blog Halaman 103

Klasemen Liga 1 Pekan 17: Hasil-hasil Kejutan yang Mengubah Susunan

0

Laga putaran pertama berakhir sudah hari ini, pertandingan yang digelar selama tiga hari tersebut mampu mengubah klasemen liga 1 pekan ke-17 terutama tim yang berada di papan tengah dan bawah.

Pada pekan terakhir putaran pertama tersebut hampir semua tim memainkan pertandingannya, kecuali laga Persipura melawan Bali United yang ditunda karena alasan situasi keamanan.

Di hari pertama, Jumat (30/8). Persib Bandung yang sudah diperkuat oleh sejumlah pemain asingnya dipertemukan dengan PSS Sleman. Pada laga tersebut Maung Bandung memerlukan waktu hingga menit akhirnya untuk mendapatkan tiga poin.

Adalah Erwin Ramdani yang mencetak gol di menit ke-90 untuk mengakhiri paceklik kemenangan Maung Bandung.

Tiga kemenangan juga didapatkan tim tamu pada pekan ini. Pertama adalah kemenangan Persebaya atas Bhayangkara FC dengan skor 2-0. Pada laga tersebut, striker baru David Da Silva sukses menyematkan namanya pada papan skor. Satu gol lain dari Bajul Ijo dibuat oleh Oktavianus Fernando.

Hasil yang cukup mengejutkan didapatkan Persija Jakarta saat menjamu Perseru Badak Lampung. Siapa sangka, tim dengan peringkat ke-16 tersebut sukses menumbangkan tuan rumah dengan skor 1-0 melalui gol yang dibuat oleh Marcus Cunha.

Kemenangan ini langsung mengerek peringkat Perseru Badak Lampung untuk lolos dari zona degradasi dari peringkat ke-16 menjadi peringkat 14 dengan poin 16, sementara hasil ini juga menjerumuskan Persija ke zona degradasi dengan poin 14.

Barito Putera yang bertandang ke Padang juga memetik poin maksimal atas tuan rumah. Pada laga tersebut Barito mampu menang dengan skor 3-2. Kemenangan itu membuat mereka naik satu tingkat dibandingkan sebelumnya. Sementara bagi Semen Padang, mereka semakin tertahan sebagai juru kunci.

Sementara, perjuangan PS Tira untuk memperpendek jarak dengan Bali United gagal terlaksana. Karena Borneo FC berhasil mencuri poin dengan laga yang harus berakhir dengan skor 2-2. Hasil yang sama juga dialami oleh Arema yang ditahan imbang PSIS 1-1.

Meskipun pertandingan minggu ini adalah penghabisan putaran pertama. Sejumlah tim nyatanya masih bermain kurang dari 17. Salah satu contohnya adalah Arema FC sendiri yang masih menyisakan satu laga tunda melawan PSM Makassar yang bakal diselenggarakan di putaran kedua.

Klasemen Liga 1 2019

PosKlubPWDLFAGDPts
134197848351364
234141285743854
3341581155441153
434141194738953
534141195143853
6341215755421351
7341312949391051
8341212104542348
934137145962-346
10341111124745244
11341111124342144
1234135165050044
1334127153641-543
14341110134551-643
15341012125157-642
163489173565-3033
1734711163245-1332
183487193354-2131

Berita Foto: Arema Bermain Imbang Lawan PSIS

0

Arema tidak mampu memenangkan pertandingan pada lanjutan pertandingan Liga 1 melawan PSIS Semarang, Sabtu (1/9). Pada laga tersebut Singo Edan bermain imbang 1-1.

Berikut ini adalah lensa foto jepretan Dani Kristian pada pertandingan tersebut.

Kesedihan Kapten

Hasil Pertandingan Arema FC vs PSIS Semarang: 1-1

Kapten Arema Hamka Hamzah nampak sedih saat wasit meniup peluit panjang. Dia kemudian dibangunkan Arthur Bonai.

Peluang Hardianto

Hardianto dimasukkan di babak kedua menggantikan Sylvano Comvalius. Dia sempat mendapatkan peluang dari tembakan voli yang melambung tinggi.

Debut Takafumi

Takafumi Akahoshi menjalani debut pada pertandingan ini. Sayang debutnya tidak diwarnai kebahagiaan dengan hasil imbang yang didapatkan.

Penetrasi Agil

Agil melakukan penetrasi untuk masuk ke kotak penalti lawan. Hanya saja umpan silang yang dia lakukan masih kesulitan menemukan rekannya.

Heru Setyawan

Ketiadaan Hendro Siswanto di lini tengah Arema membuat Heru Setyawan menjadi sosok sentral untuk lini tengah pada laga kemarin. Beberapa kali dia mampu memutus serangan dari lini tengah Arema.

Arema Melumpuhkan Logika

Dua Makna Merah Putih Raksasa di Stadion Kanjuruhan

Spanduk yang dibawa oleh Aremania.

Kegembiraan Bambang Nurdiansyah

Bambang Nurdiansyah gembira anak asuhnya mampu menahan imbang Arema FC.

Sylvano Terkunci

Sylvano terkunci di lini depan Arema, dia tidak banyak mendapatkan suplay bola yang diinginkan.

Inilah Jadwal Pertandingan Arema di Bulan September 2019

0

Aremania wajib mencatat jadwal pertandingan Arema di bulan September 2019. Setidaknya, skuat Singo Edan bakal menjalani empat laga di Liga 1 2019.

Arema baru saja menutup putaran pertama dengan hasil imbang 1-1 dengan PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019. Sebenarnya, anak asuh pelatih Milomir Seslija masih menyisakan satu laga tunda melawan PSM Makassar yang belum dirilis jadwalnya.

Skuat Singo Edan mengakhiri putaran pertama di posisi keempat klasemen sementara dengan 26 poin dari 16 laga. Delapan laga dimenangkan, dua berakhir imbang, dan sisanya kalah.

Pada bulan September 2019, Arema akan menghadapi empat tim kontestan Liga 1 2019. Mereka adalah Borneo FC, Persela Lamongan, PSS Sleman, dan Persib Bandung. Laga melawan Borneo FC akan menjadi pembuka perjalanan Arema di putaran kedua.

Ada dua laga kandang yang akan dijalani Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. Sisanya, dua laga harus dilakoni penggawa Singo Edan di kandang lawan.

Tiga dari empat laga itu mengalami perubahan jadwal. Hanya laga melawan Persib saja yang akan digelar sesuai dengan jadwal yang semua ditetapkan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Jadwal Arema di bulan September 2019

Pekan 18
Jumat, 13 September 2019, pukul 18.30 WIB – Arema FC vs Borneo FC

Pekan 19
Jumat, 20 September 2019, pukul 18.00 WIB – Persela Lamongan vs Arema FC

Pekan 20
Selasa, 24 September 2019, pukul 15.30 WIB – Arema FC vs PSS Sleman

Pekan 21
Sabtu, 28 September 2019, pukul 15.30 WIB – Persib Bandung vs Arema FC

Pemain Arema yang Berulang Tahun di Akhir September

0

Ada dua pemain Arema yang akan berulang tahun di akhir September 2019. Dua penggawa Singo Edan yang akan merayakan hari bahagia mereka itu adalah Riky Kayame dan Rachmat Latief.

Kayame dan Latief sama-sama akan merayakan hari ulang tahun perdananya di Arema. Sebab, kedua pemain Arema itu sama-sama didatangkan manajemen Arema di musim 2019 ini.

Riky Kayame

Riky Kayame lahir di Jayapura, Papua pada 21 September 1993. Pada tahun 2019 ini, penyerang sayap kiri itu akan genap berusia 26 tahun.

Pada gelaran Liga 1 2019, Kayame sudah membukukan 712 menit dalam 15 laga bersama Arema. Satu gol sudah disumbangkan pemilik jersey bernomor punggung 21 itu saat Arema mengalahkan Barito Putera 2-1.

Rachmat Latief

Rachmat Latief lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 27 September 1988. Pemain yang biasa beroperasi sebagai bek tengah itu akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-31 pada tahun 2019 ini.

Pada pentas Liga 1 2019 ini, Latief sama sekali belum mencicipi menit bermain. Meski demikian, pemilik jersey bernomor punggung 22 itu sudah sembilan kali duduk di bench sebagai pemain cadangan.

Dua Makna Merah Putih Raksasa di Stadion Kanjuruhan

0

Bendera merah putih raksasa dibentangkan di Stadion Kanjuruhan Malang pada laga Arema FC vs PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019, Sabtu (31/8/2019) malam. Ternyata, ada dua makna di balik pembentangan bendera seukuran lapangan sepak bola tersebut.

Setengah jam sebelum kick off, bendera berukuran 100 x 60 meter ini dibentangkan oleh 600 orang relawan. Selain Aremania, ada pula polisi, TNI, Match Steward, Banser, dan lain-lain yang bergabung mengusung bendera raksasa itu.

Lagu Kabar Damai dan Kita Saudara yang dimainkan d’Kross mengiringi pembentangan merah putih raksasa tersebut. Kemudian, lagu Bagimu Negeri yang dinyanyikan seisi stadion menyambut pemain Arema dan PSIS yang memasuki lapangan pertandingan.

“Pembentangan bendera merah putih raksasa ini merupakan bentuk kesadaran Aremania untuk menutup bulan Agustus yang sakral bagi bangsa Indonesia. Makanya, momentum ini dimanfaatkan untuk mengibarkan bendera berukuran besar,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Bentuk Dukungan kepada Timnas Indonesia

Selain itu, Sudarmaji juga menyebut pembentangan bendera merah putih raksasa ini sebagai bentuk dukungan kepada Timnas Indonesia. Seperti diketahui, Skuad Garuda akan berlaga di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022, pada awal September 2019.

Menurut informasi, ada situasi di mana bendera merah-putih berukuran besar dilarang masuk ke dalam venue pertandingan saat timnas berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Menurutnya, demi kepentingan nasionalisme, aturan semacam itu seharusnya tidak diberlakukan.

“Karenanya, kami memulai ini dari Malang, tentu harapannya langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi stadion lainnya. Setidaknya, kami ingin menunjukkan bahwa bendera bisa masuk ke stadion untuk kepentingan nasionalisme,” tegasnya.

Debut Takafumi Akahoshi Berakhir Kecewa

0

Debut Takafumi Akahoshi akahirnya terjadi di laga Arema FC vs PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019, Sabtu (31/8/2019) malam. Sayangnya, pemain asal Jepang itu harus mengakhiri debutnya dengan rasa kecewa.

Akahoshi sempat diragukan tampil lantaran masih terganjal masalah International Transfer Certificate (ITC), terutama release letter dari klub sebelumnya. Namun, gelandang bertahan 33 tahun itu akhirnya masuk di menit 71 menggantikan Ridwan Tawainella.

Sayang, laga tersebut berakhir 1-1. Gol pembuka dari Hamka Hamzah di menit 17 mampu disamakan oleh pemain asing PSIS, Claudir Marini pada menit 77.

“Saya senang akhirnya bisa tampil bersama teman-teman satu tim, saya pikir saya sudah bermain bagus. Tapi, saya kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan semua orang,” kata Akahoshi dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.

Siap Berusaha Lebih Keras

Meski debut Takafumi Akahoshi cuma berakhir imbang, eks Foolad Khuzestan FC (Iran) ini masih menaruh harapan. Setidaknya, di laga selanjutnya pada putaran kedua melawan Borneo FC, dirinya siap berusaha lebih keras.

Hasil imbang di kandang melawan PSIS menurutnya bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada laga-laga berikutnya, yang menurutnya harus dimenangkan.

“Kami masih punya laga-laga berikutnya, kami harus fokus ke pertandingan tersebut, secara pribadi saya juga ingin membantu tim ini menjadi lebih baik ke depannya,” imbuh pemilik jersey bernomor punggung 77 ini.

Ingin Balas Dukungan Aremania

Debut Takafumi Akahoshi juga diwarnai dukungan penuh 15 ribuan Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan Malang. Pemain yang pernah bermain di Suphanburi FC (Thailand) itu terkesan dengan membirunya stadion.

“Atmosfer stadion luar biasa, tapi sayang kami gagal menang. Lain kali saya ingin memenangkan pertandingan, agar bisa membalas dukungan mereka,” tegasnya.

Arema Diimbangi PSIS, Milo: Sepak Bola Itu Kejam

0

Milomir Seslija sedih Arema diimbangi PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019, Sabtu (31/8/2019) malam. Pelatih yang akrab disapa Milo itu menyebut kadang sepak bola itu kejam.

Menurutnya, sepanjang pertandingan Arema bermain dengan bagus di hadapan publik Stadion Kanjuruhan Malang. Namun, hasil pertandingan tak berpihak pada mereka lantaran skor akhir hanya 1-1.

Sejatinya, Arema mampu unggul lebih dulu di menit 17 lewat gol sundulan Hamka Hamzah. Sementara gol balasan PSIS dibuat Claudir Marini di menit 77 melalui tendangan bebas.

“Kadang, sepak bola itu kejam, kami bermain bagus selama 90 menit, tapi ternyata itu saja tidak cukup. Bahkan, lawan tak punya peluang, hanya sekali saja lewat tendangan bebas lalu mereka mencetak gol,” kata Milo dalam sesi jumpa pers usai laga.

Tetap Apresiasi Pemain Arema

Meski Arema diimbangi PSIS, Milo tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, penggawa Singo Edan sudah berusaha keras memenangkan pertandingan.

Usaha keras itu terlihat dari sejumlah peluang yang diciptakan para pemain Arema di depan gawang PSIS. Bahkan, ketika PSIS tampil bertahan dengan 10 pemain sekaligus, pemain Arema masih mampu membuat peluang.

“Sayang dari sejumlah peluang itu kami tidak bisa memanfaatkannya untuk menciptakan gol tambahan yang mengamankan kemenangan,” imbuhnya.

Pujian untuk Permainan PSIS

Selain mengapresiasi pemainnya sendiri, Milo juga melayangkan pujian untuk permainan PSIS Semarang. Menurutnya, pemain lawan tampil luar biasa, sehingga Arema bisa ditahan imbang.

“Pemain PSIS tampil seolah ini pertandingan terakhir dalam hidup mereka, perlawanan sengit ini yang menyulitkan kami,” tegasnya.

Hasil Pertandingan Arema FC vs PSIS Semarang: 1-1

0
1 - 1
Waktu Selesai

Detail

TanggalTimeLigaMusimWaktu SelesaiPenonton
31 Agustus 201918:30Liga 1201990'15258

Laga pekan ke-17 Liga 1 2019 antara Arema FC vs PSIS Semarang, Sabtu (31/8/2019) malam berlangsung seru. Laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang itu berakhir 1-1.

Jalannya Babak Pertama

Makan Konate membuka peluang Arema di menit 14′. Bola sodoran Riky Kayame dari sisi kanan pertahanan PSIS mampu diterimanya dengan baik. Sayang, tembakan kaki kirinya masih melambung.

Gol yang dinantikan publik Stadion Kanjuruhan pun hadir di menit 17′. Hamka Hamzah mampu meneruskan umpan tarik Sylvano Comvalius dengan sundulannya ke gawang PSIS. Arema unggul 1-0 atas tamunya.

Pada menit 28′, Arema berkesempatan menambah keunggulan melalui Dendi. Namun, tembakan Dendi belum mengarah ke gawang yang dijaga Jandia Eka Putra.

Peluang emas Arema di menit 41′ kembali terbuang. Kali ini Konate yang menyia-nyiakan kesempatan untuk menambah gol Arema. Lolos dari jebakan offside, tinggal berhadapan dengan kiper, namun bola tembakannya meninggi.

Jalannya Babak Kedua

Arema memulai babak kedua dengan pergantian komposisi pemain di sisi sayap. Riky Kayame ditarik keluar di menit 60′ digantikan Rifaldi Bawuo.

Sundulan Comvalius nyaris membuat Arema unggul dua gol atas PSIS. Namun bola malah mengarah ke sisi kanan gawang yang dijaga Jandia.

Tim pelatih Arema kembali melakukan pergantian pemain di menit 71′. Rekrutan anyar, Takafumi Akahoshi dimasukkan menggantikan Ridwan Tawainella.

Claudir Marini membawa PSIS menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit 77′. Sebuah tendangan bebas keras di mulut gawang tak mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Arema, Sandi Firmansyah.

Ahmad Nur Hardianto dimasukkan tim pelatih Arema di menit 81. Menempati posisi Comvalius, diharapkan dapat menambah daya dobrak Arema.

Serangan bertubi-tubi terus dilakukan Arema. Semenit jelang waktu normal berakhir, Hardianto mendapatkan peluang emas. Sayang, tembakannya dari jarak dekat terlalu meninggi.

Inilah Daftar Susunan Pemain Arema FC vs PSIS Semarang

0

Laga Arema FC vs PSIS Semarang akan tersaji di Stadion Kanjuruhan Malang. Laga pekan ke-17 Liga 1 2019 ini digelar Sabtu (31/8/2019), pukul 18.30 WIB.

Berikut Daftar Susunan Pemain Arema FC vs PSIS Semarang.

Arema FC:

Muhammad Sandi Firmansyah, Arthur Cunha, Hamka Hamzah, Agil Munawar, Nasir, Jayus Hariono, Makan Konate, Riky Kayame, Ridwan Tawainella, Dendi Santoso, Sylvano Comvalius.

Bench: Kartika Ajie, Rachmat Latief, Alfin Tuasalamony, Takafumi Akahoshi, Muhammad Rafli, Rifaldi Bawuo, Ahmad Nur Hardianto.

Pelatih: Milomir Seslija

PSIS Semarang:

Jandia Eka Putra, Riyan Ardiansyah, Soni Setiawan, Wallace Costa, Arthur Bonai, Bayu Nugroho, Finky Pasamba, Heru Setyawan, Septian David, Komarudin, Claudir Marini.

Bench: Joko Ribowo, Aqsha S, Kelvin Wopi, Eka Febri, Patrick Mota, Shohei Matsunaga, Hari Nur Yulianto.

Pelatih: Bambang Nurdiansyah

Aremanita Ini Merasa Nyaman Bergoyang di Kandang Bali United

0

Dari tahun ke tahun, Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai kandang Bali United terus diperbaiki. Fasilitas untuk memuaskan suporter juga terus dibenahi dan ditambah. Tak heran kalau Gressi Lianda yang merupakan Aremanita pun mengaku nyaman bergoyang di sana untuk mendukung Arema berlaga.

Seperti diketahui, sebelum melakukan Initial Public Offering pada Juli 2019 lalu, Bali United membenahi segala lini bisnisnya. Salah satu upaya dengan membuka kran bisnis di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Mereka membuka Bali United Cafe dan Playland di area stadion dengan tujuan untuk menyenangkan hati suporternya, Semeton Dewata.

Tentu saja, fasilitas tersebut bisa dinikmati juga oleh suporter tim tamu seperti Aremania dan Aremanita. Harapannya, agar suporter tim tamu juga merasa nyaman berada di kandang Bali United, bukan cuma selama di tribun, tapi juga di area luar tribun.

“Kalau dulu masih belum nyaman, tidak ada toilet dan tribunnya masih jelek. Kalau sekarang sudah bagus, ada tribun berdirinya juga, kemajuan. Alhamdulillah, sekarang sudah nyaman,” kata Gressi kepada WEAREMANIA.

Tak Tertarik Nonton di Bali United Cafe

Gressi mengetahui jika Stadion Kapten I Wayan Dipta memiliki fasilitas Bali United Cafe yang menawarkan nonton pertandingan sambil bersantai menyantap makanan dan minuman. Namun, wanita asal Lowokwaru yang sudah lama merantau di Denpasar, Bali itu mengaku tidak tertarik.

Gressi memang belum pernah mencoba fasilitas nonton melalui kafe tersebut. Selain karena tiketnya yang lebih mahal daripada nonton dari tribun, Aremanita kelahiran Malang, 25 Februari 1995 ini punya alasan lain.

“Keinginan untuk nonton di kafe itu sepertinya belum ada untuk saat ini, saya lebih senang kumpul sama saudara-saudara sesama Aremania di tribun,” imbuh wanita yang bekerja sebagai salah satu karyawan swasta itu.

Saran untuk Panpel Bali United

Menurut Gressi, pengelolaan Stadion Kapten I Wayan Dipta sudah bagus. Hanya saja, yang perlu dibenahi adalah Panpelnya, terutama dalam distribusi tiket untuk suporter tim tamu, seperti Aremania misalnya.

“Aremania cuma dapat kuota 2000 tiket dari Panpel, kalau bisa ditambah lah. Mungkin ada solusi nonton bareng dengan layar lebar di luar stadion. Meskipun kecewa, dinikmati saja, anggap saja seperti liburan. Tapi, tahun depan semoga ada solusi lebih baik,” pungkas Aremanita yang tergabung dalam korwil Padang Sembilan ini.