blog

Hingga Akhir Musim 2019, Arema Sudah Cetak 1182 Gol

0

Liga 1 2019 musim lalu menjadi partisipasi Arema yang ke-30 di kompetisi sepak bola Indonesia sejak didirikan pada 11 Agustus 1987. Ternyata, selama itu Arema sudah cetak 1182 gol ke gawang tim lawan dalam 869 pertandingan.

Indonesia Super League (ISL) 2013 menjadi pencapaian terbaik Arema dalam urusan banyak-banyakan mencetak gol. Di bawah asuhan pelatih lokal, Rahmad Darmawan, skuad Singo Edan yang dijuluki Los Galacticos Indonesia karena dihuni para pemain bintang, mampu melesakkan 70 gol semusim.

Jika dalam satu musim itu terdapat 34 pertandingan, maka setiap pertandingan Arema mampu menjebol gawang tim lawan dua kali. Rata-rata itu lebih baik ketimbang rata-rata gol Arema sepanjang 30 musim yang cuma 1,36 gol per pertandingan.

Arema Sudah Cetak Rekor Gol Tersedikit Semusim

Gol tersedikit selama semusim yang dicetak Arema terjadi di kompetisi Liga Indonesia 1998-1999. Catatan itu di luar dua kali kompetisi yang dibubarkan, yaitu Ligina 1997-1998 dan QNB League 2015.

Pada Ligina 1997-1998 yang dihentikan karena krisis moneter yang melanda Indonesia, Arema mampu mecetak sembilan gol dalam 14 pertandingan. Sementara, di QNB League 2015 yang dibubarkan karena PSSI dibekukan Kemenpora, Arema menceploskan lima gol dari dua pertandingan.

Arema cuma bisa menjebol gawang lawan 10 kali saja dalam 10 pertandingan di Ligina 1998-1999. Namun, rata-rata satu gol dalam satu pertandingan itu masih lebih baik dari catatan di musim tersibuk Arema, Ligina 2003, di mana dalam 38 pertandingan cuma mampu mencetak 37 gol (0,97 gol per pertandingan).

Catatan Gol Terbanyak Arema dalam Satu Pertandingan

Jumlah gol terbanyak Arema dalam satu pertandingan adalah delapan gol. Skuad Singo Edan pernah melakukannya dua kali di musim yang berbeda.

Pertama tercipta di laga kandang, saat Arema menghancurkan Bontang FC 8-0 di laga pamungkas ISL 2010-2011 (19/6/2011). Mereka mengulanginya, kali ini di kandang Persijap Jepara di ISL 2014 (5/9/2014) yanng dikalahkan Arema dengan skor sama.

Liga 1 2020 Dilanjutkan 1 Oktober, Arema Segera Bersiap

Manajemen Arema bersyukur PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang memutuskan Liga 1 2020 dilanjutkan 1 Oktober mendatang. Keputusan itu membuat mereka semakin mantap untuk segera bersiap.

Sebelumnya, menindaklanjuti keputusan PSSI yang memutar lagi Liga 1 2020 pada Oktober, PT LIB sebagai operator berancang-ancang menggelarnya pada 1 Oktober. Semua pertandingan rencananya akan dipusatkan di Pulau Jawa dan tanpa penonton.

Sebagai tindak lanjut, Jumat (17/7/2020) bakal digelar manager meeting secara virtual dengan seluruh manajer peserta Liga 1 2020. Selain itu, bakal digelar pula workshop medical dan match organization.

“Alhamdulillah, kami segera bersiap. Minggu ketiga Juli, Arema akan latihan perdana. Sebelum latihan kita akan clearkan terkait rekontrak dengan komponen tim,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji kepada WEAREMANIA.

Liga 1 2020 Dilanjutkan 1 Oktober, Arema Segera Latihan

Sudarmaji menegaskan, rencananya Arema bakal menggelar sesi latihan perdana pada Senin (20/7/2020) mendatang. Sesi latihan perdana usai libur panjang ini bakal digelar secara tertutup sebagai salah satu bentuk protokol kesehatan.

Selain itu, Jumat (17/7/2020), para penggawa Singo Edan bakal menjalani rapid test untuk memastikan kondisi mereka aman dari paparan covid-19. Harapannya tak ada komponen tim yang terpapar.

“Protokol kesehatan juga harus diprioritaskan, kami patuh pada negara. Regulasinya sudah mengatur semua klub. Kami juga akan menunggu arahan teknisnya dari PT LIB, termasuk regulasi yang mengatur protokol kesehatan,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Ulang Tahun, Charis Yulianto Ingin Arema Kembali Disegani

Charis Yulianto ingin Arema kembali disegani dan berprestasi. Hal ini diungkapkan Asisten Pelatih Arema itu saat usianya genap 42 tahun hari ini (11/7/2020).

Pelatih yang lahir di Blitar, 11 Juli 1978 itu mengaku tak bisa lepas dari Arema, klub yang membesarkannya. Sebab, Charis memulai dan mengakhiri karier sebagai pesepak bola profesionalnya di skuad Singo Edan.

Awal karier sebagai pemain profesional memang dimulainya di Arema sepulang dari berguru di Italia bersama Timnas Indonesia dalam program PSSI Bareti. Charis pun mengakhirinya di Arema, sebelum akhirnya mengambil lisensi kepelatihan dan kembali ke Malang sebagai asisten pelatih di Liga 1 2020.

“Saya memulai dan mengakhiri sebagai pemain di Arema. Sekarang saya sudah kembali bersama Arema dengan status yang berbeda. Tentunya, mimpi saya ingin bertahan dan membawa Arema kembali disegani tim-tim lawan,” kata Charis kepada WEAREMANIA.

Charis Yulianto Ingin Mengingat Masa Awal Gabung Arema

Charis Yulianto mengingat masa awal gabung Arema sebagai pemain profesional pada usia 19 tahun di musim 1997-1998 hingga 2001. Setelah merantau ke sejumlah tim, seperti PSM Makassar, Persija Jakarta, Persib Bandung, Selangor FA, Sriwijaya FC, dan Persela Lamongan, pada musim 2011-2012, Charis ‘pulang kampung’ ke Arema.

Menurutnya, kariernya di Arema tak lepas dari campur tangan Abah Suroso Mangunsubroto dan mendiang Ali Alfandi sebagai pemilik klub KSI (Kedawung Setia Indonesia), klub internal Persebaya Surabaya. Keduanya sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri.

“Merekalah yang selalu mengarahkan saya untuk menjadi orang yang baik dan sukses. Pertama kali masuk Arema pun beliau berdua yang mengarahkan saya. Selepas berguru di Italia selama satu tahun saya sempat kembali berlatih bersama KSI di Surabaya dan tidak berselang lama saya diarahkan bergabung Arema,” imbuhnya.

Harapan Charis Yulianto di Hari Spesialnya

Kembali ke Arema sebagai asisten pelatih menurut Charis Yulianto seperti sebuah mimpi yang terwujud menjadi nyata. Setidaknya, baginya inilah jalan untuk mencapai impian besarnya bersama Arema.

“Harapan saya di hari spesial ini menjadi orang yang lebih baik dari kemarin, selalu membahagiakan keluarga. Harus tetap kuat dan tegar. Saya tidak akan pernah lelah untuk berjuang dan ingin membawa Arema berprestasi,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Belum Sepakat Rekontrak, Pemain Arema Boleh Absen Latihan

Penggawa Arema dijadwalkan bakal teken rekontrak dengan penyesuaian nominal gaji bersamaan dengan rapid test di Kandang Singa, sebutan kantor klub, Jumat (17/7/2020) siang. Para pemain Arema boleh absen latihan perdana yang digelar Senin (20/7/2020) jika belum sepakat dengan rekontrak tersebut.

Bocorannya, ada adendum tambahan yang disodorkan oleh General Manager Arema, Ruddy Widodo yang bunyinya tak jauh berbeda dari isi Surat Keputusan PSSI. Dua surat itu mengatur mengenai besaran gaji pelatih dan pemain untuk lanjutan Liga 1 2020.

Untuk gaji bulan Juli-Agustus, klub dipersilakan bernegosiasi mengenai nilai kontrak dengan batasan maksimal nilainya 25% dari gaji normal. Sementara, mulai H-1 bulan sebelum kompetisi digelar kembali Oktober, gaji mereka maksimal sebesar 50% hingga kompetisi berakhir.

“Kalau mereka belum sepakat dengan kedua poin itu tidak masalah, tapi status mereka pending di mata FIFA. Mereka yang ikut latihan tim Senin (20/7/2020) nanti itu dipastikan sudah teken rekontrak,” kata Ruddy.

Pemain Arema Boleh Absen Latihan, Tapi Jangan Menggampangkan

Ruddy Widodo berpesan pada pelatih dan pemain Arema untuk tidak menggampangkan rekontrak ini. Segera bersepakat dengan meneken kontrak bisa dibilang pilihan terbaik di tengah situasi yang sulit dalam masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Sebab, dalam status pending di mata FIFA, pelatih maupun pemain kabarnya bisa kehilangan pekerjaannya musim ini. Saat kompetisi dimulai kembali, mereka tak bisa bermain di Arema, maupun klub lainnya.

“Mereka boleh tidak ikut latihan dulu, tapi kami akan berikan tenggat waktu. Lalu, kami kembalikan kepada pelatih, kapan si pemain itu harus datang menemui tim pelatih. Kalau tidak sepakat sebaiknya dari awal bilang tidak,” imbuhnya.

Berharap Semua Bisa Menekan Ego Masing-masing

Ruddy Widodo berharap, semua bisa menekan ego masing-masing mengenai rekontrak dengan nominal gaji yang ditentukan ini. Kalau mencari siapa yang rugi, manajer berkaca mata itu menyebut semua pihak dirugikan, termasuk klub.

“Dalam keadaan seperti ini semua harus berkorban. Kalau bicara siapa yang rugi, tentu semua dirugikan, klub harus membayar pelatih, pemain, karyawan di tengah pemasukan yang tidak ada,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

RESMI: Liga 1 2020 Lanjut 1 Oktober

0

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah memutuskan, Liga 1 2020 lanjut 1 Oktober mendatang. Keputusan itu dituangkan dalam Surat Keputusan bernomor 244/LIB-COR/VII/2020, Jumat (10/7/2020).

Surat Keputusan PT LIB itu dikeluarkan untuk merespons Surat Keputusan PSSI bernomor SKEP/053/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaaan Luar Biasa Tahun 2020 (27/6/2020). Surat itu juga hasil dari rapat koordinasi antara PSSI dan LIB (9/7/2020) lalu.

Sebelumnya, PSSI sudah memutuskan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 harus dilanjutkan pada Oktober 2020. Selain itu, mereka juga membuat payung hukum terkait penggajian pelatih dan pemain klub peserta bulan Juli-Agustus, dan selama loga berjalan.

Setidaknya ada tujuh poin keputusan penting yang dikeluarkan PT LIB dalam surat terbaru mereka. Antara lain mengenai kapan kick-off Liga 1 2020 akan dilanjutkan kembali, status penonton, sentralisasi di Pulau Jawa, kofirmasi home base klub, dan sejumlah persiapan lanjutan lainnya.

Berikut Keputusan PT LIB Selain Liga 1 2020 Lanjut 1 Oktober

  1. Bahwa pelaksanaan lanjutan kompetisi Liga 1 2020 dimulai pada tanggal 1 Oktober 2020-28 Februari 2021 dengan title “Extraodinary Competition”; dengan catatan bahwa jadwal tersebut akan mengikuti situasi perkembangan pandemic Covid-19;
  2. Seluruh pertandingan dilaksanakan tanpa penonton;
  3. Bahwa sistem kompetisi sifatnya melanjutkan mulai dari match week 4 dengan format kompetisi double round robin;
  4. Seluruh pertandingan akan dilaksanakan di Pulau Jawa sehingga klub dari luar Pulau Jawa akan ber-homebase di Jawa, khususnya di DI Yogyakarta dan sekitarnya;
  5. Bahwa LIB selanjutnya akan melaksanakan agenda persiapan pre-competition, di antaranya ialah:
    a. Workshop Medical dan Match Organization;
    b. Manager Meeting Klub Liga 1 2020;
    *Seluruh waktu dan tempat acara akan diinformasikan lebih lanjut;
  6. LIB menyampaikan permintaan konfirmasi penggunaan homebase/stadion yang akan digunakan oleh masing-masing Klub dalam pelaksanaan lanjutan kompetisi Liga 1 2020 (form terlampir). Adapun kepada seluruh klub mohon untuk dapat menyampaikan kembali kepada LIB selambat-lambatnya pada tanggal 15 Juli 2020 melalui email LIB: admin@ligaindonesiabaru.com/kompetisi@ligaindonesiabaru.com;
  7. LIB akan melakukan meeting dengan seluruh manajer klub peserta Liga 1 2020, Jum’at (17/7/2020) melalui Virtual Meeting.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Si Penyihir dengan 3 Trofi Juara Itu Joao Carlos

Arema pernah punya pemain berjuluk si Penyihir bernama Joao Carlos karena kemampuan olah bolanya. Gelandang serang yang hari ini (10/7/2020) genap berusia 45 tahun itu tercatat tiga kali memberikan trofi juara untuk Arema.

Pemain yang lahir di Niteroi, Brasil, 10 Juli 1975 itu mulai bergabung bersama Arema di musim 2004 bersama tiga pemain Samba lainnya, yakni Claudio de Jesus, Junior Lima, dan Rivaldo Costa. Mereka tercatat sebagai generasi pertama pemain Brasil di skuad Singo Edan.

Pada musim pertamanya, Carlos mampu membawa Arema menjuarai Divisi I Liga Pertamina 2004. Trofi pertamanya itu semakin lengkap setelah Arema promosi kembali ke kasta tertinggi Divisi Utama di musim berikutnya.

Musim berikutnya, pemain bernama lengkap Joao Carlos Quintao dos Santos itu meraih gelar juara Copa Indonesia 2005 bersama Arema. Secara berturut-turut di tahun berikutnya pun Carlos dan Arema meraih trofi juara Copa Indonesia 2006.

7 Gol Joao Carlos untuk Arema

Selama tiga setengah musim memperkuat Arema hingga putaran pertama Liga Indonesia 2007-2008, Joao Carlos tercatat selalu mencetak gol di tiap musimnya, kecuali musim terakhir. Total tujuh gol dilesakkannya ke gawang lawan saat mengenakan jersey bernomor punggung 22.

Gol pertamanya dicetak di pekan kedua Divisi I Liga Pertamina 2004 (18/2/2004). Dua gol dibuatnya ke gawang Persibom Bolaang Mongondow saat Arema pesta gol 4-0, tepatnya di menit 44 dan 46.

Enam gol dibuat Carlos di liga, dengan rincian tiga gol di musim 2004, dua gol di musim 2005, dan satu gol di musim 2006 (putaran pertama musim 2007-2008 tak mencetak gol). Satu gol lagi dibuatnya di ajang Copa Indonesia 2005.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Arema Jalani Latihan Tertutup, Aremania di Rumah Saja

Rencananya, pemain Arema jalani latihan tertutup pada awal pekan depan. Aremania diimbau untuk di rumah saja, tidak datang menonton latihan itu.

Latihan pascalibur panjang itu kabarnya bakal digelar mulai Senin (20/7/2020). Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dipilih sebagai opsi, meski Hendro Siswanto dan kawan-kawan belum dipastikan bakal berlatih di sana.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menjelaskan, latihan secara tertutup ini sudah menjadi keputusan bersama. Tim pelatih dan pemain Arema pun sudah menyetujuinya.

“Kami akan mulai menggelar latihan pada Senin (20/7/2020) sore. Latihannya akan digelar secara tertutup. Kami akan mencari lapangan yang memungkinkan tidak semua orang bisa masuk, seperti di Stadion Kanjuruhan misalnya. Setibanya di stadion, semua akses masuk lapangan ditutup,” kata Ruddy.

Aremania di Rumah Saja, Tak Ada Sesi Foto atau Wawancara

Aremania diimbau agar tetap di rumah saja, tak perlu hadir dalam sesi latihan Arema, karena tak ada sesi foto dengan tim. Ruddy menjelaskan, pihaknya juga meniadakan sesi wawancara seperti yang biasa dilakukan bersama wartawan.

Usai menjalani latihan, pelatih dan pemain Arema bakal langsung berganti pakaian dan bersiap pulang. Jika biasanya mereka bisa melayani sesi foto atau tanda tangan dari Aremania yang ikut menonton latihan, di tengah pandemi kali ini kegiatan itu ditiadakan.

“Wartawan juga akan dibatasi aksesnya bertemu dengan pelatih atau pemain. Tak ada sesi wawancara setelah latihan seperti biasanya. Wawancara bakal dijadwalkan khusus. Mungkin satu minggu satu-dua kali,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Kiper Muda Arema Cetak Gol di Charity Game

Kiper muda Arema, Andryas Francisco mencetak gol di laga Charity Game Tribute to Coach Bastian di Lapangan Mulyorejo, Kota Malang, Kamis (9/7/2020) sore. Sayang, tim alumni Akademi Arema gagal dibawanya menang.

Pada pertandingan pertama, tim pelatih dan wali siswa Akademi Arema menang tipis atas tim Mulyorejo Oldiest dengan skor 4-3. Sementara, giliran tim muda Mulyorejo yang tampil, para alumni Akademi Arema harus menelan kekalahan 0-1 dari tuan rumah.

Bermain sebagai striker, pemain yang akrab disapa Ciko itu melesakkan satu-satunya gol tim alumni Akademi Arema lewat sundulan kepalanya dalam situasi tendangan pojok. Sayang, di pengujung babak pertama, kiper asal Mojokerto ini gagal menciptakan gol keduanya melalui eksekusi penalti.

“Saya sudah biasa bermain di posisi selain kiper di pertandingan persahabatan selain dengan tim Arema. Biasanya jadi bek, tapi kali ini saya jadi striker. Alhamdulillah saya cetak satu gol meskipun tim saya kalah. Lihat sendiri kan sundulan saya sudah seperti Hamka Hamzah (eks kapten Arema),” kata Ciko kepada WEAREMANIA.

Kiper Muda Arema Ingin Cetak Gol Sebagai Kiper

Gol yang dibuatnya itu menginspirasi kiper muda Arema, Andryas Francisco untuk mencetak gol lagi, tetapi sebagai kiper. Sebab, yang diketahuinya hal yang sama pernah dilakukan kiper-kiper lain, meski tak semuanya berhasil.

Seperti ketika kiper Semen Padang, Muhammad Ridwan saat melawan Arema di leg kedua babak semifinal Piala Presiden 2017. Maju ke depan gawang Arema untuk membantu mencetak gol demi membuat timnya meraih agregat yang lebih baik, gawangnya malah kebobolan oleh Cristian Gonzales di menit akhir sehingga Semen Padang gagal lolos.

“Hal yang sama pernah saya lakukan di usia 15 tahun bersama SSB Putra Bangsa. Kami main di babak semifinal turnamen internal PSSI (Askab) Mojokerto. Saat tim saya ketinggalan 0-1 di menit-menit akhir, saya maju ke depan gawang lawan atas instruksi pelatih. Sayang skor tidak berubah,” imbuhnya.

Tetap Ingin Menjadi Kiper Arema

Meski kerap moncer mencetak gol saat menempati posisi selain kiper, Andryas Francisco tetap memilih menjadi kiper Arema. Dalam hatinya sama sekali tidak ingin mengubah posisinya di level pemain profesional.

“Saya tetap ingin jadi kiper saja, tidak ada rencana ganti posisi, karena dari kecil saya sudah di posisi ini. Saya menempati posisi selain kiper cuma untuk pertandingan biasa ketika ingin mencari keringat. Ini bagus juga untuk melatih feeling ball agar tidak hilang. Selain itu, untuk melatih passing-pasing juga, karena kiper juga butuh kemampuan itu,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Putra Kedua Charis Yulianto Merintis Karier Sepak Bola

0

Putra kedua Charis Yulianto bernama Juan Raffa Yulianto merintis karier sepak bola. Cita-citanya memang mengikuti jejak sang ayah sebagai pesepak bola profesional.

Saat ini usia Juan, begitu dia akrab disapa, memang masing sepuluh tahun. Kebetulan, sekarang ini tinggal di Kabupaten Bekasi bersama sang ibu, tidak ikut ayahnya yang hijrah ke Malang untuk menjadi Asisten Pelatih Arema.

Demi mengarahkan kemauan Juan, Charis memasukkannya ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Pratama Tambelang. Menurutnya, Juan sudah dikenalkan sepak bola sejak masih berusia delapan tahun.

“Sejak berusia delapan tahun dia sudah bermain sepak bola. Yang pertama motivasi saya mengenalkan dia ke dunia sepak bola agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Kedua, haraapannya di keluarga ada penerus saya,” ungkap Charis kepada WEAREMANIA.

Putra Kedua Charis Yulianto Antusias pada Sepak Bola

Charis Yulianto menyebut Juan Raffa putranya sangat antusias saat dikenalkan pertama kali dengan dunia sepak bola. Bahkan, karier sang ayah yang cukup panjang di sepak bola Tanah Air sampai Tim Nasional Indonesia menjadi motivasi baginya.

Namun, posisi yang dipilih Juan tak sama dengan posisi Charis yang kerap menjadi stopper waktu masih aktif bermain sepak bola. Pemain kelahiran Bekasi, 22 Januari 2009 itu lebih tertarik menjadi winger.

“Menjadi pesepak bola sebenarnya kemauan anak saya sendiri. Dia sangat antusias karena termotivasi orang tuanya yang mantan pemain sepak bola nasional. Namun, dia memilih menjadi winger bukan stopper,” imbuhnya.

Charis Yulianto Serahkan Keputusan pada Putranya

Charis Yulianto mengaku tak ingin memaksa anaknya untuk benar-benar terjun sepagai pesepak bola profesional sepertinya. Keputusan itu nantinya sepenuhnya diserahkan pada Juan Raffa yang memilih sendiri.

“Saya mah terserah anaknya saja. Dia sendiri inginnya menjadi pemain sepak bola,” tegas eks stopper Timnas Indonesia itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Leonard Tupamahu, Semusim di Arema Dua Kali Runner-up

Leonard Tupamahu tercatat cuma semusim memperkuat Arema. Pemain yang hari ini (9/7/2020) genap berusia 37 tahun itu cuma mampu dua kali membawa skuad Singo Edan menempati posisi runner-up.

Pemain kelahiran Jakarta, 9 Juli 1983 ini bergabung dengan Arema di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010-2011, semusim setelah juara. Leo, sapaan akrabnya, menjadi andalan pelatih Miroslav Janu di barisan pertahanan Arema bersama stopper asing Pierre Njanka.

Jebolan Persija Jakarta ini bermain dalam 19 laga Arema (1385 menit). 16 laga di antaranya Leo menjadi starter di jantung pertahanan Arema.

Pada musim tersebut, Leo sukses menempatkan Arema di posisi kedua ISL 2010-2011, sekaligus berhak lolos bermain di ajang Liga Champions Asia 2011. Di musim tersebut, satu gol dipersembahkannya saat Arema menggasak Persiba Balikpapan 3-0 (19/1/2011).

Leonard Tupamahu Bawa Arema Jadi Runner-up Piala Indonesia 2010

Selain bermain di ISL 2010-2011, Leonard Tupamahu juga dimainkan di Piala Indonesia 2010. Di ajang tersebut, Arema kembali dibawanya menjadi runner-up.

Arema menjalani sepuluh pertandingan di turnamen satu ini dan timnya tampil nyaris sempurna. Skuad Singo Edan mampu memenangkan delapan pertandingan, tak pernah menuai hasil imbang, dan dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Dua kekalahan Arema didapat di babak perempat final leg kedua melawan Persib Bandung dan di laga final melawan Sriwijaya FC. Andai menang di partai puncak, Leo bisa saja membawa Arema juara.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.