blog

Jadwal Laga Arema Putri di Grup B Seri Kedua Liga 1 Putri 2019

Arema Putri baru saja menyelesaikan Seri Pertama Grup B Liga 1 Putri 2019 di Malang sebagai runner-up, Sabtu (12/10/2019). Setelah libur seminggu, mereka harus bersiap menghadapi jadwal Seri Kedua Liga 1 Putri 2019.

Seri Kedua Grup B Liga 1 Putri 2019 bakal digelar di Pulau Bali dan Bali United Putri sebagai tuan rumahnya. Kabarnya, Gelora Samudra Kuta dipilih sebagai venue pertandingan.

Jadwal laga Arema Putri di Grup B Seri Kedua Liga 1 Putri ini akan dimulai Sabtu (19/10/2019). Rencananya, Seri Kedua ini digelar selama satu pekan, dengan waktu istirahat dua hari saja, dan berakhir Jumat (25/10/2019).

Berikut Jadwal laga Arema Putri di Grup B Seri Kedua Liga 1 Putri 2019

Sabtu, 19 Oktober 2019.
Pukul 13.00 WIB Persipura Putri vs Arema Putri.
Pukul 16.00 WIB PSM Putri vs Bali United Putri.

Minggu, 20 Oktober 2019.
Pukul 13.00 WIB PSM Putri vs Persipura Putri.
Pukul 16.00 WIB Persebaya Putri vs Arema Putri.

Selasa, 22 Oktober 2019.
Pukul 13.00 WIB Persebaya Putri vs PSM Putri.
Pukul 16.00 WIB Bali United Putri vs Persipura Putri.

Rabu, 23 Oktober 2019.
Pukul 13.00 WIB Bali United Putri vs Persebaya Putri.
Pukul 16.00 WIB Arema Putri vs PSM Putri.

Jumat, 25 Oktober 2019.
Pukul 13.00 WIB Arema Putri vs Bali United Putri.
Pukul 16.00 WIB Persipura Putri vs Persebaya Putri.

Ketiga Kalinya, Arema Mendapat Lisensi Klub Profesional AFC

Arema mendapat lisensi klub profesional AFC untuk ketiga kalinya berturut-turut sejak tahun 2017 silam. Keputusan tersebut tertuang di dalam Surat Keputusan Club Licensing Committee Nomor 005/CLC-PSSI/X/2019.

Setelah lolos proses verifikasi yang dilakukan, pengajuan lisensi klub profesional yang dilakukan Arema diterima oleh AFC melalui PSSI. Menariknya, Arema lolos tanpa syarat alias berlabel granted.

Terdapat lima aspek yang dinilai secara objektif oleh AFC dalam proses verifikasi. Semua aspek, mulai dari aspek sporting, infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) dan administrasi, legal dan finansial, mampu dipenuhi oleh Arema.

“Bagi Arema, lisensi ini penting, bukan cuma sebagai tiket untuk tampil di event antar klub di bawah naungan AFC, serta memotivasi tim untuk berprestasi. Bagi institusi Arema, ini sebagai modal yang besar untuk go publik,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji kepada WEAREMANIA.

Momentum Menjaga, Merawat, dan Mengembangkan Arema

Diterimanya lisensi klub profesional AFC oleh Arema ini ternyata bersamaan dengan disahkannya hak cipta atas nama Arema FC oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (DEPKUMHAM). Tentu dua pengakuan ini membuat Arema senang.

Sudarmaji menyebut lisensi klub profesional dan hak cipta atas nama Arema FC menjadi momentum penting bagi Arema. Setidaknya, ini momentum bahwa Arema mendapatkan proteksi secara legal dan diakui oleh negara, sekaligus secara obyektif juga telah diuji profesionalismenya oleh AFC.

“Semoga ini menjadi momentum bersama untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan Arema, agar maju dan berprestasi,” imbuh pria asal Banyuwangi tersebut.

Rentetan Ucapan Terima Kasih

Atas lisensi klub profesional AFC yang diterima ini, Sudarmaji atas nama klub tak hentinya bersyukur. Pihaknya juga mengucapkan serentetan terima kasih kepada banyak pihak.

“Kami berterima kasih kepada Aremania, para sponsorship, mitra kerja, baik di pemerintahan dan swasta yang bersinergi dengan Arema. Sekaligus terima kasih kepada PSSI yang telah memberikan pendampingan dan arahan agar klub-klub Indonesia bisa tertata lebih profesional, utamanya bagi Arema sendiri,” tegasnya.

Jadwal Persib Bandung vs Arema FC Menemui Titik Terang

Teka-teki kapan laga Persib Bandung vs Arema FC akan digelar akhirnya menemui titik terang. Laga tunda pekan ke-21 Liga 1 2019 itu kabarnya bakal dihelat pada pertengahan November mendatang.

General Manager Arema, Ruddy Widodo mengaku sudah mendengar kabar jadwal baru tersebut. Pihaknya mengaku lega mendapat kepastian mengenai satu pertandingan Arema yang tertunda ini.

Seharusnya, laga Persib Bandung vs Arema FC digelar Sabtu (28/9/2019) sore di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Lantaran Panpel Persib tak mendapatkan izin kepolisian setempat, maka laga tersebut harus ditunda oleh PT Liga Indonesia Baru.

“Laga tandang Arema ke markas Persib insyaallah akan digelar pada 12 November mendatang. Itu usulan dari PT LIB selaku operator liga,” ungkap Ruddy.

Sempat Diusulkan Digelar Desember

Ruddy menjelaskan, sempat ada usulan untuk menggelar laga Persib Bandung vs Arema FC itu pada Desember mendatang. Hanya saja, usulan ini ditolak oleh PT LIB.

Kabarnya, PT LIB menginginkan semua laga tunda dapat digelar sebelum memasuki akhir kompetisi. Selain laga tunda Persib melawan Arema ini, terdapat enam laga tunda lainnya yang harus diselesaikan sebelum pekan ke-28 sesuai keinginan operator liga.

“PT LIB tak mengizinkan pertandingan Persib melawan Arema ini digelar pada Desember. Mereka ingin, semua laga tunda sudah digelar sebelum Desember. Alasannya, aspek fairness, competitiveness, dan quality akan lebih mudah terpenuhi,” pungkas manajer berkacamata tersebut.

Pemulihan Cedera Agil Munawar Butuh Tiga Pekan

Agil Munawar butuh tiga pekan untuk proses pemulihan cederanya. Bek sayap Arema itu diketahui tengah dilanda cedera lutut.

Cedera lutut itu didapatnya pada laga melawan PSM Makassar di pekan ke-22 (2/10/2019) lalu. Kala itu, Agil salah tumpuan ketika terjatuh di lapangan, sehingga ditarik keluar di penghujung babak pertama.

Tim medis Arema sempat menyebut bahwa cedera lutut ini merupakan cedera kambuhan Agil tahun lalu. Pada pra-musim tahun lalu, pemain asal Bandung ini pernah mengalami cedera lutut yang lumayan parah, hingga memaksanya absen setengah musim.

“Dia sudah memulai proses pemulihan cederanya sejak tengah pekan lalu. Maksimal Agil Munawar butuh tiga pekan, sejak cederanya kemarin,” kata David Setiawan, fisioterapis Arema kepada WEAREMANIA.

Sudah Bisa Penguatan

David menjelaskan, saat ini, Agil Munawar sudah bisa menjalani program penguatan di gym. Namun, porsinya baru setengah saja.

Melihat estimasi waktu pemulihan tiga pekan yang diberikan tim medis Arema, Agil terancam absen di laga-laga Arema yang digelar di bulan Oktober 2019. Setidaknya, ada tiga laga tandang yang dilewatkannya, yakni melawan PSM Makassar (16/10/2019), Persipura Jayapura (20/10/2019), dan PS Tira-Persikabo (24/10/2019).

“Saat ini sudah bisa menjalani penguatan di gym, dengan beban latihan awal 50%. Lalu, ada kombinasi latihan feeling ball di lapangan,” pungkas mantan fisioterapis Persiram Raja Ampat tersebut.

Lawan Persipura Pindah Venue, Lawan PS Tira-Persikabo Belum Jelas

Usai menjalani laga tunda pekan kelima Liga 1 2019 di kandang PSM Makassar, Rabu (16/10/2019) malam, Arema langsung ditunggu laga pekan ke-23 lawan Persipura Jayapura dan laga pekan ke-24 lawan PS Tira-Persikabo. Venue laga lawan Persipura dipastikan pindah, sedangkan lawan PS Tira-Persikabo belum jelas.

Laga lawan Persipura tadinya akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (20/10/2019) malam. Kebetulan, stadion tersebut menjadi kandang sementara Persipura selama Stadion Mandala Jayapura direnovasi.

Panpel Persipura memindahkan laga ini ke Stadion Aji Imbut Tenggarong karena alasan keamanan. Kabarnya, pihak panpel tidak mendapatkan izin dari kepolisian setempat.

“Kami mendapat informasi pertandingan ini dipindah ke Stadion Aji Imbut Tenggarong, karena tidak ada izin kepolisian untuk menggelar pertandingan di Sidoarjo, bahkan laga tanpa penonton sekalipun tetap tak ada izin,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Venue Lawan PS Tira-Persikabo Belum Jelas

Jika laga lawan Persipura sudah jelas dipindahkan venue pertandingannya, belum ada kejelasan venue untuk laga tandang lawan PS Tira-Persikabo. Ruddy mengaku belum mendapatkan jawaban pasti.

Menurut manajer berkaca mata tersebut, sampai saat ini Panpel PS Tira-Persikabo masih menyiapkan sejumlah opsi, karena belum adanya izin pertandingan. Laga itu sendiri sedianya digelar di Stadion Pakansari Bogor, Kamis (24/10/2019) sore.

“Panpel setempat masih mengusahakan pertandingan ini bisa digelar di Stadion Pakansari Bogor. Namun, kalau izin pertandingan tidak segera keluar, katanya PS Tira-Persikabo akan kembali bermain di Sleman atau Bantul,” imbuh pria 48 tahun itu.

Asal Tak Ditunda

Soal pemindahan venue ini, Ruddy mengaku tak masalah. Harapannya tak ada lagi pertandingan yang ditunda, seperti yang sudah disepakati seluruh manajer klub Liga 1 2019 degan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sabtu (12/10/2019).

“Kami berharap semua pertandingan tidak tertunda, kalau cuma pindah venue saja tidak masalah, asal pemberitahuannya tidak mendadak.” tegasnya.

Jadwal Laga PSM Makassar vs Arema Tak Berubah

Jadwal laga antara PSM Makassar vs Arema dipastikan tak berubah. Kepastian itu sudah didapatkan oleh General Manager Arema, Ruddy Widodo, Sabtu (12/10/2019) kemarin.

Laga PSM Makassar vs Arema tetap akan digelar sesuai jadwal semula. Laga tunda pekan kelima Liga 1 2019 itu masih dihelat di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Rabu (16/10), pukul 18.30 WIB mendatang.

Ruddy memperoleh kepastian itu pada acara rapat manajer-manajer klub Liga 1 2019 dengan operator liga, PT Liga Indonesia Baru, Sabtu (12/10/2019) di Pulau Bali. Dalam ajang tersebut, pihak PSM sudah memastikan dapat menggelar laga tersebut sesuai rencana.

“Jadwal laga ini tidak akan berubah, tetap akan digelar sesuai jadwal. Kami bertemu perwakilan PSM dalam pertemuan antara klub dan operator di Bali. Mereka sudah memebrikan kepastian,” kata Ruddy.

Ada Surat Izin Pentandingan

Pihak PSM Makassar meyakinkan Ruddy Widodo dan PT LIB bahwa mereka mampu menggelar laga sesuai jadwal. Bahkan, mereka juga membawa surat izin pertandingan dari kepolisian.

Sebelumnya, izin kepolisian inilah yang membuat pihak Arema dan PT LIB sempat khawatir laga itu bakal tertunda. Seperti diketahui, situasi politik dan keamanan di Indonesia dalam sebulan terakhir bisa dibilang tidak stabil.

“PSM juga sudah menunjukkan surat izin pertandingan dari kepolisian, ini yang membuat kami yakin laga ini tidak tertunda,” pungkas manajer berkacamata ini.

Jadwal Laga Arema di Liga 1 2019 Pekan Ini

Jadwal laga Arema di Liga 1 2019 pekan ini ternyata tidak mengalami perubahan. Skuat Singo Edan akan menjalani laga tandang ke markas PSM Makassar.

Laga PSM vs Arema ini merupakan laga tunda pekan kelima lalu. Saat itu, jadwal laga Arema ini terpaksa ditunda lantaran tuan rumah PSM harus fokus ke ajang AFC Cup 2019.

Arema akan dijamu tim tuan rumah PSM, Rabu (16/10/2019), pukul 18.30 WIB. Rencananya, Stadion Andi Mattalatta Makassar dipilih sebagai venue pertandingan.

Laga ini merupakan laga perdana Arema dan PSM usai libur kompetisi lantaran ada FIFA Matchday untuk laga Timnas. Sebelumnya, Liga 1 2019 sempat diliburkan selama sekitar 14 hari.

Persiapan Maksimal

Menghadapi laga melawan PSM ini, Arema telah melakukan persiapan maksimal. Salah satunya dengan menggelar latihan khusus di Pantai Balekambang, Jumat (11/10/2019) sore.

Arema juga punya modal bagus jelang laga tandang ini. Sebab, di laga terakhir, mereka mampu menggasak PSM 2-0 di pekan ke-22 lalu.

Sayang, dalam laga ini, Arema terancam tak diperkuat Hamka Hamzah dan Agil Munawar yang cedera, juga Dendi Santoso, Hanif Sjahbandi, dan Muhammad Rafli yang ke Timnas.

Johan Farizi Kembali, Nasir Pasrahkan Nasib pada Pelatih Arema

Kembalinya Johan Farizi bisa jadi memaksa Nasir kembali ke posisi aslinya sebagai penyerang sayap. Hanya saja, untuk hal ini, pemain asal Tuban itu pasrahkan nasib pada pelatih Arema, Milomir Seslija.

Farizi memang sempat absen sejak jelang laga melawan Persija Jakarta awal Agustus 2019 lalu. Bek sayap kiri asli Malang tersebut terkena cedera tumit.

Sejumlah pemain sempat ditempatkan Milomir untuk mengisi posisi bek sayap kiri Arema yang ditinggalkan Farizi. Mulai dari Alfin Tuasalamony, Agil Munawar, hingga Nasir yang sejatinya bukan posisi naturalnya.

“Kalau Johan Farizi kembali, saya pasrah kepada pelatih saja. Tergantung dia mau memainkan saya di posisi mana,” kata Nasir kepada WEAREMANIA.

Lebih Sering Jadi Bek Sayap

Musim ini, selama enam kali dimainkan di Liga 1 2019, Nasir memang lebih sering dipasang sebagai bek sayap. Pemain 24 tahun itu sudah mencatatkan 396 menit di lapangan bersama Arema.

Kalau pun nantinya, pelatih Milomir Seslija bakal mengembalikannya sebagai penyerang sayap kiri, Nasir mengaku siap. Namun, jika Arema masih butuh tenaganya di posisi bek sayap kiri, mengingat cederanya Agil Munawar, pemilik jersey bernomor punggung 8 itu pun siap.

“Kalau dipasang jadi penyerang sayap lagi saya siap, begitu pula sebaliknya. Yang penting, saya pikir pelatih lebih tahu mana posisi yang cocok untuk saya,” imbuhnya.

Tak Ada Kesulitan

Bagi Nasir, tak ada masalah jika posisinya dipindah-pindah dari belakang (bek sayap) ke depan (penyerang sayap), begitu pula sebaliknya. Ditegaskannya, tak ada masalah untuk beradaptasi.

“Beradaptasi dari belakang ke depan atau depan ke belakang saya rasa tidak sulit. Perlu butuh belajar sedikit demi sedikit dalam hal bertahan. Kalau penyerang sayap kan lebih banyak menyerang, sedangkan kalau jadi bek sayap harus bertahan juga di samping membantu menyerang,” tandasnya.

Hasil Kesepakatan Klub Liga 1 2019 dengan PT LIB

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi menggelar pertemuan darurat dengan manajer-manajer klub Liga 1 2019, Sabtu (12/10/2019). Pertemuan yang digelar di Pulau Bali itu menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Yang utama, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan kompetisi sesuai jadwal, 22 Desember 2019. Karenanya, mereka sudah merumuskan kiat agar jadwal tak sampai molor, terutama karena tidak mendapat izin dari kepolisian.

Menurut General Manager Arema, Ruddy Widodo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, ada sejumlah kiat yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi molornya jadwal. Kiat ini bisa diterapkan ketika laga terancam ditunda lantaran tidak ada izin dari pihak keamanan.

“Kiat pertama, klub harus menawarkan alternatif agar pertandingan digelar tanpa penonton, jika tidak mendapat izin keamanan. Kalau solusi ini ditolak, maka klub tuan rumah harus menggelar pertandingan di tempat netral. Tapi harus ingat, meski ini hak tuan rumah, tapi tempat netral itu secara etis jangan sampai menyusahkan tim tamu,” kata Ruddy kepada WEAREMANIA.

Jika Izin Dicabut Mendadak

Ruddy menyebut, di pertemuan manajer-manajer klub Liga 1 2019 dengan PT LIB ini juga disepakati solusi jika ada izin pertandingan yang dicabut mendadak. Terutama ketika tim tamu sudah berada di kota di mana pertandingan akan digelar.

Menurutnya, jika pencabutan izin ini dilakukan pada h-2, tim tuan rumah wajib mencari venue lain. Tim tuan rumah juga wajib mengganti tiket dan akomodasi untuk tim tamu.

“Venue baru untuk menggelar pertandingan ini juga harus mempertimbangkan kemudahan untuk kedua tim,” imbuhnya.

Bisa Dianggap Kalah 0-3

Menurut Ruddy, jika pencabutan izin pertandingan terjadi pada H-1 atau di hari H (saat Match Commisioner Meeting), maka tim tuan rumah bakal langsung dianggap gagal menggelar pertandingan. Sanksinya kalah 0-3 (WO).

“Kalau gagal menggelar pertandingan, sesuai regulasi tentu saja ada sanksinya. Tim tuan rumah bisa dianggap kalah WO dengan skor 0-3,” pungkas manajer berkacamata ini.

Dukungan Penuh Keluarga untuk Sheva Imut di Laga Arema Putri

Kegemilangan permainan bomber Arema Putri, Sheva Imut Furyzcha tak lepas dari dukungan penuh keluarganya. Orang tuanya hampir selalu hadir di tribune menyaksikan sang putri berlaga di babak pendahuluan Grup B Seri Pertama Liga 1 Putri.

Di pertandingan pertama saat Arema Putri kalah 0-1 dari Persipura Putri, sang Ayah, Junaidi Fuad datang menonton di tribune Stadion Brantas Kota Batu. Begitu pula saat Sheva mencetak gol pertamanya untuk Arema Putri yang membawa timnya mengalahkan PSM Putri 1-0 di Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu.

Khusus untuk laga pamungkas di Seri Pertama, saat Arema Putri melawan Bali United Putri, Sabtu (12/10/2019) pagi, bukan cuma Ayah Sheva yang hadir. Mama dan adik perempuannya juga turut datang mendukung di tribune Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu.

“Cuma di pertandingan kedua melawan Persebaya Putri saja saya absen tidak menonton Sheva bermain, karena memang pertandingan digelar tanpa penonton,” kata Junaidi ditemui WEAREMANIA usai pertandingan.

Dukungan Membawa Berkah

Dukungan keluarga membawa berkah tersendiri bagi Sheva Imut Furyzcha. Alhasil, satu gol dibuatnya melalui tendangan bebas di penghujung babak pertama, yang akhirnya menjadi gol penentu kemenangan Arema Putri 1-0 atas Bali United Putri.

Dalam sesi jumpa pers, Sheva mengungkapkan gol keduanya di turnamen ini tersebut dipersembahkannya untuk Mamanya, Enry Romadhona. Sebab, sang Mama turut berjasa menjadikan Sheva pesepak bola seperti sekarang ini.

Junaidi bercerita, saat masih kecil, Sheva kerap diajaknya bermain futsal, sehingga keinginan untuk menjadi pemain sepak bola tumbuh di dirinya. Sayang, keinginan itu sempat ditentang oleh sang Ayah yang lebih mengarahkan untuk menekuni pencak silat.

“Sempat ikut pencak silat beberapa bulan, Sheva kemudian berhenti dan kembali ingin masuk Sekolah Sepak Bola (SSB). Karena saya malu, makanya Mamanya yang mendaftarkan, dia masuk SSB Surabaya Bersatu sejak kelas 2 SD sampai sekarang,” imbuhnya.

Tidak Khawatir Cedera

Selama ini, Junaidi menyarankan Sheva Imut lebih sering berlatih di SSB Surabaya Bersatu bersama teman-teman laki-lakinya. Namun demikian, pria yang bekerja sebagai wiraswasta itu mengaku tak khawatir putrinya mengalami cedera.

Menurutnya, dari kecil Sheva memang terkenal sebagai perempuan tomboy. Temannya juga lebih banyak yang laki-laki daripada teman perempuan.

Risiko cedera tentu dapat menyerang siapa pun, entah bermain sepak bola dengan laki-laki atau pun sesama perempuan. Tinggal bagaimana pintar-pintas Sheva meminimalisir risiko cedera tersebut.

“Tujuan saya menyarankan Sheva bermain sepak bola bersama laki-laki agar ketika bertemu dengan tim sesama perempuan, dia sudah satu level di atas mereka. Tentu ada risiko cedera, namanya juga sepak bola, olahraga yang keras, itu sudah biasa,” tandasnya.

.td-logo-in-menu .td-sticky-disable.td-header-logo { display: block; width: 230px; }