blog

Kota Malang Berulang Tahun, Begini Doa dan Harapan Arema

Kota Malang genap berusia 106 tahun tepat hari ini, Rabu (1/4/2020). Sebagai klub kebanggan Malang Raya, Arema pun memanjatkan doa dan harapan di momen bahagia ini.

Media Officer Arema, Sudarmaji mewakili klub, pelatih, dan pemain, mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kota Malang yang ke-106. Menurutnya, momen ulang tahun Kota Malang kali ini bisa dibilang penuh perjuangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saat ini, kita tandai sebagai masa-masa perjuangan untuk melawan virus corona (covid-19). Semoga Kota Malang khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia umumnya, mampu menghadapi ujian ini. Harapannya kita semua segera terbebas dari pandemi virus ini,” ungkap Sudarmaji.

Klub Luar Negeri yang Pernah Ditaklukkan Arema di Malang

Saat bermain di kandang, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Arema selalu tampil garang, tek terkecuali ketika menghadapi klub asing. Bagkan, tercatat ada sembilan klub luar negeri yang pernah ditaklukkan Arema di kandang.

Sepanjang perjalanan sejarah klub, Arema pernah mengikuti sejumlah kompetisi antar klub Asia. Mulai dari Piala Champion Asia 1993, AFC Champions League 2007, AFC Champions League 2010, dan terakhir AFC Cup 2014. Selain itu, Arema juga pernah melakoni laga uji coba menjamu tim-tim dari luar negeri.

Lalu, Siapa Saja Klub Luar Negeri yang Pernah Ditaklukkan Arema di Kandang?

1. Quang Nam Dang

Klub luar negeri pertama yang mampu dikalahkan Arema adalah Quang Nam Dang. Kedua tim bersua di Stadion Gajayana, Kota Malang pada leg pertama babak penyisihan Piala Champion Asia (sekarang menjadi AFC Champions League) 1993.

Cukup 1-0 saja untuk membuat klub asal Vietnam itu pulang ke kampungnya dengan membawa kekalahan. Gol satu-satunya Arema dilesakkan oleh gelandang andalannya, Jonathan.

2. Loyola Meralco Sparks

Arema juga pernah berjumpa dengan Loyola Meralco Sparks di kandang sendiri. Skuad Singo Edan mampu mengalahkan klub yang berasal dari Filipina itu pada babak penyisihan Piala Menpora 2013 (21/9/2013).

Skor 1-0 mengakhiri laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan tersebut. Gol semata wayang Arema dilesakkan oleh Beto Goncalves.

3. Central Coast Mariners

Arema juga pernah mengalahkan Central Coast Mariners. Sama seperti Loyola, klub asal Liga Australia itu dikalahkan Arema pada ajang Piala Menpora 2013, namun kali ini di laga final (29/9/2013).

Skuad Singo Edan menang tipis 2-1 pada laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan tersebut. Menariknya, dua gol Arema dibuat Keith Kayamba Gumbs di menit lewat titik penalti, sedangkan gol balasan CCM dicetak Marcos Flores.

4. Eintracht Frankfurt

Tim asal Bundesliga Jerman, Eintracht Frankfurt juga pernah merasakan dihajar Arema di Malang. Kedua tim bersua di sebuah ajang uji coba internasional (5/10/2013) di Stadion Kanjuruhan.

Saat itu, Arema mampu mengalahkan Eintracht yang membawa tim cadangan dengan skor tipis 3-2. Cristian Gonzales menyumbang dua gol, ditambah satu gol Kayamba Gumbs, sedangkan gol lawan dibuat Dester Helweg dan Wile Erik.

5. DC United

Sebuah laga uji coba internasional lainnya mempertemukan Arema dengan DC United. Tim peserta Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat itu dijamu di Stadion Kanjuruhan (8/12/2013).

Kala itu, skuad Arema mampu memenangkan pertandingan dengan skor tipis 2-1. Setelah gol Hendro Siswanto disamakan oleh Luis Silva, Sunarto mampu melesakkan gol kemenangan Arema pada pengujung babak kedua.

6. Mazia Sport & Recreation

Pada tahun 2014, Arema kembali beraksi di ajang antar klub Asia, yakni AFC Cup 2014. Lawan pertama yang dihadapi skuad Singo Edan di Stadion Kanjuruhan pada babak penyisihan grup adalah Mazia Sport & Recreation (1/4/2014).

Klub asal Maladewa itu nyaris membawa pulang satu poin, tetapi secara dramatis Arema sanggup menang tipis 3-2. Dua gol Arema dibuat Cristian Gonzales, ditambah satu gol Gustavo Lopez, yang mampu dibalas dua gol oleh Maziya melalui Ali Amdhaan, dan Abdulla Ibrahim.

7. Selangor FA

Selangor FA juga pernah merasakan digasak Arema di Stadion Kanjuruhan. Sama, mereka juga tergabung satu grup di babak penyisihan AFC Cup 2014 (16/4/2014).

Gustavo Lopez menjadi pahlawan Arema pada pertandingan tersebut lewat golnya ke gawang Selangor. Bertekad membawa pulang poin, klub asal Liga Super Malaysia itu malah kalah 0-1 di hadapan Aremania yang memenuhi tribune stadion.

8. UiTM Malaysia

Satu tim asal Liga Malaysia lainnya, UiTM juga pernah merasakan pulang dengan kekalahan dari Malang. Mereka dijamu Arema dalam rangka menjalani laga uji coba pra-musim jelang bergulirnya QNB League 2015 (26/12/2014).

Lagi-lagi, kemenangan tipis diraih skuad Singo Edan, dengan skor 2-1. Abblode Yao Rudy dan Cristian Gonzales melesakkan masing-masing satu gol untuk Arema, sedangkan gol lawana dicetak Dao Bakary.

9. Sabah FA

Terbaru, Arema kembali berjumpa dengan tim asal Liga Malaysia yang tengah menjalani tur ke Pulau Jawa, Indonesia. Skuad Singo Edan menjamu Sabah FA yang menjadi tim undangan Piala Gubernur Jawa Timur 2020 (11/2/2020).

Kemenangan 2-0 berhasil diraih Arema pada laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan ini. Satu gol Arema dibuat Oh In-kyun dari eksekusi penalti, satu gol lagi karena hasil bunuh diri Rendy Baruh.

Perjalanan Arema di ISL 2008-2009

Kompetisi Liga Indonesia IX (Indonesia Super League) yang digelar tahun 2008-2009 menjadi musim ke-20 Arema setelah didirikan pada 11 Agustus 1987. Perjalanan Arema di ISL 2008-2009 berakhir di peringkat ke-10, lebih buruk dari pencapaian sebelumnya di Ligina XIII 2007-2008.

Kompetisi ISL musim perdana ini diikuti oleh 18 tim peserta, termasuk Arema yang memakai nama Arema Malang saat itu. Jika sebelumnya kompetisi terbagi dua wilayah, kali ini kompetisi hanya satu wilayah saja.

Arema di ISL 2008-2009 mampu mengumpulkan 47 poin. Total, Arema yang kala itu dilatih Bambang Nurdiansyah dan digantikan Gusnul Yakin, sanggup memenangkan 13 laga, 8 kali imbang, dan 13 sisanya berakhir dengan kekalahan. Arema melesakkan 40 gol, dan kebobolan 42 gol.

Pertandingan Arema di ISL 2008-2009

Putaran I

12 Juli 2008 Persita 0-2 Arema (Emile Bertrand Mbamba 14, 51).
19 Juli 2008 Persijap 1-2 Arema (Dony Fernando Siregar 76 – Sofya Morhan OG 15, Souleymane Traore 88).
27 Juli 2008 Arema 0-2 Pelita Jaya (Cristiano Lopes Figueiredo 61, 87).
2 Agustus 2008 Arema 0-0 PSIS.
7 Agustus 2008 Persitara 0-2 Arema (Fandy Mochtar 52, Arif Suyono 68).
2 November 2008 Persib 2-1 Arema (Hilton Mauro Moreira 16, Georges Clement Nyeck Nyobe 23 – Souleymane Traore 38).
18 Agustus 2008 Arema 2-0 PSM Makassar (Emaleu Serge 7, Emile Bertrand Mbamba 54).
7 September 2008 Arema 1-0 Deltras (Souleymane Traore 37).
10 September 2008 Arema 2-0 Persiba (Emile Bertrand Mbamba 44, Souleymane Traore 66).
13 September 2008 Arema 1-2 PKT (Souleymane Traore 20 – Imral Usman 4, James Salinsa Debbah 72).
22 September 2008 Persija 1-0 Arema (Bambang Pamungkas 15).
27 September 2008 Persela 2-2 Arema (Jimmy Suparno 78, Dicky Firasat 80 – Emaleu Serge 18, 57).
11 Oktober 2008 Persik 2-1 Arema (Khusnul Yuli Kurniawan 38, Agus Susanto 78 – Emaleu Serge 67).
15 Oktober 2008 Persiwa 1-0 Arema (Edison Pieter Romaropen 62).
19 Oktober 2008 Persipura 2-1 Arema (Ernest Jeremiah Chukwuma 46, Victor Chukwuekezie Igbonefo 90 – Hendra Ridwan 55).
23 Oktober 2008 Arema 4-3 PSMS (Fandy Mochtar 24, Arif Suyono 64, 74, Suroso 78 – Leonardo Zada Martins Dinelli 3, 38, 88).
27 Oktober 2008 Arema 2-1 Sriwijaya (Emaleu Serge 40, Arif Suyono 50 – Keith Jerome Kayamba Gumbs 22).

Putaran II

2 Februari 2009 Arema 0-1 Persik (Hamka Hamzah 6).
8 Februari 2009 Sriwijaya 4-0 Arema (Claude Parfait Ngon A Djam 22pen, 33, 60, Sulaiman Alamsyah Nasution 83).
12 Februari 2009 PSMS 0-0 Arema.
28 Februari 2009 Arema 0-5 Persipura (Ernest Jeremiah Chukwuma 11, 61, Alberto Goncalves da Costa 36, 71, Boaz T. Erwin Salossa 80).
8 Maret 2009 Arema 2-0 Persiwa (Patricio Eliseo Morales Gaete 32, Fandy Mochtar 54 PK).
14 Maret 2009 Arema 1-0 Persela (Fandy Mochtar 52).
NB: Pertandingan ditunda (15 Maret-17 April) karena adanya kampanye Pilkada di Pulau Jawa.
18 April 2009 Persiba 2-1 Arema (Cristian Gaston Castano 20, Talaohu Abdul Muyafry 82 – Roman Chmelo 42).
21 April 2008 PKT 1-1 Arema (James Salinsa Debbah 81 – Fortune Udo 37).
26 April 2009 Arema 2-2 Persija (Patricio Eliseo Morales Gaete 59, Buston Nagbe Browne 65 – Bambang Pamungkas 45, Fabio Lopes Alcantara 89).
29 April 2009 Deltras 1-1 Arema (Danillo Fernando Bueno de Almeida 24 – Fandy Mochtar 49).
3 Mei 2009 PSM 2-0 Arema (Rachmat Latif 8, Claudio Damian Pronetto 27).
9 Mei 2009 Arema 0-2 Persib (Hilton Mauro Moreira 11, Cristian Gonzales 62).
17 Mei 2009 Arema 1-0 Persitara (Roman Chmelo 65).
21 Mei 2009 PSIS 1-1 Arema (Bienvenue Dieudonne Nnengue 9 – Rony Firmansyah 90).
24 Mei 2009 Pelita Jaya 0-0 Arema.
6 Juni 2009 Arema 4-1 Persita (Fortune Udo 3, 53, Ahmad Sembiring Usman 9, Patricio Eliseo Morales Gaete 55 – Ade Mustari 80).
10 Juni 2009 Arema 3-1 Persijap (Buston Nagbe Browne 14, Ahmad Sembiring Usman 22, Fortune Udo 82 – Evaldo Silva de Assis 6).

Klasemen Akhir ISL 2008-2009

1. Persipura Jayapura 34 25 5 4 81-25 80 (Juara).
2. Persiwa Wamena 34 21 3 10 57-32 66.
3. Persib Bandung 34 20 6 8 63-40 66.
4. Persik Kediri 34 16 7 11 53-46 55.
5. Sriwijaya FC 34 15 9 10 60-45 54.
6. Persela Lamongan 34 16 6 12 41-35 54.
7. Persija Jakarta 34 15 8 11 61-48 53.
8. PSM Makassar 34 13 12 9 42-44 51.
9. Pelita Jaya Jabar 34 14 7 13 36-35 49 (***).
10. Arema Malang 34 13 8 13 40-42 47.
11. Persijap Jepara 34 12 10 12 42-40 46.
12. Persiba Balikpapan 34 13 7 14 40-42 46 (****).
13. PKT Bontang 34 9 10 15 43-54 37.
14. Persitara Jakarta Utara 34 9 9 16 41-50 36.
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
15. PSMS Medan 34 6 13 15 41-54 31 (playoff degradasi) (*).
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
16 .Delta Putra Sidoarjo 34 7 8 19 30-55 29 (degradasi).
17. Persita Tangerang 34 6 7 21 26-65 25 (degradasi) (**).
18. PSIS Semarang 34 4 9 21 17-62 21 (degradasi).

(*) Laga kandang di Jakarta-Bandung
(**) Laga kandang di Bandung-Solo
(***) Pelita Jaya pindah dari Purwakarta ke Bandung
(****) Laga kandang di Samarinda

NB:
Persiter Ternate) dan Persmin Minahasa mundur, tempatnya digantikan oleh PSIS Semarang) dan PKT Bontang.

Pemain Terbaik: Boaz T. Erwin Salossa (Persipura).
Pemain ter-fairplay: Talaohu Abdul Musyafry (Persiba).
Tim ter-fairplay: Persija Jakarta.
Pelatih ter-fairplay: Jaksen F Tiago (Persipura).
Wasit Terbaik: Najamudin Aspiran (Balikpapan).
Suporter Terbaik: LA Mania (Persela Lamongan).

Top Skor ISL 2008-2009

28 gol Boaz T. Erwin Salossa (Persipura), Cristian Gerard Alfaro Gonzales (Persib).
23 gol Alberto Goncalves da Costa (Persipura).
22 gol Claude Parfait Ngon A Djam (Sriwijaya FC).
19 gol Bambang Pamungkas (Persija).
17 gol Cristiano Lopes Figueiredo (Pelita Jaya); Talaohu Abdul Musyafry (Persiba).
16 gol Greg Nwokolo (Persija), Marcio Souza da Silva (Persela), Ernest Jeremiah Chukwuma (Persipura).

Top Skor Arema di ISL 2008-2009

Emaleu Serge 5 gol.
Souleymane Traore 5 gol.
Fandy Mochtar 5 go (1 gol dari penalti).
Emile Bertrand Mbamba 4 gol.
Arif Suyono 4 gol.
Fortune Udo 4 gol.
Patricio Eliseo Morales Gaete 3 gol.
Roman Chmelo 2 gol.
Buston Nagbe Browne 2 gol.
Ahmad Sembiring Usman 2 gol.
Hendra Ridwan 1 gol.
Suroso 1 gol.
Rony Firmansyah 1 gol.

Susunan Manajemen Arema

Ketua Umum: Ir. Satrija Budi Wibawa.
Bendahara: Hosea Slamet T.
Sekretaris: Drs. Ekoyono Hartono.
Manajer Tim: Drs. Ekoyono Hartono.

Susunan Tim Pelatih Arema

Pelatih: Bambang Nurdiansyah (empat pertandingan awal putaran pertama) digantikan Gusnul Yakin.
Asisten Pelatih: Joko Susilo.
Pelatih fisik: Albert Mangantar.
Pelatih kiper: Benyamin van Breukelen.
Dokter Tim: dr. Albert Rudianto.

Susunan Pemain Arema

Kiper :
Dadang Sudrajat.
Kurnia Meiga Hermansyah.
Muhammad Yasir.

Bek:
Alex Pulalo.
Jefri Prasetyo (putaran pertama).
Richi Pravita Hari.
Ahmad Jufrianto.
Aaron Nguimbat (Kamerun) (putaran pertama).
Dodik Wahyudi (putaran pertama).
Suroso.
Zulkifli Syukur.
Erik Setiawan.
Boubacar Keita (Guinea) (putaran kedua).

Gelandang:
Muhammad Bachtiar.
Hendra Ridwan.
Fandi Mochtar.
Ronny Firmansyah.
Arif Suyono.
Ahmad Bustomi.
Ahmad Sembiring.
Esaia Pello Benson (Liberia) (putaran pertama).
Soleymane Traore (Guinea) (sampai laga kedua putaran kedua).
Ranu Tri Sasongko.
Edar Hendra Samudra.
Andry Lesmana Wibowo.
Gigih May Siswantoro.
Roman Chmelo (Slovakia) (putaran kedua).

Penyerang:
Ali Usman (putaran pertama).
Emaleu Serge (Kamerun) (putaran pertama).
Emile Mbamba (Kamerun) (putaran pertama – kena skorsing).
I Komang Mariawan (putaran pertama).
Buston Nagbe Browne (Liberia) (putaran kedua).
Liontin Chitescu (Rumania) (putaran kedua dua laga dicoret).
Patricio Morales (Chile) (putaran kedua).
Fortune Udo (Nigeria) (putaran kedua).
Dendi Santoso.
Ribut Wahyudi.

Arema Tegaskan Komitmen Bayar Gaji Tim di Tengah Force Majeure

Manajemen Arema tegaskan komitmen mereka dalam membayar gaji tim di tegah status force majeure yang ditetapkan untuk Liga 1 2020. Komitmen itu tetap mereka jaga, meski pemasukan klub berkurang drastis di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menunda Liga 1 2020 sekaligus menetapkan status force majeure selama Maret-Juni. Kompetisi ini dapat bergulir kembali pada 1 Juli dengan syarat status darurat pandemi virus corona yang ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia hingga 29 Mei dicabut.

Status force majeure itu disebut menguntungkan klub secara finansial. Sebab, mereka diperkenankan mengatur ulang kontrak dengan pelatih, pemain, dan offisial tim dan membayar gaji mereka sebesar 25 persen saja selama Maret-Juni.

“Kami manajemen Arema menegaskan komitmen untuk memenuhi gaji pelatih, pemain, dan offisial sebesar 25 persen sesuai dengan keputusan PSSI dan PT LIB,” ungkap Ruddy kepada WEAREMANIA.

Arema Tegaskan Komitmen, Meski Kehilangan Pemasukan

Dengan ditundanya Liga 1 2020, Ruddy Widodo memastikan Arema kehilangan satu sumber pendapatan klub. Sumber penghasilan yang dimaksudnya itu adalah pemasukan dari sektor tiket laga kandang.

Selain itu, pemasukan dari pihak sponsor utama yang menempel di jersey Arema juga ikut terhenti. Selama ini, pihak sponsor memberikan dana sponsorshipnya secara bertahap, dengan catatan kompetisi sedang berjalan.

“Dari sini sudah diketahui, Arema tidak ada pemasukan, tapi tetap harus disyukuri. Saya pikir bukan cuma Arema saja. Bahkan, bisnis-bisnis lainnya juga mengalami masalah yang lebih berat,” pungkasnya.

Pelatih Arema U-20 Noordin Bastian Meninggal Dunia

Salah seorang pelatih Akademi Arema, Noordin Bastian meninggal dunia, Rabu (1/4/2020) pagi. Terakhir, pelatih asli Malang itu menangani Arema U-20.

Kabar tersebut diterima WEAREMANIA melalui grup WhatsApp awak media Malang yang biasa meliput Arema pagi tadi. Media Officer Arema, Sudarmaji, yang juga tergabung dalam grup tersebut pun membenarkannya.

Menurutnya, pagi-pagi Bastian dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah, Kasin, Klojen, Kota Malang dari rumahnya. Setelah dikonfirmasi, ternyata Bastian mengalami serangan jantung.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya Coach Bastian. Beliau ini pelatih yang luar biasa loyalnya kepada Arema, terutama dalam mendidik anak-anak muda yang tergabung di Akademi Arema,” ungkap Sudarmaji kepada WEAREMANIA.

Noordin Bastian Pelatih Loyal Akademi Arema

Sudarmaji menegaskan, Noordin Bastian sudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya melatih siswa-siswa Akademi Arema. Menurutnya, pelatih kelahiran 21 Oktober 1977 tersebut merupakan pelatih yang loyal kepada Arema.

Musim 2019 lalu, Bastian masih menangani tim Arema U-16 di Elite Pro Academy 2019 pada putaran pertama. Ketika putaran kedua, posisinya digeser dan digantikan oleh Alief Syafrizal Muhammadin.

“Coach Bastian ini orang yang loyal kepada Arema. Jangan sampai terdengar olehnya ada orang yang menyinggung atau mengkritik Akademi Arema secara berlebihan, beliau akan menjaga dan membela dengan loyal,” imbuhnya.

Noordin Bastian Meninggal di Usia 43 Tahun

Noordin Bastian menutup usia di usia 43 tahun. Sudarmaji menambahkan, usai disemayamkan di rumah duka di Kebalen Wetan Gang 6, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang, jenazah akan dikebumikan di Pemakaman Umum Kutobedah, Rabu (1/4/2020) siang.

“Semoga segala amal ibadah Coach Bastian diterima di sisi-Nya, dan khusnul khotimah,” pungkas pria asal Banyuwangi itu.

Pemain Naturalisasi yang Pernah Memperkuat Arema

Sebelum Persib Bandung di Liga 1 2020, Arema sudah pernah menjadi tim di Liga Indonesia yang paling banyak dihuni para pemain naturalisasi. Lalu siapa sajakah pemain naturalisasi yang pernah memperkuat Arema?

Arema memiliki tim bertabur bintang kala melakoni Indonesia Super League (ISL) 2012-2013. Pelatih Rahmad Darmawan kala itu tak hanya punya empat pemain asing, yakni Thierry Gathuessi (Kamerun), Keith Kayamba Gumbs (Saint Kitts and Nevis), dan Alberto Goncalves (Brasil), dan Muhammad Ridhuan (Singapura) yang pada putaran kedua digantikan Edmar Garcia (Australia).

Saat itu, Arema pun memiliki tiga pemain lokal berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka adalah mantan pemain asing yang sudah dinaturalisasi. Siapa sajakah mereka?

1. Cristian Gonezales

Cristian Gonzales adalah pemain naturalisasi pertama yang dimiliki Indonesia. Penyerang kelahiran Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976 itu menjadi WNI pada 3 November 2010.

Pemain yang dijuluki El Loco itu didatangkan Arema dari Persisam Samarinda pada musim 2012-2013. Gonzales bertahan di Arema selama lima musim hingga Liga 1 2017 dan mencatatkan 85 gol dalam 102 laga resminya.

Bersama Arema, Gonzales sudah meraih banyak trofi juara. Sebut saja juara Menpora Cup 2013, Piala Gubernur Jatim 2013, Trofeo Persija Cup 2013, Trofeo Persija Cup 2015, SCM Cup 2015, Inter Island Cup 2015, Bali Island Cup 2015, Sunrise of Java Cup 2015, Piala Bhayangkara 2016, Bali Island Cup 2016, Trofeo Bhayangkara Cup 2017, Piala Presiden 2017.

Selain itu, ada tiga penghargaan pribadi untuk mantan pemain Timnas Indonesia itu. Mulai dari Pemain Terbaik Inter Island Cup 2015, Top Skorer Bali Island Cup 2016, hingga terakhir Top Skorer Piala Presiden 2017.

2. Victor Igbonefo

Victor Igbonefo menjadi bagian penting kekuatan lini belakang Arema di ISL 2012-2013. Bek tengah kelahiran Enugu, Nigeria, 10 Oktober 1985 ini dinaturalisasi pada 6 Oktober 2011.

Pemain yang bergabung ke Arema bersama gerbong Pelita Jaya itu bermain hingga musim 2015. Ketika QNB League 2015 resmi dibubarkan lantaran PSSI dibekukan oleh Menpora, kariernya di Arema pun ikut berakhir.

Selama tiga musim membela Arema, Victor tujuh kali mengecap gelar juara. Mulai dari juara Menpora Cup 2013, Piala Gubernur Jatim 2013, Trofeo Persija Cup 2013, Trofeo Persija Cup 2015, SCM Cup 2015, Inter Island Cup 2015, dan Bali Island Cup 2015.

3. Greg Nwokolo

Greg Nwokolo merupakan penyerang sayap andalan Arema di ajang ISL 2012-2013. Pemain kelahiran Onitsha, Nigeria, 3 Januari 1986 ini menjadi WNI pada 10 Oktober 2011.

Pemain yang juga datang ke Arema bersama Victor Igbonefo dari Pelita Jaya itu hanya semusim bermain di Malang. Setelah bermain dalam 24 laga (1996 menit), dan mempersembahkan 15 gol, Greg pun memutuskan hijrah ke Persebaya Surabaya.

Sebelum meninggalkan Arema, Greg sempat mempersembahkan gelar juara turnamen pra-musim. Trofi Menpora Cup 2013 diraihnya bersama Arema.

4. Raphael Maitimo

Selain tiga pemain naturalisasi yang memperkuat Arema di ISL 2012-2013 itu, ada pula sosok pemain naturalisasi lain seperti Raphael Maitimo yang bermain di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Gelandang kelahiran Rotterdam, Belanda, 17 Maret 1984 itu dinaturalisasi 24 November 2012.

Maitimo pun bermain di Arema cuma selama satu musim saja. Meski demikian, eks pemain Feyenoord itu sempat mempersembahkan dua trofi untuk Arema, yakni juara Piala Bhayangkara 2016 dan Bali Island Cup 2016.

Stadion Kanjuruhan Dijadikan Tempat Karantina Pasien Covid-19

Stadion Kanjuruhan yang biasanya menjadi kandang Arema di kompetisi Liga 1 saat ini berubah fungsi untuk sementara waktu. Stadion yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu dijadikan tempat karantina untuk pasien covid-19 (virus corona).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto membenarkan hal tersebut. Namun, menurutnya, Stadion Kanjuruhan ini hanya sebagai salah satu di antara sejumlah opsi tempat untuk mengkarantina para pasien virus corona di Kabupaten Malang. Masih m

“Penggunaan Stadion Kanjuruhan ini sebagai tempat karantina pasien covid-19 masih sebatas wacana. Memang, beberapa waktu lalu, Pak Bupati (Sanusi) menyampaikan hal ini kepada saya soal wacana ini. Namun itu baru secara lisan, belum da pembahasan lebih jauh lagi,” kata Atsalis.

Selamat Ulang Tahun Vikrian Akbar Fathoni!

0

Memasuki hari terakhir di bulan Maret ini ternyata ada satu pemain Arema yang merayakan hari bahagianya. Selamat ulang tahun Vikrian Akbar Fathoni yang ke-20.

Musim 2020 ini merupakan musim kedua pemain asli Malang itu menjalani karier sepak bola profesional di Arema. Vikrian mulai bermain di skuad Singo Edan pada usia 18 tahun.

Di pengujung Liga 1 2018, berstatus se agai pemain Arema U-18, ia diikutsertakan berlatih bersama tim senior Arema. Saat itu, tercatat ada nama lain seperti Titan Agung Bagus Fawwazi, Andryas Francisco, Lucky Yoga dan Achmad Galih.

Beruntung bagi pemain yang akrab disapa Vian itu, karena mendapatkan rekomendasi dari tim pelatih untuk masuk ke tim senior Arema di Liga 1 2019. Bersamanya ikut dipanggil pula Ciko (Andryas) dan Titan.

Penantian Panjang di Liga 1 2019

Meski di Arema ada pergantian pelatih dari Milan Petrovic ke Milomir Seslija, nama Vikrian Akbar masih tetap direkomendasikan masuk tim senior di Liga 1 2019. Namun, musim itu menjadi penantian yang panjang baginya untuk bisa mendapatkan menit bermain.

Bersama sejumlah pemain muda lainnya, Vian malah diperbantukan bermain di kompetisi Elite Pro Academy 2019. Memperkuat Arema U-20, ia tampil dalam sembilan pertandingan.

Setelah kali duduk di bench pemain cadangan, kesempatan bermain itu akhirnya datang juga. Vian menjalani debutnya di laga melawan Bali United dan Barito Putera, dua laga terakhir Arema di Liga 1 2019.

Musim ini, mengusung semangat yang masih membara, Vian menjalani musim keduanya bersama Arema. Sama sekali mendapatkan kesempatan bermain di tiga pekan awal Liga 1 2020, kompetisi keburu dihentikan sementara hingga pandemi virus corona mereda.

Selamat Ulang Tahun Vikrian Akbar Fathoni!

Perjalanan Arema di Ligina XIII (LDI 2007-2008)

Kompetisi Liga Indonesia XIII (Liga Djarum Indonesia) yang digelar tahun 2007-2008 menjadi musim ke-19 Arema setelah didirikan pada 11 Agustus 1987. Perjalanan Arema di Ligina XIII berakhir di babak 8 besar (peringkat ke-3), sama seperti pencapaian sebelumnya di Ligina XII 2006.

Kompetisi Ligina musim ke-13 ini diikuti oleh 28 tim peserta, termasuk Arema yang memakai nama Arema Malang saat itu. Seluruh tim peserta dibagi menjadi dua grup, Wilayah Timur dan Wilayah Barat. Tiap grup terdiri dari 18 tim peserta.

Arema di Ligina XIII di Wilayah Timur mampu mengumpulkan 57 poin. Total, Arema yang kala itu dilatih Miroslav Janu, sanggup memenangkan 15 laga, 12 kali imbang, dan 7 sisanya berakhir dengan kekalahan. Arema melesakkan 45 gol, dan kebobolan 28 gol. Arema lolos ke babak 8 besar sebagai peringkat ke-4.

Lalu, di babak 8 besar, Arema tergabung di Wilayah Barat bersama Sriwijaya FC, PSMS Medan, dan Persiwa Wamena. Di grup tersebut, skuad Singo Edan cuma menempati peringkat ke-3. Mereka hanya mengumpulkan empat poin hasil menang sekali, imbang sekali, dan satu laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Pertandingan Arema di Ligina XIII (2007-2008)

Putaran I

10 Februari 2007 Arema 2-0 Persegi Bali (Essa Mvondo 21, 82)
13 Februari 2007 Arema 2-1 Persebaya (Patricio Morales 21, Elli Eiboy 90 – Batang Bangisom 83)
17 Februari 2007 PKT 1-1 Arema (Komang Mariawan 89 – M Jaenal Ikhwan 62)
20 Februari 2007 Persiba 1-1 Arema (Adrian Trinidad 42 – Essa Mvondo 54)
24 Februari 2007 Arema 0-0 Persibom
27 Februari 2007 Arema 0-0 Persma
11 Maret 2007 Persipura 1-0 Arema (Bio Paulin Pierre 90+5)
14 Maret 2007 Persiwa 4-1 Arema (Bokay Edy Foday 53, Roberto Kwateh 59 & 82, OK Jhon 91 – Anthony Jommah Ballah 18)
25 Maret 2007 Deltras 0-0 Arema
28 Maret 2007 PSIM 2-0 Arema (Ranu Tri Sasongko 45, Wawan Sucahyo 90)
1 April 2007 Arema 2-1 Persekabpas (Ellie Aiboy 7, Patricio Morales 23 – Bessala Barthellemy 40)
5 April 2007 Arema 3-0 Persis (Essa Mvondo 11, Elli Eboy 13, Arif Suyono 85)
15 April 2007 Persiter 2-1 Arema (Fandi Mochtar 28, M. Soleh 31 – Agung Yudha 73)
18 April 2007 Persmin 2-1 Arema (Fabiano Berltreme 28, 37 – Rasmoyo 79)
22 April 2007 Arema 2-0 PSM (Essa Mvondo 7 (PK), Antony Jommah Ballah 73)
29 April 2007 Arema 3-0 Perseman (Essa Mvondo Basile 43, 67 (PK), Anthony Jommah Ballah 79)
3 Mei 2007 Arema 0-0 Persijap

Putaran II

5 Agustus 2007 PSM 1-1 Arema (Ahmad Amiruddin 73 – Patricio Morales 79)
8 Agustus 2007 Perseman 0-0 Arema
18 Agustus 2007 Arema 1-0 Persiter (Patricio Morales 39)
21 Agustus 2007 Arema 1-0 Persmin (Ortizan Solossa 34)
4 September 2007 Persekabpas 1-1 Arema (Supriadi 14 – Patricio Morales 25)
9 September 2007 Arema 3-0 Deltras (Emile Mbamba 36, 71, Suroso 47)
12 September 2007 Arema 3-2 PSIM (Elli Aiboy 44, Emile Mbamba 48, 63 – Seto Nurdiyantoro 84, Carlos Pablo 89)
18 Oktober 2007 Persijap 3-5 Arema (Christhoper Udensi 20, Amarildo Souza 28, I Komang Adyana 43 – Emile Mbamba 6, 34, 35, dan 79, Ellie Aiboy 57)
21 Oktober 2007 Persis 0-1 Arema (Patricio Morales)
22 November 2007 Arema 2-1 Persiwa (Jaenal ikhwan 40, Fernando Martin Stagnari 74 – Habel Satya 69)
25 November 2007 Arema 0-1 Persipura (Heru Nerly 46)
5 Desember 2007 Persibom 1-0 Arema (Kingsley Chukwu Chioma 89)
8 Desember 2007 Persma 0-0 Arema
12 Desember 2007 Arema 3-1 PKT (Ronny Firmansyah 5, Patricio Morales 38 (PK), 61 – Domertho Thersia 63)
15 Desember 2007 Arema 3-0 Persiba (Patricio Morales 31, Emile Mbamba 62, 85)
26 Desember 2007 Persegi Bali 1-1 Arema (Didier Belibi 65 – Bruno Casmir 52)
30 Desember 2007 Persebaya 1-1 Arema (Sugiantoro 89 – Ronny Firmansyah 2)

Klasemen Akhir Ligina XIII

Wilayah Barat

1. Sriwijaya FC 34 20 6 8 59-31 66 (lolos ke babak 8 besar)
2. Persija Jakarta 34 18 7 9 55-40 61 (lolos ke babak 8 besar)
3. PSMS Medan 34 17 7 10 44-28 58 (lolos ke babak 8 besar)
4. Persik Kediri 34 17 5 12 61-51 56 (lolos ke babak 8 besar)
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
5. Persib Bandung 34 15 9 10 45-29 54
6. Persela Lamongan 34 15 9 10 41-34 54
7. Persitara Jakarta Utara 34 15 8 11 39-33 53
8. Pelita Jaya Purwakarta 34 15 7 12 43-30 52
9. Persita Tangerang 34 13 11 10 33-36 50
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
10. PSIS Semarang 34 13 10 11 44-34 49
11. Persikabo Bogor 34 12 12 10 46-38 48
12. PSS Sleman 34 12 10 12 42-43 46
13. Persema Malang 34 12 9 13 35-46 45
14. PSDS Deli Serdang 34 12 8 14 39-40 44
15. Persikota Tangerang 34 6 12 16 26-41 30
16. Semen Padang 34 7 6 21 21-44 27
17. Persiraja Banda Aceh 34 6 8 20 18-59 26
18. PSSB Bireuen 34 6 6 22 26-60 24

Wilayah Timur

1. Persipura Jayapura 34 19 7 8 54-24 64 (lolos ke babak 8 besar)
2. Persiwa Wamena 34 18 5 11 56-30 59 (lolos ke babak 8 besar)
3. Delta Putra Sidoarjo 34 17 8 9 47-30 59 (lolos ke babak 8 besar)
4. Arema Malang 34 15 12 7 45-28 57 (lolos ke babak 8 besar)
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
5. PSM Makassar 34 17 6 11 43-33 57
6. Persiter Ternate 34 17 6 11 33-28 57
7. Persiba Balikpapan 34 16 7 11 48-35 55
8. Persmin Minahasa 34 14 11 9 43-34 53
9. Persijap (Jepara) 34 15 7 12 38-36 52
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
10. Persibom Kotamobagu 34 13 7 14 41-47 46
11. Persis Solo 34 12 7 15 43-43 43
12. Persma Manado 34 10 11 13 32-50 41
13. PKT (Bontang) 34 10 9 15 33-42 39
14. Persebaya (Surabaya) 34 11 6 17 36-50 39
15. PSIM (Yogyakarta) 34 8 8 18 30-45 32
16. Persekabpas (Pasuruan) 34 8 8 18 34-52 32
17. Perseman (Manokwari) 34 8 8 18 28-55 32
18. Persegi Bali FC (Gianyar) 34 6 11 17 24-46 29

NB:
1. Urutan 1-9 di dua grup berhak tampil di Indonesia Super League di musim 2008 (yang menjadi kompetisi dengan strata tertinggi).
2. Urutan 10-18 di masing-masing grup tetap di Divisi Utama (menjadi strata ke-2).
3. PSIS dan PKT masuk ke ISL menggantikan posisi Persiter dan Persmin yang mundur karena tidak lolos dari persyaratan kelayakan masuk ISL.

Babak 8 Besar

Wilayah Barat (Stadion Brawijaya, Kediri)

Round 1
16 Januari 2008 Persiwa vs Arema (dihentikan dengan kedudukan 2-1 di menit 71 (Piter Romaropen 28, 65 – Emile Mbamba 66) karena ada penyerangan terhadap wasit)
21 Januari 2008, Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (laga lanjutan tersisa 19 menit)
Persiwa 2-2 Arema (Piter Romaropen 28, 65 – Emile Mbamba 66, 81)

Round 2
23 Januari 2008 dipindahkan ke Stadion Gelora Delta, Sidoarjo
Sriwijaya FC 2-0 Arema (Christian Lenglolo 49, Charis Yulianto 62)

Round 3
26 Januari 2008, Stadion Gelora Delta, Sidoarjo
PSMS 0-1 Arema (Bruno Couto Casimir 29)

1. Sriwijaya FC 3 1 2 0 4- 2 5 (lolos ke babak semifinal)
2. PSMS Medan 3 1 1 1 4- 4 4 (lolos ke babak semifinal)
3. Arema Malang 3 1 1 1 3- 4 4
4. Persiwa Wamena 3 0 2 1 3- 4 2

Wilayah Timur, Stadion Manahan, Solo

1. Persipura Jayapura 3 2 1 0 8- 1 7 (lolos ke babak semifinal)
2. Persija Jakarta 3 1 2 0 3- 2 5 (lolos ke babak semifinal)
3. Persik Kediri 3 1 1 1 4- 6 4
4. Delta Putra Sidoarjo 3 0 0 3 0- 6 0

NB: semifinal dan final ditunda karena untuk menghormati wafatnya mantan Presiden Soeharto

Babak Semifinal

6 Februari 2008, Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Persipura 0-0 PSMS (4-5 PK)
Sriwijaya FC 1-0 Persija (Keith Kayamba Gumbs 19)

NB: Setelah kerusuhan di semifinal antara Persipura vs PSMS adanya kematian seorang Suporter (The Jakmania) maka PSSI memindahkan partai final dari GBK Jakarta ke Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Pertandingan pun ditunda satu hari dari 9 ke 10 Februari, dan tanpa penonton.

Babak Final

10 Februari 2008, Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung

Sriwijaya FC 3-1 PSMS Medan (Anoure Obiora Richard 15, Keith Kayamba Gumbs 107, Zah Rahan 114 – James Koko Lomel 69)

Top Skorer Ligina XIII

32 gol Cristian Gonzalez (11 pen) (Persik)
20 gol Alberto Goncalves da Costa (Persipura), Julio Lopez (3 PK) (PSIS)
19 gol Sunday Seah (Persiwa)
18 gol James Koko Lomell (PSMS)
17 gol Aliyudin (Persija), Bambang Pamungkas (Persija)

Top Skorer Arema di Ligina XIII

Emile Mbamba 12 gol
Patricio Morales 9 gol (1 gol dari penalti)
Essa Mvondo 7 gol (2 gol dari penalti)
Elli Eiboy 5 gol
Anthony Jommah Ballah 3 gol
Jaenal Ikhwan 2 gol
Ronny Firmansyah 2 gol
Bruno Casmir 2 gol
Arif Suyono 1 gol
Agung Yudha 1 gol
Rasmoyo 1 gol
Ortizan Solossa 1 gol
Suroso 1 gol
Fernando Martin Stagnari 1 gol

Susunan Tim Pelatih Arema

Manager-coach: Miroslav Janu
Asisten Pelatih: Joko Susilo, Tony Ho
Pelatih Kiper: Herman Kadiaman

Susunan Pemain Arema

Kiper:
Achmad Kurniawan
Hendro Kartiko
Hengki Oba

Bek:
Sunar Sulaiman (putaran pertama)
Bruno Casmir (Kamerun)
Suroso
Agung Yudha
Fernando Martin Stagnari (Argentina) (putaran kedua)
Richi Pravita Hari
Ortizan Solossa
Alexander Pulalo
Rasmoyo

Gelandang:
Joao Carlos (Brazil) (putaran pertama)
Anthony Jomah Ballah (Liberia) (putaran pertama)
Ponaryo Astaman
Ronny Firmansyah
Tarikh El Janaby (Maroko) (putaran kedua)
Elie Aiboy
Arif Suyono
Sutaji
Jaenal Ikhwan
Anton Samba (putaran pertama)
Akbar Rasyid
Gigih May Siswantoro

Penyerang:
Jaenal Ichwan
Emaleu Serge (Kamerun)
Essa Mvondo Basille (Kamerun) (putaran pertama)
Patricio Morales (Chile)
Emile Mbamba (Kamerun) (putaran kedua)
Dony Setyabudi (putaran kedua)

Arema Merencanakan Masa Libur Tambahan

Masa libur latihan untuk para pemain Arema dipastikan bertambah di tengah pandemi virus corona (covid-19). General Manager Arema, Ruddy Widodo merencanakan masa libur tambahan untuk para penggawa Singo Edan.

Sebelumnya, skuad Arema diliburkan hingga akhir Maret karena situasi yang tak memungkinkan di Kota Malang untuk menggelar sesi latihan. Mereka pun kesulitan mencari lapangan untuk latihan, karena semua lapangan yang biasa mereka gunakan ditutup sementara.

Rencana berlatih di lapangan futsal beberapa waktu lalu pun harus mereka batalkan dengan alasan yang sama. Akhirnya pemain Arema mendapat tugas individual training di rumah dengan melaporkannya kepada tim pelatih lewat video.

“Kami pastikan akan menambah masa libur untuk para pemain Arema sampai setelah Lebaran. Kalau metode latihan individual untuk pemain mungkin pelatih yang lebih tahu,” kata Ruddy.

Arema Merencanakan Latihan Lagi Awal Bulan Puasa

Setelah sekian lama libur di tengah pandemi virus corona (covid-19), Arema berencana menggelar latihan lagi pada awal bulan puasa nanti. Namun, rencana itu juga bergantung pada situasi Kota Malang.

Jika status zona merah covid-19 sudah dicabut dari Malang Raya, rencana menggelar sesi latihan itu bisa dilaksanakan. Jika masih belum bisa digelar, tentu tim pelatih Arema bakal berkonsultasi dengan manajemen klub untuk mencari solusi lain.

“Tim pelatih Arema akan mengagendakan latihan lagi pada 5 Mei nanti. Tentu kami akan melihat situasi dan kondisi di Kota Malang dulu sampai akhir bulan April,” kata Asisten Pelatih Arema, Charis Yulianto.