blog

Sapri Pesbukers Meninggal, Punya Kenangan Bersama Aremania

Sapri Pesbukers Meninggal, Punya Kenangan Bersama Aremania

Kabar duka datang dari dunia entertainment, di mana Sapri Perbukers meninggal dunia, Senin (10/5/2021) petang. Komedian yang terkenal dengan pantun-pantus masak aer-nya itu punya kenangan bersama Aremania.

Meninggalnya pria yang akrab disapa Sapri Pantun itu diketahui dari tayangan Pesbukers di stasiun televisi swasta ANTV. Dalam acara tersebut, teman-teman sepekerjaannya, seperti Rafi Ahmad, Eko Patrio, Ruben Onsu, dan Vicky Prasetyo sempat mengenang masa-masa bersama Sapri di detik-detik sebelum mendiang menghembuskan napas terakhir.

Sebelumnya, sejak beberapa hari belakangan, Sapri memang dikabarkan dirawat di rumah sakit karena penyakit gula darah yang tinggi. Bahkan, sehari terakhir kabarnya sang komedian asli Betawi, Jakarta ini sempat koma.

Jenazah Sapri kabarnya akan langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Cipulir, Jakarta. Doa terbaik mengiringi kepergian sosok yang dikenal juga sebagai pendukung Persija Jakarta itu.

Sapri Pesbukers Meninggal, Pernah Pimpin Jak Mania dan Aremania di Tribune

Mendiang Sapri diketahui pernah memimpin dua kelompok suporter Persija dan Arema, Jak Mania dan Aremania di tribune stadion. Bahkan, momen tersebut terjadi dua kali, di mana videonya bisa dilihat di kanal-kanal Youtube.

Momen pertama terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta saat laga Persija vs Arema di Liga 1 2019 (3/8/2019) yang berakhir 2-2. Lalu, pada kesempatan kedua, di laga Arema vs Persija di kompetisi yang sama, giliran Sapri yang menyambangi kandang Arema, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (23/11/2019).

Pada kedua momen itu, dengan baju serba oranye, Sapri tampak berduet dengan dirigen Aremania, Yuli Sumpil di atas panggung dirigen. Keduanya tampak kompak memimpin chant-chant yang disuarakan Aremania dan Jak Mania.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Barisan Singa Muda Saat Arema Juara ISL 2009-2010, Termasuk Dendi Santoso

9 Kemenangan Tandang Arema di ISL 2009-2010
Lineup Arema (C) VAMOS

Saat menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010, Arema diperkuat barisan singa muda, termasuk Dendi Santoso yang bertahan hingga kini. Setidaknya, ada sembilan pemain muda yang saat itu menjadi bagian dari kesuksesan skuad Singo Edan.

Para pemain muda itu tersebar di semua lini, dari belakang hingga depan. Dari posisi kiper, bek, gelandang, hingga striker, Arema punya pemain muda yang memiliki potensi untuk diorbitkan.

Pelatih kepala Arema saat itu, Robert Rene Alberts dikenal jago dalam memadukan kemampuan pemain muda potensial dengan para pemain senior yang belum punya nama sekalipun. Ini menjadi salah satu faktor penentu kemenangan demi kemenangan hingga Arema juara musim itu.

Investasi Arema dengan para pemain belia di bawah 23 tahun itu rupanya tak sia-sia karena hasilnya bisa dituai di kemudian hari. Dua dari sembilan pemain itu bahkan masih eksis di Arema hingga kini.

Inilah Barisan Singa Muda Saat Arema Juara ISL 2009-2010

1. Aji Saka

Di posisi kiper, ada nama Aji Saka yang kala itu berusia 19 tahun. Kiper asli Malang itu merupakan jebolan Akademi Arema dan merupakan kiper utama saat Arema Junior menjadi juara Piala Suratin 2007. Di kompetisi resmi bersama tim senior, Aji hanya tampil sekali saja.

2. Kurnia Meiga Hermansyah

Siapa yang tak kenal Kurnia Meiga Hermansyah saat itu? Kiper asal Jakarta ini menjadi kiper utama Arema sejak paruh musim ketika Markus Horizon hengkang. Penampilan konsistennya membuatnya mendapatkan gelar sebagai pemain terbaik ISL 2009-2010 di usia 20 tahun.

3. Irfan Raditya

Di posisi bek tengah, Arema saat itu punya Irfan Raditya. Pemain asal Medan itu menjadi pelapis tetap Purwaka Yudhi atau Piere Njanka di usianya yang masih 22 tahun. Memakai jersey bernomor punggung 21, Irfan tampil 19 kali (1480 menit).

4. Johan Ahmat Farizi

Johan Ahmat Farizi yang musim 2021 ini mengemban ban kapten lagi, setelah musim 2017, menjadi bagian dari barisan pemain muda Arema saat itu. Mentas dari Akademi Arema di musim yang sama, pemain yang akrab disapa Jhon itu masih berusia 20 tahun.

5. Fariz Bagus Dhinata

Fariz Bagus Dhinata juga lulusan Arema Junior yang menjadi juara Piala Suratin 2007. Bergabung dengan tim senior Arema saat itu Fariz masih berusia 20 tahun. Pemain asli Malang ini biasa beroperasi di posisi gelandang.

6. Firmansyah Aprilianto

Firmansyah Aprilianto disebut-sebut sebagai gelandang serang masa depan Arema. Kemampuannya tampak moncer bersama Arema Junior yang menjuarai Piala Suratin 2007. Saat memperkuat Arema di musim itu, jebolan Akademi Arema itu masih berusia 20 tahun.

7. Dendi Santoso

Dendi Santoso naik kelas dari Arema Junior semusim sebelum Arema juara ISL 2009-2010 di usia yang masih 19 tahun. Seiring berjalannya waktu, pemain asli Malang itu terus menjadi bagian dari tim utama Arema hingga kini. Status kapten sempat disangdangnya di Liga 1 2018.

8. Gherry Setya Adi Nugraha

Gherry Setya Adi Nugraha merupakan penyerang 22 tahun yang menjadi satu-satunya bukan produk asli Akademi Arema di musim 2009-2010. Sayangnya, cedera memaksa pemain yang menghabiskan waktu mudanya bersama Pelita Jaya itu gagal mengukir kenangan manis di Arema kecuali juara ISL.

9. Sunarto

Terakhir, ada nama Sunarto, penyerang andalan Arema Junior yang menjadi juara Piala Suratin 2007. Kala naik kelas ke tim senior, pemain asli Malang itu masih berusia 20 tahun. Beruntung, Sunarto bisa menimba ilmu dari penyerang asing macam Noh Alam Shah.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Usai Pemain Arema Libur Lebaran, Begini Tugas Pertama Eduardo Almeida

Usai Pemain Arema Libur Lebaran, Begini Tugas Pertama Eduardo Almeida
Dave Mustaine dan Johan Farizi (C) DANI KRISTIAN

Pemain Arema akan menjalani libur Lebaran hingga Rabu (19/5/2021) dan memulai sesi latihan kembali keesokan harinya. Sebagai pelatih kepala, apa sih tugas pertama Eduardo Almeida dalam sesi latihan perdana, Kamis (20/5/2021) itu?

Setelah membereskan administrasinya, Eduardo dijadwalkan sudah berada di Malang saat sesi latihan perdana Arema usai libur Lebaran itu digelar. Harapannya, pelatih asal Portugal itu sudah memimpin latihan.

Saat ini prosesnya sudah tinggal menunggu hasil pengajuan pembuatan VISA, lalu segera dibelikan tiket penerbangan Portugal-Indonesia. Asisten Pelatih Arema, Kuncoro berharap pada sesi latihan pertama nanti Eduardo sudah hadir di depan pemain.

“Organisasi permainan yang sudah ketemu bentuknya sebelum libur kemarin harus ditata lagi. Tugas pertama pelatih kepala membenahi ini. Sekarang, pemain sudah lumayan hafal cara main tim ini karena sudah agak lama kumpul. Setidaknya pemain sudah punya modal fisik,” kata Kuncoro.

Tugas Pertama Eduardo Almeida Mengembalikan Level Kondisi Fisik

Kuncoro tak memungkiri, usai libur cukup lama sejak Sabtu (1/5/2021) lalu level kondisi fisik pemain bakal menurun. Pada sesi latihan perdana nanti harapannya Eduardo Almeida sudah punya program mengembalikan hal tersebut.

Memang, saat libur pemain diberikan pekerjaan rumah (PR) untuk menjaga kondisi dengan latihan individu. Namun, menurutnya tetap saja latihan sendiri-sendiri itu kurang efektif dalam menjaga level kondisi.

“Fisik tetap akan dinaikkan lagi, setelah libur tentu harus latihan fisik lagi. Pelan-pelan akan kami tingkatkan bersamaan dengan penerapan program latihan anyar pelatih kepala,” imbuh pelatih asli Gondanglegi, Kabupaten Malang itu.

Meringankan Tugas Pelatih Kepala

Kuncoro menambahkan, selama Eduardo Almeida belum datang, sebelum libur Lebaran tim pelatih Arema sudah menggenjot pemain dengan latihan fisik. Hal ini yang diklaim bakal meringankan tugas pelatih kepala nantinya yang tinggal melanjutkan saja.

“Sebelum pelatih kepala datang kan sudah kami siapkan. Pemain punya modal fisik bagus, tinggal bagaimana mengasah cara bermain, nanti kita tata lagi,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Eduardo Almeida Baru Menandatangani Offering Letter, Belum Kontrak

Eduardo Almeida Baru Menandatangani Offering Letter, Bukan Kontrak
Eduardo Almeida (C) WEAREMANIA

Eduardo Almeida baru menandatangani offering letter (surat penawaran) untuk menjadi pelatih kepala Arema di Liga 1 2021. Pelatih asal Portugal itu belum meneken kontrak secara resmi.

Eduardo yang saat ini berada di negaranya menantikan hasil pengajuan VISA sebagai salah satu syarat terbang ke Indonesia. Targetnya, pelatih berusia 43 tahun itu sudah bisa memimpin sesi latihan Arema usai libur Lebaran yang rencananya digelar Kamis (20/5/2021) mendatang.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menegaskan, offering letter yang sudah diteken Eduardo, Jumat (30/4/2021) lalu bukanlah representasi dari draft kontrak. Menurutnya, surat penawaran itu adalah bentuk kesepakatan tertulis menuju penandatanganan kontrak.

“Offering letter itu isinya kesepakatan bahwa dia bersedia menerima tawaran kami untuk melatih di Liga 1 2021 dengan sejumlah keterangan. Termasuk nominal gaji dan bonus (dalam rupiah), durasi kontrak, fasilitas, dan sebagainya. Di dalamnya juga kami tegaskan bahwa surat ini bukanlah kontrak,” ujar Ruddy.

Eduardo Almeida Baru Menandatangani Offering Letter, Begini Isinya

Ruddy Widodo menjelaskan pula isi offering letter yang ditandatangani oleh Eduardo Almeida yang bersepakat menjadi pelatih kepala di Liga 1 2021. Di dalamnya disertakan poin-poin penting sebagai jembatan menuju kontrak yang sebenarnya.

Selain berisi nominal gaji dan bonus, dan durasi kontrak, offering letter mencakup poin-poin penting. Termasuk di dalamnya kesanggupan Arema mengurus surat-surat sebagai syarat administrasi, dan memenuhi fasilitas, seperti rumah, kendaraan, dan tiket Portugal-Indonesia PP.

“Ada pernyataan bahwa offering letter ini akan berlanjut ke kontrak jika izin kompetisi dari kepolisian keluar. Syarat lainnya, si pelatih harus lolos verifikasi sesuai regulasi PSSI,” imbuh manajer berkaca mata ini.

Teken Kontrak Setelah Tiba di Malang

Eduardo Almeida bakal teken kontrak resmi setelah tiba di Malang. Dijadwalkan setidaknya eks pelatih Semen Padang itu sudah berada di Malang pada Kamis (20/5/2021) mendatang.

“Penandatanganan kontrak resmi akan dilakukan di Malang nanti setelah si pelatih tiba, lalu akan kami perkenalkan secara resmi. Semoga semua persyaratan administrasi bisa segera dibereskan,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Janji-janji Manis Eduardo Almeida Sebagai Pelatih Kepala Arema

Janji-janji Manis Eduardo Almeida Sebagai Pelatih Kepala Arema
Eduardo Almeida (C) WEAREMANIA

Penasaran dengan janji-janji manis Eduardo Almeida sebagai pelatih kepala Arema di Liga 1 2021? Pelatih asal Portugal itu menyampaikannya melalui unggahan video Arema di akun Instagram resmi klub, @aremafcofficial

Saat ini Eduardo bisa dibilang selangkah lagi resmi menjadi pelatih Arema. Offering letter (surat penawaran) yang diajukan manajemen Arema sudah ditandatanganinya.

Mantan pelatih Semen Padang itu tinggal menungu VISA jadi, lalu terbang ke Indonesia, menjalani karantina lima hari di Jakarta, dan tiga hari di Malang. Harapannya, Eduardo sudah bisa memimpin sesi latihan perdana Arema usai libur Lebaran, Kamis (20/5/2021).

“Saya siap bekerja untuk bisa memenangkan hati dan kepercayaan suporter, manajemen dan siapapun. Hari demi hari akan saya lalui dengan bekerja, bekerja keras. Apa yang bisa saya janjikan adalah saya dan tim ini akan bekerja keras, tiap pertandingan melakukannya dengan passion, hati, dan attitude,” kata Eduardo.

Janji-janji Manis Eduardo Almeida Lakukan yang Terbaik untuk Kemenangan

Eduardo Almeida menegaskan akan melakukan yang terbaik untuk menuai kemenangan demi kemenangan bersama Arema di kompetisi nanti. Menurutnya, keinginan itu sama persis dengan personalitinya sebagai pelatih yang haus akan kemenangan.

Memang, tak bisa dimungkiri banyak Aremania yang meragukan kemampuan Eduardo berdasarkan rekam jejaknya di Liga 1 2019 lalu. Saat itu, pelatih berusia 43 tahun ini gagal menyelamatkan Semen Padang dari jurang degradasi.

“Sesuai dengan personaliti yang saya miliki, saya akan membuat tim ini bekerja keras, percaya, bekerja dengan passion. Demi apapun kita akan berikan yang terbaik sepanjang musim, agar setiap pertandingan bisa menuai tiga poin,” pungkas eks pelatih Benfica U-16 itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Pemain yang Gabung Arema di Era Aji Santoso dan Bertahan Hingga Kini

Beda Nasib Aji Santoso Saat Jadi Pemain dan Pelatih Arema
Aji Santoso (C) DANI KRISTIAN

Setidaknya ada tiga pemain yang gabung Arema di era Aji Santoso melatih pada Liga 1 2017 lalu yang bertahan hingga sekarang. Satu pemain lagi siap comeback lagi, tingga teken kontrak dalam waktu dekat.

Sebagai pelatih, Ajie dikenal suka dengan darah-darah muda potensial. Tak heran, ketika melatih Arema waktu itu, sejumlah pemain muda berbakat didatangkannya.

Saat itu, Arema cukup banyak mengganti komposisi pemain dari tim warisan pelatih sebelumnya, Milomir Seslija. Sejumlah pemain lokal dan asing didatangkan, hasil diskusi dengan tim pelatih yang kondang dengan sebutan Pandawa Lima karena dihuni para legenda Arema.

Namun, hanya tiga pemain yang didatangkan pelatih asli Kepanjen, Kabupaten Malang itu yang masih tergabung di skuad Arema untuk Liga 1 2021 ini. Siapa sajakah mereka?

Inilah Pemain yang Gabung Arema di Era Aji Santoso dan Bertahan Hingga Kini

1. Muhammad Rafli

Shin Tae-yong Panggil Lima Pemain Arema Ikuti TC Timnas SEA Games 2021Muhammad Rafli didatangkan Ajie Santoso dari SSB binaannya sendiri, ASIFA (Aji Santoso Indonesia Football Academy). Awalnya, pemain asli Jakarta itu sempat diremehkan dan diramal tak lama di Arema. Nyatanya, menit demi menit bermain dijalaninya, meski dari bench pemain cadangan. Bahkan, kini Rafli menjadi pemain langganan dipanggil Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong.

2. Hanif Sjahbandi

Hanif Sjahbandi Anggap Lawan PSIS Jadi Laga Penentuan
Hanif Sjahbandi (C) DANI KRISTIAN

Saat didatangkan Arema dari Persiba Balikpapan, Hanif Sjahbandi dikontrak dua musim sekaligus, dengan opsi perpanjangan. Perlahan tapi pasti, pemain kelahiran Bandung itu menjadi bagian dari tim utama Arema. Hanif pun diprediksi bakal lama dan melegenda di Malang, terutama usai mengikat salah seorang staf manajemen Arema dalam tali pernikahan tahun 2020 lalu.

3. Bagas Adi Nugroho

Bagas Adi Nugroho bergabung dengan Arema satu paket dengan Hanif Sjahbandi yang sama-sama di bawah bendera agensi Muli Munial. Setelah menghabiskan kontraknya dua musim, pada Liga 1 2019 lalu Bagas sempat hijrah ke Bhayangkara FC dengan status pemain pinjaman. Pada Liga 1 2020, pemain asal Sleman itu kembali lagi ke Arema.

4. Arthur Cunha

Selangkah Lagi Arthur Cunha Kembali ke Arema
Arthur Cunha (C) DANI KRISTIAN

Selain ketiga pemain lokal di atas, sejatinya ada satu pemain asing yang hadir di Arema di era kepelatihan Aji Santoso, yakni Arthur Cunha. Arthur memperkuat tim ini sejak 2017-2019, dan hengkang ke Persipura Jayapura di Liga 1 2020, lalu hijrah ke klub Malta, Sliema Wanderers. Di Liga 1 2021 ini, pemain asal Brasil itu selangkah lagi bakal bergabung lagi dengan Arema.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Baru Bisa Sedikit, Eduardo Almeida Siap Belajar Bahasa Indonesia Lagi

Eduardo Almeida siap belajar Bahasa Indonesia lagi jika resmi menjadi pelatih kepala Arema di Liga 1 2021. Sebab, pelatih asal Portugal itu baru bisa sedikit saja berkomunikasi menggunakannya.

Eduardo bisa berbahasa Indonesia lantaran pernah setengah musim melatih Semen Padang di Liga 1 2019. Namun, selama sekitar enam bulan, tak banyak kosakata Bahasa Indonesia yang dikuasai pelatih berusia 43 tahun itu.

Pengalaman melatih dua klub Malaysia, T-Team (2013-2014) dan Melaka United (2017-2018) membuatnya juga menguasai Bahasa Melayu. Seperti diketahui kedua bahasa memiliki kemiripan.

“Setelah melatih Semen Padang, saya baru bisa sedikit Bahasa Indonesia. Saya mengerti, tapi tidak terlalu lancar berbicara (menggunakan Bahasa Indonesia). Hanya kata-kata dasar saja,” kata Eduardo kepada WEAREMANIA.

Alasan Eduardo Almeida Siap Belajar Bahasa Indonesia Lagi

Eduardo Almeida mengaku perbedaan bahasa dengan tim pelatih dan pemain Arema tidak menjadi kendala. Namun, pelatih kelahiran Lisbon, 22 Maret 1978 itu bakal belajar lebih banyak kosakata dan struktur kalimat Bahasa Indonesia lebih banyak lagi, salah satunya demi awak media.

Lancar berbahasa Indonesia akan bermanfaat untuk melayani kepentingan wawancana. Eduardo ingin menggunakan Bahasa Indonesia sebisa mungkin saat sesi jumpa pers.

“Bagi saya soal bahasa tidak menjadi masalah, banyak cara untuk bisa mendapatkan informasi. Saya akan melakukan yang saya bisa untuk improvisasi. Apalagi kalau demi media untuk kepentingan wawancara,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Yang Lebih Penting dari Sekadar Memikirkan Liga 1 2021 Tanpa Degradasi atau Tidak

Yang Lebih Penting dari Sekadar Memikirkan Liga 1 2021 Tanpa Degradasi atau Tidak
Skuad Arema (C) DANI KRISTIAN

Ada yang lebih penting dari sekadar memikirkan Liga 1 2021 tanpa degradasi atau tidak. General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut, bagi klub yang terpenting cuma dua hal.

Masalah tanpa degradasi atau tidak ini sempat menjadi bola liar di kalangan pelaku maupun pecinta sepak bola tanah air. Bahkan, hal ini sudah dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Senin (3/5/2021) lalu.

Rapat tersebut memutuskan Liga 1 2021 mendatang tanpa degradasi, yang disetujui mayoritas anggota Exco. Ruddy sendiri dengan berbagai alasan yang dimiliki setuju dengan keputusan itu.

“Bagi klub sebenarnya ada yang lebih penting dari itu. Yang terpenting ada kejelasan kapan liga dimulai dan kapan berakhirnya. Ini penting mengingat berkaitan dengan durasi kontrak dengan tim pelatih dan pemain, khususnya yang kontrak semusim,” kata Ruddy.

Liga 1 2021 Tanpa Degradasi Dimulai 3 Juli

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan sudah memastikan Liga 1 2021 bakal dimulai 3 Juli, meskipun izin kompetisi dari kepolisian belum keluar. Kabarnya, kompetisi itu bakal berakhir pada Maret 2022 mendatang.

Ruddy menilai rentang waktu tersebut sudah cukup ideal dan sesuai dengan durasi kontrak yang diberikan pihaknya pada pelatih dan pemain Arema. Untuk format kompetisi dan segala regulasinya diserahkan pada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

“Mayoritas pelatih dan pemain Arema dikontrak sampai Maret 2022, kecuali beberapa pemain yang punya kontrak jangka panjang. Saya pikir kalau kompetisi digelar Mei 2021-Maret 2022 itu sudah ideal,” tegas pria berusia 49 tahun ini.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Arema Cari Pemain Asing, Utamakan Kualitas atau Kuantitas?

Arema Cari Pemain Asing, Utamakan Kualitas atau Kuantitas?
Arthur Cunha (C) DANI KRISTIAN

Tim pelatih Arema cari pemain asing untuk menambah kekuatan di Liga 1 2021 mendatang. Jika harus memilih, mereka bakal mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas.

Jika regulasi kuota tiga pemain asing non-Asia dan satu pemain asing Asia tetap dipertahankan untuk kompetisi musim ini, Arema bisa saja memaksimalkannya. Jika dikurangi menjadi 2+1, maka Asisten Pelatih Arema, Kuncoro sudah mengisyaaratkan bakal memprioritaskan dua posisi saja, stopper dan gelandang serang.

Menurutnya, satu/dua slot pemain asing yang tersisa diserahkan pada manajemen klub mau dimaksimalkan atau tidak. Opsi ‘sunnah’ itu ditaruh pada posisi kiper dan striker, yang bisa diisi pemain asing atau tidak.

“Kalau saya pribadi sebaiknya pemain asing harus punya kualitas yang lebih baik dari pemain lokal. Prioritasnya saat ini ya stopper dan gelandang serang. Kalau mau mendatangkan kiper dan atau striker asing itu terserah manajemen, itu bukan kebutuhan yang mendesak saat ini,” kata Kuncoro kepada WEAREMANIA.

Arema Cari Pemain Asing Dua Saja?

Sejauh ini, General Manager Arema, Ruddy Widodo sudah membuka tabir mengenai dua calon pemain asing yang dipakai di Liga 1 2021 mendatang. Keduanya adalah Arthur Cunha (stopper) dan Jacsson Antonio (kiper) yang kabarnya sudah disodori offering letter.

Manajer asal Madiun itu juga sempat mengungkap keinginan mendatangkan gelandang serang sesuai dengan kebutuhan tim yang diungkapkan Kuncoro. Namun, untuk striker asing, baginya bukan lagi hal ‘sunnah’, tapi wajib direkrut.

“Nanti akan kami diskusikan lagi dengan pelatih kepala mengenai kebutuhan pemain asing ini. Yang jelas sementara ini baru dua pemain asing yang sudah masuk bidikan. Apakah kami akan memaksimalkan kuotanya, itu juga bergantung keputusan direksi klub,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Empat Pemain Arema yang Berulang Tahun pada Mei 2021

Empat Pemain Arema yang Berulang Tahun pada Mei 2021
Dendi Santoso (C) AREMA OFFICIAL

Ada cukup banyak pemain Arema yang berulang tahun pada Mei 2021. Setidaknya ada empat penggawa Singo Edan yang akan merayakan hari spesialnya di bulan kelima ini.

Menariknya, dari keempat pemain yang memiliki Hari Ulang Tahun di bulan Mei itu, ada dua pemain berposisi bek sayap dan dua penyerang sayap. Lebih spesialnya, tiga pemain di antaranya bakal berulang tahun secara berurutan dalam waktu tiga hari berturut-turut.

Hadirnya bulan kelima ini pastinya sangat ditunggu-tunggu oleh keempat pemain Arema yang tergabung dalam skuad musim 2021 itu. Siapa sajakah mereka?

Inilah Empat Pemain Arema yang Berulang Tahun pada Mei 2021

1. Ridwan Tawainella

Ridwan Tawainella lahir di Tulehu, Maluku, 15 Mei 1995. Pada tahun 2021 ini pemilik jersey bernomor punggung 18 itu bakal merayakan hari ulang tahun yang ke-26. Eks pemain PSM Makassar itu memperkuat Arema sejak Liga 1 2017. Artinya, musim 2021 ini menjadi musim kelimanya di Arema.

2. Dendi Santoso

Sehari berselang, giliran wakil kapten tim, Dendi Santoso yang akan merayakan hari spesialnya. Dendi lahir di Malang, 16 Mei 1990. Artinya, pada tahun 2021 ini usianya sudah menginjak yang ke-31 tahun. Sudah lebih dari 10 tahun Dendi mengenakan jersey Arema, tepatnya sejak Indonesia Super League (ISL) 2008-2009 silam. Praktis, pemilik jersey bernomor punggung 41 itu menjadi pemegang rekor pemain terlama yang memperkuat Arema.

3. Muhammad Sandy Ferizal

Muhammad Sandy Ferizal merupakan salah satu rekrutan anyar Arema di musim 2021 ini. Feri, sapaan akrabnya, lahir di Malang, 17 Mei 1999. Pemain yang memulai karier juniornya di Barito Putera itu bakal merayakan hari bahagianya yang ke-22 sehari setelah HUT Dendi Santoso. Dikontrak Arema tiga musim, Sandy menjadi salah satu pemain Arema yang musim ini mengenakan nomor punggung sesuai dengan tanggal kelahirannya, yakni 17.

4. Johan Ahmat Farizi

Selain wakil kapten Dendi Santoso, Kapten Arema, Johan Ahmat Farizi pun merayakan hari ultahnya di bulan Mei ini. Pemain kelahiran Malang, 25 Mei 1990 itu juga akan berusia 31 tahun pada tahun 2021. Pemain yang akrab disapa Jhon itu mulai berkarier di Arema sejak Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 hingga kini. Namun, pemilik jersey bernomor punggung 87 itu sempat hengkang setengah musim ke Persija Jakarta pada putaran kedua ISL 2013.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.