendapat pengawalan dari pemain persela Eky Taufik.

8. Duo Tuban

Dalam jepretan kali ini, Dua pemain asal Tuban yakni Hendro Siswanto dan Nasir sedang berdiskusi di lapangan.

Milo Beber Penyebab Arema Gagal Balas Dua Gol Persela

Milo Beber Penyebab Arema Gagal Balas Dua Gol Persela
Hamka Hamzah (C) DANI KRISTIAN

Milomir Seslija membeberkan penyebab Arema gagal balas dua gol Persela Lamongan pada pekan ke-19 Liga 1 2019, Jumat (20/9/2019) malam. Pelatih yang akrab disapa Milo itu menilai hal tersebut yang mengakibatkan timnya kalah 0-2 di Stadion Surajaya Lamongan.

Menurutnya, anak asuhnya tak punya peluang di awal babak pertama. Gawang mereka malah kebobolan lebih dahulu di menit 19 lewat Kei Hirose yang mengirimkan umpan tarik yang dimaksimalkan Sugeng Efendi menjadi gol.

Setelah gol itu, Milo menyebut timnya sudah berupaya sekuat tenaga untuk membalas gol yang membuat Persela unggul 1-0. Namun, apa daya tak ada peluang tercipta hingga babak pertama berakhir.

“Seperti yang saya bilang sebelumnya, Persela memberikan perlawanan yang sengit. Ini menjadi pertandingan yang ketat. Tak mudah, apalagi kami minim peluang di babak pertama,” kata Milo dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.

Tak Bisa Berkreasi

Milo menilai pertahanan Persela sangat bagus pada pertandingan ini. Menurutnya, timnya kesulitan menciptakan peluang lantaran pemainnya tak bisa berkreasi dengan leluasa akibat tekanan dari pemain lawan.

Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Arema malah kebobolan lagi di awal babak kedua. Memanfaatkan blunder barisan pertahanan Arema di menit 47, Hirose kembali menyodorkan bola, yang kali ini diakhiri tendangan keras Rafinha yang membuat skor menjadi 2-0.

“Kami mencoba mendominasi permainan, tapi pemain Persela berulang kali menggagalkan upaya kami. Apalagi kami tak bisa berkreasi lantaran pemain Persela menutup ruang gerak kami,” imbuh pelatih 55 tahun itu.

Sudah Melakukan Semua Cara

Milo menegaskan timnya sudah melakukan semua cara, meski Arema gagal balas dua gol Persela. Bahkan, stopper senior Hamka Hamzah sampai disuruhnya menjadi striker untuk mempertajam serangan juga gagal.

“Kami sudah berusaha keras, melakukan semua cara untuk mencetak gol, tapi kami gagal membalas dua gol Persela. Memang ada dua peluang lewat bola mati, tapi masih mampu digagalkan pemain Persela,” pungkas mantan pelatih Madura United tersebut.