blog

Ada Pemeriksaan Aplikasi Peduli Lindungi di Pintu Masuk Stadion Kanjuruhan

Aremania yang ingin nonton laga uji coba Arema vs PSIS Semarang, Minggu (22/5/2022), pukul 19.00 WIB harus memastikan diri sudah vaksin booster. Ketua Panpel Arema, Abdul Haris memastikan akan ada pemeriksaan aplikasi Peduli Lindungi di tiap pintu masuk tribune Stadion Kanjuruhan.

Aplikasi Peduli Lindungi biasa dipakai sebagai media pengecekan vaksinasi yang sudah dijalani oleh si pemilik akun. Panpel Arema akan menempatkan sejumlah petugas untuk mengeceknya di tiap pintu masuk.

Para petugas itu berasal dari Satgas Covid-19 Malang Raya yang bekerja sama dengan Panpel Arema. Merekalah yang memastikan setiap Aremania yang masuk sudah menjalani vaksinasi booster, kecuali yang berusia 17 tahun atau di bawahnya.

“Kami sudah bekerja sama dengan Satgas Covid-19 untuk scan aplikasi Peduli Lindungi. Kami juga siapkan petugas untuk pemeriksaan di tiap-tiap pintu masuk, jumlahnya menyesuaikan kebutuhan,” kata Haris.

Pemeriksaan Aplikasi Peduli Lindungi Sebagai Simulasi Liga 1 2022-2023

Abdul Haris menyebut, penerapan SOP anyar pemeriksaan aplikasi Peduli Lindungi dalam laga uji coba ini semata-mata demi kebaikan bersama. Menurutnya, hal ini juga merupakan simulasi untuk Liga 1 2022-2023 mendatang.

Harapannya, jika diterapkan di kompetisi resmi nanti, aturan harus vaksin booster ini Aremania tidak kaget. Diterapkan sejak pramusim tujuannya agar pendukung Arema terbiasa.

“Ini juga bagian dari langkah kami dalam mensosialisasikan regulasi kompetisi nanti terhadap suporter. Makanya, sejak jauh-jauh hari perlu kita lakukan simulasi,” pungkas mantan Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan tersebut.

Sebelum datang ke Stadion Kanjuruhan, Abdul Haris meminta Aremania yang sudah divaksin booster sudah memegang tiket. BACA: Panpel Arema tak akan menjual tiket laga uji coba Arema vs PSIS Semarang di loket Stadion Kanjuruhan.

Eduardo Almeida Senyum Ditanya Arema Masih Tampil Bertahan atau Lebih Menyerang

Eduardo Almeida merespons saat ditanya Arema masih tampil bertahan atau lebih menyerang di Liga 1 2022-2023 nanti. Pelatih Arema itu menjawabnya sambil tersenyum.

Musim lalu, Arema di tangan Almeida cenderung tampil dominan bertahan. Terbukti, pertahanan skuad Singo Edan terbilang solid, hanya kebobolan 25 gol, paling sedikit kedua di antara klub peserta lainnya.

Namun, cara bermain itu menuai kritikan Aremania yang kebanyakan menginkan tim kebanggaannya tampil lebih atraktif dan offensif. Itu wajar, mengingat penampilan bertahan ala Almeida, terutama saat sudah unggul, berisiko kebobolan tinggi jika membiarkan lawan terus menyerang.

“Saya sangat menantikan pertanyaan seperti ini. Apakah kami akan tampil bertahan atau lebih menyerang, kita lihat saja nanti,” kata Almeida.

Arema Masih Tampil Bertahan atau Lebih Menyerang, Tergantung Materi Pemain

Eduardo Almeida menyebutkan, cara bermain Arema yang akan bertahan atau lebih menyerang bukan semata-mata karena taktik pelatih. Menurutnya, ada banyak hal yang memengaruhi situasi di lapangan.

Salah satunya adalah materi pemain yang dimiliki Arema. Bisa jadi, musim lalu, komposisi pemain Arema didominasi oleh para pemain dengan naluri lebih bertahan.

“Saya rasa cara bermain (bertahan atau menyerang) tim itu bukan cuma tergantung dari pelatih, tapi juga berdasarkan pemain yang kami punya. Kalau sekarang kami punya pemain-pemain baru, mungkin kami bisa saja menampilkan sesuatu yang baru musim ini,” tandasnya.

Cara bermain Arema di musim yang baru ini bisa saja tampak dari skema bermain yang dipasang di laga uji coba melawan PSIS Semarang. BACA: Eduardo Almeida tidak memprioritaskan kemenangan di laga uji coba melawan PSIS Semarang.

Lampu Stadion Kanjuruhan Standar AFC (Lagi)

Lampu Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang sekarang sudah standar AFC lagi jelang Liga 1 2022-2023. Hal itu tak lepas dari penambahan daya pencahayaan dengan mengganti lampu-lampu yang mati baru-baru ini.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris menyebut ini menjadi salah satu langkah strategis pihaknya bekerja sama dengan UPTD Stadion Kanjuruhan. Hasil perbaikan itu akan dipantau pertama kalinya di laga uji coba Arema vs PSIS Semarang, Minggu (22/5/2022), pukul 19.00 WIB.

Menurutnya, daya pencahayaan lampu stadion standar AFC minimal 1.200 lux. Beberapa tahun lalu saat Arema berlaga di AFC Cup 2014, daya pancar lampu stadion ini sudah mencapai 1.395 lux.

“Itu kan sudah lama, hampir 10 tahunan, makanya ada beberapa lampu yang menurun daya pancarnya. Makanya ini baru saja kami ganti semua lampu yang mati. Mudah-mudahan sekarang mempunyai daya pancar yang maksimal,” kata Haris.

Lampu Stadion Kanjuruhan Sekarang 1250 Lux

Abdul Haris menyebut, saat ini daya pancar lampu di Stadion Kanjuruhan mencapai 1.250 lux. Angka ini telah melebihi standar minimal yang ditetapkan AFC.

Selain agar lebih terang, Haris berharap perbaikan daya pancar lampu ini bisa memaksimalkan kerja awak media yang meliput, terutama ketika siaran langsung. Jika lapangan lebih terang, maka hasil visualnya di layar kaca lebih maksimal.

“Sekarang 1.250 lux. Harapannya pencahayaan saat pertandingan bisa sesuai dengan kebutuhan televisi atau media yang meliput,” imbuh mantan Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan ini.

Panpel Arema Juga Menyiapkan Fasilitas Lainnya

Abdul Haris menambahkan, selain lampu, fasilitas Stadion Kanjuruhan lainnya juga disiapkan Panpel Arema. Hal itu demi mendukung kelancaran laga kandang yang dilakoni skuad Singo Edan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola stadion. Mulai soal lapangan, rumput, ruang ganti pemain, wasit, dan semuanya sudah kami siapkan,” tandasnya.

Panpel Arema mencetak 30 ribu lembat tiket gelang untuk laga uji coba melawan PSIS Semarang. BACA: Panpel Arema tidak melayani pembelian tiket Arema vs PSIS Semarang di loket Stadion Kanjuruhan.

Tanpa Carlos Fortes, PSIS Semarang Boyong 23 Pemain ke Malang

Tim pelatih PSIS Semarang boyong 23 pemain ke Malang untuk beruji coba dengan Arema. Dalam rombongan tidak ada mantan penyerang Arema, Carlos Fortes yang kini membela tim Mahesa Jenar.

Kabarnya, Fortes belum bergabung dengan skuad PSIS yang juga baru menggelar sesi latihan seminggu terakhir. Pemain berusia 27 tahun itu masih berada di kampung halamannya, Portugal menikmati libur kompetisi.

Selain Fortes, tak ada nama penyerang sayap asal Jepang, Taisei Marukawa. Dua pemain asing PSIS lainnya, Alie Sesay (Sierra Leone), dan Jonathan Cantillana (Chile) juga belum gabung latihan.

Rombongan PSIS yang juga belum punya pelatih kepala bakal bertolak ke Malang pada Sabtu (21/5/2022) sore. Tanpa uji coba lapangan venue pertandingan, mereka akan langsung tampil di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (22/5/2022), pukul 19.00 WIB.

PSIS Semarang Boyong 23 Pemain ke Malang, Ini Daftar Pemainnya

Redondo
Fajar Setya
Taufik
Dalley Akbar
Rio
Aqsha
Syiha
Wahyu Prast
Riyan
Fredyan
Eka Febri
Guntur Triaji
Damas
Ridho
Reza Irfana
Jorry
Oktafianus
Andreas Ado
Hari Nur
Farrel Arya
Bahril
Komaruddin
Edo

Kepergian Carlos Fortes dari Arema ke PSIS Semarang sempat menimbulkan polemik. BACA: Begini kronologi hengkangnya Carlos Fortes dari Arema ke PSIS Semarang.

Eduardo Almeida Tak Sabar Menanti Aremania Birukan Stadion Kanjuruhan

Aremanita (c) MELDA

Pelatih Eduardo Almeida tak sabar menanti Aremania birukan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Atmosfer kemeriahan itu bakal tersaji saat laga uji coba Arema vs PSIS Semarang, Minggu (22/5/2022), pukul 19.00 WIB.

Tercatat, Aremania terakhir kali hadir di Stadion Kanjuruhan di laga kandang pertama Liga 1 2020 (8/3/2020). Saat itu Arema menelan kekalahan 1-2 dari Persib Bandung sebelum akhirnya kompetisi vakum lalu dibubarkan karena pandemi covid-19.

Praktis, sudah lebih dari dua tahun Arema tak bermain di bawah dukungan langsung Aremania di tribune stadion. Pasalnya, semua laga Liga 1 2021-2022 lalu digelar terpusat dan tanpa dihadiri penonton.

“Laga uji coba ini penting bagi suporter, karena mereka bisa kembali ada di stadion. Ini bagus untuk pemain, pelatih, dan untuk suporter sendiri. Sebab, sudah dua tahun tidak ada kontak antara pemain dan fans di stadion,” kata Almeida.

Aremania Birukan Stadion Kanjuruhan dan Bisa Menilai Permainan Arema

Eduardo Almeida menyadari kerinduan Aremania melihat skuad Arema berlaga secara langsung di lapangan. Menurutnya, mereka pun bisa menilai bagaimana permainan Arema dengan pemain-pemain anyarnya.

Untuk Liga 1 2022-2023 mendatang, Arema setidaknya sudah mendatangkan sembilan pemain baru. Mereka dipastikan bakal ditampilkan di laga uji coba melawan PSIS Semarang.

“Yang terpenting suporter bisa melihat pemain tim ini, dan pemain bisa mencoba melakukan yang terbaik, seperti yang selalu kami lakukan. Kami akan menampilkan pertunjukan yang bagus,” imbuh pelatih asal Portugal itu.

Hasil Akhir Bukan Prioritas Utama

Eduardo Almeida tahu bahwa kemenangan di kandang sendiri akan membuat Aremania senang. Namun, baginya hasil akhir laga ini bukanlah prioritas utama.

“Yang terpenting dari laga uji coba ini bukan sepenuhnya skor akhir, tapi saya pikir lebih dari itu kami bisa mempraktikkan kembali sebuah kebersamaan antara pemain dan suporter. Ini yang disebut harmoni,” pungkasnya.

Asisten Pelatih Arema, Kuncoro sempat menyebut kemenangan atas PSIS Semarang sebagai target Arema di laga uji coba ini. BACA: Kuncoro tahu Aremania pasti akan merasa malu jika Arema menderita kekalahan di kandang sendiri, sekalipun cuma laga uji coba.

Joao Paulo Tak Butuh Latihan Fisik Khusus untuk Pemain Arema

Joao Paulo Urbano Moreira mengaku tak butuh latihan fisik khusus untuk pemain Arema di masa pramusim. Pelatih fisik Arema itu memang menyebut latihan fisik penting di masa pramusim, tapi bisa dilakukan secara normal.

Sejak memberikan materi latihan fisik dalam sesi latihan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (19/5/2022) lalu, Paulo sudah mengamati kondisi fisik pemain Arema. Menurutnya, ada sebagian pemain yang sudah bagus, dan sebagian lagi butuh peningkatan segera.

Namun, rencananya, sesi latihan fisik tidak akan dilakukannya secara terpisah dari rangkaian jadwal latihan rutin yang sudah disusun. Terkecuali untuk latihan gym di pusat kebugaran yang digelar satu kali dalam seminggu.

“Tidak ada menu spesial untuk latihan fisik ini, pemain cuma butuh latihan dengan normal, dengan intensitas normal, dan serius membentuk level kondisi fisik terbaik,” kata Paulo.

Tak Ada Latihan Fisik Khusus untuk Pemain Arema Tak Masalah

Joao Paulo menyebut tak masalah meski tak ada sesi latihan fisik khusus yang digelar untuk para pemain Arema. Jika para pemain serius dan bersungguh-sungguh melakukannya dalam sesi latihan normal, maka itu sudah lebih dari cukup.

Jika pemain tidak serius melakukan materi latihan fisik yang diberikan dalam sesi latihan normal, maka mereka harus bersiap merasakan kerugiannya. Jika tujuan level kondisi yang ditargetkan tidak tercapai di pramusim, maka hal itu akan berpengaruh terhadap performa pemain di kompetisi nanti.

“Saya pikir tidak butuh latihan fisik terpisah, prosesnya normal saja dalam sesi latihan rutin sudah cukup. Asal pemain bisa belajar dari materi yang diberikan, maka hasilnya bisa dilihat dari level kondisi fisik pemain di kompetisi,” imbuhnya.

Pengalaman Pertama di Indonesia

Bekerja di Indonesia sebagai pelatih fisik menjadi pengalaman pertama Joao Paulo. Namun, pelatih berusia 35 tahun itu mengaku sudah pernah menjadi pelatih fisik di negara Asia sebelumnya.

“Ini pertama kalinya saya di Indonesia, tapi bukan yang pertama kali di Asia. Tapi maaf, saya belum tahu banyak tentang Arema sebelumnya. Saya hanya tahu ini klub besar di Indonesia, yang selalu mencoba melakukan yang terbaik untuk kemenangan,” tandasnya.

Joao Paulo sudah punya rencana dan program latihan saat ditunjuk menjadi pelatih fisik Arema. BACA: Dengan target meningkatkan level kondisi fisik pemain Arema, begini rencana Joao Paulo.

Tak Masalah Pemain Arema Beruji Coba dengan Kondisi Belum 100 Persen

Arema akan menjalani laga uji coba melawan PSIS Semarang, Minggu (22/5/2022). Dokter Tim Nanang Tri Wahyudi menyebut tak masalah pemain Arema beruji coba dengan kondisi fisik yang belum 100 persen.

Laga uji coba ini akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Rencananya, laga akan dimulai pukul 19.00 WIB.

Pada sesi latihan perdana Selasa (10/5/2022) lalu dokter Nanang sempat menilai para penggawa Singo Edan butuh adaptasi latiha selama satu sampai dua pekan. Artinya, menggelar laga uji coba di akhir pekan ketiga latihan ini sudah cukup ideal.

“Tidak masalah beruji coba, tentu pemain menjalani laga uji coba dengan kondisi fisik saat itu. Pelatih kan juga pengen tahu perkembangan hasil dari latihan,” kata dokter Nanang.

Pesan Dokter Nanang Saat Pemain Arema Beruji Coba Lawan PSIS Semarang

Ada pesan khusus yang disampaikan dokter Nanang untuk para pemain Arema yang akan diturunkan dalam laga uji coba melawan PSIS Semarang. Menurutnya, para pemain harus bisa meminimalisir potensi cedera.

Dokter kelahiran Magetan, 27 September 1978 ini tak menampik risiko cedera selalu mengintai pemain Arema. Bukan cuma saat beruji coba, bahkan juga dalam sesi latihan sekalipun.

“Pesan saya sih yang terpenting jangan sampai cedera. Tiap hari saat latihan kan juga ada latihan teknik, game internal, risiko cederanya sama saat uji coba,” pungkasnya.

Pelatih Arema, Eduardo Almeida angkat bicara soal laga uji coba melawan PSIS Semarang. BACA: Eduardo Almeida menilai laga uji coba melawan PSIS Semarang ini sebagai bagian dari persiapan timnya untuk Liga 1 2022-2023.

Eduardo Almeida Selalu Minta Pemain Arema Tampil Agresif

Ada hal positif yang terjadi dalam situasi latihan Arema sejak dipegang Eduardo Almeida. Sang pelatih meminta para pemain Arema tampil agresif, terutama saat merebut bola dari kaki lawan.

Asisten Pelatih Kuncoro menyebut, tiap pelatih kepala yang pernah melatih Arema punya ciri khas masing-masing saat memimpin sesi latihan. Begitu pula ketika Almeida mulai melatih Arema sejak Liga 1 2021-2022 lalu.

Menurutnya, agresivitas dalam bermain menjadi ciri khas permainan khas Almeida. Para penggawa Singo Edan tampak lebih fight, terutama saat kehilangan bola.

“Kalau saya lihat, agresivitas pemain Arema paling bagus di era Almeida ini, bagaimana cara merebut bola misalnya. Kalau pemain kendor, dia pasti marah-marah,” kata Kuncoro.

Pemain Arema Tampil Agresif Sejak dalam Sesi Latihan

Kuncoro menambahkan, agresivitas itu harus ditunjukkan pemain Arema sejak dalam sesi latihan. Sebab, hal itu nantinya akan terbawa ke pertandingan yang sesungguhnya.

Dalam sesi latihan Arema kerap menggelar small game yang melibatkan dua tim. Para pemain Arema melakoni small game mulai dari lapangan ukuran kecil hingga lapangan ukuran penuh.

“Small game dimanfaatkan agar nanti pemain terbawa ke pertandingan sesungguhnya. Itulah salah satu tujuannya berlatih,” pungkasnya.

Ada satu prinsip juga yang tak akan diubah Eduardo Almeida saat kembali ditunjuk menjadi pelatih Arema. BACA: Inilah prinsip Eduardo Almeida yang tak akan diubahnya di Arema yang dibocorkan oleh Kuncoro.

Loket Stadion Kanjuruhan Tidak Menjual Tiket di Hari H Pertandingan

Aremania yang ingin nonton laga uji coba Arema vs PSIS Semarang, Minggu (22/5/2022) malam bisa membeli tiket maksimal H-1. Sebab, Loket Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tidak menjual tiket di hari H pertandingan.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris menyebut, pihaknya mencetak 30 ribu lembar tiket gelang, atau 2/3 dari kapasitas stadion. Tersedia tiga kategori tiket untuk Aremania, mulai dari ekonomi seharga Rp40 ribu, VIP Rp100 ribu, dan VVIP Rp150 ribu.

Untuk membeli tiket laga Arema vs PSIS ini, Aremania diimbau sudah menjalani vaksinasi booster, kecuali yang berusia 17 tahun ke bawah. Gerai vaksinasi di Stadion Kanjuruhan masih dibuka hingga Minggu pagi.

“Tiket sudah kami alokasikan ke semua ticket box. Jadi, di hari H nanti kami sudah tidak membuka penjualan tiket di loket Stadion Kanjuruhan. Nawak-nawak Aremania datang ke stadion sudah bawa tiket dan dipastikan sudah vaksin booster,” kata Haris.

Tak Ada Tiket di Hari H Pertandingan, Segera Pesan Tiket Sekarang Juga

Karena tak ada tiket yang dijual di loket Stadion Kanjuruhan di hari H pertandingan, Abdul Haris mengimbau Aremania untuk segera mendapatkannya. Mereka bisa membeli di ticket box di Kandang Singa, Stadion Kanjuruhan, korwil, dan komunitas.

Total 10 ribu tiket dialokasikan untuk ticket box di kantor Arema Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang. Sebanyak 3000 tiket untuk loket Stadion Kanjuruhan, 400 tiket untuk pendukung PSIS, 1000-an tiket sudah dipesan Aremania luar kota, dan sisanya dijual di ticket box korwil dan komunitas.

“Kalau tidak mau kehabisan tiket ya pesan tiketnya sesegera mungkin, agar di hari H sudah tidak bingung cari tiket,” pungkasnya.

Ada Aremania dari sejumlah daerah di luar Malang yang sudah memastikan diri hadir. BACA: Inilah Aremania luar Malang yang memastikan diri hadir di laga uji coba Arema vs PSIS Semarang.

Eduardo Almeida Ingin Robert Lewandowski ke Arema

Bukan kompatriotnya, Cristiano Ronaldo, sosok striker asing yang ingin didatangkan Eduardo Almeida memperkuat Arema untuk Liga 1 2022-2023. Pelatih asal Portugal itu ingin Robert Lewandowski ke Arema.

Skuad Singo Edan saat ini memang masih menyisakan satu slot kosong untuk pemain asing. Rencananya, slot itu akan diisi dengan pemain asing berposisi penyerang.

Namun, keinginan Almeida itu seakan mustahil terlaksana. Sekalipun Arema didukung finansial yang bagus, bukan perkara mudah untuk mendatangkan seorang pemain berlabel bintang Timnas Polandia itu.

“Saya menginginkan Lewandowski ke sini, tapi sepertinya dia tidak mungkin bisa,” kata Almeida.

Jika Bukan Robert Lewandowski ke Arema, Lalu Siapa Striker Asingnya?

Awak media berupaya mengorek informasi mengenai striker asing yang bakal didatangkan Eduardo Almeida ke Arema musim ini. Namun, pelatih berusia 45 tahun itu malah berteka teki.

Almeida berusaha menyembunyikan nama penyerang asing yang bakal gabung Arema. Ketidak didesak, eks pelatih Semen Padang itu meminta wartawan bersabar.

“Siapa namanya? Saya tidak tahu, karena dia belum datang ke sini. Nanti kita akan sama-sama tahu jika dia sudah datang,” tandasnya.

Sebelumnya, beredar kabar jika Arema lebih tertarik mendatangkan penyerang asing yang sama sekali belum pernah bermain di Indonesia. BACA: Inilah keuntungannya jika Arema merekrut striker anyar yang belum pernah bermain di Indonesia.

TRENDING MINGGU INI