blog

Arema Kebut Berkas Verifikasi Striker Asing Anyar

Arema Kebut Berkas Verifikasi Striker Asing Anyar
Oh In-Kyun (C) DANI KRISTIAN

General Manager Arema, Ruddy Widodo membeber progres perburuan striker asing anyar untuk timnya di kompetisi musim 2020. Kabar terbaru, pihaknya sedang mengebut berkas verifikasi si pemain.

Sejauh ini, Arema baru meresmikan satu dari empat kuota pemain asingnya. Gelandang asal Korea, Oh In-Kyun menjadi rekrutan asing pertama Arema.

Sebelumnya, Ruddy sudah melakukan proses negosiasi dengan tiga pemain asing asal negara Amerika Latin. Khusus untuk posisi second striker dan strikernya, Arema mengambil pemain dari Argentina, sedangkan posisi stoppernya dari Uruguay.

“Pemain asing anyar kami masih menunggu proses verifikasi data. Walaupun sepertinya lolos, tapi kami akan lebih lega jika surat hasil verifikasinya resmi dikeluarkan,” ujar Ruddy kepada WEAREMANIA.

Belum Bisa Memastikan Kapan Datang ke Malang

Ruddy Widodo belum bisa memastikan kapan tiga pemain asing itu akan terbang ke Malang. Yang bisa dipastikannya baru status si striker yang sudah bersepakat mau bergabung dengan Arema.

Setelah menyelesaikan berkas verifikasi dan sepakat dengan nilai kontrak, barulah mereka bisa datang ke Malang untuk melakoni tes medis. Semua proses itu harus dilalui sebelum teken kontrak untuk resmi menjadi penggawa Singo Edan.

“Pada prinsipnya, dengan yang striker kami sudah deal, dan dengan yang stopper segera deal. Tapi, kami tetap menunggu persyaratan administrasinya selesai dulu,” imbuh manajer asal Madiun itu.

Striker dan Stopper Belum Pernah Main di Indonesia

Khusus untuk pemain asing berposisi striker dan stopper, Ruddy Widodo memastikan keduanya belum pernah bermain di Indonesia. Sementara soal pemain asing yang berposisi sebagai second striker, manajer 48 tahun itu belum membeberkannya.

“Kalau memakai verifikasi, artinya pemain ini benar-benar baru dan belum pernah bermain di Indonesia. Sekarang ini posisi si pemain masih ada di negaranya,” tegasnya.

Mario Gomez Ingin Coba Pemain Asing Anyar di Laga Uji Coba Arema

Mario Gomez Ingin Coba Pemain Asing Anyar di Laga Uji Coba Arema
Mario Gomez dan Charis Yulianto (C) DANI KRISTIAN

Mario Gomez menyampaikan sinyal kehadiran pemain asing anyar Arema dalam pemusatan latihan (TC) yang digelar di Kusuma Agrowisata Kota Batu, 19-25 Januari 2020. Pelatih Arema ini ingin mencobanya di laga uji coba di sela-sela TC.

Rencananya, laga uji coba Arema bakal digelar di Lapangan Kusuma Agrowisata, Rabu (22/1/2020). Pihak manajemen maupun tim pelatih belum merilis tim mana yang akan menjadi lawan tanding mereka.

Namun, kehadiran sosok pemain asing ini masih menjadi tanda tanya. Arema masih membutuhkan tiga legiun asing non-Asia setelah meresmikan satu pemain asing slot asia, Oh In-Kyun.

“Rabu besok kami ada laga uji coba. Saya pikir tidak penting siapa lawannya, kami hanya ingin mencoba beberapa komposisi pemain dan taktik. Mungkin ada pemain asing yang datang, lebih jelasnya nanti pastikan pada manajemen klub,” ujar Gomez.

Target Kekompakan Tim

Target Mario Gomez dalam laga uji coba tersebut bukanlah hasil pertandingan. Baginya, memupuk kekompakan tim adalah tujuan utama.

Memunculkan chemistry antara satu pemain dengan pemain lainnya memang menjadi fokus utama pelatih asal Argentina itu dalam menggelar TC. Diakuinya tak mudah dan butuh waktu enam bulan untuk sebuah tim normal tanpa banyak pemain baru.

“Kami akan mencoba, kami berupaya melakukannya sebaik mungkin. Saya harap dengan sering berlatih bersama, tim ini akan semakin bertumbuh,” tegas eks pelatih Borneo FC itu.

Nur Diansyah Bakal Tunjukkan Kemampuan di Hadapan Aremania

Nur Diansyah Bakal Tunjukkan Kemampuan di Hadapan Aremania
Nur Diansyah

Nur Diansyah percaya diri menghadapi persaingan di sektor bek tengah yang ditempatinya di Arema. Pemain yang didatangkan dari Borneo FC ini bakal menunjukkan kemampuannya di hadapan Aremania.

Musim lalu, pemain yang akrab disapa Nur ini bermain dalam 18 pertandingan di Liga 1 2019 bersama Borneo FC. Sebelumnya, pemain kelahiran Jombang, 18 Desember 1998 itu memperkuat Borneo U-20 di kompetisi Elite Pro dan Persika Karawang di Liga 2 2018.

Datang ke tim sebesar Arema, Dian mengaku sama sekali tak minder. Keberadaan Mario Gomez di Arema, pelatih yang mengangkat namanya di Borneo FC membuat Dian optimis dapat lebih berkembang.

“Saya pikir ekspektasi Aremania bukanlah tekanan, tapi menjadi motivasi. Sebab, saya ingin menampilkan kemampuan terbaik di hadapan pendukung Arema,” ungkap Nur.

Pilih Arema karena Orang Tua

Selain faktor Mario Gomez, Nur Diansyah ternyata punya alasan lain kenapa menerima pinangan Arema. Pemain 22 tahun itu mempertimbangkan saran-saran dari orang tuanya yang tinggal di Jombang.

Nur diminta langsung oleh Gomez untuk ikut ke Malang. Komunikasi dijalin melalui Asisten Pelatih Arema, Charis Yulianto.

“Sebenarnya ada tawaran dari tim lain, tapi saya condong ke Arema, karena di sini tim besar. Saya pertimbangkan dulu, lalu berkomunikasi dengan orang tua. Rumah saya kan Jombang, kalau di Arema lebih dekat dengan keluarga, ini menjadi pertimbangan saya gabung Arema,” imbuhnya.

Sudah Ada Teman Baik di Arema

Alasan lain Nur Diansyah memutuskan gabung Arema adalah keberadaan seorang teman baik, yang tak lain adalah kiper muda Arema, Andryas Francisco. Kiper yang akrab disapa Ciko itu diketahui sempat dipinjamkan ke Borneo FC pada Piala Presiden 2018 lalu.

“Sebelumnya sudah kenal dengan Ciko, karena sempat satu tim di Borneo FC pada tahun 2018,” pungkasnya.

Ada Agenda Uji Coba Saat TC Arema

Ada Agenda Uji Coba Saat TC Arema
Skuad Arema berlatih serius (C) DANI KRISTIAN

Tim pelatih Arema memboyong para pemainnya ke Kusuma Agrowisata Kota Batu mulai Minggu (19/1/2020) siang bukan cuma untuk menjalani pemusatan latihan (TC). Ada agenda uji coba juga yang akan digelar di sana.

TC Arema akan dihelat selama sepekan dari jadwal semula selama 10 hari. Setidaknya, para penggawa Singo Edan akan berada di Kusuma Agro hingga Sabtu (25/1/2020) pagi.

Asisten Pelatih Arema, Charis Yulianto menjelaskan akan ada laga uji coba. Program laga uji coba ini sesuai dengan permintaan pelatih kepala Mario Gomez.

“Rencananya akan ada satu kali uji coba di Lapangan Kusuma Agrowisata. Mungkin hari Rabu (22/1/2020) uji cobanya,” ungkap Charis.

Tidak Hanya Fokus Latihan Fisik

Charis Yulianto menegaskan, sesi latihan di Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu tidak hanya pada latihan fisik. Materi latihan tersebut tetap akan diselingi dengan materi latihan lainnya.

Menurutnya, akan ada pula materi latihan teknik, seperti latihan bertahan, menyerang, crossing, dan lain-lain. Semua itu akan diimplementasikan dalam satu kali laga uji coba.

“Kalau latihan pertama Minggu (18/1/2020) sore mungkin cuma akan recovery training saja. Sebab, dalam empat kali sesi latihan sampai Minggu pagi fisik anak-anal sudah digenjot, jadi kami turunkan lagi intensitas latihannya,” tandas pria asal Blitar itu.

Misi Mario Gomez dalam Pemusatan Latihan Arema

Misi Mario Gomez dalam Pemusatan Latihan Arema
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

Pemain Arema semangat jalani pemusatan latihan (TC) hari pertama di Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu, Minggu (19/1/2020) sore. Harapannya, misi Mario Gomez sebagai pelatih kepala Arema dalam sesi latihan khusus ini bisa berjalan.

Lapangan Kusuma Agrowisata dinilai cocok untuk dijadikan tempat berlatih. Selain rumputnya yang bagus, kesejukan udaranya turut menunjang semangat para penggawa Singo Edan.

Selain itu, saat ini merupakan masa pra-musim, di mana sangat tepat bagi Gomez untuk membentuk chemistry timnya. Demi misi ini, mereka bakal menginap di Kusuma Agrowisata hingga Sabtu (25/1/2020).

“Biasanya, sebuah tim normal butuh waktu enam bulan untuk bisa padu. Karena di tim ini banyak pemain baru yang bergabung, tentu butuh waktu lebih lama. Lewat pemusatan latihan seperti ini caranya agar chemistry pemain bisa terbentuk,” ungkap Gomez.

Mario Gomez Bukan Tukang Sihir

Mario Gomez menegaskan dirinya bukan seorang tukang sihir yang mampu mengubah Arema menjadi tim luar biasa dalam semalam. Pelatih asal Argentina itu butuh bantuan semua pihak untuk bekerja keras demi prestasi.

Tercatat, di skuad Arema ini terdapat 10 pemain anyar yang baru bergabung di musim 2020 ini. Menurutnya, mayoritas dari mereka belum pernah bermain bersama sebelumnya.

“Kami akan mencobanya, karena banyak pemain baru, seperti yang saya katakan sebelumnya, harus setahap demi setahap. Solusinya cuma satu, harus sering-sering berlatih, berlatih, dan berlatih bersama. Mereka harus bekerja keras setiap hari dengan hati,” tegas pelatih 62 tahun itu.

Dokter Tim Arema: Latihan Fisik Selama Pra-Musim Penting

Dokter Tim Arema: Latihan Fisik Selama Pra-Musim Penting
Dokter Nanang Tri Wahyudi (C) DANI KRISTIAN

Dokter Tim Arema, Nanang Tri Wahyudi mendukung program latihan fisik yang digelar pelatih fisik Marcos Gonzales. Menurutnya, latihan fisik itu penting dilakukan selama pra-musim jelang kompetisi musim 2020.

Para penggawa Singo Edan sudah menjalani sesi latihan selama tiga hari sejak Kamis (16/1/2020) sore lalu di Stadion Gajayana Kota Malang tiap sore. Bahkan, Minggu (19/1/2020) ini sesi latihan dihelat dua kali, pagi dan sore hari (di Kusuma Agrowisata Kota Batu).

Materi latihan fisik mendominasi menu latihan yang dipimpin langsung pelatih kepala Mario Gomez. Sementara dokter Nanang memantau dari tepi lapangan.

“Dari segi medis, kalau latihan fisiknya benar, maka akan sangat membantu mencegah cedera saat kompetisi sudah dimulai. Latihan fisik selama pra-musim ini sangat-sangat penting,” ungkap Nanang kepada WEAREMANIA.

Ada Koordinasi dengan Pelatih Fisik

Sebagai tim medis, Nanang Tri Wahyudi mengaku sudah ada komunikasi dengan Marcos Gonzales. Bahkan, saran dan masukan membangun sudah diberikannya kepada pelatih asal Argentina tersebut.

Koordinasi antara pelatih fisik dan dokter tim Arema itu diperlukan untuk menjaga keseimbangan porsi latihan fisik yang diprogramkan. Menurutnya, yang terpenting adalah periodesasi latihan fisik yang diberikan Marcos tepat.

“Saran dari saya, yang terpenting periodesasinya tepat, artinya latihan fisiknya bertahap. Kalau langsung dibuat berat, bukannya tambah fit, pemain malah tambah mudah cedera dan sakit,” imbuh dokter lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) itu.

Evaluasi Dua Pekan Pertama

Bersama Marcos Gonzales, sebagai dokter tim Arema, Nanang Tri Wahyudi bakal melakukan evaluasi latihan fisik dari segi medis. Rencana itu bakal diterapkan dalam dua pekan pertama.

“Kami akan melihat dulu dua pekan ke depan, harusnya tidak banyak pemain yang sakit dan cedera. Kalau itu yang terjadi di pra-musim ini, maka kami harus melakukan evaluasi lagi,” tandas dokter asal Magetan ini.

Jadi Pemain Arema, Dave Mustaine Merasa Tertantang

Jadi Pemain Arema, Dave Mustaine Merasa Tertantang
Dave Mustaine (C) DANI KRISTIAN

Resmi menjadi pemain Arema, Dave Mustaine tak semata merasa senang dan bangga. Gelandang yang didatangkan dari PS Sleman bersama Kushedya Hari Yudo itu mengaku merasa tertantang.

Rasa tertantang itu mencuat lantaran menurutnya Arema tim besar dengan deretan pemain yang berkualitas. Dave mengaku siap bersaing memperebutkan satu posisi di lini tengah Arema yang dipenuhi banyak pemain.

Diakuinya, tak butuh waktu lama untuk berpikir ketika dihubungi langsung oleh General Manager Arema, Ruddy Widodo. Tawaran untuk bergabung dengan Arema langsung diterima pemain 26 tahun itu.

“Sebelumnya saya tidak pernah berpikir akan ke Arema. Karena ada tawaran untuk ke sini dari Pak Ruddy langsung, ya saya ambil. Kelihatannya menantang, sepertinya perlu diambil. Alasannya karena dekat dengan rumah saya di Sidoarjo, dan Arema juga tim besar,” kata Dave.

Siap Ramaikan Persaingan di Lini Tengah Arema

Lini tengah Arema musim ini penuh sesak oleh Hendro Siswanto, Jayus Hariono, Hanif Sjahbandi, Vikrian Akbar, dan pemain asing, Oh In-Kyun. Dave Mustaine pun mengaku siap meramaikan persaingan tersebut.

Melihat persaingan di lini tengah itu, Dave menyerahkannya kepada tim pelatih. Menurutnya, kalau pelatih memberikan kesempatan kepadanya, maka akan dimaksimalkannya dengan baik.

“Tentunya saya harus memberikan penampilan terbaik, saya siap kerja keras untuk bersaing. Untuk suporter, saya juga akan memberikan yang terbaik, nanti biar mereka sendiri yang menilai penampilan saya di lapangan,” imbuhnya.

Punya Target Khusus di Arema

Dave Mustaine bergabung dengan Arema tak hanya ingin sekadar numpang lewat saja. Gelandang pengangkut air ini ternyata punya target khusus.

“Target saya sederhana, saya ingin menjadi lebih baik dari musim lalu. Kalau diizinkan Tuhan, saya ingin membawa Arema menjadi juara di kompetisi musim ini,” pungkas pemain dengan paras tampan tersebut.

Kushedya Hari Yudo Warisi Nomor Punggung Sylvano Comvalius

Kushedya Hari Yudo Warisi Nomor Punggung Sylvano Comvalius
Kushedya Hari Yudo (C) DANI KRISTIAN

Kushedya Hari Yudo sudah memilih nomor punggung yang akan dipakainya di Arema musim 2020. Penyerang sayap yang didatangkan dari PS Sleman itu bakal mewarisi nomor punggung 99 milik Sylvano Comvalius.

Musim lalu, Yudo menjadi andalan PS Sleman di lini depan. Pemain asli Malang itu bermain 29 kali (1273 menit), mencetak lima gol dan satu assist di Liga 1 2019.

Jika mengenakan jersey bernomor punggung 99, maka itu bukan kali pertama untuknya. Saat bermain di PS Sleman musim lalu, nomor punggung 99 juga melekat pada jersey pemain 26 tahun tersebut.

“Kalau boleh memilih, saya ingin memakai jersey dengan nomor punggung tetap 99, seperti yang saya pakai di tim sebelumnya,” ungkap Yudo.

Jebolan Akademi Arema

Kushedya Hari Yudo merupakan pemain jebolan Akademi Arema U-21 angkatan 1992-1993. Pada tahun 2011, pemain asal Kebonagung itu memutuskan keluar dan merantau di Bandung, hingga akhirnya di musim 2020 ini kembali lagi ke Arema.

Menurutnya, faktor keluarga yang membuatnya memutuskan pulang untuk memperkuat tim tanah kelahirannya, Arema. Yudo mengaku sempat meminta saran pada orang tuanya yang langsung menyuruhnya menerima pinangan Arema ketimbang beberapa klub lain yang meminatinya.

“Orang tua saya menyarankan ke Arema, karena dari dulu saya besar di tim ini. Arema tim besar, cita-cita saya dari dulu memang ingin bermain di Arema. Siapa sih yang tidak bangga bermain di tanah kelahirannya sendiri,” imbuhnya.

Tak Pusingkan Persaingan

Sebagai pendatang baru, Kushedya Hari Yudo mengaku tak mau dipusingkan dengan persaingan dengan penyerang lainnya di Arema. Yang jelas, eks pemain Persegres Gresik United itu ingin menempati posisi penyerang sayap.

“Arema tim besar, pasti pemain menggebu-gebu ingin menunjukkan penampilan terbaiknya, ya kita lihat saja bagaimana di latihan. Kalau target saya, semoga bisa membawa Arema ke papan atas. Saya juga ingin selalu mencetak gol di setiap pertandingan dan di setiap kesempatan bermain,” pungkas Yudo.

Reta Arroyan, Fisioterapis di Semua Level Tim Arema

Reta Arroyan, Fisioterapis di Semua Level Tim Arema
Reta Arroyan (C) HABIBIE

Reta Arroyan bisa dibilang sebagai orang tersibuk di tim Arema. Sebab, pria asal Ponorogo itu menjadi fisioterapis di semua level tim Arema, dari akademi hingga tim senior.

Perkenalannya dengan Arema dimulai di musim 2016 kala Arema dilatih Milomir Seslija. Saat itu, Reta yang sedang ikut temannya bekerja di sebuah klinik terapi ternama di Malang mulai kenal dengan pemain Arema yang menjalani pemulihan cedera.

Diakuinya, pada saat itu, masa kuliah di salah satu kampus di Malang belum diselesaikannya. Dari sekadar membantu menangani pasien pemain cedera, Reta pun kenal dengan Ahmad Nufiandani, Anthoni Putro, Goran Gancev, Esteban Vizcarra, dan terakhir Dendi Santoso.

“Setelah itu, pada musim 2017 saya sempat gabung klub Liga 3 pada putaran kedua karena mereka sedang butuh fisioterapis. Lalu, pada pertengahan 2018 saya dihubungi lagi dan diajak untuk menjadi fisioterapis Arema U-16 oleh salah satu asisten dokter tim Arema,” ungkap Reta kepada WEAREMANIA.

Merangkap Semua Level Tim Akademi Arema

Sejak menjadi fisioterapis Arema U-16 itulah, kemudian Reta Arroyan merangkap di semua level tim Akademi Arema. Pria kelahiran 14 Maret 1995 itu juga menangani tim Arema U-18, dan U-20 di kompetisi Elite Pro.

Bahkan, musim lalu Reta pun bertugas menjadi fisioterapis tim Arema Putri di Liga 1 Putri 2019. Hal ini membuktikan kepercayaan manajemen Arema padanya cukup besar.

“Alhamdulillah saya dipercaya manajemen Arema junior untuk merangkap menjadi fisioterapis U-16, U-18, dan U-20, hingga di liga Liga 1 Putri 2019. Bahkan, kalau saya sedang bebas tugas juga kadang disuruh bantu di tim senior Arema,” imbuhnya.

Curhat Kesulitannya di Semua Level Tim Arema

Kesulitan utama Reta Arroyan sebagai fisioterapis di semua level tim Arema menurutnya adalah ketika banyak pasien pemain yang cedera, dan dikejar waktu pemulihan. Tentu harus bisa membagi waktu, yang untungnya jadwal kompetisi semua kelompok umur itu tidak bersamaan.

“Sering juga saya sharing dengan dokter Nanang (dokter tim Arema). Misal ada beberapa pemain di kelompok umur, bahkan di Arema Putri kemarin yang cedera serius, atau butuh penanganan dari dokter. Saya selalu berkomunikasi terus dengan dokter untuk berkonsultasi langsung, agar cedera pemain segera teratasi,” pungkas lulusan Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Arema Pastikan Striker Asing Incarannya Bukan Ezechiel N’Douassel

Ezechiel N'Douassel
Ezechiel N'Douassel (C) DANI KRISTIAN

General Manager Arema, Ruddy Widodo memastikan striker asing incarannya bukanlah penyerang Persib Bandung, Ezechiel N’Douassel. Sebab, pihaknya saat ini sudah bernegosiasi dengan penyerang asing lainnya.

Memang, pelatih kepala Arema, Mario Gomez masih ngeyel minta didatangkan Ezechiel ke Malang, bersama Jonathan Bauman. Namun, sepertinya tidak ada progres positif dari upaya yang dilakukan manajemen Arema untuk membuat mantan anak asuh Gomez di Persib Bandung itu merapat.

Ruddy sempat mengungkapkan pihaknya punya rencana cadangan jika hingga awal Pebruari masih tak ada respon dari dua pemain asing incaran utama. Gomez pun sudah mengantongi dua nama striker dan second striker asing dalam daftar tunggu.

“Striker dan second striker dalam rencana cadangan ini sama-sama berasal dari Argentina. Tentu saja dua nama tersebut merupakan rekomendasi dari Coach Gomez,” ungkap Ruddy.

Nego Stopper Asing Juga

Selain berburu striker dan second striker, Ruddy Widodo juga tengah bernegosiasi dengan satu stopper asing incaran. Stopper asing incaran ini juga berasal dari negara Amerika Latin.

Sebenarnya, sebelumnya Arema sudah mengantongi satu nama, yakni Santiago Carerra yang sudah 80 persen akan datang ke Malang. Namun, secara menit bermain, stopper asal Uruguay itu dinilai tak lolos verifikasi.

“Yang stopper anyar ini juga dari Uruguay. Pokoknya, dari depan sampai belakang musim ini kami akan memakai pemain dari Amerika Latin,” imbuh manajer berkaca mata ini.

Pastikan Lolos Verifikasi

Ruddy Widodo tak mau kasus Santiago Carerra terulang kembali. Karenanya, pihak manajemen Arema bakal memastikan dulu tiga pemain asing incarannya lolos verifikasi data terlebih dahulu.

“Saat ini proses itu masih berjalan. Kami tidak hanya melihat di liga negara mana klub terakhirnya bermain, tapi juga menit bermain si pemain di klub terakhirnya tersebut. Syaratnya harus 25 persen dari total pertandingan yang dijalani klub terakhirnya itu,” tegasnya.