blog

Alasan Arema Mengontrak Pemain-pemain Muda

Alasan Arema Mengontrak Pemain-pemain Muda
Ruddy Widodo (C) AKAIBARA

Manajemen Arema mengontrak pemain-pemain muda untuk persiapan Liga 1 2021 nanti. General Manager Arema, Ruddy Widodo blak-blakan mengungkapkan alasan pihaknya.

Alasan utamanya adalah kesulitan menemukan kata sepakat dengan pemain senior yang notabene sudah punya nama. Misalnya saja, sebelum ini Arema ditinggalkan Hendro Siswanto yang terbilang sebagai ikon tim.

Terbaru, Arema nyaris saja kehilangan Dave Mustaine dan Teguh Amiruddin. Beruntung, keduanya sudah bersepakat di detik-detik akhir sebelum memutuskan hengkang.

“Kebutuhan di masa pandemi ini membuat negosiasi klub dengan pemain senior soal nilai kontrak sering menemui jalan buntu. Tapi, saya pikir bukan cuma Arema yang alot, tapi mayoritas klub di Liga 1. Makanya, mau tak mau kami melirik pemain-pemain muda,” kata Ruddy.

Arema Mengontrak Pemain-pemain Muda Bukan Semata karena Harga Murah

Ruddy Widodo menegaskan, Arema mendatangkan pemain-pemain muda bukan semata karena harganya yang murah. Sebab, mereka tetap mengutamakan kualitas si pemain.

Selain Ikhfanul Alam yang berusia 29 tahun, Arema mendatangkan tiga pemain muda asli Malang. Mereka adalah Ricga Tri Febiyan (19 tahun), Wiga Brillian Syahputra (22 tahun), dan Sandy Ferizal (22 tahun).

“Kami tidak mencari pemain yang murah saja, tapi yang tidak murahan. Misal si A nilainya 8, si B nilainya 7. Dengan kualitas terpaut satu angka, tapi harga beda separuh, hampir pasti kami ambil yang B,” imbuh pria asal Madiun itu.

Berikan Kesempatan di Piala Menpora 2021

Ruddy Widodo menilai Piala Menpora 2021 ini akan menjadi ajang yang bagus untuk menguji kualitas para pemain muda Arema. Mereka akan diberikan kesempatan bermain, menunjukkan kualitasnya kepada publik.

“Sekarang ini waktu yang tepat untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda, memperlihatkan kemampuan. Ya di Piala Menpora ini, Syukur-syukur nanti bisa berlanjut main di kompetisi. Kami akan berikan peluang bermain, karena kami yakin belum banyak yang tahu talenta-talenta muda ini,” tegasnya.

 

 

Arema Sudah Punya The Winning Team untuk Piala Menpora 2021

Arema Sudah Punya The Winning Team untuk Piala Menpora 2021
Latihan Arema (C) WEAREMANIA

Arema sudah punya the winning team yang akan diturunkan di Piala Menpora 2021 nanti. Namun, saat ini mereka belum bisa berlatih dalam satu kesempatan yang sama.

Asisten Pelatih Arema, Kuncoro menyebut, kerangka timnya sudah jelas, meski tak secara detail diumbar ke muka publik. Yang pasti, harapannya skuad tim utama itu bisa segera berkumpul bersama pemain-pemain Arema yang saat ini sudah berlatih.

Satu persatu pemain sudah berkumpul dalam sesi latihan. Kini tinggal menunggu kehdiran lima pemain di Timnas Indonesia dan Bruno Smith dari Brasil.

“The winning tim sudah ada, kami sudah punya kerangka tim untuk turnamen pramusim maupun Liga 1 2021. Tinggal menambah pemain pelapis di beberapa posisi. Saya harap kualitasnya jangan jauh berbeda dari yang inti,” kata Kuncoro.

Arema Sudah Punya The Winning Team, Tapi Masih Mungkin Berubah

Kuncoro menyebut, the winning team yang dimiliki sekarang ini masih mungkin bisa berubah. Pasalnya, tim pelatih Arema juga tidak tahu ke depannya seperti apa.

Dicontohkannya, misalkan ada pemain anyar yang baru bergabung musim ini ternyata punya progres bagus dalam sesi latihan. Kuncoro menegaskan, tim pelatih tak segan-segan mengganti pemain di tim utama yang progresnya menurun, dan mengganti dengan pemain pelapis tersebut.

“Sambil berjalan nanti akan kami perbaiki, kami evaluasi lagi. Yang ada di winning team ini jangan sampai terlena. Semua pemain bersaing secara sehat dalam sesi latihan,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Arema Tertarik Ajak Madura United Cari Keringat

Arema Tertarik Ajak Madura United Cari Keringat
Bagas Adi lawan MU (C) DANI KRISTIAN

Manajemen Arema tertarik ajak Madura United cari keringat dalam latihan bersama. Saat ini tim asal Pulau Madura itu sedang berada di Kota Batu untuk persiapan Piala Menpora 2021.

Kota Batu tak asing lagi bagi MU, karena kerap sekali melakoni pemusatan latihan (TC) di Kota Batu tiap musimnya. Dalam kesempatan ini, mereka juga tak sekadar berlatih dan membangun chemistry antar pemainnya.

Pelatih MU, Rahmad Darmawan juga mengagendakan sejumlah uji coba dengan tim lokal. Merespons hal ini, General Manager Arema, Ruddy Widodo tertarik untuk menguji kekuatan tim bersama.

“Kami tertarik mengajak Madura Unitd sama-sama cari keringat dalam latihan bersama. Kebetulan mereka juga sedang berada di Kota Batu untuk pemusatan latihan. Mereka juga punya agenda uji coba,” kata Ruddy.

Arema Tertarik Ajak Madura United Beruji Coba dengan Syarat

Ruddy Widodo menyebut, ada syarat jika ingin latihan bersama Arema dan Madura United bisa terwujud. Syarat itu sudah diajukannya kepada pihak tim lawan.

Syarat yang dimaksudnya berkaitan dengan drawing pembagian grup Piala Menpora yang akan dilakukan Senin (8/3/2021) mendatang. Harapannya, Arema tak satu grup dengan MU di babak penyisihan grup turnamen pramusim itu.

“Kalau dalam drawing pembagian grup Piala Manpora Senin nanti kami tidak satu grup, rencana ini akan kami jalankan,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Arema Resmikan Empat Pemain Anyar Asli Malang

Arema Resmikan Empat Pemain Anyar Asli Malang
Wiga Brillian, Ricga Febiyan, dan Sandy Ferizal (C) AKAIBARA

Manajemen Arema resmikan empat pemain anyar asli Malang untuk Liga 1 2021. Mereka menandatangani kontrak di Kandang Singa, sebutan untuk kantor Arema, Rabu (3/3/2021) siang.

Ikhfanul Alam menjadi pemain pertama yang teken kontrak, yang berdurasi satu musim. Setelahnya menyusul tiga pemain lokal lainnya, yakni Sandy Ferizal (22 tahun/bek sayap), Wiga Brillian Syahputra (22 tahun/bek sayap), dan Muhammad Ricga Tri Febiyan (19 tahun/gelandang).

General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut, tiga pemain itu dikontrak dengan durasi jangka panjang. Sandy dan Wiga disodori kontrak berdurasi tiga musim, sedangkan Ricga dua musim.

“Hari ini keempat pemain anyar ini resmi menjadi bagian dari Arema di musim 2021. Kebetulan keempatnya anak asli Malang. Yang saya tahu, saat kompetisi vakum kemarin, pemain-pemain Malang Raya sering berlatih bersama. Makanya secara tak langsung terbentuk chemistry,” kata Ruddy.

Arema Resmikan Empat Pemain Anyar, Tim Pelatih Diberikan PR

Ruddy Widodo memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada tim pelatih terkait empat rekrutan anyar ini. Dari keempat pemain itu, cuma Ikhfanul Alam yang punya pengalaman di klub Liga 1, sisanya muncul dari klub-klub kasta kedua yang dikhawatirkan punya rasa minder.

Rasa minder itu menurutnya sesekali masih terlihat dalam sesi latihan. Para pemain muda itu kadang tampak ‘mengalah’ saat terlibat duel dengan pemain-pemain yang lebih senior.

“Satu-dua pemain masih butuh polesan, terutama di sisi mental tanding. Problemnya kebanyakan memang minder itu. Mungkin gara-gara nama besar Arema, atau berpikir mereka datang dari Liga 2. Makanya ini menjadi PR untuk tim pelatih agar mereka bisa lebih tampil berani,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Ikhfanul Alam Jadi Pemain Pertama yang Teken Kontrak di Arema

Kembali ke Arema, Ikhfanul Alam Mengusung Misi Mulia
Ikhfanul Alam (C) DANI KRISTIAN

Ihfanul Alam jadi pemain pertama yang teken kontrak di Arema untuk Liga 1 2021. Pemain asli Malang itu teken kontrak selama semusim hingga Maret 2022 pada Rabu (3/3/2021) siang.

Alam pernah memperkuat skuad Singo Edan pada Liga 1 2019. Sepanjang musim, enam pertandingan dimainkan pemain berusia 29 tahun itu (420 menit).

Pada musim 2020 lalu, Alam sempat hengkang ke Badak Lampung. Namun, kecintaannya pada klub tanah kelahiran membawanya kembali pulang, meski sempat akan dipertahankan.

“Alhamdulillah musim ini bisa kembali ke Arema. Yang terpenting sekarang saya ingin bermain lebih baik dari musim 2019 lalu,” kata Alam usai teken kontrak.

Ikhfanul Alam Jadi Pemain Arema Lagi karena Faktor Istri

Ikhfanul Alam belum genap setahun menikah dan tinggal di Malang. Istrinya tersebut menjadi faktor alasan utamanya memutuskan ingin main di Arema lagi.

Kebetulan sang istri merupakan anggota DPRD Kabupaten Malang. Karenanya, jika Alam main di klub luar Malang, sang istri tidak bisa diboyong, mengingat status pekerjaannya.

“Apalagi istri saya sekarang hamil empat bulan. Kasihan kalau saya tinggal ke luar kota. Mungkin ini juga rezekinya bayi saya kembali ke Arema,” pungkasnya.

Tak Mau Kecolongan Lagi, Pemain-pemain Muda Arema Dikontrak Jangka Panjang

7 Pemain Arema U-20 yang Bisa Masuk Skuad Arema Senior
Seiya da Costa (C) DANI KRISTIAN

Para pemain muda Arema dikontrak jangka panjang untuk Liga 1 2021 dan seterusnya. Langkah ini diambil manajemen klub agar mereka tak kecolongan lagi.

Kasus mundurnya Titan Agung dari Arema beberapa waktu lalu karena ingin masuk akademi kepolisian masih membekas bagi manajemen klub. Pihak klub tak mau lagi mengulang kisah pahit menanam bibit pemain di Akademi Arema tetapi pihak lain yang menuai keuntungan.

Saat ini di tim senior Arema ada tujuh nama jebolan Akademi Arema, yakni Muhammad Tegar, Achmad Galih, Umar Citrafisabilillah, Ricga Febiyan, Bramntio Ramadhan, Aji Tri Wahyudi, dan Seiya da Costa. Namun Ruddy belum memastikan bakal mengontrak semuanya.

“Khusus pemain muda, kami berikan kontrak dengan durasi jangka panjang, dua-tiga musim lah minimal,” kata Ruddy.

Pemain-pemain Muda Arema Dikontrak dengan Nilai yang Bisa Naik

Ruddy Widodo menyebut, para pemain Arema dengan durasi kontrak jangka panjang bisa mendapatkan kenaikan nilai kontrak. Hal itu bisa terjadi jika mereka meraih prestasi.

Manajer asal Madiun itu mencontohkan, Dedik Setiawan ketika pertama gabung Arema pada pertengahan tahun 2016, nilai kontraknya kecil. Penyerang Arema asli Malang itu sempat mendapatkan kenaikan nilai kontrak dua kali lipat.

“Misal dikontrak tiga musim dengan nilai sekian, nanti tiap pergantian musim akan ada negosiasi nilai kontrak baru. Kalau prestasinya bagus, ya bisa naik nilai kontraknya. Seperti Dedik dulu, dikasih tantangan, kalau bisa masuk Timnas dan bisa top skor klub, nilai kontraknya naik dua kali lipat,” tegasnya.

Bruno Smith Diharapkan Pekan Ini Bisa Terbang ke Indonesia

Bruno Smith Diharapkan Pekan Ini Bisa Terbang ke Indonesia
Bruno Smith (C) DANI KRISTIAN

Bruno Smith diharapkan pekan ini bisa terbang dari negaranya ke Indonesia untuk segera bergabung dengan tim Arema. Gelandang serang asal Brasil itu sempat diragukan bisa tampil di Piala Menpora 2021 karena terkendala administrasi.

Pasalnya, ada aturan keimigrasian yang membuat Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia. Masuknya tak sekadar menggunakan VISA, melainkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut agen Bruno saat ini sedang mengupayakan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Jika lancar, tak sampai akhir pekan, pemain berusia 28 tahun itu bakal tiba di Jakarta.

“Bruno mungkin tanggal 4 atau 5 Maret terbang ke Indonesia, satu hari sampai, lalu lima hari menjalani karantina mandiri di Jakarta sebelum ke Malang,” kata Ruddy.

Bruno Smith Diharapkan Pekan Ini Gabung, Dua Pemain Asing Lainnya Kecil Peluangnya

Beda nasib dengan Bruno Smith, Ruddy Widodo menyebut dua pemain asing bidikan Arema lainnya untuk Liga 1 2021 kecil peluangnya gabung di Piala Menpora 2021. Menurutnya, mereka bisa datang jika aturan keimigrasian untuk WNA dicabut.

Sejauh ini, Arema sudah bersepakat dengan seorang penyerang asing asal Brasil dan seorang kiper asing asal Australia. Namun, keduanya masih terkendala administrasi masuk ke Indonesia.

“Bruno ini enaknya kan sudah pernah ke Indonesia, tapi pulang ke negaranya akhir tahun lalu. Kalau yang striker dan kiper kecil kemungkinan bisa datang dalam waktu dekat. Kalau pun tidak bisa datang sekarang tidak masalah,” imbuhnya.

Berharap PSSI Bisa Membantu

Ruddy Widodo berharap PSSI bisa membantu menyelesaikan permasalahan keimigrasian yang menurutnya tidak cuma dialami oleh calon pemain asing Arema saja. Sebagai solusi, manajer berkaca mata itu menyarankan untuk menggandeng Menpora dalam melobi pihak imigrasi.

“Semoga dengan berjalannya waktu, PSSI berhasil melobi imigrasi. Saya pikir masalah ini bukan cuma Arema saja yang mengalaminya,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Aremanita Kintamani Ini Dukung Arthur Cunha Balik ke Arema

Ananda Kadek Puteri Fransiska mendukung Arthur Cunha balik ke Arema untuk Liga 1 2021. Aremanita Kintamani, Bali itu berharap keinginan melihat sang idola berseragam Arema lagi bisa terwujud jadi kenyataan.

Arthur sendiri sudah menyatakan keinginannya untuk memperkuat Arema lagi seperti di Liga 1 2017 hingga Liga 1 2019 lalu. Sayangnya, Arema terlanjur mengontrak Caio Ruan, stopper asing yang sama-sama berasal dari Brasil.

Kadek, sapaan akrab fans Arthur ini, menilai Arema tepat sekali jika memulangkan pemain yang identik dengan jersey bernomor punggung 44 itu. Menurutnya Arema butuh stopper seperti Arthur.

“Tepat sekali memulangkan King Arthur, daripada Arema ambil pemain asing yang rencananya buat kiper, kan lebih baik pakai kiper lokal. Toh kiper lokal tidak kalah saing sama kiper asing,” kata Kadek kepada WEAREMANIA.

Alasan Dukung Arthur Cunha Balik ke Arema

Kadek membeberkan alasannya kenapa mendukung Arthur kembali ke Arema. Salah satunya adalah lantaran ngefans berat pada pemain berusia 31 tahun itu.

Perempuan kelahiran Malang, 28 Agustus 1998 itu mengaku sudah mengidolakan Arthur sejak pertama kali dia gabung Arema. Alasannya ngefans Arthur pun cukup sederhana.

“Saya suka sama Arthur saat pertama kali gabung ke Arema. Ngefans karena saya suka cowok dengan banyak tatto. Apalagi dia tinggi dan juga brewok lagi,” imbuhnya.

“Apalagi tahu dia mainnya bagus buat Arema, seperti asli Malangan, keras, beringas, tanpa ampun sama lawan main.”

Sedih Arthur Cunha Tinggalkan Arema

Kadek mengaku sedih ketika Arthur tinggalkan Arema ke Persipura Jayapura pada musim 2020 lalu. Karenanya, perempuan keturunan ayah Bali dan ibu Malang ini senang jika idolanya kembali memperkuat Singo Edan.

“Ya sedikit sedih waktu dia keluar, tapi mau gimana lagi, itu kan keputusan tim. Pastinya senang kalau dia balik. Aremanita pasti juga sama, karena mereka sudah mengenal gaya bermainnya,” tegas perempuan yang berdomisili di Kintamani ini.

Lahir di Surabaya, Didik Ariyanto Ingin Bela Arema

Lahir di Surabaya, Didik Ariyanto Ingin Bela Arema
Didik Ariyanto (C) WEAREMANIA

Meski lahir di Surabaya, Didik Ariyanto mengaku lebih senang menyebut dirinya Arek Malang. Bahkan, pemain berposisi bek sayap kiri itu menegaskan ingin bela Arema.

Kesempatan untuk berseragam Arema sejatinya sempat datang musim lalu, saat diminta ikut berlatih dengan Arema. Sayang, kontrak dengan PSCS Cilacap di Liga 2 terlanjur diambilnya terlebih dahulu.

Didik yang lahir 12 Juli 1991 memiliki bapak asli Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Sementara, ibunya berasal dari Karangploso, Kabupaten Malang.

“Walaupun lahir di Surabaya, saya besar di Malang. Awalnya saya ikut latihan di Gondanglegi di tempatnya Abah Kuncoro tiap Senin dan Kamis. Mungkin karena sudah tahu cara main saya, Abah Kuncoro meminta saya gabung latihan Arema,” kata Didik menjawab pertanyaan WEAREMANIA.

Didik Ariyanto Ingin Bela Arema Demi Mencari Nama

Didik Ariyanto menegaskan kesempatan bermain di Arema tak akan disia-siakannya begitu saja. Sebab, pemain berusia 29 tahun itu ingin mencari nama di tim sebesar Arema.

Tim pelatih Arema memproyeksikan Didik untuk mengisi posisi lowong di sektor bek sayap. Pasalnya, manajemen Arema sebelumnya telah melepas dua bek sayap sekaligus, yakni Syaiful Indra dan Taufik Hidayat.

“Harapannya, saya ingin menunjukkan kemampuan di sini. Saya ingin menjual diri mencari nama dulu, karena saya belum punya nama sebelumnya,” tandasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Gabung Latihan Arema, Ridwan Tawainella Akui Butuh Adaptasi

Gabung Latihan Arema, Ridwan Tawainella Akui Butuh Adaptasi
Ridwan Tawainella (C) DANI KRISTIAN

Ridwan Tawainella akui butuh adaptasi setelah gabung sesi latihan Arema sejak Senin (1/3/2021) sore. Pemain sayap Arema itu memastikan diri bertahan untuk Liga 1 2021 mendatang.

Sejatinya, Arema sudah menggelar sesi latihan selama sepekan sejak Senin (22/2/2021) lalu, tetapi Ridwan tak bisa mengikutinya. Pemain asal Maluku itu terpaksa meminta izin absen latihan karena kurang enak badan usai kembali dari kampung halamannya.

Namun, Ridwan menegaskan, kondisi terbarunya saat ini sudah sehat. Pemilik jersey bernomor punggung 16 itu pun menjalani sesi latihan penuh semangat.

“Kondisi saya sehat sekarang ini, sudah aman lah. Mungkin saya cuma butuh adaptasi saja, karena saya baru mengikuti sesi latihan bersama tim sejak Senin (1/3/2021),” kata Ridwan kepada WEAREMANIA.

Ridwan Tawainella Akui Senang Dapat Banyak Teman Baru di Arema

Ridwan Tawainella menyambut baik kedatangan pemain-pemain anyar Arema. Menurutnya, butuh waktu juga untuk mengenal mereka satu persatu.

Sejak awal menggelar sesi latihan lalu, Arema kedatangan empat pemain lokal anyar. Mulai dari Ikhfanul Alam yang kembali ke Arema, hingga trio arek Malang, yakni Sandy Ferizal, Wiga Brilian Syahputra, dan Didik Ariyanto.

“Biasa saja sih ada pemain baru. Mungkin karena belum akrab saja dengan mereka,” pungkas pemain berusia 25 tahun itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.