blog

Arema Mendukung Pemerintah Membubarkan BOPI

Arema Mendukung Pemerintah Membubarkan BOPI
Sudarmaji (C) DANI KRISTIAN

Pemerintah membubarkan BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) baru-baru ini. Manajemen Arema mendukung apa yang dilakukan pemerintah tersebut.

BOPI menjadi salah satu badan yang terkena imbas dari evaluasi yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pembubaran itu tertuang dalam Peraturan Presiden RI No. 112 Tahun 2020.

Media Officer Arema, Sudarmaji menegaskan pihaknya sebenarnya tak masalah dengan keberadaan BOPI. Kalau tujuannya untuk bekerja sama membangun cabang olahraga sepak bola dengan pengelolaan klub yang profesional, Arema berpikir semakin banyak patner semakin baik.

“Tentunya, Arema sebagai klub sepak bola profesional mendukung apa yang dilakukan pemerintah. Termasuk dalam mengevaluasi badan yang selama ini berkaitan dengan profesionalisme cabang olahraga, yaitu BOPI,” kata Sudarmaji.

Pemerintah Membubarkan BOPI, Arema Teringat Tahun 2015

Menyebut nama BOPI, Sudarmaji teringat pada tahun 2015 lalu. Saat itu, BOPI menjadi salah satu penghalang keikutsertaan Arema dalam QNB League 2015 lantaran tak lolos verifikasi mereka, hingga akhirnya kompetisi pun dibubarkan.

Namun, menurutnya, bagaimanapun juga, BOPI pernah hadir dalam memberikan penilaian objektif pada Arema. Saat itu, BOPI berperan aktif dalam memberikan masukan, agar bagaimana Arema bisa berkontribusi dalam konteks pengelolaan klub sepak bola secara profesional.

“Penilaian klub profesional itu saat ini sudah dilakukan oleh PSSI selaku federasi, dan AFC lewat club licensing. Alhamdulillah, dalam lima tahun terakhir, Arema setiap tahun bisa lolos verifikasi menjadi klub profesional. Ada 5 aspek yang dinilai, yakni sporting, infrastructure, personel administration, legal, dan finance,” imbuhnya.

Harapan Arema Setelah Tiadanya BOPI

Sudarmaji berharap, dengan keputusan pemerintah mengevaluasi dan meniadakan BOPI, itu menjadi keputusan yang terbaik. Menurutnya, pemerintah pasti memiliki alasan kuat dan objektif dalam mengambil keputusan tersebut.

“Besar harapan kami, apa pun keputusan pemerintah adalah yang bisa membawa iklim pengelolaan klub sepak bola yang positif dan lebih profesional,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Latihan Arema Ditunda Lagi, Feby Eka Putra Ambil Hikmahnya

Latihan Arema Ditunda Lagi, Feby Eka Putra Ambil Hikmahnya
Feby Eka Putra (C) DANI KRISTIAN

Latihan Arema ditunda lagi oleh manajemen klub dan tim pelatih. Winger Arema, Feby Eka Putra berusaha mengambil hikmahnya saja.

Seharusnya, sesuai yang ditetapkan, skuad Singo Edan bakal menjalani sesi latihan lagi pada Senin (30/11/2020) hari ini. Namun, rencana itu sudah dipastikan ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan oleh manajemen dan tim pelatih Arema.

Kini, Arema memilih menunggu kepastian tanggal kick-off lanjutan Liga 1 2020/2021 dulu. Jika sudah ada keputusan dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB), sesi latihan bisa digelar lagi.

“Iya ditunda lagi latihannya. Ya memang harus sabar dulu, kita sama-sama menunggu kepastian dari kepolisian (terkait izin kompetisi). Kalau sudah ada kepastian, pasti latihan akan digelar lagi,” kata Feby kepada WEAREMANIA.

Latihan Arema Ditunda Lagi, Feby Bisa Lebih Lama di Kampung Halaman

Sejak sesi latihan Arema diliburkan pada 30 Oktober lalu, Feby memutuskan pulang kampung ke Mojokerto. Ditundanya sesi latihan Arema membuatnya bisa lebih lama lagi di kampung halaman.

Terlebih saat ini Feby juga harus menunggui ibunya yang sedang sakit. Saat ini pemain berusia 21 tahun itu masih kerap mengantar ibunya ke rumah sakit untuk kontrol dan menjalani terapi pengobatan.

“Positifnya, penundaan latihan membuat saya lebih lama di rumah, bisa jaga orang tua, lebih dekat juga (tidak perlu bolak-balik Malang-Mojokerto). Semoga cepat diangkat penyakit ibu,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Carlos Oliveira Minta Waktu 5 Pekan Sebelum Lanjutan Liga 1 2020

Carlos Oliveira Minta Waktu 5 Pekan Sebelum Lanjutan Liga 1 2020
Vikrian Akbar (C) DANI KRISTIAN

Pelatih Arema, Carlos Oliveira minta waktu lima pekan sebelum lanjutan Liga 1 2020. Waktu itu akan digunakannya sebagai persiapan tim.

Menurutnya, tak perlu melakukan persiapan panjang hingga berbulan-bulan sebelum memulai kompetisi kembali. Kalau tujuannya jangka pendek, menggelar persiapan selama lima pekan sebelum kick-off sudah cukup.

Dengan asumsi lanjutan Liga 1 2020/2021 digelar pada awal Februari, maka Carlos bakal menggelar persiapan tim mulai akhir Desember. Namun, pelatih asal Brasil itu menunggu kepastian tanggal kick-off kompetisinya dulu, baru menyusun program latihan.

“Setidaknya, kami butuh waktu persiapan minimal lima pekan sebelum kompetisi dimulai. Saya pikir waktu selama pramusim itu sudah cukup untuk mempersiapkan tim ini. Kami akan menyiapkan tim dalam kondisi fisik yang bagus untuk bermain di kompetisi nanti,” kata Carlos kepada WEAREMANIA.

Carlos Oliveira Minta Waktu Bekerja dengan Pelatih Fisik

Carlos Oliveira percaya diri menyebut waktu lima pekan sudah cukup untuk persiapan jelang lanjutan Liga 1 2020 bukannya tanpa alasan. Tugasnya akan sangat terbantu dengan kehadiran pelatih fisik anyar yang rencananya akan didatangkan manajemen klub.

Nama Victor Tinoco, mantan pelatih fisik Barito Putera mencuat sebagai kandidat utama. Namun, kedatangannya harus tertunda hingga ada kejelasan kepastian kapan lanjutan Liga 1 2020 digelar.

“Ketika sudah ada kejelasan mengenai tanggal kompetisi akan digelar, kami akan lebih mudah melakukan pekerjaan di lapangan. Apalagi jika rencana mendatangkan pelatih fisik jadi dilakukan. Saya pikir dia akan sangat membantu kami menyiapkan fisik tim,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Carlos Oliveira Pastikan Arema Tak Menggelar Latihan Besok

Carlos Oliveira Pastikan Arema Tak Menggelar Latihan Besok
Carlos Oliveira (C) DANI KRISTIAN

Carlos Oliveira pastikan Arema tak akan menggelar sesi latihan besok, Senin (30/11/2020) seperti yang sudah direncanakan sebelumnya. Pelatih Arema ini masih ingin menunggu sebuah kepastian.

Pria asal Brasil itu ogah melakukan persiapan tim di tengah ketidakpastian kapan lanjutan Liga 1 2020 akan digelar kembali. Memang, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menetapkan lanjutan kompetisi digelar pada Februari 2021.

Hanya saja, bagi Carlos, selama belum ada kepastian tanggal kick off kompetisi, riskan timnya menggelar program latihan. Karenanya, sementara waktu, sesi latihan Arema diliburkan dulu.

“Saya tidak bisa menyiapkan atau merencanakan apa pun sebelum mendapatkan konfirmasi mengenai kepastian kompetisi. Harus ada dulu kapan tanggal akan mulai digelarnya kompetisi kembali, baru kami menggelar program latihan,” ungkap Carlos kepada WEAREMANIA.

Carlos Oliveira Pastikan Arema Menunggu Kabar Baik Soal Kick-off Kompetisi

Carlos Oliveira menyebut kepastian mengenai kick-off lanjutan Liga 1 2020 yang akan digelar Februari nanti penting. Karenanya, pihaknya akan terus menunggu kabar baik dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.

Menurutnya, kepastian kick-off lanjutan Liga 1 2020 akan membuat pelatih, pemain dan semua komponen tim peserta lega. Semuanya akan bersiap menggelar sesi latihan lagi dengan lebih tenang.

“Memang harusnya segera ada kepastian (kick-off kompetisi), agar kami dapat memulai bekerja lagi. Setidaknya, saya butuh waktu persiapan minimal lima pekan sebelum kompetisi dimulai,” tegas eks pelatih Becamex Binh Duong tersebut.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Pencetak Gol Terbanyak Arema di era Liga 1

Pencetak Gol Terbanyak Arema di era Liga 1

Arema sudah melesakkan total 155 gol ke gawang lawan di Liga 1 2017, Liga 1 2018, dan Liga 1 2019. Semua tentu penasaran mengenai siapakah pencetak gol terbanyak Arema di era Liga 1.

Pada gelaran Liga 1 2017, Arema membuat 43 gol dalam 34 pertandingan (rata-rata 1,3 gol perlaga). Di musim ini Arema mengandalkan trio Cristian Gonzales (9 gol), Esteban Vizcarra (7 gol), dan Dedik Setiawan (6 gol).

Selanjutnya, pada Liga 1 2018, tiga pemain yang mendominasi pencetak gol terbanyak Arema adalah Makan Konate (13 gol), Dedik Setiawan (10 gol), Thiago Furtuoso, dan Rifaldi Bawuo (5 gol). Di musim ini, Arema mencetak 53 gol dalam 34 pertandingan (rata-rata 1,5 gol perlaga).

Sementara, pada musim lalu, Arema menyarangkan 59 gol dalam 34 pertandingan, di mana terjadi peningkatan jumlah gol yang signifikan daripada pencapaian dua musim sebelumnya. Aktor pencetak gol terbanyaknya hampir sama, yakni Makan Konate (16 gol), Dedik Setiawan (7 gol), Rifaldy Bawuo dan Sylvano Comvalius (5 gol).

Inilah Deretan Pencetak Gol Terbanyak Arema di Era Liga 1

Makan Konate 29 gol (6 gol dari penalti)
Dedik Setiawan 23 gol
Dendi Santoso 11 gol
Rifaldy Bawuo 10 gol
Cristian Gonzales 9 gol (3 gol dari penalti)
Ahmad Nur Hardianto 8 gol (1 gol dari penalti)
Esteban Vizcarra 7 gol
Thiago Furtuoso 5 gol (2 gol dari penalti)
Sylvano Comvalius 5 gol
Hamka Hamzah 4 gol
Riky Kayame 4 gol
Arthur Cunha 4 gol
Hanif Sjahbandi 4 gol
Juan Pablo Pino 3 gol (2 gol dari penalti)
Ahmet Atayev 3 gol (1 gol dari penalti)
Johan Farizi 3 gol
Ridwan Tawainella 3 gol
Sunarto 3 gol
Hendro Siswanto 2 gol
Arif Suyono 2 gol
Balsa Bozovic 2 gol
Syaiful Indra 2 gol
Muhammad Rafli 2 gol
Ferry Aman Saragih 1 gol
Ahmad Bustomi 1 gol
Marko Kabiay 1 gol
Adam Alis 1 gol
Jad Noureddine 1 gol
Nasir 1 gol
Jayus Hariono 1 gol

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Timnas U-19 Targetkan Posisi 4 Besar di Piala Dunia U-20 2021

Timnas U-19 Targetkan Posisi 4 Besar di Piala Dunia U-20 2021
Coach Fakhri Husaini (pssi.org)

Penyerang tim nasional U-19 Indonesia Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri mengatakanbahwa skuatnya tetap menargetkan posisi empat besar Piala Asia U-19 2020 meski telah dipastikan lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2021.

“Mau lolos gratis ke Piala Dunia atau tidak, target kami tetap empat besar Piala Asia,” ujar Bagus dikutip dari Antara.

Sebagai langkah awal, timnas U-19 bertekad lolos ke Piala Asia U-19 2020 dengan menjadi yang terbaik pada Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 yang digelar pada 6-10 November 2019 di Jakarta.

Menurut Bagus, saat ini motivasi para pemain bukan lagi sekadar memenangi laga demi laga untuk lolos dari kualifikasi, tetapi lebih besar dari itu.

“Pelatih Fakhri Husaini meminta kami untuk berpikir tentang kebanggaan bangsa dan negara. Kami harus menunjukkan Indonesia mampu bersaing di Piala Dunia,” kata pemain kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini.

Indonesia dipastikan mengikuti putaran final Piala Dunia U-20 edisi 2021 karena FIFA menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah event ini.

Tim asuhan Fakhri Husaini pun tidak wajib menjadi semifinalis Piala Asia U-19 2020 agar bisa lolos ke Piala Dunia U-20. Meski demikian, Garuda Nusantara harus menjalani Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 pada 6-10 November 2019 di mana mereka bergabung di Grup K bersama Timor Leste, Hong Kong dan Korea Utara.

Pertandingan hari pertama dan kedua digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Kemudian, laga pamungkas, di mana Indonesia menghadapi Korea Utara, berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Baca Juga: Bagus Kahfi Tidak Jadi ke FC Utrecht Belanda

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Mengenang Sosok Mat Togel, Aremania Korban Madiun Disaster

Mengenang Sosok Mat Togel, Aremania Korban Madiun Disaster
Mat Togel (C) KOSIM JUNAEDI

Tribun stadion menyisakan berjuta kenangan bagi Aremania, baik suka maupun duka, beserta sosok yang patut dikenang saat sama-sama mendukung Arema. Bagi Yones, sosok Aremania yang tak bisa dilupakannya adalah Mat Togel, yang menjadi salah satu korban Madiun Disaster.

Pengalaman yang paling tak terlupakan bersama Mat Togel itu dikisahkannya melalui akun @Wearemanianet dengan akun pribadinya, @kembarane_yonesa. Yones pertama kali mengenal sosok Mat pada tahun 2003.

Mereka saling mengenal karena sama-sama berasal dari daerah Kelurahan Gadang, Kota Malang. Pada saat itu, keduanya pun sama-sama masih berusia 12 tahun.

“Walau tidak pernah berangkat bareng ke stadion, karena Mat lebih memilih berangkat bersama teman-temannya yang mayoritas orang dewasa. Sedangkan ayas lebih memilih berangkat sendirian atau bersama teman yang sebaya dari hamur,” ungkap Yones kepada WEAREMANIA.

Yones menyebut Mat Togel memiliki gaya khas yang sok dekil. Gaya itu dihapalnya betul, karena memang sering bersama di tribun stadion saat mendukung Arema.

“Mat sering berucap, ‘Lhek dianu arek ngomongo aku, engkuk tak belani’ (kalau diganggu anak lain bilang ke saya, nanti saya bela), dengan nada khas orang habis minum,” imbuhnya menirukan perkataan Mat Togel.

Sosok Mat Togel di Balik Kemenangan Arema Atas Persiba Balikpapan

Hal yang tidak pernah bisa dilupakan Yones dari Mat Togel adalah ketika pertandingan Divisi 1 Liga Pertamina 2004, saat Arema melawan Persiba Balikpapan di Stadion Gajayana, Kota Malang. Mat Togel bisa disebut sebagai pahlawan kemenangan Arema saat itu.

Sejak dimulainya pertandingan, Arema yang mendominasi jalannya permainan tidak kunjung mencetak gol. Tidak seperti biasanya, Junior Lima Filho dan Marthen Tao seperti kesulitan mencetak gol ke gawang tim berjuluk Beruang Madu itu, hingga skor tetap 0-0 pada akhir babak pertama.

“Nah, saat jeda pertandingan inilah ada sosok orang tua (saya lupa namanya) memberikan dua butir telur ayam kampung disertai jampi-jampi atau doa kepada Mat. Langsung saja oleh nawak ayas tersebut dilemparkan ke gawang yang ditempati tim Persiba di babak kedua,” tambah Yones.

“Alhasil, percaya tidak percaya, di babak kedua Arema bisa melesatkan dua gol ke gawang Persiba dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0,” sambungnya.

Kehilangan Mat Togel

Yones merasa sayang, sosok Mat Togel kini tidak dapat ditemuinya lagi saat berada di tribun stadion. Sebab, nawaknya itu menjadi salah satu korban meninggal saat Aremania bentrok melawan pendukung Persekabpas di Stadion Wilis, Madiun pada tahun 2005 silam.

“Selamat jalan Mat, semoga diterima semua amal dan kebaikanmu. Amin Yaa Robbal Alamin. Al Fatikah buat nawak ayas ini,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Ulang Tahun ke-92, Persija Dapat Kado Spesial dari AFC

Ulang Tahun ke-92, Persija Dapat Kado Spesial dari AFC
Foto: Instagram @Persija

Persija Jakarta tepat berusia 92 tahun pada Sabtu (28/11/2020) hari ini. Persija mendapatkan kado manis dari AFC pada perayaan ulang tahun yang ke-92.

Pengajuan banding mereka terkait AFC Licensing Club Cycle diloloskan.

Awalnya, Klub berjuluk Macan Kamayoran ini dinyatakan tidak lolos. Mereka dianggap tidak memenuhi kriteria terkait, yakni sporting, infrastructure, personnel serta administration, legal, dan finance.

Karena merasa tidakk puas, Persija langsung mengajukan banding. Mereka memperbaiki segala kekurangan yang ada di awal dan permohonan pun diterima.

“Bisa dibilang kegagalan kita di periode pertama lisensi AFC itu merupakan petaka besar. Tetapi itu kami terus mengejar kekurangan kita dengan melengkapinya,” kata Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus, dikutip dari laman resmi klub.

Akhirnya Komite Banding Club Licensing AFC menyatakan Persija telah lolos verifikasi. Dengan begitu, mereka mengikuti jejak Bhayangkara FC, Bali United, Arema FC, Borneo FC, Persib Bandung, dan Persipura Jayapura.

Persija Rayakan Ulang Tahun di 8 Lokasi

Sebanyak delapan lokasi di Jakarta akan menyala dengan cahaya berwarna merah dan jingga untuk merayakan ulang tahun ke-92 klub Persija.

Kedelapan tempat itu adalah JPO Gelora Bung Karno, JPO Polda Metro Jaya, JPO Ratu Plaza, Patung Pemuda Senayan, Terowongan Kendal, Bundaran HI, Lapangan Banteng dan Monumen Nasional.

Masyarakat dan para pencinta Persija dapat melihat pendaran cahaya tersebut mulai pukul 18.00 WIB.

Adapun seremoni peringatan umur 92 tahun Persija digelar secara sederhana di kompleks National Youth Training Center (NYTC), Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/11/20).

Kegiatan itu sekaligus meresmikan kantor Persija Development Center. Persija Development Center ini bertujuan untuk mencari dan mengembangkan bakat pesepak bola belia yang diwujudkan dalam Elite Pro Academy, Persija Academy, dan Persija Soccer School.
“Sebenarnya banyak sekali yang direncanakan untuk ulang tahun Persija kali ini. Akan tetapi, tidak bisa dilakukan karena keterbatasan protokol kesehatan,” tutur Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus

Baca Juga: 6 Klub Liga 1 Lolos AFC Club Licensing Cycle

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Bagus Kahfi Tidak Jadi ke FC Utrecht Belanda

Bagus Kahfi Tidak Jadi ke Utrecht Belanda
(Foto: Instagram @baguskahfiii)

Striker Timnas Indonesia Amiruddin Bagus Kahfi menyatakan mimpinya untuk bermain di Eropa harus kandas usai gagal bergabung dengan FC Utrecht.

Bagus mengungkapkan hal tersebut melalui akun Instagramnya. Dalam postingnya itu dia juga menyebut janji tinggallah janji, karena gara-gara sesuatu yang dia tidak mengerti dia batal ke Utrecht.

“Karena hal yang saya tidak mengerti, mimpi saya harus terhenti. Janji, janji , janji. Sayang kali ini tidak berarti,” tulis Bagus dalam postingannya.

Bagus dikabarkan batal merumput di Belanda setelah FC Utrecht menarik tawarannya lantaran tak mendapat respons dari Barito Putra, klub Bagus saat ini.

Kabar Utrecht urung memboyong Bagus itu diungkapkan Mirwan Suwarso, perwakilan Resmi Mola TV selaku pemilik program Garuda Select, tim yang sempat diperkuat Bagus saat menjalani tes di Inggris dan Italia.

“Utrecht baru saja menarik tawaran mereka karena tidak mendapat respons dari Barito Putera,” kata dikutip dari CNNIndonesia.com.

Mirwan melanjutkan, berdasarkan informasi yang dia terima, Barito diberi batas waktu untuk memberikan surat keluar bagi Bagus, hingga Jumat (27/11). Namun, sampai tenggat itu habis Barito belum juga memberikan surat keluar yang jadi persyaratan utama kepindahan Bagus.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, sebelumnya mereka [FC Utrecht] sudah bicara via telepon Selasa (24/11) kemarin, dan harusnya Barito Putera mengirim surat keluar untuk Bagus hari ini,” kata Mirwan.

“Mereka [FC Utrecht] menunggu surat pelepasan Bagus hari ini, tapi tidak dikirim. Mereka coba hubungi Ainul [Sekretaris Klub Barito Putera, Ainul Ridha] via WhatsApp, namun tidak dijawab,” imbuhnya.

Sumber: CNNIndonesia

Baca Juga: Lagi-lagi Karena Indisipliner, Shin Tae-yong Coret dua Pemain Timnas U-19

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Bhayangkara FC Bakal Bermarkas di Solo

Bhayangkara FC Bakal Bermarkas di Solo
(Foto: BolaSport.com)

Bhayangkara FC resmi bermarkas di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Peluncuran kandang baru tersebut dilakukan di Stadion Manahan Solo, Jumat.

CEO Bhayangkara FC Irjen Pol Istiono mengaku bangga dan mengucapkan terima kasih karena mendapatkan dukungan dan direstui menjadikan Solo menjadi kandang timnya dalam mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2020/2021.

Sebelumnya Bhayangkara FC bermarkas dari Stadion PTIK Jakarta dan kini resmi sudah pindah ke Stadion Manahan Solo. Lapangan milik Universitas Sebelas Maret (UNS) bakal dijadikan lapangan latihan sehari-hari.

“Kami sudah menandatangani kerja sama dengan Rektor UNS Surakarta, Prof. Dr. Jamal Wiwoho kemarin, Kamis (26/11),” kata Istiono dikutip dari Antara

Dengan bermarkas di Solo, lanjut Istiono pihak manajemen memutuskan melakukan penambahan nama tim dari Bhayangkara FC menjadi Bhayangkara Solo FC.

Nama tersebut juga sesuai dengan usulan dari Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo serta masyarakat setempat.

“Memang benar. Dengan peluncuran home base baru, kami juga langsung merealisasikan nama tim Bhayangkara FC menjadi Bhayangkara Solo FC,” lanjutnya

Berpindahnya markas tim yang berjuluk The Guardian itu, kata Istiono, diharapkan juga menumbuhkan semangat dan mencetak pemain berbakat khususnya di Kota Solo melalui program pembinaan usia dini, Bhayangkara Solo FC usia 14 tahun, dan usia 18 tahun.

“Kami juga merespon kebijakan PSSI. Pada masa pandemi merekomendasikan kompetisi Liga I dikonsentrasikan di wilayah Jawa bagian tengah, agar memudahkan pelaksanaan kompetisi dan antar kota bisa dilakukan jalan darat,” kata Istiono menerangkan.

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.