blog Halaman 103

BERITA FOTO: Hari Pertama Pemusatan Latihan Tim Arema Putri

Tim Arema Putri menjalani hari pertama pemusatan latihan di Lapangan Arati Bhaya Wighina di kompleks Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (30/9/2019) pagi. Baru ada 11 dari total 25 pemain yang didaftarkan untuk Liga 1 Putri 2019.

Berikut ini adalah lensa foto jepretan Dani Kristian W pada pertandingan tersebut.

Pemusatan Latihan di Yon Zipur 5 Kepanjen

Latihan perdana Arema FC Putri di Yonzipur 5 Kepanjen.

Alumni SSB WCP

Pelatih Kepala Arema FC yakni Alief Syahrizal M

Baru datang 11 pemain

Dalam latihan di Yonzipur 5 Kepanjen, Selasa(30/09) masih datang 11 pemain.

Ada 3 Pemain Timnas Putri

Dalam tim putri Arema FC ada 3 pemain Timnas Putri yang bermain di tim berjuluk Singo Edan.

Masih ada pencoretan pemain

Dalam latihan kali ini masih ada pencoretan pemain.

Ada Atlet Karate

Dalam latihan kali ini ada juga pemain yang berasal dari atlet karate yaitu Cicil Btari Regina Mahendra.

Masih Terus Dipantau

Manajemen Arema FC terus memantaui kondisi dari pemain Arema FC Putri.

Teruslah Berjuan Ongis Kodew

 

Dua Kali Kalah Beruntun, Milo: PSM Cuma Sial

0

Dua kali kekalahan beruntun di laga tandang yang dialami PSM Makassar tak membuat Milomir Seslija merasa jemawa saat timnya bersua di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam. Pelatih Arema itu menyebut PSM cuma sial saja.

Sebelum bertandang ke Stadion Kanjuruhan Malang markas Arema, PSM lebih dulu menjalani dua laga tandang. Dua laga tersebut sama-sama berakhir dengan kekalahan.

PSM sempat kalah di markas Semen Padang, Stadion Haji Agus Salim, dengan skor 1-2. Menantang Persipura Jayapura yang bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pun tim berjuluk Juku Eja tersebut juga takluk dengan skor lebih telak, 1-3.

“PSM adalah tim bagus, kalau mereka kalah dua kali beruntun di laga tandang itu karena PSM cuma sial saja. Bukan berarti mereka tim lemah yang mudah dikalahkan,” ujar Milo, sapaan akrab si pelatih.

PSM Tetap Tim Berbahaya

Milo terus mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan lawan, termasuk PSM ini. Sebab, meski kalah dua kali beruntun sebelum ke Malang, PSM tetaplah tim berbahaya.

Menurut pelatih asal Bosnia itu, PSM berpotensi menyulitkan Arema, sekalipun timnya akan bermain di hadapan publik pendukung sendiri. Namun, Milo mengaku sudah menyiapkan segala antisipasinya.

“Kami tidak boleh memberikan banyak ruang pada pemain PSM, karena mereka bisa membahayakan gawang Arema setiap saat,” imbuh pelatih 55 tahun tersebut.

Bukan Laga Mudah

Bermain di kandang sendiri membuat Arema punya peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan. Namun, Milo tetap menilai laga melawan PSM ini bukan laga yang mudah bagi timnya.

“Ini tetap akan menjadi laga yang tidak mudah bagi kami. Mereka berpotensi tampil menyulitkan kami. Tapi dengan pressing ketat kami bisa mengurangi potensi itu,” pungkasnya.

11 Ongis Kodew Ikuti Pemusatan Latihan Tim Arema Putri

0

Pemusatan latihan tim Arema Putri hari pertama digelar di Lapangan Arati Bhaya Wighina di kompleks Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (30/9/2019) pagi. Baru ada 11 orang yang merapat mengikuti latihan di bawah komando pelatih Alief Syahrizal Muhammadan ini.

Menurut keterangan Alief, beberapa pemain lain masih dalam perjalanan, utamanya yang berasal dari luar Malang. Rencananya, pada sesi latihan sore hari, pemain yang masih absen sudah berkumpul dengan skuat berjuluk Ongis Kodew itu.

Akan ada total 25 pemain yang didaftarkan untuk mengikuti kompetisi Liga 1 Putri, yang akan dimulai 6 Oktober 2019 mendatang. Mereka merupakan hasil dari seleksi yang sudah dilakukan tim pelatih sebelum menggelar pemusatan latihan di kompleks Yon Zipur.

“Memang baru 11 pemain yang sudah ikut berlatih, sore ini jumlahnya akan bertambah. Kami mendaftarkan dengan maksimal kuota 25 pemain, dengan rentang usia di bawah 23 tahun,” kata Alief.

Terdapat Pemain Timnas Indonesia Putri

Selain menggelar pemusatan latihan tim Arema Putri, bentuk keseriusan manajemen Arema dalam mengikuti kompetisi Liga 1 Putri ini juga ditunjukkan dengan mendatangkan sejumlah pemain berlabel Timnas Putri. Alief menyebut ada pemain timnas dari kelompok U-17 maupun U-23 yang bergabung dengan timnya.

Tercatat, ada delapan orang yang merupakan pemain timnas putri U-17, satu orang pemain timnas U-23, lalu sisanya diambil dari dari Liga Futsal Putri musim lalu. Mereka kebanyakan datang dari kota-kota sekitar Jawa Timur, seperti Kediri, Sidoarjo, Surabaya, dan sekitarnya.

“Kami tidak banyak mengambil pemain timnas senior, karena nanti bulan November ada event SEA Games selama satu bulan. Kalau dipanggil timnas artinya harus absen dari kompetisi,” imbuh pelatih dari Akademi Arema tersebut.

Tidak Menggelar Seleksi Terbuka

Alief punya alasan tersendiri pihak tim pelatih tim Arema Putri tidak menggelar seleksi pemain secara terbuka dan lebih mengandalkan talent scouting. Mepetnya waktu persiapan menjadi alasan khusus.

“Sambil membentuk tim, kami melakukan seleksi tertutup. Kami hanya memanggil pemain-pemain pilihan. Saya mengandalkan dua asisten pelatih wanita, yang sudah mencari pemain berbakat keliling Jawa Timur sejak tahun lalu,” pungkas pelatih asal Gresik ini.

Klasemen Liga 1 Pekan Ke-21: Tidak Bermain, Arema Turun Peringkat

Posisi Arema pada susunan klasemen Liga 1 2019 mengalami penurunan di pekan ke-21. Hal ini terjadi karena di pekan ini Singo Edan tidak bertanding. Laga melawan Persib yang dijadwalkan dilakukan pada Sabtu (28/9) tertunda karena tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan.

Di puncak klasemen, Bali United masih sangat nyaman setelah mereguk kemenangan yang menyakinkan atas Kalteng Putra dengan skor 2-1. Selain membuat posisi Bali United kokoh, kekalahan ini juga membuat Kalteng Putra disalip posisinya oleh Barito Putera di peringkat ke-16.

Di posisi kedua, Tira-Kabo belum juga menuai hasil positif. Setelah pekan sebelumnya ditahan imbang Perseru Badak Lampung, klub yang bermarkas di Bogor itu ditahan di kandangnya sendiri ketika bersua dengan Semen Padang. Satu poin yang didapatkan membuat Tira-Kabo berjarak 12 poin dengan Bali United. Di sisi lain, satu poin juga membuat asa Semen Padang untuk naik semakin besar karena kini mereka tinggal berjarak tiga poin dengan Kalteng Putra.

Borneo dan Persipura melejit berurutan di peringkat keempat dan kelima. Borneo berhasil mengalahkan Persija dengan skor 1-0 sementara Persipura secara menyakinkan menyelesaikan perjuangan PSM dengan kemenangan 3-1 di Stadion Delta Sidoarjo.

Di papan tengah, Perseru dengan poin 23 semakin mendekati Persi Bandung yng mendapatkan 24 poin setelah mereka bermain imbang 0-0 melawan PSIS Semarang di Magelang. Hasil imbang ini juga memberikan catatan manis bagi mereka karena Laskar Saburai belum pernah kalah pada tujuh pertandingan terakhir di Liga 1

Sementara, Persela Lamongan gagal memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah untuk menjauhkan mereka dari zona degradasi. Bermain melawan Bhayangkara FC, Laskar Joko Tingkir cukup kesulitan meladeni agresivitas tamunya. Laga tersebut berakhir dengan skor 1-1 dan Persela kini hanya berjarak satu poin dengan Barito Putera di peringkat ke-16.

Hasil Pertandingan

Jumat, 27 September 2019.
15.30 WIB – PS Tira-Persikabo 1-1 Semen Padang
15.30 WIB – Persipura Jayapura 3-1 PSM Makassar
18.30 WIB – Borneo FC 0-0 Persija Jakarta
Sabtu, 28 September 2019.
15.30 WIB – Persib Bandung vs Arema ditunda
18.30 WIB – Barito Putera 1-0 Persebaya Surabaya
18.30 WIB – Persela Lamongan 1-1 Bhayangkara FC
Minggu, 29 September 2019.
15.30 WIB – PS Sleman 1-1 Madura United
15.30 WIB – PSIS Semarang 0-0 Perseru Badak Lampung
18.30 WIB – Bali United 2-1 Kalteng Putra

Klasemen Liga 1 Pekan Ke-21

Klasemen Liga 1 2019

PosKlubPWDLFAGDPts
134197848351364
234141285743854
3341581155441153
434141194738953
534141195143853
6341215755421351
7341312949391051
8341212104542348
934137145962-346
10341111124745244
11341111124342144
1234135165050044
1334127153641-543
14341110134551-643
15341012125157-642
163489173565-3033
1734711163245-1332
183487193354-2131

Data dan Fakta Arema FC vs PSM Makassar Liga 1 2019

0

Laga Arema FC vs PSM Makassar akan tersaji di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019), pukul 18.30 WIB di Stadion Kanjuruhan Malang. Data dan Fakta berbicara bahwa ini adalah pertemuan ke-28 kedua tim di semua ajang.

Rekam Jejak Pertemuan

1. Arema dan PSM Makassar sudah bertemu 276 kali di semua ajang. Arema mengalahkan PSM sembilan kali, kalah sepuluh kali, dan delapan laga lainnya berakhir imbang.

2. Pertemuan pertama Arema dan PSM terjadi di ajang Piala Utama 1992, 27 Oktober 1992. Saat itu kedua tim bermain imbang 0-0.

3. Pertemuan terakhir Arema dan PSM terjadi di Liga 1 2018 lalu, 14 Oktober 2018. Dua gol PSM yang dibuat Rahmat dan Guy Junior yang hanya mampu dibalas satu gol Ahmad Nur Hardianto membuat Arema kalah 1-2.

Catatan Kemenangan

4. Kemenangan terbesar Arema atas PSM terjadi di kompetisi Ligina 1994-1995, 25 Juni 1995. Kala itu Arema menang telak 5-1 atas PSM. Namun, tidak ada data pencetak gol dalam laga tersebut.

5. Kemenangan terbesar kedua Arema atas PSM terjadi di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009-2010, 27 Januari 2010. Pada kompetisi yang dijuarai skuat Singo Edan itu, Arema menang telak 3-0. Tiga gol Arema dibuat Roman Chmelo, Noh Alam Shah, dan Muhammad Fakhrudin.

Catatan Kekalahan

6. Kekalahan terbesar Arema dari PSM terjadi di Babak 8 Besar Ligina 2001, 30 September 2001. Laga tersebut berakhir dengan skor 3-0. Dua gol PSM dibuat Kurniawan Dwi Yulianto dan satu gol lagi dilesakkan Carlos de Mello.

7. Arema pernah kalah di kandang sendiri dari PSM di ajang Ligina 2001, 15 April 2001. Gol semata wayang PSM dicetak oleh Alexander Pulalo yang kelak menjadi pemain dan kapten tim Arema.

Pencetak Gol

8. Hingga saat ini, Arema sudah melesakkan 24 gol ke gawang PSM. Sosok Juan Pablo Pino dan Roman Chmelo menjadi pencetak gol terbanyak Arema ke gawang PSM dengan dua gol masing-masing.

9. Di tim Arema yang bermain di Liga 1 2019 ini ada setidaknya dua pemain yang pernah menjebol gawang PSM. Ada nama Sunarto dan Ahmad Nur Hardianto yang masing-masing mencetak satu gol.

Kondisi Terkini

10. Arema berada di peringkat 5 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan 30 poin. Dari 19 laga yang dijalani, Arema mampu memenagi sembilan laga, dan tiga hasil imbang. 39 gol mampu dicetak, dan kebobolan 29 gol.

11. PSM Makassar menempati peringkat 9 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan 27 poin. Dari 18 laga yang dijalani, PSM sanggup memenangi delapan laga, dan tiga hasil imbang. 23 gol sanggup diceploskan dan kebobolan 20 gol.

Nah, itulah data dan fakta Arema FC vs PSM Makassar jelang pertemuan ke-28 mereka di pekan ini. Apakah Arema mampu membukukan kemenangan kesepuluh atas PSM?

Jelang Lawan PSM, Milo Berharap Arthur Cunha Pulih Segera

0

Jelang laga lawan PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (2/10/2019) malam, Milomir Seslija berharap Arthur Cunha pulih segera. Pelatih Arema itu ingin si pemain bisa dimainkan.

Sebelumnya, Arthur yang baru pulih dari cedera otot paha dipaksa bermain di laga melawan PS Sleman yang dimenangi Arema 4-0. Karena saat itu kondisinya belum pulih 100 persen, stopper asal Brasil itu ditarik keluar di menit 71 digantikan Jayus Hariono.

Hadirnya Arthur di lini belakang Arema dinilai cukup penting. Duetnya bersama kapten tim, Hamka Hamzah diharapkan dapat menahan gempuran barisan penyerang PSM yang dimotori Ferdinand Sinaga.

“Saat ini kami punya banyak kendala dalam persiapan di beberapa posisi, terutama di lini belakang, saya berharap Arthur Cunha pulih segera,” kata Milo.

Sylvano Comvalius Juga Bermasalah

Selain Arthur, Sylvano Comvalius rupanya juga mengalami masalah cedera. Usai membawa Arema mengalahkan PS Sleman 4-0 pekan lalu, cedera hamstring penyerang asal Belanda itu kambuh.

Pada sesi latihan di Lapangan SMKN 12 Malang, Sabtu (28/9/2019) lalu, Comvalius menjalani terapi dengan joging ringan. Milo berharap semua pemainnya yang mengalami cedera segera pulih agar semakin banyak opsi dimilikinya saat menjamu PSM.

“Saya berharap semua pemain siap dimainkan, karena kami punya laga yang sangat penting lawan PSM. Jika semua dalam kondisi pulih, kami bisa melakukan persiapan lebih matang menghadapi PSM,” tandasnya.

Tim Arema Putri Memulai Latihan Senin Pagi

0

Tim Arema Putri akan segera memulai persiapan untuk Liga 1 Putri 2019 yang akan dimulai 6 Oktober 2019. Mereka bakal melakoni sesi latihan, Senin (30/9/2019) pagi.

Saat ini kerangka tim Arema Putri sudah terbentuk. Skuat berjuluk Ongis Kodew ini diperkuat oleh pemain-pemain dari Askot (Asosiasi Kota) PSSI Kota Malang. Kabarnya, terdapat pemain tim nasional Indonesia putri yang berasal dari Malang yang bergabung dalam tim ini.

Menurut informasi yang diterima WEAREMANIA dari tim Media Officer Arema FC, tim Arema putri akan melakoni latihan perdana di Lapangan Bataliyon Zeni Tempur (Yonzipur) Kepanjen. Latihan akan dimulai pukul 07.00 WIB.

Mereka tak sekadar menggelar sesi latihan di Lapangan Yonzipur. Rencananya, lapangan ini pula yang dipilih sebagai tempat pemusatan latihan selama lima hari hingga 4 Oktober mendatang.

Pembagian Grup Liga 1 Putri 2019

Grup A
Persija Jakarta
Persib Bandung
PS Tira-Persikabo
PS Sleman
PSIS Semarang

Grup B
Bali United
Arema FC
Persebaya Surabaya (belakangan dikabarkan mundur)
Persipura Jayapura
PSM Makassar

Sistem Kompetisi Liga 1 Putri 2019

Sepuluh klub peserta dibagi menjadi dua grup yang akan bermain dalam tiga babak, yakni babak pendahuluan, semi-final, dan final. Untuk babak pendahuluan terbagi dalam empat seri, satu serinya berlangsung selama enam hari dan tuan rumahnya akan bergantian.

Kemudian, untuk babak semi-final dan final agar bisa ikut diramaikan oleh masyarakat akan digelar dengan format kandang-tandang.

Tips Menghindari Copet di Tribune Stadion untuk Aremanita

0

Saat ini, copet tak cuma ada di pasar, tempat hiburan, mall, tapi juga berkeliaran di tribune stadion saat pertandingan sepak bola digelar. Pernah menjadi korbannya? Kalau belum, sebaiknya waspada dan memperhatikan tips menghindari copet berikut ini, khusus untuk Aremanita.

1. Jangan Nonton Sendirian

Ketika memaksa nonton sepak bola sendirian, memang di tribune stadion Anda tak akan sendiri. Sebab, banyak suporter lain yang hadir. Namun, untuk Aremanita, sebaiknya mengajak minimal satu teman laki-laki demi menjaga keselamatan selama di tribune.

Dengan mengajak teman, minimal satu laki-laki, keamanan bakal terjamin. Setidaknya kalian berdua bisa saling mengawasi satu sama lain dari ancaman komplotan copet.

2. Pakai Atribut yang Sama

Jika datang dengan rombongan, sebaiknya pakailah atribut yang sama. Kaos dengan disain yang sama yang dipakai akan menebar sinyal waspada bagi para copet, yang kebanyakan juga berkomplot.

Para copet mungkin juga akan berpikir ulang jika ingin mengincar anggota rombongan yang datang bersama-sama, sekalipun di dalamnya ada Aremanita. Mereka akan mempertimbangkan jumlah kawannya juga lebih banyak atau lebih sedikit.

3. Nonton Dekat Pihak Pengamanan

Ada satu tempat strategis di tribune stadion yang akan membuat Aremanita terhindar dari intaian komplotan copet. Tempat itu berada di dekat pihak pengamanan.

Keberadaan petugas keamanan akan membuat para copet itu pikir-pikir untuk mendekat. Maka, suasana aman akan dirasakan selama di tribune stadion.

4. Bawa Sling Bag

Sling bag alias tas selempang merupakan sesuatu yang bisa diandalkan Aremanita saat berada di tribun. Bawalah sling bag dan letakkan di bagian depan tubuh agar lebih aman dari jamahan komplotan copet.

Tas selempang ini akan sangat berguna untuk menyimpan barang-barang bawaan yang diperlukan selama di tribune stadion. Tas ini bisa dipakai untuk menyimpan dompet, handphone, dan lain-lain.

5. Tak Bawa Barang Berharga

Aremanita disarankan agar tak membawa barang berharga jika akan ke tribune stadion. Barang berharga ini niscaya dapat menarik perhatian para copet dan komplotannya.

Handphone bisa diletakkan di jok sepeda motor yang diparkir di luar stadion. Dompet juga bisa ditinggal di jok, dan jangan lupa membawa uang secukupnya untuk keperluan selama di tribune stadion.

Milo: Sylvano Comvalius Tak Harus Cetak Gol

0

Milomir Seslija menyebut Sylvano Comvalius tak harus mencetak gol, asal timnya bisa menang. Sebab, dalam sistem permainan yang diterapkan pelatih Arema itu, seluruh penggawa Singo Edan berkesempatan menjebol gawang lawan.

Pernyataan itu disampaikan pelatih yang akrab disapa Milo ini menanggapi kritikan Aremania pada Comvalius. Penyerang andalannya tersebut banyak diserang kritik lantaran dinilai mandul sebagai striker.

Terbukti, dalam 18 laga yang dijalaninya, penyerang asal Belanda ini baru melesakkan empat gol. Catatan asistnya yang justru lebih banyak, yakni tujuh kali.

“Saya paham, semua berharap dia bisa mencetak gol. Tapi dalam sistem permainan Arema, tak harus penyerang yang mencetak gol. Semua punya kesempatan mencetak gol, bahkan dua stopper kami juga bisa mencetak gol,” kata Milo.

Punya Keistimewaan Lain

Milo meminta semua pihak lebih objektif dalam menilai pernampilan Sylvano Comvalius. Sebab, tak semua mengetahui jika pemilik jersey bernomor punggung 99 itu memiliki keistimewaan lain.

Meski tak mencetak gol, selain mengirimkan assist, Comvalius sukses berapa kali ia memenangi penguasaan bola. Eks pemain Bali United itu mampu menghentikan bola dan mengoper secara akurat ke pemain Arema lainnya yang berlari membuka ruang.

“Saya pikir, permainannya sangat efisen bagi tim kami. Apa artinya Comvalius mencetak tiga gol jika situasinya kami kalah dengan skor 3-4? Comvalius tetap penyerang terbaik kami,” pungkasnya.

Agil Munawar Menyesali Kartu Kuning Ketiganya

0

Agil Munawar menyesali kartu kuning ketiganya yang membuatnya absen di laga melawan Persib Bandung di pekan ke-21 Liga 1 2019. Meski akhirnya laga itu ditunda, bek sayap Arema itu tetap tak bisa bermain melawan mantan timnya.

Kartu kuning ketiga diperoleh Agil saat membawa Arema mengalahkan PS Sleman 4-0 di pekan ke-20 di Stadion Kanjuruhan Malang. Kartu kuning itu didapatkannya dari wasit di menit 49.

Sebelum laga tersebut, pemain kelahiran Bandung itu sudah mengantongi dua kartu kuning. Kedua kartu kuning itu didapatnya pada saat Arema kalah 1-2 di kandang Bali United, dan kalah 0-1 di markas Madura United.

“Kalau penyesalan pasti ada, tapi mau bagaimana lagi, kartu kuning tidak bisa dihindari, apalagi saya bek yang tugasnya bertahan,” kata Agil.

Sudah Berhati-hati

Agil Munawar menyesali kartu kuning ketiganya di laga melawan PS Sleman. Menurutnya, pelanggaran yang dibuatnya bukan merupakan unsur kesengajaan.

Menurutnya, ketika ada momen krusial yang memaksanya melakukan pelanggaran, hal itu harus dilakukan. Sekalipun pelanggaran itu berakibat kartu, Agil menyebut hal itu sebagai risiko seorang pemain belakang.

“Sebenarnya, kemarin itu saya sudah berhati-hati, tapi mau bagaimana lagi. Ketika ada momen, saya melakukan pelanggaran, dan terkena kartu kuning,” tandas pemain 23 tahun itu.