blog

Kabar Terbaru Kambuhnya Cedera Johan Farizi dan Dedik Setiawan

Kambuhnya cedera Johan Farizi dan Dedik Setiawan menjadi kabar buruk jelang laga tandang melawan Persipura Jayapura di pekan ke-23 Liga 1 2019, Minggu (20/10/2019) malam. Kedua pemain Arema itu dipastikan tak bisa ikut bertanding di Stadion Aji Imbut Tenggarong.

Farizi dan Dedik sama-sama mengalami masalah kambuhnya cedera pada laga tunda pekan kelima Liga 1 2019 di kandang PSM Makassar lalu. Keduanya terpaksa harus menjalani pemulihan dan absen melawan Persipura.

Pada laga melawan PSM, Farizi yang memang belum direkomendasikan bermain 90 menit, digantikan Rikcy Ohorella di menit 46 awal babak kedua. Sementara, Dedik harus digantikan Riky Kayame di menit 54 usai lututnya yang baru pulih kembali bermasalah.

“Farizi ada memar lagi di bagian tumitnya, kalau Dedik sedikit masalah di lututnya. Kondisi keduanya aman, hanya cedera ringan (memar),” ujar fisioterapi Arema, David Setiawan kepada WEAREMANIA

Dapat Waktu Istirahat Empat Hari

David menyebut, Johan Farizi dan Dedik Setiawan harus mendapatkan waktu istirahat maksimal selama empat hari. Baru setelah itu kedua penggawa Singo Edan ini menjalani pemulihan.

Baik Farizi maupun Dedik terpaksa dipulangkan ke Malang. Keduanya tak bisa ikut rombongan yang langsung bergerak ke Samarinda untuk menjalani persiapan jelang laga melawan Persipura (20/10/2019).

“Karena jadwal mepet dan membahayakan untuk pemulihan singkat, akhirnya keputusan dokter tim dan pelatih mereka diistirahatkan pulang ke Malang. Insyallah bisa kembali saat Arema menantang tuan rumah PS Tira-Persikabo,” pungkas eks fisioterapis Persiram Raja Ampat itu.

Ikhfanul Alam Tetap Ikut ke Samarinda

Jika Johan Farizi dan Dedik Setiawan dipulangkan ke Malang, situasi berbeda dijalani Ikhfanul Alam. Meski mengalami cedera ringan di laga yang sama, melawan PSM Makassar, stopper Arema itu tetap dibawa ke Samarinda.

“Untuk Alam, kami rasa aman cederanya. Cuma ada luka kecil saja di belakag telinga kanan,” tandasnya.

Mengenang Kuatrik Emile Mbamba ke Gawang Persijap Jepara

Satu dari sedikit pemain Arema yang mampu mencetak kuatrik adalah Emile Mbamba. Empat gol dalam satu laga itu dibuatnya ke gawang Persijap Jepara di pekan ke-25 Liga Indonesia 2007-2008, 18 Oktober 2007 silam.

Mbamba didatangkan Arema dari Vitoria Setubal (Portugal) di usia 26 tahun pada putaran kedua di saat stiker lainnya, Essa Mvondo dianggap mandul. Hanya saja, kemampuannya sempat diragukan Aremania lantaran gol yang dinantikan baru dicetaknya di laga keenam.

Lambat laun, penampilan penyerang kelahiran Yaoundé, Kamerun, 27 Oktober 1981 itu membaik. Bahkan, nama Mbamba tercatat dalam sejarah Arema sebagai pencetak empat gol dalam satu pertandingan.

Gawang Persijap Jepara yang menjadi korban keganasan pemilik jersey bernomor punggung 22 tersebut. Empat gol dari total 12 gol yang dibukukannya untuk Arema dibuatnya saat skuat Singo Edan menang telak 5-3 di kandang tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut.

Gol Pembuka dan Penutup

Dua dari empat gol yang dibuat Emile Mbamba ke gawang Persijap Jepara menjadi gol pembuka dan penutup kemenangan Arema. Tiga gol dicetaknya di babak pertama, satu gol dilesakkannya di babak kedua.

Gol pertama Mbamba membuka keunggulan Arema 1-0 atas Persijap di menit 6. Persijap sempat berbalik unggul 2-1 lewat gol Christhoper Udensi di menit 20 dan Amarildo Souza di menit 28, sebelum Mbamba menambah dua gol yang cuma berselang semenit, di menit 34 dan 35.

Sebelum babak pertama berakhir, Persijap mampu memaksakan skor kembali imbang menjadi 3-3. Barisan pertahanan Arema tak mampu membendung gol ketiga tim tuan rumah yang diceploskan oleh I Komang Adyana di menit 43.

Pada babak kedua, Arema mampu menambah dua gol lagi untuk memastikan kemenangan 5-3. Setelah Ellie Aiboy menjebol gawang Persijap di menit 57, giliran Mbamba yang menyempurnakan kuatriknya untuk Arema dengan gol keempat yang dibuat di menit 79.

Ke Bali, Arema Putri Mengusung Target Tinggi

Skuat Arema Putri sudah berangkat ke Pulau Bali, Kamis (17/10/2019) sore untuk menjalani babak pendahuluan Grup B Seri Kedua Liga 1 Putri 2019. Alief Syafrizal, pelatih Arema Putri mengusung target tinggi dalam seri kedua ini.

Laga Grup B Seri Kedua Liga 1 Putri 2019 digelar selama sepekan, 19-25 Oktober 2019 mendatang. Stadion Samudra Kuta dipilih tuan rumah Bali United Putri sebagai venue menggelar semua laga.

Arema Putri akan menghadapi Persipura Putri di laga pertama, Sabtu (19/10/2019), pukul 13.00 WIB. Berkaca pada pertemuan di Seri Pertama lalu, saat Arema Putri kalah tipis 0-1, Alief bertekad membawa anak asuhnya tidak kalah untuk kedua kalinya di laga tersebut.

“Saya berharap yang terbaik, target kami inginnya Arema Putri bisa sapu bersih di empat laga di Seri Kedua, tapi kami juga harus realistis. Entah bagaimana caranya nanti. Kuncinya kami tidak boleh kalah dari Persipura Putri dan Bali United Putri, karena mereka di klasemen yang dekat dengan kami,” ungkap Alief.

Sudah Benahi Kekurangan

Arema Putri mengusung taget tinggi di Seri Kedua ini bukannya tanpa modal. Alief sudah menggelar persiapan intensif selama tiga hari untuk membenahi semua kekurangan tim sebelum anak asuhnya diboyong ke Pulau Dewata.

Menurutnya, Arema Putri masih punya banyak kekurangan, salah satunya fokus bermain di 15 menit terakhir. Pada empat laga yang sudah dijalani di Seri Pertama, di sepertiga akhir, Alief menyebut timnya masih sering kehilangan konsentrasi.

“Yang paling mencolok adalah pada transisi. Saat kami hilang bola bagaimana caranya cepat bertahan, dan saat menguasai bola bagaimana cepat melakukan serangan untuk membuat bol,” imbuh pelatih asal Gresik itu.

Adaptasi Panasnya Kuta Bali

Cuaca panas di Kuta Bali akan menjadi tantangan tersendiri bagi Arema Putri yang di Seri Pertama mampu menempati posisi runer-up dengan 9 poin. Namun, Alief menegaskan timnya sudah mencoba beradaptasi dengan jam kick-off dua laga Arema Putri yang digelar pukul 13.00 WIB.

“Soal cuaca sudah saya siasati sejak dari sebelum berangkat ke Bali. Kami sudah menjalani sesi latihan agak siang dari jam latihan biasanya,” pungkas pelatih 24 tahun tersebut.

Jadwal Arema FC di Pekan ke-23 Liga 1 2019

Rangkaian pertandingan di pekan ke-23 Liga 1 2019 akan segera dimulai. Arema FC akan menjalani laga tandang di pekan ini.

Pekan ke-23 akan dibuka dengan laga Persela Lamongan vs PSIS Semarang, Jumat (18/10/2019). Di hari yang sama digelar pula empat laga lainnya yang melibatkan delapan tim.

Sementara, di pekan ini Arema FC akan melawat ke markas, Persipura Jayapura. Rencananya, laga ini akan dihelat di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Minggu (20/10/2019), pukul 18.30 WIB.

Di pekan sebelumnya, Arema menderita kekalahan dari tuan rumah PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta Makassar. Pada laga tunda pekan kelima itu, Arema kalah dengan skor telak 2-6.

Berikut Jadwal Pekan ke-23 Liga 1 2019

Jumat, 18 Oktober 2019.
Pukul 15.30 WIB – Persela Lamongan vs PSIS Semarang.
Pukul 15.30 WIB – PS Sleman vs Kalteng Putra.
Pukul 18.30 WIB – Barito Putera vs Badak Lampung.
Pukul 18.30 WIB – Borneo FC vs Bali United.
Pukul 19.30 WIB – Persib Bandung vs Persebaya Surabaya.

Sabtu, 19 Oktober 2019
Pukul 18.30 WIB – PS Tira-Persikabo vs Bhayangkara FC.

Minggu, 20 Oktober 2019
Pukul 16.00 WIB – Semen Padang vs Madura United.
Pukul 18.30 WIB – Persipura Jayapura vs Arema FC.
Pukul 18.30 WIB – PSM Makassar vs Persija Jakarta.

Football Fun Jurnalis Malang melawan Ijen Suites Hotel

Tim Jurnalis Malang Raya (JMR) kembali melakoni fun football, kegiatan yang digelar di Stadion UMM, Kamis (17/10) itu mempertemukan JMR melawan Ijen Suites Hotel.

Kapten JMR, Feri Ardiansyah menjelaskan jika sepakbola rutinan itu adalah untuk mempererat persaudaraan di kalangan wartawan yang memiliki hobi bermain sepakbola. Jika ada kegiatan latih tanding, itu adalah upaya untuk memberikan perbedaan disamping latihan biasa.

“Kami dari JMR mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari Ijen Suites selaku partner dan juga narasumber. Pertandingan untuk membuat silaturahmi terjaga, memperkuat persaudaraan diantara para pemain,” ujar Feri.

Pada pertandingan tersebut dibagi dengan durasi 3×30 menit. Baik JMR ataupun Ijen Suites sama-sama menunjukkan kemampuan untuk tidak mau kalah satu sama lain.

60 menit pertama, atau dua babak pertama kedua tim tidak bisa mencetak gol meskipun sejumlah peluang didapatkan.

Di 30 menit terakhir, pertandingan menjadi sangat seru. Stamina menjadi kunci di laga ini karena kedua tim memang terlihat kepayahan. Ijen Suites mencetak gol lebih dahulu lewat sundulan memanfaatkan bola mati. Pemain no punggung 88 atau Pras melakukan sundulan yang bisa ditepis kiper, namun bola melaju keras sehingga tetap melesak masuk.

Tetapi JMR membalas dengan cepat. Berawal dari serangan yang dilakukan dari sisi kiri, Pao Sugiyanto mendapatkan tekel dengan keras oleh bek lawan. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih kendati sempat ada protes dari kubu Ijen. Sunaryo Santoso dengan mudah melakukan eksekusi untuk menjadi gol.

Gol kemenangan JMR akhirnya hadir setelah Ian Setiawan membelokkan umpan tendangan sudut. Bola yang dia sepak melesak ke sisi kiri gawang dan tidak bisa dijangkau kiper.

Usai pertandingan, General Manajer Ijen Suite Suyitno Sujiharjo menyatakan jika pertandingan ini adalah upaya untuk mempererat persaudaraan.

“Lebih mempererat jalinan antara Hotel Ijen Suites dan rekan-rekan media supaya lebih bersinergi ke depannya,” tegas Suyitno.

Pemain JMR
Andi Hartik (Kompas), Malik (CNN), Abi Yazid (Goal.com), Rio Arie (Wearemania), Edi Boyo (JTV), Ipunk (Malang Pots), Lucky (Berita Jatim), Pao Sugiyanto, Agasyta (Metro TV), Yona (Media Arema FC), Sunaryo Santoso (eks Duta), Saif Hajarani (MNC TV), Simon Alfredo (Batu TV), Alfi Syahri (IDN Times), Ary (Batu TV), Feri Ardiansyah (RRI), Dendi (Media Malang), Ian Setiawan (Indosport), Azis (Suara.com)

Deretan Kekalahan Tandang Arema dengan Skor Besar

Kekalahan 6-2 dari tuan rumah PSM Makassar di laga tunda pekan kelima Liga 1 2019, Rabu (16/10/2019) malam di Stadion Andi Mattalatta Makassar bukan cuma menjadi rekor kekalahan terbesar Arema musim ini. Kekalahan tersebut bahkan masuk ke dalam deretan kekalahan tandang Arema dengan skor besar.

Sebelum PSM membobol gawang Arema enam kali dalam satu pertandingan, Bali United lebih dahulu melakukannya di Liga 1 2017, 8 Oktober 2017. Laga yang berakhir dengan skor 6-1 itu menjadi kekalahan tandang terbesar Arema sebelum kalah di Makassar.

Selain di ajang lokal, Arema juga pernah kebobolan enam gol oleh Jeonbuk Hyundai Motors di AFC Champions League 2011, 10 Mei 2011. Laga yang digelar di Korea Selatan itu berakhir dengan skor 6-0 untuk tim tuan rumah.

Pada gelaran Liga Indonesia (Ligina) 2003, 26 Januari 2003, Persipura Jayapura pun pernah mencabik-cabik gawang Arema enam kali tanpa balas di dalam satu pertandingan. Kemenangan 6-1 atas Arema juga pernah dibuat Persipura di Indonesia Super League (ISL) 2010-2011, 7 Maret 2011.

Enam gol juga pernah dilesakkan para pemain Persebaya Surabaya di ajang Liga Indonesia (Ligina) 1996-1997. Kekalahan 6-1 di kandang Persebaya itu menjadi kekalahan tandang Arema dengan skor besar yang pertama.

Berikut 11 Kekalahan Tandang Arema dengan Skor Besar

26 Maret 1997 | Ligina 1996-1997 | Persebaya 6-1 Arema (tidak ada data pencetak gol).

9 Mei 2002 | Ligina 2002 | PSPS Pekanbaru 5-0 Arema (Kurniawan Dwi Yulianto 12, 82, Affan Lubis 44, 88, Bima Sakti 57).

26 Januari 2003 | Ligina 2003 | Persipura 6-0 Arema (Bako Sadissou 28, Jimmy Suparno 57, Ebanda Timothe 62, Victor Pulanda 65, Eduard Ivakdalam 79, Kris Leo Yarangga 86).

8 Februari 2009 | ISL 2008-2009 | Sriwijaya 4-0 Arema (Claude Parfait Ngon A Djam 22 PK, 33, 60, Sulaiman Alamsyah Nasution 83).

7 Maret 2011 | ISL 2010-2011 | Persipura 6-1 Arema (Zah Rahan 15, Boaz Solossa 60, 63, 87, Lukas Mandowen 78, Yustinus Pae 81 – Roman Chmelo 9)

20 April 2011 | ACL 2011 | Shandong Luneng 5-0 Arema (Deng Zhuoxiang 25, Manuel De Brito Filho 45, Han Peng 70, Muzaffar Mirakhmadjon 81, Wang Yongpo 92).

10 Mei 2011 | ACL 2011 | Jeonbuk Hyundai Motors 6-0 Arema (Kruno Lovrek 1, 31, 45, 60, Kim Dong-Chan 9, Jeong Seong-hoon 27).

21 Mei 2017 | Liga 1 2017 | Persela 4-0 Arema (Fahmy Al-Ayyubi 11, 54, Ivan Carlos 30, Samsul Arif 74).

8 Oktober 2017 | Liga 1 2017 | Bali United 6-1 Arema (Irfan Bachdim 7, Sylvano Comvalius 12 PK, 76 PK, Stefano Lilipaly 52, 79, Miftahul Hamdi 85 – Esteban Vizcarra 32).

16 November 2018 | Liga 1 2018 | Persela 4-0 Arema (Dendy Sulistyawan 7, Diego Assis 56, Loris Arnaud 66, 90).

16 Oktober 2019 | Liga 1 2019 | PSM Makassar 6-2 Arema (Ferdinan Sinaga 5, 58, Rizky Pellu 24, Marc Klok 38, Ezra Walian 68, Wiljan Pluim 72 – Dedik Setiawan 26, Riky Kayame 81).

Milo: PSM Menghukum Kesalahan Pemain Arema

Milomir Seslija menyebut kekalahan timnya atas PSM Makassar di laga tunda pekan kelima Liga 1 2019, Rabu (16/10/2019) malam karena kesalahan pemain Arema sendiri. Kesalahan yang dilakukan di hadapan publik Stadion Andi Mattalatta Makassar itu akhirnya dihukum oleh PSM dengan gol demi gol hingga laga berakhir dengan skor 6-2.

Kesalahan pertama, dengan membiarkan Marc Klok mengirimkan umpan silang, yang akhirnya membentur mistar gawang Arema. Bola muntah disambar Ferdinan Sinaga yang menjadi gol pembuka bagi PSM.

Kedua, dalam situasi tendangan pojok, Rizki Pellu dibiarkan berdiri bebas, dan mampu menyundul bola tanpa kawalan dan mengubah skor menjadi 2-0 untuk PSM. Ketiga, hadangan tangan Takafumi Akahoshi berbuah tendangan penalti yang sukses dieksekusi Marc Klok.

“Di pertandingan kali ini, kami akui kami banyak melakukan kesalahan. Sepertinya kami memberikan kemenangan yang mudah untuk PSM, sehingga kesalahan pemain Arema dihukum oleh PSM,” kata pelatih yang akrab disapa Milo ini.

Kehilangan Hamka Hamzah

Milo tak membantah jika gol demi gol yang bersarang ke gawangnya karena kehilangan sosok Hamka Hamzah. Stopper andalan sekaligus kapten tim Arema itu harus absen dua pekan lantaran cedera hamstring dan tipus yang dideritanya.

Selain Hamka, ada empat pemain Arema lainnya yang absen di laga melawan PSM ini. Mulai dari Agil Munawar yang juga cedera, lalu Dendi Santoso, Hanif Sjahbandi, dan Muhammad Rafli yang ke Timnas Indonesia.

“Kami tampil tanpa beberapa pemain di beberapa posisi pada pertandingan ini. Kami mencoba sejumlah cara, termasuk memainkan pemain lain yang lebih agresif dan pekerja keras sebagai pengganti,” imbuh pelatih asal Bosnia tersebut.

Bukannya Tanpa Peluang

Arema sendiri bukannya tanpa peluang di pertandingan ini. Milo mengapresiasi dua gol balasan yang dibuat Dedik Setiawan dan Riky Kayame.

“Tapi kami bermain tanpa organisasi permainan yang bagus, saya ingin Arema bertahan dan menyerang bersama, itu tidak berjalan. Kami terus melakukan kesalahan demi kesalahan. Melakukan kesalahan melawan tim seperti PSM, kami harus menebusnya dengan kekalahan,” tandasnya.

Arema Kalah Telak di Kandang PSM karena Reposisi Pemain?

Arema kalah telak di kandang PSM Makassar, Stadion Andi Mattalatta pada laga tunda pekan kelima Liga 1 2019, Rabu (16/10/2019) malam dengan skor 2-6. Kekalahan tersebut disinyalir disebabkan oleh keisengan pelatih Milomir Seslija melakukan reposisi pemain.

Pada starting line-up lawan PSM, pelatih yang akrab disapa Milo itu menurunkan Kartika Ajie, Alfin Tuasalamony, Arthur Cunha, Ikhfanul Alam, Johan Farizi, Hendro Siswanto, Takafumi Akahoshi, Makan Konate, Dedik Setiawan, Ridwan Tawainella, dan Sylvano Comvalius. Sekilas, para pemain ditempatkan di posisi natural masing-masing.

Reposisi pemain belum tampak saat bek kiri Johan Farizi yang memang tidak direkomendasikan dokter tim bermain penuh, digantikan Ricky Ohorella yang juga bek kiri di menit 46. Keanehan baru tampak ketika Ikhfanul Alam yang tampak memegangi pipinya ditarik keluar di menit 48.

Bagaimana bisa Alam yang dimainkan di posisi stopper yang ditinggalkan Hamka Hamzah yang harus absen karena cedera, digantikan Rifaldi Bawuo yang seorang penyerang sayap? Di sinilah awal ‘malapetaka’ yang menimpa Arema.

Menggeser Posisi Dua Pemain

Keluarnya Ikhfanul Alam memaksa Milo menggeser posisi dua pemain lain. Tak disangka, Takafumi Akahoshi yang ketiban durian runtuh ditarik mundur dari lini tengah ke posisi stopper menggantikan Alam.

Memang, sebenarnya di bench (bangku cadangan) pemain ada nama Rachmat Latief yang seorang stopper murni dan asli Makassar pula. Namun, ‘dosa’ Latief di laga melawan Borneo FC yang berakhir imbang 2-2 kemungkinan besar menjadi pertimbangan Milo tak memasangnya lagi.

Sementara, posisi di lini tengah yang lowong usai Akahoshi menjadi stopper, ditempati Ridwan Tawainella yang sebelumnya menjadi penyerang sayap. Sepeninggalnya, posisi Ridwan dimainkan oleh Rifaldi yang masuk menggantikan Alam.

Ujian kembali datang di menit 54, kali ini menimpa lini depan, di mana Dedik Setiawan mengalami cedera. Riky Kayame dimasukkan menggantikan posisi pemain yang sejatinya juga baru pulih dari cedera lutut itu.

Bertambah Tiga Gol

Arema yang memulai babak kedua dengan kedudukan tertinggal 1-3 dari PSM, harus kebobolan tiga gol lagi mulai menit 58, tepatnya 10 menit setelah skuat Singo Edan mengandalkan duet stopper asing dadakan, Arthur Cunha dan Takafumi Akahoshi.

Duet stopper dadakan itu gagal mengantisipasi umpan membelah dari Wiljan Pluim. Ferdinan Sinaga yang datang tanpa terjebak offside di antara dua stopper langsung menyelesaikannya dengan sekali sentuhan mengarahkan bola ke pojok kanan bawah gawang Arema yang dijaga kiper Kartika Ajie.

Gol kelima PSM dibuat oleh Ezra Walian dari serangan balik cepat pula. Sepakan keras kaki kanannya dari pojok kotak penalti di area kanan pengamatan Ajie mengarah ke pojok kiri gawang Arema tanpa sanggup ditepis dengan sempurna.

Wiljan Pluim yang sebelumnya mengirim assist akhirnya mencetak gol keenam PSM dengan sontekan pelan usai menuntaskan kerja sama cantik dengan Rizki Eka di muka gawang Arema. Gol balasan Riky Kayame di penghujung babak kedua tak mampu menyelamatkan Arema dari kalah telak di kandang PSM dengan skor 2-6.

Mencoba Bermain Seperti Barcelona, Arema Babak Belur di Makassar

Pelatih Arema, Milomir Seslija mengungkapkan timnya sudah mencoba bermain seperti Barcelona saat menantang PSM Makassar di laga tunda pekan kelima Liga 1 2019, Rabu (16/10/2019) malam. Namun, Arema malah babak belur di Stadion Andi Mattalatta Makassar dengan skor 2-6.

Pada awal babak pertama, gawang Arema sudah kebobolan dua gol oleh Ferdinan Sinaga dan Rizki Pellu. Gol Dedik Setiawan sempat membuat skuat Singo Edan memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.

Sayang, jelang berakhirnya 45 menit babak pertama, gawang Arema kembali kebobolan satu gol. Eksekusi penalti Marc Klok yang tak mampu dibendung kiper Arema, Kartika Ajie membawa PSM unggul 3-1.

“Ini hari yang buruk bagi kami, saya pikir kami datang ke sini mencoba bermain seperti Barcelona, yang ingin mengalahkan PSM. Kami ingin tampil dengan formula lebih banyak berlari, bertahan dan menyerang sebagai sebuah kesatuan tim, tapi itu tidak berjalan,” ujar Milo.

Karena Kehilangan Fokus

Gol-gol PSM yang bersarang ke gawang timnya, menurut Milo karena kesalahan pemainnya sendiri. Pelatih asal Bosnia itu menyebut pemainnya kehilangan fokus, sehingga mudah kehilangan bola, dan mampu dimanfaatkan oleh pemain PSM.

Alih-alih mengejar ketinggalan skor, pada babak kedua Arema yang tertinggal 3-1 justru kebobolan tiga gol lagi oleh Ferdinan Sinaga, Ezra Walian, dan Wiljan Pluim. Satu gol hiburan mampu dibuat Arema melalui aksi Riky Kayame untuk mengubah angka di papan skor menjadi 6-2.

“Arema tidak pernah bermain seperti ini sebelumnya, kami mudah kehilangan konsentrasi, dan organisasi permainan yang buruk. Seharusnya, kami bertahan dan menyerang sama-sama, tapi ini tidak berjalan,” imbuhnya.

Apresiasi Kerja Keras Pemain

Meski harus meninggalkan Makassar dengan kekalahan telak 2-6 gara-gara kegagalan bermain seperti Barcelona, Milo tetap mengapresiasi pemainnya. Menurutnya, para penggawa Singo Edan sudah bekerja keras.

“Ini permainan terburuk kami, tapi kami sudah mencoba. Anak-anak sudah bekerja keras, tapi terkadang hasil tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kalau saja kami bisa lebih fokus, tentu kami bisa mendapat hasil yang lebih baik,” pungkas pelatih 55 tahun ini.

Kalah Telak di Kandang PSM, Makan Konate Menghibur Diri

Kalah telak 2-6 di kandang PSM Makassar pada laga tunda pekan kelima Liga 1 2019, Rabu (16/10/2019) malam di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Makan Konate merasa kecewa. Gelandang Arema itu mencoba menghibur diri atas kekalahan tersebut.

Pada babak pertama, dua gol sudah bersarang ke gawang Arema. Ferdinan Sinaga dan Rizki Pellu membawa PSM unggul 2-0 atas skuat Singo Edan.

Dedik Setiawan sempat membawa Arema memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 dengan golnya. Namun, jelang laga babak pertama bubar, gawang Arema kembali kebobolan lewat eksekusi penalti Marc Klok yang mengubah skor menjadi 3-1.

“Ini pertandingan yang berat buat kami. Arema sudah bermain bagus, tapi hasilnya tidak bagus. Kami harus tetap bersemangat untuk laga selanjutnya,” kata Konate dalam sesi jumpa pers usai laga.

Inilah Sepak Bola

Makan Konate ogah mencari pembelaan atas kekalahan telak di kandang PSM ini. Hanya saja, menurutnya, inilah sepak bola, hasilnya tidak dapat diprediksi.

Berusaha kaluar menyerang, di babak kedua, gawang Arema justru kebobolan tiga gol lagi lewat Ferdinan Sinaga, Ezra Walian, dan Wiljan Pluim. Skuat Singo Edan hanya mampu membalas satu gol melalui Riky Kayame jelang laga bubar.

“Kemarin di Malang kami bisa menang atas PSM, tapi kali ini kami kalah. Inilah sepak bola, kadang ada menang, draw, atau kalah,” tandas pemain asal Mali itu.

.td-logo-in-menu .td-sticky-disable.td-header-logo { display: block; width: 230px; }