blog Halaman 102

FIKSI: Maafkan Aku, Aremaniaku!

Sore itu, aku tenggelam dalam riuhnya Stadion Kanjuruhan Malang. Semua satu suara dalam mendukung tim kebanggaan kami, Arema FC yang tengah berlaga menjamu PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019.

Sebagai Aremania, aku semakin semangat lantaran Arema bisa tampil dengan skuat terbaiknya malam ini. Terlebih Makan Konate sanggup membawa Arema unggul cepat 1-0 di awal babak pertama. Saking ramainya tribun stadion kala itu, suara notifikasi Whatsapp yang masuk ke handphone tak begitu terdengar di telingaku.

“Sayang, kamu dimana?” begitu bunyi pesan dari Cecil, kekasihku.

Pesan itu baru bisa kubaca pada saat istirahat turun minum. Hatiku agak emosi lantaran PSM berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat tendagan penalti Ferdinand Sinaga.

“Kenapa?” balasku singkat karena malas.

“Aku kangen, sudah lama kita gak ketemu,” balas Cecil lagi, yang cuma kubaca saja, karena tak sengaja bertemu nawak lama di tribun. Kami pun bereuni tipis-tipis sampai babak kedua dimulai, dan pesan dari Cecil pun terlupakan.

“Sayang..”

“Ihhhh, kok gak dibales sih?”

“Kamu ke mana sih?”

Pesan dari Cecil masuk bertubi-tubi. Dan tetap tak kubalas, karena selain bunyi notifikasinya tidak terdengar, aku juga lebih fokus ke pertandingan. Sempat senang karena Sylvano Comvalius membuat Arema kembali unggul 2-1, cukup lah untuk lolos ke babak selanjutnya.

Saat penyerang asal Belanda itu melakukan selebrasi dengan berlari ke arah tribunku yang kebetulan berada di belakang gawang selatan, sambil menyilangkan kedua tangannya, aku pun ikut menyambut dengan suka cita bersama Aremania lainnya.

Sayangnya, di menit-menit terakhir, PSM mampu mencetak satu gol lagi melalui Zulham Zamrun. Hasil imbang 2-2 itu jelas membuatku dan Aremania lainnya sestadion kecewa, karena Arema gagal menuai poin penuh di kandang sendiri. Aku pun pulang dengan memendam kecewa, dan sama sekali tak membuka handphone sampai keesokan harinya.

Kamu ke Mana Lagi Sih?

Besoknya, kulihat aplikasi Whatsapp sudah penuh notifikasi. Ternyata banyak pesan yang masuk. Tak cuma dari grup-grup Aremania yang kuikuti, tapi juga dari Cecil.

“Sayang,”

“Kamu ke mana lagi sih?”

“Gak dibales lagi,”

“Aduuuh, kamu bawel banget, ketakutan amat sih, aku lagi nonton Arema kemarin, heran deh,” balasku sekitar pukul 10.00 siang.

“Ya ampun, bisa kan kamu kabarin, bilang kek lagi nonton Arema, ya sudah maaf aku kalau ganggu kamu,” kata Cecil.

“Ok,” balasku singkat.

“Ok doang ini?” tanyanya.

“Aku masih kecewa gara-gara Arema gagal menang kemarin, jadi jangan cari gara-gara ya,” balasku ketus.

“Maaf,” balasnya, yang cuma kubaca saja.

Kamu Sibuk Ya?

Keesokan harinya, Cecil kirim pesan Whatsapp lagi, “Sayang, lagi ngapain? Ada rencana ke mana hari ini?”

Pesan itu cuma kubaca saja.

“Kamu sibuk ya? Lagi nonton Arema lagi?”

Lagi-lagi cuma kubaca pesan itu.

“Ya ampun, kamu bener-bener deh, cuma dibaca saja, bales kenapa,”

Sejam kemudian baru aku balas.

“Sayang, coba deh kamu ubah sikapmu itu, kalau aku gak bisa bales atau cuma baca doang, itu tandanya aku lagi sibuk, aku tadi lagi main futsal dengan anak-anak komunitas Aremania-ku, handphone bunyi terus, teman-teman pada nyindir, cieee dicariin cieeee, kan malu aku diledekin, ketakutan amat sih pacarmu gak dibalas sampai spam begitu,” akhirnya kubalas panjang lebar agar dia puas.

“Sebenarnya kamu sayang gak sih sama aku? Kok sampai sebegitunya yah? Emang salah ya kalau aku khawatir? Kalau aku kangen? Kalau aku nyariin kamu?” balasnya.

“Sayang boleh, tapi gak usah sampai begitu juga kali, kayak ketakutan aku sama cewek lain saja, sudahlah, aku malas berantem, terserah kamu mau mikir apa, aku mau jalan pulang dulu,” kataku.

“Ok, kalau itu mau kamu, biar aku menghilang saja sekalian, biar kamu gak merasa terganggu karena ada aku, biar gak ada yang bawel-bawel lagi ke kamu, kamu bisa tenang. Bye!”

“Ya elah, ngambekan juga lagi,”

Masih ngambek?

Sesampainya di rumah, coba kubalas lagi pesan Whatsapp dari Cecil.

“Ini aku baru sampai, kamu lagi apa?” kataku, namun lama sekali tak ada balasan darinya.

“Masih ngambek?”

Karena masih tak ada balasan hingga malam hari, ku-Whatsapp lagi si Cecil.

“Ya sudah, kalau masih ngambek, selamat malam Sayang, aku tidur duluan, sampai ketemu di mimpi,” kataku.

Pagi harinya kubuka Whatsapp lagi. Ternyata, belum ada balasan dari si Cecil. Jangankan dibalas, dibaca saja belum. Aku berpikir, si dia ini benar-benar ngambek.

“Ya ampun, ngambek sampai sebegitunya, sampai gak dibaca chatku,”

Cecil ada Mbak?

Karena merasa bersalah, akhirnya kuputuskan untuk ke rumahnya. Pikirku, sudah satu minggu juga kami gak ketemu. Sebelum sampai ke rumahnya, aku mampir dulu ke warung bakso urat langganan kami.

“Ini kubawakan bakso urat kesukaanmu,” kukirim pesan bersamaan dengan foto sebungkus bakso yang berisi dua bakso urat dengan ukuran sekepalan tangan.

Sesampainya di rumah Cecil, ternyata yang membukakan pintu adalah asisten rumah tangganya. Si Mbak agak heran melihatku.

“Cecil ada Mbak?” tanyaku.

“Lho, Den gak tahu? Non Cecil kan lagi dirawat di rumah sakit dari minggu lalu,” jawabnya.

“Hah, sakit? Kok bisa? Sakit apa?”

“Saya kurang tahu Den, Non Cecil sakit apa, coba saja Den ke rumah sakit deh, Non Cecil dirawat di Rumah Sakit Tentara Den,” ujar si Mbak.

“Ok Mbak, makasih, saya pamit dulu,” kataku sambil buru-buru memacu sepeda motor ke RST.

Cecil kenapa?

Sesampainya di RST, aku langsung menghubungi meja resepsionis kamar rawat inap untuk mencari tahu Cecil dirawat di ruangan mana.

“Maaf Mas, setelah saya cek, pasien atas nama Cecil Maharani sudah meninggal dunia, ini tadi baru saja dibawa pulang ke rumah duka,” betapa kagetnya aku mendengar jawaban si suster, tubuhku lemas.

Singkat cerita, aku kembali ke rumah Cecil, ternyata sudah ramai di sana. Jenazah kekasihku itu pun siap diberangkatkan menuju ke pemakaman. Aku pun menemui ibunya.

“Bu, Cecil kenapa? Kenapa bisa sampai meninggal begini Bu? Sakit apa dia?” tanyaku menyergah.

“Kita doakan saja supaya Cecil tenang di sana ya, dia sudah terbebas dari penyakitnya, sudah tidak merasakan sakit lagi sekarang, ini ada titipan surat dari Cecil buat kamu,” jawab ibu Cecil.

Jenazah kekasihku pun dibawa ke pemakaman. Aku pun ikut mengantarnya menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ketika seluruh pelayat pulang, dan tinggal tersisa aku seorang, kubuka surat dari Cecil, dan kubaca dengan seksama.

Apa Kabar?

“Sayang akuuu Dani, apa kabar? Maaf ya aku selalu bawel dan ganggu kamu. Hehe. Tapi, saat kamu baca surat ini, aku sudah gak bisa menemani kamu lagi, sudah gak bisa bawel-bawel lagi. Terakhir kita berantem itu karena aku sudah pengen pergi, pergi yang jauh, dan aku pengennya sebelum aku pergi jauh, aku bisa melihatmu untuk yang terakhir kali, tapi ternyata kamu sibuk, ya sudah gak papa deh.”

“Kamu jaga kesehatan selalu yah, kalau nonton Arema jangan lupa bawa jaket, kalau kangen aku, kamu bisa datang ke kuburan aku untuk ketemu aku. Hehe. Kalau kamu cari pacar lagi, carilah yang lebih baik dariku, yang gak bawel-bawel, yang gak nyariin kamu terus ya, biar kamu gak merasa pusing dan terganggu kayak waktu sama aku. Tapi aku mah jujur saja sayang banget sama kamu, makanya aku suka khawatir selalu.”

“Maaf kalau aku gak cerita tentang sakitku ini, aku kena kanker otak, kata dokter sudah gak ada kemungkinan sembuh, makanya aku gak mau kasih tahu kamu, aku cuma pingin di sisa hari-hariku bisa ketemu kamu, tapi kamu sibuk sih, jadi ya sudah gak papa deh. Aku pamit pergi ya. Kamu kuat kok. Maafkan aku, Aremaniaku.”

Astaga. Aku yang harusnya minta maaf sama kamu Sayang. Aku tahu, kamu bukanlah sosok Aremanita, gak suka sepak bola, gak pernah mau kuajak ke tribun stadion, tapi kamu gak pernah melarang aku mencintai sepak bola, mendukung tim kebanggaanku, atau datang ke stadion. Aku sayang banget sama kamu. Maafkan aku. Semoga surga menjadi tempat terbaikmu.

TAMAT

Cerita di atas hanyalah fiksi atau karangan, jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat, hanyalah kebetulan belaka.

Agil Munawar Tak Gentar Nama Besar Pemain PSM

0

Agil Munawar tahu betul akan menghadapi penyerang sayap PSM Makassar macam Ferdinand Sinaga dan Zulham Zamrun di laga pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang. Bek sayap Arema itu mengaku tak gentar dengan nama besar pemain PSM.

Jika dimainkan sebagai bek sayap kanan atau pun kiri, Agil bakal berhadapan dengan Ferdinand atau pun Zulham. Hal tersebut tak masalah bagi pemain asal Bandung ini.

Disadarinya, sebagai pemain senior, sosok Ferdinand dan Zulham bisa dibilang sudah berpengalaman di sepak bola Indonesia, bahkan level internasional. Namun, hal tersebut tak membuatnya minder apalagi takut.

“Bagi saya, nama besar pemain PSM malah membuat saya makin semangat. Bagaimana caranya hal tersebut menjadi motivasi bagi saya, tapi emosi tetap terkontrol,” kata Agil.

Punya Trik Sendiri

Menghadapi pemain-pemain senior, terlebih punya nama besar seperti Ferdinand dan Zulham menurutnya tak bisa sembarangan. Agil menjelaskan, dibutuhkan trik-trik khusus agar bisa menjinakkan mereka.

Agil belajar dari pengalaman-pengalamannya bermain musim ini. Misal, ketika pemain 23 tahun itu dipercaya menjaga dua sayap cepat Madura United, Greg Nwokolo dan Andik Vermansyah.

“Intinya, kalau saya nanti dipasang di posisi bek kanan atau pun bek kiri, mau bertemu Ferdinand atau Zulham, harus bermain pintar. Harus menerapkan pressing-pressing ketat, dan jangan sampai kalah bersemangat, jangan kalah ngotot,” pungkas pemilik jersey bernomor punggung 37 itu.

Pelatih Arema Putri Targetkan Lolos ke Semifinal Liga 1 Putri 2019

0

Pelatih Arema Putri, Alief Syahrizal Muhammadan menargetkan timnya lolos ke babak semifinal Liga 1 Putri 2019. Namun, target awalnya adalah lolos babak penyisihan grup dulu.

Babak penyisihan grup Liga 1 Putri akan bergulir mulai 6 Oktober 2019. Demi bersiap melakoni laga perdana, Arema Putri sedang menjalani pemusatan latihan di Lapangan Arati Bhaya Wighina di kompleks Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai Senin (30/9/2019) pagi.

Demi meraih target tersebut, Alief sudah memanggil 23 pemain yang didaftarkan untuk kompetisi amatir ini. Persiapan fisik, taktik, mental, dengan target utama membina kekompakan antar pemain sudah digeber dalam pemusatan latihan hingga Jumat (4/10/2019) pagi itu.

“Target kami lolos grup dulu, lalu masuk ke babak semifinal. Itu target minimal kami, kalau bisa melebihi itu ya Alhamdulillah,” kata Alief.

Satu Grup dengan Persebaya

Arema Putri yang berada di Grup B bersama empat tim lainnya mengajukan diri sebagai tuan rumah seri pertama. Menariknya, mereka akan satu grup dengan Persebaya Surabaya, Bali United, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar.

Bali United menjadi tim yang paling diwaspadai Alief di grup ini. Menurutnya, mereka yang bakal menjadi pesaing utama, bukan Persebaya yang statusnya rival Arema di tim putra.

“Saya pikir lawan berat kami masih Bali United, karena saya tahu betul komposisi pemain mereka bagus. Di sana banyak pemain timnas Indonesia Putri yang tadinya mau ke Arema, ternyata merapat ke Bali United,” pungkas pelatih Arema Putri asal Gresik ini.

Sistem Kompetisi

Sepuluh klub peserta dibagi menjadi dua grup yang akan bermain dalam tiga babak, yakni babak pendahuluan, semi-final, dan final. Untuk babak pendahuluan terbagi dalam empat seri, satu serinya berlangsung selama enam hari dan tuan rumahnya akan bergantian.

Kemudian, untuk babak semi-final dan final agar bisa ikut diramaikan oleh masyarakat akan digelar dengan format kandang-tandang.

Milo: Motivasi Pemain Arema Harus Lebih Besar dari Aremania

0

Milomir Seslija meminta motivasi pemain Arema harus lebih besar dari yang dimiliki Aremania. Hal ini yang ditanamkan pelatih yang akrab disapa Milo itu jelang menjamu PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang.

Pelatih asal Bosnia ini mengajak anak asuhnya untuk kembali mengingat tujuh hari lalu saat posisi Arema sedang sulit. Dalam tekanan harus menang setelah empat laga tak pernah menang, akhirnya mereka mampu mencukur PS Sleman 4-0.

Saat itu, menurutnya tekanan Aremania sangat terasa pada tim, khususnya 11 pemain yang berada di lapangan. Namun, Milo melihat sejak menit awal babak pertama, ada kesatuan antara pemain dan suporter yang sama-sama ingin memenangkan pertandingan itu.

“Sekarang, Arema pada posisi yang lebih bagus daripada tujuh hari lalu. Seharusnya perjuangan kami melawan PSM bisa berjalan lebih baik. Yang terpenting, motivasi pemain Arema harus lebih besar daripada Aremania. Ketika Aremania punya motivasi untuk menang lebih besar dari pemain, itu akan menjadi masalah besar bagi tim ini,” kata Milo.

Berharap Dukungan Aremania Tetap Besar

Melawan PSM, Milo berharap timnya mendapatkan dukungan Aremania dengan jumlah sebesar pada laga melawan PS Sleman lalu. Pelatih 55 tahun itu menilai hal ini penting bagi upaya timnya meraih kemenangan demi kemenangan.

Menurutnya, wajar jika Aremania memberikan kritik ketika penampilan timnya buruk. Begitu pula dengan keinginan mereka yang ingin Arema selalu tampil bagus dan terus menuai kemenangan di setiap laga.

“Tapi ingat, ketika kami sudah memberikan yang terbaik, seperti saat kami mengalahkan PS Sleman kemarin. Harapan kami dukungan dari Aremania itu tetap berlanjut di pertandingan selanjutnya,” tegas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Andai Jebol Gawang PSM, Rifaldi Bawuo Siapkan Selebrasi Kejutan

0

Rifaldi Bawuo ingin sekali mencetak gol ke gawang PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang. Bahkan, penyerang Arema itu sudah menyiapkan selebrasi kejutan andai mencetak gol di laga tersebut.

Modal Rifaldi untuk mencetak gol cukup kuat, lantaran mentalnya sedang bagus-bagusnya. Sebab, pada laga sebelumnya, saat Arema menghancurkan PS Sleman 4-0, pemain asal Gorontalo itu menyumbang satu gol.

Sebagai spesialis pemain pengganti, penampilan Rifaldi cukup menjanjikan. Tiga gol sudah dicetaknya sejauh ini di Liga 1 2019 bersama Arema. Selain satu gol ke gawang PS Sleman, dua gol lain dibuat pemilik jersey bernomor punggung 11 itu ke gawang Persib Bandung.

“Kalau nanti saya mencetak gol lagi ke gawang PSM, selebrasinya mungkin akan berbeda. Akan saya pikirkan dulu, biarlah menjadi kejutan saja,” kata Rifaldi.

Harus Kerja Keras

Meski tekadnya basar, Rifaldi Bawuo menilai niatnya mencetak gol ke gawang PSM dan membawa Arema menang tidak akan mudah. Sebab, lawan pun punya kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, tim PSM merupakan tim kuat yang juga sering bermain keras. Setiap pemain lawan harus diwaspadainya.

“Tapi, kami juga sudah mempersiapkan diri, saya pribadi juga sudah siap menghadapi mereka. Yang jelas, melawan PSM kuncinya harus kerja keras dan bermain bagus,” imbuh mantan pemain Kalteng Putra tersebut.

Tak Terpengaruh Penundaan

Laga melawan PSM ini bagi Rifaldi Bawuo dan kawan-kawan bisa menjadi pelampiasan setelah laga pekan ke-21 melawan tuan rumah Persib Bandung ditunda karena tidak mendapatkan izin kepolisian. Namun, pemain 26 tahun itu mencoba tidak terpengaruh karenanya.

“Saya pikir tidak ada pengaruh penundaan itu ke tim, kami secara tim sudah siap. Pada putaran kedua ini misi saya ingin menemukan kembali permainan terbaik saya dulu yang sempat hilang,” pungkasnya.

Panpel Yuzu Indonesia Master Sulap Gor Ken Arok Menjadi Mini Istora

0

GOR Ken Arok adalah salah satu arena olahraga kebanggaan Kota Malang. GOR yang diresmikan pada 21 September 2006 ini juga menjadi arena pertarungan para atlet Bulutangkis kelas Dunia memperebutkan poin di Olimpiade Jepang.

Dipilihnya GOR Ken Arok sebagai venue memang bukan tanpa alasan. Ketua Panitia Achmad Budiharto menjelaskan jika awalnya panpel mencoba menggunakan kembali GOR Cakrawala milik Universitas Negeri Malang yang pernah dipakai pada 2015 lalu.

Namun, layout dari GOR tersebut tidak ideal jika digunakan untuk membangun lapangan bulutangkis karena bentuknya yang bundar. Dirinya pun akhirnya memilih GOR Ken Arok yang memiliki bentuk kotak sehingga layoutnya sangat pas jika dibuat empat lapangan plus dengan siaran televisinya.

“GOR Ken Arok sangat ideal untuk kejuaraan Bulutangkis Yuzu Indonesia Master ini, namun kami harus melakukan perbaikan. Karena layaknya gedung milik pemerintah, sangat banyak sekali yang dipermak terutama kebersihan gedung,” tegas Budi.

Panpel pun melakukan perbaikan, mulai dari kebersihan toilet, rumah laba-laba, hingga penataan layout. Hasilnya cukup membuat Walikota Malang terkagum-kagum dan kaget saat melihat dari dalam gedung sendiri.

“Beberapa atlet menyatakan jika GOR ini sangat nyaman, mereka bilang seperti mirip Istora dengan kapasitas yang lebih kecil. Saya berharap atlet bisa menunjukkan performa terbaik selama bermain,” tegasnya.

“Kami juga melakukan permak di GOR Djagung, yang digunakan sebagai tempat latihan dan pemanasan atlet sebelum bertanding. Arena lokasi latihan yang berdekatan dengan tempat pertandingan juga menjadikan alasan kami memilih GOR Ken Arok.”

Saat WEAREMANIA datang melihat, kami memang dibuat takjub dengan perubahan yang terjadi. Perubahan yang yang mencolok itu membuat penampakan GOR dari dalam tidak seperti biasanya.

“Ini juga menjadi sebuah investasi dari kami, sehingga kami memiliki harapan jika Walikota Malang mampu merawatnya dengan baik setelah kegiatan Bulutangkis ini selesai,” tutup Budiharto.

Di sisi lain, konsep sportainment yang dihadirkan pada kejuaraan yang berhadia total 1 milyar itu juga membuat pengunjung bisa berlama-lama di arena tersebut. Sebab, di luar GOR banyak sekali terdapat stand untuk memanjakan lidah demi mengisi kekosongan perut yang lelah setelah menonton pertandingan.

Duel Seru Atlet Pelatnas Melawan PB Djarum

Sementara itu dari pertandingan hari pertama Yuzu Indonesia Master, tidak ada kejutan yang berarti bagi pemain yang dijadikan unggulan yang melaju ke babak utama.

Kejutan mungkin bisa dialamatkan pada Desima Aqmar Syarafina dari PB Djarum memenangkan pertandingan melawan satu-satunya wakil pelatnas PBSI Alifia Intan Nurrohkhim lewat pertandingan tiga set dengan skor 18-21, 21-16, dan 21-19.

Alifia Intan Nurrohkhim saat bertanding melawan Desima Aqmar Syarafina
Alifia Intan Nurrohkhim saat bertanding melawan Desima Aqmar Syarafina

Usai pertandingan, Alifia menyatakan kekalahan terjadi karena dia banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga lawan bisa memanfaatkannya.

Sementara Desima menyatakan jika kemenangan ini terjadi karena dia lebih siap.

“Yang penting fokus sama yakin saja di lapangan. Karena memang rekor pertemuan kita itu imbang. Jadi selalu ramai kalau kita bertanding. Mungkin kali ini, saya yang lebih siap,” tutur Desima.

Di babak pertama Yuzu Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100, Desima sudah dinanti tunggal putri asal Tiongkok, Li Yun. Pertemuan ini akan menjadi duel perdana bagi kedua pebulutangkis.

Prediksi Liga 1 2019: Arema FC vs PSM Makassar

0

Laga Arema FC vs PSM Makassar akan tersaji di Stadion Kanjuruhan Malang pada pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019), pukul 15.30 WIB. Laga ini diprediksi menjadi laga yang tak mudah bagi tim tuan rumah, maupun tim tamu.

Pelatih Arema, Milomir Seslija, mengajak anak asuhnya bermain bagus dan pintar. Sebab, pelatih yang akrab disapa Milo itu tahu betul kualitas PSM yang akan dihadapi timnya.

Menurutnya, PSM punya catatan buruk di laga tandang Liga 1 2019 yang tak pernah mereka menangkan. Tim berjuluk Juku Eja itu juga datang ke Malang tanpa sejumlah pemain seperti Bayu Gatra, Guy Junior, dan Abdul Rahman yang cedera, Wiljan Pluim yang akumulasi kartu, serta Amildo Balde yang kurang fit.

“Kami tahu kualitas PSM, mereka datang ke Malang membawa sejumlah masalah. Begitu pula kami yang tak lepas dari masalah pemain absen. Tapi, saya pikir ini kesempatan bagus untuk memberikan peluang kepada pemain lain untuk bermain,” kata Milo.

Siapkan Formula yang Tepat

Pada laga Arema FC vs PSM Makassar ini, tim tuan rumah juga dipastikan tak akan diperkuat Arthur Cunha, Dendi Santoso dan Hanif Sjahbandi. Namun, Milo sudah menyiapkan formula yang tepat bagi timnya.

Seperti diketahui, Arthur harus absen lantaran cedera otot paha. Sementara Dendi dan Hanif harus mengikuti pemusatan latihan bersama timnas Indonesia.

“Kami sudah menyiapkan formula untuk menghadapi PSM. Kami akan menerapkan permainan yang cepat, kuncinya berlari dan bertarung lebih daripada lawan. Itu kunci yang sederhana,” imbuh pelatih 55 tahun ini.

Hapus Catatan Buruk

Dalam empat pertemuan terakhir selama dua tahun, Arema tak pernah menang atas PSM.Milo bertekad menghapus catatan buruk tersebut.

“Dalam dua tahun terakhir, kami gagal mengalahkan PSM, termasuk ketika bermain di kandang sendiri. Kami harus bermain lebih bagus dari PSM, karena kami tahu mereka selalu memainkan sepak bola yang bagus,” pungkasnya.

Prediksi Daftar Susunan Pemain Arema FC vs PSM Makassar

Arema FC:

Kartika Ajie, Alfin Tuasalamony, Hamka Hamzah, Ikhfanul Alam, Agil Munawar, Hendro Siswanto, Takafumi Akahoshi, Makan Konate, Rifaldi Bawuo, Ridwan Tawainella, Sylvano Comvalius.

PSM Makassar:

Rifki Mokodompit, Benny Wahyudi, Aaron Evans, Munhar, Hasyim Kipuw, Raphael Maitimo, Marc Klok, Riski Pellu, Zulham Zamrun, M Rahmat, Ferdinand Sinaga.

Alasan Pemusatan Latihan Arema Putri Digelar di Barak Militer

0

Pemusatan latihan Arema Putri digelar di Lapangan Arati Bhaya Wighina, komplek Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai Senin (30/9/2019) pagi. Pelatih Alief Syahrizal Muhammadan mengaku punya alasan tersendiri menggelat latihan di barak militer ini.

Pemusatan latihan Arema Putri digelar sebagai persiapan akhir jelang berlaga di kompetisi Liga 1 Putri 2019 yang mulai bergulir Minggu (6/10/2019) mendatang. Pemusatan latihan tersebut sekaligus dipakai untuk membentuk kerangka tim utama.

Selama melakoni pemusatan latihan, skuat berjuluk Ongis Kodew itu tak sekadar datang ke lapangan dan berlatih bersama di bawah komando Alief. Namun, mereka benar-benar tinggal di asrama tentara.

“Kami sengaja memilih Yon Zipur ini sebagai tempat pemusatan latihan Arema Putri. Komplek militer menurut kami secara tak langsung dapat membentuk karakter anak-anak. Kami ingin agar pemain terbiasa dengan lingkungan yang disiplin,” kata Alief.

Sesuai Target Pemusatan Latihan

Pemilihan tempat di barak militer ini menurut Alief juga sesuai dengan target pemusatan latihan itu sendiri. Pelatih asal Gresik itu berharap target itu bisa tercapat di hari terakhir pemusatan latihan ini.

Dalam pemusatan latihan ini, Alief menargetkan membentuk kekompakan tim. Sebab, mereka punya waktu persiapan yang mepet, kurang dari sepekan saja.

“Target kami di pemusatan latihan ini membentuk kekompakan tim, karena laga perdana kami sudah dekat. Kekompakan ini sangat penting untuk organisasi permainan tim. Makanya semua pemain kami minta tinggal bersama di asrama tentara, ini juga demi kekompakan itu,” imbuhnya.

Sudah Dapat Izin

Alief menyebut pihak manajemen klub sudah melayangkan surat izin kepada orang tua maupun pihak sekolah agar para pemain yang tergabung dalam tim Arema Putri bisa mengikuti pemusatan latihan ini. Sebab, hampir semua dari mereka saat ini statusnya masih pelajar dan mahasiswa.

“Yang masih sekolah dan kuliah sudah kami izinkan ke pihak sekolah dan kampus, juga kepada orang tua. Pemusatan latihan ini berakhir Jumat (4/10/2019) siang,” tandas pelatih yang sebelumnya menangani Akademi Arema ini.

Muhammad Rafli Bisa Dipasang Jadi Pengganti Arthur Cunha

0

Milomir Seslija menyiapkan stopper pengganti Arthur Cunha yang absen pada laga melawan PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang. Sejumlah alternatif pemain disiapkannya, termasuk menarik gelandang serangnya, Muhammad Rafli menjadi stopper.

Menyadari vitalnya posisi stopper, pelatih yang akrab disapa Milo itu serius menyiapkan pemain penggantinya. Beberapa pemain sudah dicobanya dalam sesi latihan untuk berduet dengan Hamka Hamzah.

Tak cuma dua stopper lokal, Rachmat Latief dan Ikhfanul Alam yang dicobanya, melainkan juga para gelandang bertahan seperti Jayus Hariono dan Hendro Siswanto. Sebelumnya, Hanif Sjahbandi juga pernah dipaksanya jadi bek tengah.

“Kami harus menyiapkan beberapa pemain sebagai pengganti Arthur yang absen karena cedera. Kami banyak pilihan, termasuk memasang Muhammad Rafli di posisi tersebut,” kata Milo.

Alasan Memasang Gelandang Serang Jadi Stopper

Rencana Milo memasang Muhammad Rafli jadi pengganti Arthur Cunha ini cukup mengejutkan. Meski demikian, pelatih asal Bosnia itu punya alasan tersendiri yang bisa diterima akal sehat.

Menurutnya, Rafli memiliki modal bagus untuk bisa menjadi sosok stopper tangguh berduet dengan Hamka. Milo menyebut pemain 22 tahun itu punya fisik kokoh, kuat, dan keistimewaan lain berupa kepintaran.

“Saya pikir kenapa tidak menempatikan seorang Rafli di posisi stopper. Saya pikir itu tak masalah, meskipun dia pemain bernaluri menyerang. Kadang seorang penyerang pun harus siap bermain sebagai stopper, seperti saya dulu,” pungkas pelatih berlisensi kepelatihan UEFA Pro tersebut.

Inilah Jadwal Pertandingan Arema di Bulan Oktober 2019

0

Aremania wajib mencatat jadwal pertandingan Arema di bulan Oktober 2019. Setidaknya, skuat Singo Edan bakal menjalani lima laga di Liga 1 2019.

Arema baru saja menjalani tiga dari empat laga di bulan September 2019. Satu pertandingan tandang ke markas Persib Bandung di pekan ke-21 yang sedianya digelar Sabtu (28/9/2019) lalu ditunda karena tidak mendapatkan izin kepolisian.

Skuat Singo Edan mengakhiri bulan September dengan menempati posisi kelima di klasemen sementara dengan 30 poin dari 19 laga. Sembilan laga dimenangkan, tiga berakhir imbang, dan sisanya kalah.

Pada bulan Oktober 2019, Arema akan menghadapi lima tim kontestan Liga 1 2019. Mereka adalah PSM Makassar (dua kali), Persipura Jayapura, PS Tira-Persikabo, dan Semen Padang. Laga kandang menjamu PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019 akan menjadi pembuka jadwal pertandingan Arema di bulan Oktober.

Ada dua laga kandang yang akan dijalani Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. Sisanya, tiga laga harus dilakoni penggawa Singo Edan di kandang lawan.

Jadwal Arema di bulan Oktober 2019

Pekan 22
Rabu, 2 Oktober 2019, pukul 18.30 WIB
Arema FC vs PSM Makassar

Laga Tunda Pekan 5
Rabu, 16 Oktober 2019, pukul 18.30 WIB
PSM Makassar vs Arema FC

Pekan 23
Minggu, 20 Oktober 2019, pukul 18.30 WIB
Persipura Jayapura vs Arema

Pekan 24
Kamis, 24 Oktober 2019, pukul 15.30 WIB
PS Tira Persikabo vs Arema FC

Pekan 25
Senin, 28 Oktober 2019, pukul 18.30 WIB
Arema FC vs Semen Padang FC