blog

Duel Mantan di Laga Arema FC vs Bali United di Liga 1 2019

Duel Mantan di Laga Arema FC vs Bali United di Liga 1 2019
Sylvano Comvalius (C) DANI KRISTIAN

Duel Arema FC vs Bali United di pekan ke-33 Liga 1 2019, Senin (16/12/2019) sore di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi momen reuni bagi dua pemain. Ada Sylvano Comvalius di kubu Arema, dan Leonard Tupamahu di kubu Bali United.

Seperti diketahui, Comvalius merupakan mantan pemain Bali United yang saat ini memperkuat Arema. Sementara itu, Leonard merupakan mantan pemain Arema di masa lalu.

Comvalius pernah mengenakan jersey Bali United di kompetisi Liga 1 2017 lalu. Pemain asal Belanda itu cuma bertahan satu musim.

Sama dengan Comvalius di Bali United, Leonard juga memperkuat Arema selama semusim saja. Pemain asal Jakarta itu pernah bermain di skuad Singo Edan di ajang Indonesia Super League (ISL) 2010-2011 silam.

Sylvano Comvalius Punya Kenangan Manis

Diakuinya atau tidak, Sylvano Comvalius pernah mengukir kenangan manis bersama Bali United. Meski tak sempat mencicipi gelar juara liga, pemain 32 tahun itu meraih gelar pribadi sebagai pencetak gol terbanyak Liga 1 2017.

Kala itu, Comvalius memang menjadi andalan di lini depan tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut. Total 3004 menit dibukukannya dalam satu musim kompetisi.

Dalam 34 laga yang dijalani pemain yang pernah bermain di Liga Jerman itu, total 37 gol disumbangkannya untuk Bali United. Satu kuintrik (lima gol) dilesakkannya saat Bali United menghancurkan Mitra Kukar 6-1, dan hattrik ke gawang Madura United kala menang 5-2.

Leonard Tupamahu Persembahkan Gelar Runner-up

Leonard Tupamahu bergabung dengan Arema di sembilan tahun lalu dalam usia 27 tahun. Saat itu, gelar tak tertulis sebagai runner-up ISL 2010-2011 dipersembahkan untuk Arema.

Waktu itu, dengan rambut gondrongnya, Leo bermain dalam 19 laga (1395 menit), dengan 16 kali di antaranya sebagai starter. Bahkan, satu gol dicetaknya saat Arema mengalahkan tamunya, Persiba Balikpapan dengan skor 3-0.

Diminta Aremania Bertahan, Sheva Imut Belum Berikan Jawaban

Diminta Aremania Bertahan, Sheva Imut Belum Berikan Jawaban
Sheva Imut (C) DANI KRISTIAN

Banyak Aremania yang meminta Sheva Imut Furyzcha bertahan di skuad Arema Putri untuk Liga 1 Putri musim depan. Namun, di masa libur kompetisi ini, si penyerang andalan itu masih belum memberikan jawaban.

Pelatih Arema Putri, Alief Syafrizal sudah mengantongi siapa saja nama-nama pemain yang bakal diperpanjang lagi kontraknya untuk musim depan. Separuh dari 24 penggawa tim berjuluk Ongis Kodew itu sudah direkomendasikan dipertahankan.

Meski gagal membawa timnya lolos ke babak final, Sheva sendiri menjadi pemain andalan di lini depan Arema Putri sepanjang gelaran Liga 1 Putri 2019. Catatan tersebut, ditambah koleksi 10 golnya, tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi tim pelatih untuk merekomendasikan namanya dipertahankan oleh manajemen Arema.

“Tapi saya masih belum kepikiran soal itu (bertahan di Arema Putri atau tidak),” ungkap Sheva kepada WEAREMANIA.

Kompetisi Musim Depan Masih Lama

Meski belum ada kabar resmi kapan kompetisi Liga 1 Putri 2020 digelar, pelatih Arema Putri, Alief Syafrizal sudah mengambil ancang-ancang untuk memulai persiapan pada awal Maret 2020. Nama Sheva Imut kemungkinan besar bakal masuk rencananya.

Tentu saja, masih ada waktu istirahat bagi para pemain Arema Putri selama tiga bulan ke depan, termasuk Sheva sendiri. Pemain asal Sidoarjo itu punya cara sendiri untuk mengisi waktu liburnya.

“Saat ini saya masih ingin fokus ikut Liga Pro Futsal dulu. Ini juga sambil mengisi waktu, karena perjalanan Arema Putri di Liga 1 Putri 2019 sudah berakhir di babak Semifinal,” imbuh pemain 15 tahun itu.

Tak Lupa Jalan Pulang ke Malang

Meski tak bisa berjanji, setidaknya Sheva Imut menegaskan tak akan lupa jalan pulang ke Malang. Andai masih dibutuhkan, tentu saja ada jalan pemilik jersey bernomor punggung 10 itu kembali memperkuat Arema Putri di Liga 1 Putri 2020.

“InsyaAllah saya tidak akan lupa jalan kembali ke Malang,” pungkas pemain yang dibesarkan Sekolah Sepak Bola (SSB) Surabaya Bersatu ini.

Data dan Fakta Arema FC vs Bali United Liga 1 2019

Data dan Fakta Arema FC vs Bali United Liga 1 2019
Bali United vs Arema (C) DANI KRISTIAN

Laga Arema FC vs Bali United akan digelar di pekan ke-33 Liga 1 2019, Senin (16/12/2019), pukul 15.30 WIB di Stadion Kanjuruhan Malang. Data dan Fakta berbicara bahwa ini adalah pertemuan ke-15 kedua tim di semua ajang.

Rekam Jejak Pertemuan

1. Arema dan Bali United baru bertemu 14 kali di semua ajang. Arema mengalahkan Bali United delapan kali, kalah empat kali, dan dua kali bermain imbang.

2. Pertemuan pertama Arema dan Bali United terjadi di ajang Bali Island Cup 2015, 14 Maret 2015. Kala itu Arema dan Bali United bermain imbang 2-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali.

3. Pertemuan terakhir Arema dan Bali United terjadi di stadion yang sama pada putaran pertama Liga 1 2019 lalu, 24 Agustus 2019. Saat itu Arema kalah tipis 1-2.

Catatan Kemenangan

4. Dari delapan kemenangan yang dibukukan Arema atas Bali United, ada kemenangan tipis dengan jumlah banyak gol. Kemenangan dengan skor 3-2 itu terjadi di ajang Piala Presiden 2015, 27 September 2015.

5. Selain kemenangan itu, Arema juga pernah menang cukup telak atas Bali United di ajang Bali Island Cup 2016, 18 Februari 2016. Arema yang dipimpin pelatih Milomir Seslija menekuk tim tuan rumah dengan skor 3-1.

Catatan Kekalahan

6. Arema pernah kalah telak dari Bali United di ajang Liga 1 2017, 8 Oktober 2017. Saat itu Arema menderita kekalahan 1-6.

7. Arema juga pernah mengalami kekalahan ketika menjamu Bali United di Stadion Kanjuruhan Malang, pada sebuah laga uji coba pra-musim. Kala itu, Arema kalah tipis 0-1 lewat gol di menit akhir.

Pencetak Gol

8. Hingga saat ini, Arema sudah melesakkan 24 gol ke gawang Bali United, dan kebobolan 21 gol. Sosok Cristian Gonzales menjadi pencetak gol terbanyak Arema ke gawang Bali United dengan 10 golnya.

9. Di tim Arema yang bermain di Liga 1 2019 saat ini juga ada setidaknya enam pemain yang pernah menjebol gawang Bali United. Ada nama Makan Konate dan Hanif Sjahbandi dengan masing-masing dua gol, serta Johan Farizi, Dendi Santoso, Hendro Siswanto dan Hamka Hamzah yang masing-masing melesakkan satu gol.

Kondisi Terkini

10. Usai kalah 1-4 dari Persebaya Surabaya pekan lalu, Arema semakin terpuruk ke peringkat 10 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan 43 poin. Dari 32 laga yang dijalani, Arema mampu memenagi 12 laga, dan tujuh hasil imbang. 56 gol mampu dicetak, dan kebobolan 57 gol.

11. Sementara itu, Bali United sudah memastikan diri menjadi juara Liga 1 2019, dengan sementara ini mengantongi 64 poin. Dari 32 laga yang dijalani, Bali United sanggup memenangi 19 laga, dan tujuh kali imbang. 46 gol sanggup diceploskan dan kebobolan 30 gol.

Nah, itulah data dan fakta Arema FC vs Bali United jelang pertemuan ke-15 mereka di pekan ini. Apakah Arema mampu meraih kemenangan kesembilan mereka?

Ricky Kayame Memohon Maaf pada Aremania

Ricky Kayame Memohon Maaf pada Aremania
Ricky Kayame (C) DANI KRISTIAN

Ricky Kayame angkat bicara menanggapi beredarnya video dirinya ikut bernyanyi bersama para pemain Persebaya Surabaya untuk merayakan kemenangan 4-1 atas timnya di pekan ke-32 Liga 1 2019, Kamis (12/12/2019) lalu. Winger Arema itu akhirnya memohon maaf pada Aremania.

Viralnya video tersebut tentu saja disesalkan banyak Aremania, bahkan tak sedikit yang merasa sakit hati. Banyak pula yang menilai Kayame sebagai ‘penghianat’, mengingat Arema yang dibelanya merupakan rival dari Persebaya.

Tak mau masalah ini terus berlarut-larut, Kayame memohon maaf kepada para pendukung timnya tersebut. Pemain 26 tahun itu mengunggah permohonan maafnya melalui Instastory akun Instagram pribadinya, rickykayame_93, Jumat (13/12/2019) siang.

“Selamat siang Aremania Aremanita, saya secara pribadi mohon maaf untuk yang sudah terjadi kemarin setelah pertandingan lawan Persebaya,” tulis Kayame.

Hanya karena Spontanitas

Ricky Kayame menjelaskan semua yang terjadi dalam video itu hanya karen spontanitas. Menurutnya, tak ada sama sekali niat untuk menyakiti Arema atau Aremania dengan ‘berselingkuh’ dengan Persebaya, mantan timnya musim lalu.

Dalam video yang viral di media sosial itu, Kayame terlibat ‘pesta kemenangan’ Persebaya usai pertandingan yang digelar di Stadion Batakan Balikpapan. Pemain asal Papua ini turut menyanyikan Song For Pride-nya Persebaya setelah bertukar jersey dengan salah seorang pemain lawan.

“Semua terjadi karena spontanitas dan saya hanya menghargai bahwa saya pernah menjadi bagian dari tim Persebaya. Selebihnya saya tidak punya niat apa pun, terima kasih,” tegas pemilik jersey bernomor punggung 21 itu.

Alief Syafrizal Curhat Tantangan Menjadi Pelatih Arema Putri

Alief Syafrizal Curhat Tantangan Menjadi Pelatih Arema Putri
Alief Syafrizal (C) DANI KRISTIAN

Menjadi pelatih Arema Putri merupakan hal baru bagi Alief Syafrizal, yang sebelumnya memegang tim Akademi Arema. Bagi pria asal Gresik itu, keputusannya menerima tawaran dari manajemen Arema untuk memimpin tim Ongik Kodew di Liga 1 Putri 2019 adalah sebuah tantangan.

Melakukan persiapan mepet kurang dari sepekan sejak 30 September 2019, target lolos ke fase selanjutnya diletakkan di pundaknya oleh manajemen Arema. Berbekal pemusatan latihan menempa 24 pemain hasil seleksi cepat, Alief melewati Seri Pertama hingga Seri Keempat dengan mulus. Arema Putri dibawanya lolos ke Semifinal sebagai runner-up Grup B.

Sayang, target juara Liga 1 Putri 2019 yang kemudian dicanangkan belum mampu dipersembahkannya. Arema terjegal di babak Semifinal oleh Persib Putri. Mereka kalah 0-2 di leg pertama di Bandung, lalu hanya bermain imbang 0-0 di Malang.

“Menjadi pelatih Arema Putri itu tantangan tersendiri bagi saya. Sebelumnya saya lebih sering megang tim putra. Selain karena saya suka tantangan, saat pertama saya menerima tawaran ini, saya jujur ingin tahu bagaimana rasanya melatih tim putri,” kata Alief kepada WEAREMANIA.

Banyak Perbedaan dengan Melatih Tim Putra

Alief Syafrizal menyebutkan banyak perbedaan antara melatih tim putri dengan tim putra, salah satunya memperlakukan seorang pemain. Menurutnya, pemain Arema Putri tidak bisa diperlakukan sembarangan.

Ketika pemainnya mengalami masalah, memperlakukannya tidak bisa disamakan dengan pemain putra seperti umumnya. Harus ada perlakukan khusus, termasuk melibatkan dua asisten pelatih wanita yang mendampingi Alief di tim asuhannya.

“Makanya itu, saya juga merasa terbantu dengan aturan harus ada asisten pelatih wanita. Mereka yang saya andalkan untuk melakukan pendekatan personal kepada anak-anak. Mungkin mereka lebih nyaman sharing dengan pelatih wanita,” imbuh lulusan Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Tetap Bangga Meski Belum Bisa Juara

Meski kecewa belum bisa memberikan gelar juara, menjadi pelatih Arema Putri di Liga 1 Putri 2019 saja sudah merupakan kebanggaan tersendiri bagi Alief Syafrizal. Harapannya, masih ada kesempatan di Liga 1 Putri musim depan.

“Saya tetap bangga bisa membawa Arema Putri sampai ke babak Semifinal. Saya apresiasi atas perjuangan seluruh pemain saya. Mohon maaf untuk Aremania tahun ini kami belum bisa juara,” tegasnya.

Jadwal Arema FC di Pekan ke-33 Liga 1 2019

Jadwal Arema FC di Pekan ke-33 Liga 1 2019
Arema akan menjamu Bali United (C) DANI KRISTIAN

Rangkaian pertandingan pekan ke-33 Liga 1 2019 akan segera dimulai. Arema FC akan menjalani laga kandang terakhirnya di pekan ini.

Liga 1 2019 pekan ini akan digelar selama tiga hari, mulai Minggu (15/12/2019) hingga Selasa (17/12/2019). Pada pekan ini akan digelar sembilan pertandingan yang mempertemukan 18 kontestan Liga 1 2019.

Sementara itu, di pekan ini skuad Singo Edan akan menjamu sang juara Liga 1 2019, Bali United. Rencananya, laga tersebut akan dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (16/12/2019), pukul 15.30 WIB.

Pada pekan sebelumnya, Arema kalah di kandang Persebaya Surabaya, Kamis (12/12/2019) sore. Pada laga pekan ke-32 Liga 1 2019 itu, skuad Singo Edan menelan kekalahan telak 1-4 di Stadion Batakan Balikpapan.

Berikut Jadwal Pekan ke-33 Liga 1 2019

Minggu, 15 Desember 2019.
Pukul 18.30 WIB – PSM Makassar vs PS Sleman.

Senin, 16 Desember 2019.
Pukul 15.30 WIB – Persipura Jayapura vs Barito Putera.
Pukul 15.30 WIB – Arema FC vs Bali United.
Pukul 18.30 WIB – Bhayangkara FC vs Kalteng Putra.
Pukul 18.30 WIB – PS Tira-Persikabo vs Persela Lamongan.
Pukul 18.30 WIB – Persib Bandung vs Perseru Badak Lampung.

Selasa, 17 Desember 2019.
Pukul 16.00 WIB – Semen Padang vs Borneo FC.
Pukul 18.30 WIB – PSIS Semarang vs Madura United.
Pukul 18.30 WIB – Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya.

Skuad Arema U-13 Siap Tempur di Blitar

Hasil Pertandingan Arema U-13 vs GPD Sidoarjo 1-0
Skuad Arema U-13

Skuad Arema U-13 akan bermain di putaran kedua Piala Soeratin U-13 Regional Jawa Timur 2019 di Blitar. Sang pelatih, Dicky Firasat menegaskan timnya siap tempur di Stadion Moch Soeprijadi yang ditunjuk sebagai venue pertandingan.

Tim berjuluk Ongis Licek itu tergabung di Grup F bersama Garuda Muda Kabupaten Kediri dan tuan rumah PSBK Peta Kota Blitar. Sesuai jadwal, mereka baru bermain di matchday kedua, Senin (16/12/2019) dan matchday ketiga, Selasa (17/12/2019) sore.

Bersama dua tim lainnya di Grup F ini, Arema U-13 harus memperebutkan posisi juara grup untuk lolos ke babak selanjutnya. Ada tiga pertandingan yang digelar dalam tiga hari pada 15-17 Desember 2019.

“Kami akan berangkat ke Blitar pada Minggu (15/12/2019) siang. Yang jelas semua pemain kami sudah dalam kondisi siap tempur,” ungkap Dicky kepada WEAREMANIA.

Jalani Sesi Latihan Terakhir

Dicky Firasat memprogramkan satu latihan lagi untuk skuad Arema U-13 pada Sabtu (14/12/2019) sore. Rencananya, sesi latihan ini akan menjadi yang terakhir bagi anak asuhnya sebelum menjalani putaran kedua.

Persiapan Arema U-13 untuk menjalani putaran kedua Piala Soeratin U-13 Regional Jatim 2019 ini memang cukup ideal. Setidaknya ada waktu sekitar dua pekan bagi Dicky untuk menyiapkan timnya setelah mereka memastikan lolos di putaran pertama akhir November lalu.

“Intensitas latihan pekan ini sudah mulai diturunkan. Tinggal aktivasi training saja sebelum kami berangkat ke Blitar,” imbuh pelatih yang juga mantan pemain Arema di Indonesia Super League 2011-2012 itu.

Yakin Lolos ke Semifinal

Skuad Arema U-13 punya modal lolos ke putaran kedua ini dengan poin sempurna sembilan sebagai juara Grup A. Karenanya, Dicky Firasat yakin anak asuhnya bisa lolos ke babak Semifinal, di mana hanya tiga juara grup dan satu runner-up terbaik yang akan diambil.

“Peluang kami untuk lolos sangat besar sekali. Semua pemain siap tempur dan berusaha semaksimal mungkin. Saya yakin dengan peluang tim kami, yang penting kerja keras dulu,” tegas pelatih 39 tahun itu.

Aremania Balikpapan Menggelar Kabar Damai Arema-Aremania Se-Kaltim

Aremania Balikpapan Menggelar Kabar Damai Arema-Aremania Se-Kaltim

Aremania Balikpapan menggelar acara di luar neribun, yang mereka namakan Kabar Damai Arema-Aremania Se-Kaltim (Kalimantan Timur). Acara itu digelar di Pantai Wisata Manggar Segarasari, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan, Kota Balikpapan, Minggu (15/12/2019) pagi.

Ketua Korwil Aremania Balikpapan, Kosim Junaidi menjelaskan, acara semacam ini sudah rutin mereka gelar tahunan, meski tidak setiap tahun. Sebelumnya, komunitas pecinta klub Arema di tanah Balikpapan itu pernah menggelar acara serupa pada tahun 2011, 2014, dan 2016. Kebetulan juga tahun ini ada tawaran sponsorship dari PT Gudang Garam untuk menggelar acara tersebut.

Pria yang akrab disapa Juned itu juga menuturkan, tujuan digelarnya acara ini untuk menjalin silaturahmi sesama Aremamania se-Kaltim. Dalam hal ini silaturahmi di luar stadion, karena mereka sering bertemu di stadion ketika mendukung Arema berlaga di Pulau Kalimantan.

“Kalau silaturahmi di dalam stadion saat mendukung Arema beda auranya, semua panca indera tertuju ke lapangan, dan setelah pertandingan juga hanya bertemu sebentar saja. Beda jika kopdar (kopi darat) di saat bukan dalam suasana mendukung Arema. Jalinan komunikasi akan terasa lebih intens, sehingga persaudaraan yang ada antar sesama Arema dan Aremania akan lebih akrab lagi,” kata Juned kepada WEAREMANIA.

Kenapa Dipilih Pantai sebagai Venue Acara?

Juned sebagai ketua pelaksana, juga menjelaskan alasan kenapa acara Kabar Damai Arema-Aremania Se-Kaltim ini digelar di Pantai Wisata Manggar Segarasari. Selain itu, peserta yang hadir diharapkan mengenakan atribut Aremania-nya.

Menurutnya, pantai menjadi pilihan yang paling tepat dijadikan venue acara tersebut. Sebab, perkiraannya, masa Aremania yang datang lebih dari 1000 orang, jika mengacu pada acara-acara sebelumnya. Pada tahun 2011 acara digelar di Wisata Waduk Manggar, 2014 dengan nonton bareng film Darah Biru Arema 1 di Cafe Pasar Segar, dan 2016 di Pantai Manggar.

“Selain itu, pantai ini kami nilai tempatnya luas, dan aksesnya juga paling mudah dicari, ini juga menjadi pertimbangan bagi kami. Tahun 2016 juga digelar di tempat ini, dan yang datang hampir seribu Aremania,” imbuh pria yang juga seorang dokter tersebut.

Ada Hiburan Bantengan

Dalam acara Kabar Damai Arema-Aremania Se-Kaltim ini, Juned dan panitia lainnya menyiapkan electone dan live acoustic sebagai hiburan utama. Dihadirkan pula atraksi kesenian Bantengan, dan pencak silat dari Setia Hati.

“Untuk bantengan ini, kami awalnya tidak kepikiran, karena memang tidak ada perkumpulan kesenian ini di Balikpapan. Tapi ada tawaran dari Aremania Palaran (Wobama) yang ingin tampil. Mereka akan berkolaborasi dengan Singo Barong dari Aremania Bontang. Semoga setelah ini kesenian bantengan menjadi populer di Balikpapan,” imbuh pria 41 tahun itu.

Harapan Aremania Balikpapan

“Harapan kami setelah acara ini, terjalin komunikasi dan keakraban antar sesama Aremania se-Kaltim khushsnya, dan seluruh Kalimantan pada umunnya. Kebetulan kabarnya Aremania dari Banjarmasin dan Tabalong juga akan hadir. Kami berharap juga antar sesama Aremania yang sebagian besar adalah perantauan bisa saling dukung dalam segala hal, baik untuk urusan sepak bola atau pun dalam pekerjaan, dan masalah sosial lainnya,” tegasnya.

Alasan Milo Mainkan Hamka Hamzah Lawan Persebaya

Alasan Milo Mainkan Hamka Hamzah Lawan Persebaya
Hamka Hamzah (C) DANI KRISTIAN

Milomir Seslija memainkan Hamka Hamzah di laga melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 Liga 1 2019, Kamis (12/12/2019) kemarin. Pelatih Arema itu punya alasan tersendiri, meski kondisi sang kapten tim belum benar-benar fit 100 persen.

Sebelumnya, Hamka absen di laga melawan Kalteng Putra dan PSIS Semarang, karena menjalani pemulihan cedera hamstring. Namun, stopper 35 tahun itu tiba-tiba menyusul tim Arema ke Balikpapan sehari sebelum bertanding.

Kehadiran Hamka diharapkannya dapat mendongkrak mental tim usai dibantai 5-1 oleh PSIS di laga sebelumnya. Terlebih, sebelum kalah 1-4 dari Persebaya ini, Arema tidak bisa menang dalam lima laga terakhirnya.

“Kami mainkan Hamka karena saya tahu dia bisa memberikan motivasi seperti bos tim ini. Dia juga bisa memberikan kepercayaan diri pada pemain lain, seperti yang biasa dilakukannya. Dia pemain berpengalaman,” kata Milo, sapaan akrab sang pelatih.

Membuat Kesalahan dan Satu Gol

Hamka Hamzah membuat kesalahan fatal meski mampu menutupinya dengan satu gol saat Arema kalah 1-4 dari Persebaya. Namun, Milo dengan besar hati memaafkan.

Kesalahan itu terjadi ketika Hamka jatuh terjengkang saat mengawal David da Silva yang akhirnya melesakkan gol kedua bagi timnya. Kesalahan itu dibayar lunas dengan sebuah gol dari Hamka di menit pertama babak tambahan waktu babak kedua.

“Jangan salahkan Hamka saja, tapi salahkan semuanya, karena ini kesalahan kami sebagai satu tim. Bukan masalah kebugaran, tapi soal tanggung jawab. Hamka datang ke Balikpapan untuk membantu tim, dia mencoba dan terbukti mencetak satu gol. Tapi, okelah kami kalah, tapi dia sudah mencoba yang terbaik,” imbuhnya.

Lebih Berat Tampil Tanpa Hamka Hamzah

Terlepas dari skor kekalahan 1-4 dari Persebaya, Milo menegaskan lebih berat bagi timnya tampil tanpa Hamka. Hal itu sudah dirasakannya dalam beberapa pertandingan ketika pemain asal Makassar itu absen.

“Hamka mungkin tidak terlihat lebih baik dari lainnya, tapi dia mau mencoba dan berusaha keras, itu yang terpenting. Akan lebih berat jika kami bermain tanpanya,” pungkas pelatih 55 tahun ini.

Hanif Sjahbandi: Ada Pelajaran Berharga dari Setiap Kekalahan

Hanif Sjahbandi: Ada Pelajaran Berharga dari Setiap Kekalahan
Hanif Sjahbandi (C) DANI KRISTIAN

Arema kembali menuai hasil minor usai kalah 1-4 dari Persebaya Surabaya di pekan ke-32 Liga 1 2019, Kamis (12/12/2019) sore. Gelandang Arema, Hanif Sjahbandi menilai ada pelajaran berharga dari setiap kekalahan.

Dua gol Persebaya tercipta pada babak pertama lewat dua pemain asingnya. Aryn Williams dan David da Silva masing-masing menyumbang satu gol untuk tim tuan rumah.

Gol ketiga tim tuan rumah dibuat oleh Diogo Campos pada pertengahan babak kedua. Arema sempat memperkecil ketinggalan lewat gol Hamka Hamzah di ujung babak kedua, sebelum David kembali melesakkan gol keempat bagi Persebaya.

“Semoga pertandingan ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Semoga juga ke depannya kami bisa lebih baik lagi, dan dapat memperbaiki kesalahan,” ujar Hanif dalam sesi jumpa pers usai laga.

Hanif Sjahbandi Menyadari Banyak Kekurangan

Hanif Sjahbandi menilai Arema masih banyak kekurangan di pertandingan ini. Namun, setelah kekalahan ini, pemain asal Bandung itu berjanji bakal memperbaiki diri agar timnya bisa meraih hasil lebih baik.

Kali ini, Hanif ditempatkan di posisi aslinya sebagai gelandang. Namun, pada babak kedua, ketika Hamka Hamzah dan Arthur Cunha mulai maju menyerang, eks pemain Tim Nasional Indonesia U-22 itu kembali menjadi stopper.

“Memang, pertandingan ini memperlihatkan bahwa kami masih punya banyak kekurangan,” pungkas pemain berusia 22 tahun ini.