blog

Jadwal Persib Bandung vs Arema FC Menemui Titik Terang

Jadwal Persib Bandung vs Arema FC Menemui Titik Terang
General Manager Arema, Ruddy Widodo (C) DANI KRISTIAN

Teka-teki kapan laga Persib Bandung vs Arema FC akan digelar akhirnya menemui titik terang. Laga tunda pekan ke-21 Liga 1 2019 itu kabarnya bakal dihelat pada pertengahan November mendatang.

General Manager Arema, Ruddy Widodo mengaku sudah mendengar kabar jadwal baru tersebut. Pihaknya mengaku lega mendapat kepastian mengenai satu pertandingan Arema yang tertunda ini.

Seharusnya, laga Persib Bandung vs Arema FC digelar Sabtu (28/9/2019) sore di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Lantaran Panpel Persib tak mendapatkan izin kepolisian setempat, maka laga tersebut harus ditunda oleh PT Liga Indonesia Baru.

“Laga tandang Arema ke markas Persib insyaallah akan digelar pada 12 November mendatang. Itu usulan dari PT LIB selaku operator liga,” ungkap Ruddy.

Sempat Diusulkan Digelar Desember

Ruddy menjelaskan, sempat ada usulan untuk menggelar laga Persib Bandung vs Arema FC itu pada Desember mendatang. Hanya saja, usulan ini ditolak oleh PT LIB.

Kabarnya, PT LIB menginginkan semua laga tunda dapat digelar sebelum memasuki akhir kompetisi. Selain laga tunda Persib melawan Arema ini, terdapat enam laga tunda lainnya yang harus diselesaikan sebelum pekan ke-28 sesuai keinginan operator liga.

“PT LIB tak mengizinkan pertandingan Persib melawan Arema ini digelar pada Desember. Mereka ingin, semua laga tunda sudah digelar sebelum Desember. Alasannya, aspek fairness, competitiveness, dan quality akan lebih mudah terpenuhi,” pungkas manajer berkacamata tersebut.

Pemulihan Cedera Agil Munawar Butuh Tiga Pekan

Pemulihan Cedera Agil Munawar Butuh Tiga Pekan
Agil Munawar (C) DANI KRISTIAN

Agil Munawar butuh tiga pekan untuk proses pemulihan cederanya. Bek sayap Arema itu diketahui tengah dilanda cedera lutut.

Cedera lutut itu didapatnya pada laga melawan PSM Makassar di pekan ke-22 (2/10/2019) lalu. Kala itu, Agil salah tumpuan ketika terjatuh di lapangan, sehingga ditarik keluar di penghujung babak pertama.

Tim medis Arema sempat menyebut bahwa cedera lutut ini merupakan cedera kambuhan Agil tahun lalu. Pada pra-musim tahun lalu, pemain asal Bandung ini pernah mengalami cedera lutut yang lumayan parah, hingga memaksanya absen setengah musim.

“Dia sudah memulai proses pemulihan cederanya sejak tengah pekan lalu. Maksimal Agil Munawar butuh tiga pekan, sejak cederanya kemarin,” kata David Setiawan, fisioterapis Arema kepada WEAREMANIA.

Sudah Bisa Penguatan

David menjelaskan, saat ini, Agil Munawar sudah bisa menjalani program penguatan di gym. Namun, porsinya baru setengah saja.

Melihat estimasi waktu pemulihan tiga pekan yang diberikan tim medis Arema, Agil terancam absen di laga-laga Arema yang digelar di bulan Oktober 2019. Setidaknya, ada tiga laga tandang yang dilewatkannya, yakni melawan PSM Makassar (16/10/2019), Persipura Jayapura (20/10/2019), dan PS Tira-Persikabo (24/10/2019).

“Saat ini sudah bisa menjalani penguatan di gym, dengan beban latihan awal 50%. Lalu, ada kombinasi latihan feeling ball di lapangan,” pungkas mantan fisioterapis Persiram Raja Ampat tersebut.

Lawan Persipura Pindah Venue, Lawan PS Tira-Persikabo Belum Jelas

Lawan Persipura Pindah, PS Tira-Persikabo Belum Jelas

Usai menjalani laga tunda pekan kelima Liga 1 2019 di kandang PSM Makassar, Rabu (16/10/2019) malam, Arema langsung ditunggu laga pekan ke-23 lawan Persipura Jayapura dan laga pekan ke-24 lawan PS Tira-Persikabo. Venue laga lawan Persipura dipastikan pindah, sedangkan lawan PS Tira-Persikabo belum jelas.

Laga lawan Persipura tadinya akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (20/10/2019) malam. Kebetulan, stadion tersebut menjadi kandang sementara Persipura selama Stadion Mandala Jayapura direnovasi.

Panpel Persipura memindahkan laga ini ke Stadion Aji Imbut Tenggarong karena alasan keamanan. Kabarnya, pihak panpel tidak mendapatkan izin dari kepolisian setempat.

“Kami mendapat informasi pertandingan ini dipindah ke Stadion Aji Imbut Tenggarong, karena tidak ada izin kepolisian untuk menggelar pertandingan di Sidoarjo, bahkan laga tanpa penonton sekalipun tetap tak ada izin,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Venue Lawan PS Tira-Persikabo Belum Jelas

Jika laga lawan Persipura sudah jelas dipindahkan venue pertandingannya, belum ada kejelasan venue untuk laga tandang lawan PS Tira-Persikabo. Ruddy mengaku belum mendapatkan jawaban pasti.

Menurut manajer berkaca mata tersebut, sampai saat ini Panpel PS Tira-Persikabo masih menyiapkan sejumlah opsi, karena belum adanya izin pertandingan. Laga itu sendiri sedianya digelar di Stadion Pakansari Bogor, Kamis (24/10/2019) sore.

“Panpel setempat masih mengusahakan pertandingan ini bisa digelar di Stadion Pakansari Bogor. Namun, kalau izin pertandingan tidak segera keluar, katanya PS Tira-Persikabo akan kembali bermain di Sleman atau Bantul,” imbuh pria 48 tahun itu.

Asal Tak Ditunda

Soal pemindahan venue ini, Ruddy mengaku tak masalah. Harapannya tak ada lagi pertandingan yang ditunda, seperti yang sudah disepakati seluruh manajer klub Liga 1 2019 degan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sabtu (12/10/2019).

“Kami berharap semua pertandingan tidak tertunda, kalau cuma pindah venue saja tidak masalah, asal pemberitahuannya tidak mendadak.” tegasnya.

Jadwal Laga PSM Makassar vs Arema Tak Berubah

Jadwal Laga PSM Makassar vs Arema Tak Berubah
Hendro Siswanto melawan PSM (C) DANI KRISTIAN

Jadwal laga antara PSM Makassar vs Arema dipastikan tak berubah. Kepastian itu sudah didapatkan oleh General Manager Arema, Ruddy Widodo, Sabtu (12/10/2019) kemarin.

Laga PSM Makassar vs Arema tetap akan digelar sesuai jadwal semula. Laga tunda pekan kelima Liga 1 2019 itu masih dihelat di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Rabu (16/10), pukul 18.30 WIB mendatang.

Ruddy memperoleh kepastian itu pada acara rapat manajer-manajer klub Liga 1 2019 dengan operator liga, PT Liga Indonesia Baru, Sabtu (12/10/2019) di Pulau Bali. Dalam ajang tersebut, pihak PSM sudah memastikan dapat menggelar laga tersebut sesuai rencana.

“Jadwal laga ini tidak akan berubah, tetap akan digelar sesuai jadwal. Kami bertemu perwakilan PSM dalam pertemuan antara klub dan operator di Bali. Mereka sudah memebrikan kepastian,” kata Ruddy.

Ada Surat Izin Pentandingan

Pihak PSM Makassar meyakinkan Ruddy Widodo dan PT LIB bahwa mereka mampu menggelar laga sesuai jadwal. Bahkan, mereka juga membawa surat izin pertandingan dari kepolisian.

Sebelumnya, izin kepolisian inilah yang membuat pihak Arema dan PT LIB sempat khawatir laga itu bakal tertunda. Seperti diketahui, situasi politik dan keamanan di Indonesia dalam sebulan terakhir bisa dibilang tidak stabil.

“PSM juga sudah menunjukkan surat izin pertandingan dari kepolisian, ini yang membuat kami yakin laga ini tidak tertunda,” pungkas manajer berkacamata ini.

Jadwal Laga Arema di Liga 1 2019 Pekan Ini

Jadwal Laga Arema di Liga 1 2019 Pekan Ini
Muhammad Rafli lawan PSM Makassar (C) DANI KRISTIAN

Jadwal laga Arema di Liga 1 2019 pekan ini ternyata tidak mengalami perubahan. Skuat Singo Edan akan menjalani laga tandang ke markas PSM Makassar.

Laga PSM vs Arema ini merupakan laga tunda pekan kelima lalu. Saat itu, jadwal laga Arema ini terpaksa ditunda lantaran tuan rumah PSM harus fokus ke ajang AFC Cup 2019.

Arema akan dijamu tim tuan rumah PSM, Rabu (16/10/2019), pukul 18.30 WIB. Rencananya, Stadion Andi Mattalatta Makassar dipilih sebagai venue pertandingan.

Laga ini merupakan laga perdana Arema dan PSM usai libur kompetisi lantaran ada FIFA Matchday untuk laga Timnas. Sebelumnya, Liga 1 2019 sempat diliburkan selama sekitar 14 hari.

Persiapan Maksimal

Menghadapi laga melawan PSM ini, Arema telah melakukan persiapan maksimal. Salah satunya dengan menggelar latihan khusus di Pantai Balekambang, Jumat (11/10/2019) sore.

Arema juga punya modal bagus jelang laga tandang ini. Sebab, di laga terakhir, mereka mampu menggasak PSM 2-0 di pekan ke-22 lalu.

Sayang, dalam laga ini, Arema terancam tak diperkuat Hamka Hamzah dan Agil Munawar yang cedera, juga Dendi Santoso, Hanif Sjahbandi, dan Muhammad Rafli yang ke Timnas.

Johan Farizi Kembali, Nasir Pasrahkan Nasib pada Pelatih Arema

Johan Farizi Kembali, Nasir Pasrahkan Nasib pada Pelatih Arema
Nasir (C) DANI KRISTIAN

Kembalinya Johan Farizi bisa jadi memaksa Nasir kembali ke posisi aslinya sebagai penyerang sayap. Hanya saja, untuk hal ini, pemain asal Tuban itu pasrahkan nasib pada pelatih Arema, Milomir Seslija.

Farizi memang sempat absen sejak jelang laga melawan Persija Jakarta awal Agustus 2019 lalu. Bek sayap kiri asli Malang tersebut terkena cedera tumit.

Sejumlah pemain sempat ditempatkan Milomir untuk mengisi posisi bek sayap kiri Arema yang ditinggalkan Farizi. Mulai dari Alfin Tuasalamony, Agil Munawar, hingga Nasir yang sejatinya bukan posisi naturalnya.

“Kalau Johan Farizi kembali, saya pasrah kepada pelatih saja. Tergantung dia mau memainkan saya di posisi mana,” kata Nasir kepada WEAREMANIA.

Lebih Sering Jadi Bek Sayap

Musim ini, selama enam kali dimainkan di Liga 1 2019, Nasir memang lebih sering dipasang sebagai bek sayap. Pemain 24 tahun itu sudah mencatatkan 396 menit di lapangan bersama Arema.

Kalau pun nantinya, pelatih Milomir Seslija bakal mengembalikannya sebagai penyerang sayap kiri, Nasir mengaku siap. Namun, jika Arema masih butuh tenaganya di posisi bek sayap kiri, mengingat cederanya Agil Munawar, pemilik jersey bernomor punggung 8 itu pun siap.

“Kalau dipasang jadi penyerang sayap lagi saya siap, begitu pula sebaliknya. Yang penting, saya pikir pelatih lebih tahu mana posisi yang cocok untuk saya,” imbuhnya.

Tak Ada Kesulitan

Bagi Nasir, tak ada masalah jika posisinya dipindah-pindah dari belakang (bek sayap) ke depan (penyerang sayap), begitu pula sebaliknya. Ditegaskannya, tak ada masalah untuk beradaptasi.

“Beradaptasi dari belakang ke depan atau depan ke belakang saya rasa tidak sulit. Perlu butuh belajar sedikit demi sedikit dalam hal bertahan. Kalau penyerang sayap kan lebih banyak menyerang, sedangkan kalau jadi bek sayap harus bertahan juga di samping membantu menyerang,” tandasnya.

Hasil Kesepakatan Klub Liga 1 2019 dengan PT LIB

Hasil Kesepakatan Klub Liga 1 2019 dengan PT LIB
General Manager Arema Ruddy Widodo (C) DANI KRISTIAN

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi menggelar pertemuan darurat dengan manajer-manajer klub Liga 1 2019, Sabtu (12/10/2019). Pertemuan yang digelar di Pulau Bali itu menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Yang utama, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan kompetisi sesuai jadwal, 22 Desember 2019. Karenanya, mereka sudah merumuskan kiat agar jadwal tak sampai molor, terutama karena tidak mendapat izin dari kepolisian.

Menurut General Manager Arema, Ruddy Widodo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, ada sejumlah kiat yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi molornya jadwal. Kiat ini bisa diterapkan ketika laga terancam ditunda lantaran tidak ada izin dari pihak keamanan.

“Kiat pertama, klub harus menawarkan alternatif agar pertandingan digelar tanpa penonton, jika tidak mendapat izin keamanan. Kalau solusi ini ditolak, maka klub tuan rumah harus menggelar pertandingan di tempat netral. Tapi harus ingat, meski ini hak tuan rumah, tapi tempat netral itu secara etis jangan sampai menyusahkan tim tamu,” kata Ruddy kepada WEAREMANIA.

Jika Izin Dicabut Mendadak

Ruddy menyebut, di pertemuan manajer-manajer klub Liga 1 2019 dengan PT LIB ini juga disepakati solusi jika ada izin pertandingan yang dicabut mendadak. Terutama ketika tim tamu sudah berada di kota di mana pertandingan akan digelar.

Menurutnya, jika pencabutan izin ini dilakukan pada h-2, tim tuan rumah wajib mencari venue lain. Tim tuan rumah juga wajib mengganti tiket dan akomodasi untuk tim tamu.

“Venue baru untuk menggelar pertandingan ini juga harus mempertimbangkan kemudahan untuk kedua tim,” imbuhnya.

Bisa Dianggap Kalah 0-3

Menurut Ruddy, jika pencabutan izin pertandingan terjadi pada H-1 atau di hari H (saat Match Commisioner Meeting), maka tim tuan rumah bakal langsung dianggap gagal menggelar pertandingan. Sanksinya kalah 0-3 (WO).

“Kalau gagal menggelar pertandingan, sesuai regulasi tentu saja ada sanksinya. Tim tuan rumah bisa dianggap kalah WO dengan skor 0-3,” pungkas manajer berkacamata ini.

Dukungan Penuh Keluarga untuk Sheva Imut di Laga Arema Putri

Dukungan Penuh Keluarga untuk Sheva Imut di Laga Arema Putri
Sheva Imut dan keluarga (C) DANI KRISTIAN

Kegemilangan permainan bomber Arema Putri, Sheva Imut Furyzcha tak lepas dari dukungan penuh keluarganya. Orang tuanya hampir selalu hadir di tribune menyaksikan sang putri berlaga di babak pendahuluan Grup B Seri Pertama Liga 1 Putri.

Di pertandingan pertama saat Arema Putri kalah 0-1 dari Persipura Putri, sang Ayah, Junaidi Fuad datang menonton di tribune Stadion Brantas Kota Batu. Begitu pula saat Sheva mencetak gol pertamanya untuk Arema Putri yang membawa timnya mengalahkan PSM Putri 1-0 di Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu.

Khusus untuk laga pamungkas di Seri Pertama, saat Arema Putri melawan Bali United Putri, Sabtu (12/10/2019) pagi, bukan cuma Ayah Sheva yang hadir. Mama dan adik perempuannya juga turut datang mendukung di tribune Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu.

“Cuma di pertandingan kedua melawan Persebaya Putri saja saya absen tidak menonton Sheva bermain, karena memang pertandingan digelar tanpa penonton,” kata Junaidi ditemui WEAREMANIA usai pertandingan.

Dukungan Membawa Berkah

Dukungan keluarga membawa berkah tersendiri bagi Sheva Imut Furyzcha. Alhasil, satu gol dibuatnya melalui tendangan bebas di penghujung babak pertama, yang akhirnya menjadi gol penentu kemenangan Arema Putri 1-0 atas Bali United Putri.

Dalam sesi jumpa pers, Sheva mengungkapkan gol keduanya di turnamen ini tersebut dipersembahkannya untuk Mamanya, Enry Romadhona. Sebab, sang Mama turut berjasa menjadikan Sheva pesepak bola seperti sekarang ini.

Junaidi bercerita, saat masih kecil, Sheva kerap diajaknya bermain futsal, sehingga keinginan untuk menjadi pemain sepak bola tumbuh di dirinya. Sayang, keinginan itu sempat ditentang oleh sang Ayah yang lebih mengarahkan untuk menekuni pencak silat.

“Sempat ikut pencak silat beberapa bulan, Sheva kemudian berhenti dan kembali ingin masuk Sekolah Sepak Bola (SSB). Karena saya malu, makanya Mamanya yang mendaftarkan, dia masuk SSB Surabaya Bersatu sejak kelas 2 SD sampai sekarang,” imbuhnya.

Tidak Khawatir Cedera

Selama ini, Junaidi menyarankan Sheva Imut lebih sering berlatih di SSB Surabaya Bersatu bersama teman-teman laki-lakinya. Namun demikian, pria yang bekerja sebagai wiraswasta itu mengaku tak khawatir putrinya mengalami cedera.

Menurutnya, dari kecil Sheva memang terkenal sebagai perempuan tomboy. Temannya juga lebih banyak yang laki-laki daripada teman perempuan.

Risiko cedera tentu dapat menyerang siapa pun, entah bermain sepak bola dengan laki-laki atau pun sesama perempuan. Tinggal bagaimana pintar-pintas Sheva meminimalisir risiko cedera tersebut.

“Tujuan saya menyarankan Sheva bermain sepak bola bersama laki-laki agar ketika bertemu dengan tim sesama perempuan, dia sudah satu level di atas mereka. Tentu ada risiko cedera, namanya juga sepak bola, olahraga yang keras, itu sudah biasa,” tandasnya.

Sekolah Lagi, Singgih Pitono Bakal Tinggalkan Arema

Sekolah Lagi, Singgih Pitono Bakal Tinggalkan Arema
Singgih Pitono (C) DANI KRISTIAN

Singgih Pitono bakal tinggalkan Arema untuk sementara waktu. Asisten pelatih Arema itu rencananya akan sekolah lagi, mengambil kursus kepelatihan lisensi B AFC.

Pelatih asal Tulungagung itu dijadwalkan mengikuti kursus yang diadakan PSSI di Kota Batu, 14-28 Oktober 2019. Praktis, Singgih harus meninggalkan tugas kesehariannya dalam sesi latihan Arema membantu pelatih kepala, Milomir Seslija selama 14 hari.

Seharusnya, Singgih sudah menjalani kursus kepelatihan level B AFC ini tahun lalu. Karena ada kendala teknis, maka keinginannya ‘naik pangkat’ harus tertunda hingga tahun ini.

“Kalau harus meninggalkan tim, saya pikir tidak ada masalah, karena di Arema masih ada Siswantoro dan Kuncoro sebagai asisten pelatih. Apalagi ini keinginan saya yang tertunda sejak tahun lalu, mudah-mudahan kali ini berjalan lancar,” kata Singgih.

Karena Patuh pada Regulasi

Kursus kepelatihan itu diambil Singgih Pitono bukannya tanpa alasan. Pelatih 52 tahun itu mengikuti kursus kepelatihan lisensi B AFC ini demi kepatuhannya pada regulasi yang diterapkan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru untuk kompetisi Liga 1.

Lisensi C AFC yang didapatkannya beberapa tahun lalu dinilai masih belum cukup memenuhi syarat menjadi asisten pelatih klub di Liga 1. Kewajiban memiliki lisensi kepelatihan B AFC yang memaksanya maju.

“Harapannya saya dapat memenuhi regulasi tersebut, karena menjadi seorang asisten pelatih di Liga 1 saat ini minimal B AFC. Kalau kita sudah memutuskan hidup di sepak bola, mau tak mau harus mengikuti, hukumnya wajib,” imbuh striker legendaris Arema era Galatama ini.

Usia Bukan Alasan

Singgih Pitono sempat khawatir mengenai usianya yang dianggapnya sudah bukan waktunya lagi untuk berpikir. Namun, kekhawatiran itu segera ditepisnya dengan memotivasi diri sendiri.

“Walaupun saya bukan usianya lagi untuk berpikir, karena usia sudah kepala lima, bukan usia yang produktif, tapi itu bukan alasan. Mudah-mudahan kali ini lancar,” pungkas top skor Arema sepanjang masa tersebut.

Kiper-kiper Arema Cari Modal Kekuatan di Atas Pasir Pantai

Kiper-kiper Arema Cari Modal Kekuatan di Atas Pasir Pantai
Kartika Ajie (C) DANI KRISTIAN

Kiper-kiper Arema melahap menu dan porsi latihan fisik yang sama di Pantai Balekambang, Jumat (11/10/2019) sore. Pelatih kiper Arema, Yanuar Hermansyah menyebut sesi latihan tersebut sebagai modal kekuatan untuk anak asuhnya di lapangan nanti.

Biasanya, pada sesi latihan biasa di lapangan, pelatih kiper yang akrab disapa Begal itu memberikan materi dan porsi latihan khusus untuk kiper-kiper Arema. Namun, kali ini menu dan porsi latihan Kartika Ajie, Utam Rusdiyana, Muhammad Sandi Firmansyah dan Andryas Francisco tak dibedakan dengan pemain Arema lainnya.

Seluruh penggawa Singo Edan menjalani lima materi latihan fisik di hamparan pasir menanjak di sisi Pantai Balekambang paling timur. Mereka tampak semangat melakoni sesi latihan khusus yang digelar tim pelatih Arema kali ini.

“Saya pikir materi latihan fisik ini sangat menunjang untuk pembentukan power, bukan cuma pada pemain lapangan, tapi juga untuk kiper-kiper Arema,” kata Begal.

Kiper Bukan Sekadar Menjaga Gawang

Begal menyebut, kiper-kiper modern saat ini tugasnya bukan sekadar menjaga gawang dari kebobolan. Sebagai orang terakhir di pertahanan suatu tim, seorang kiper juga harus mampu terlibat dalam permainan.

Saat bertahan, kiper menjadi orang terakhir yang wajib mencegah terjadinya gol ke gawangnya. Sementara saat menyerang, kiper harus terlibat membangun serangan dari wilayahnya sendiri.

“Kiper itu tidak tampil di posisinya saja, tapi juga bermain di posisinya. Tugasnya bukan cuma menjaga gawang, kiper sekarang harus gerak terus. Kalau fisiknya tidak kuat, ketika ada momen yang membutuhkan tenaga maka dia akan mengalami kesulitan,” imbuh pria asli Malang ini.

Lanjutkan Program

Menurut Begal, pembentukan power kiper ini merupakan program awal sebelum menginjak materi latihan berikutnya. Setelah ini, program latihan kiper akan dilanjutkan di atas lapangan normal.

“Karena kabarnya pertandingan masih lama, makanya kami programkan secara global dulu, mencari modal pembentukan power. Otomatis kalau di pasir materinya untuk strength, sedangkan yang lainnya seperti eksplosivitas, endurance, dan kelincahan bisa di lapangan biasa,” tandasnya.

.td-logo-in-menu .td-sticky-disable.td-header-logo { display: block; width: 230px; }