blog Halaman 104

Tim Arema Putri Memulai Latihan Senin Pagi

0

Tim Arema Putri akan segera memulai persiapan untuk Liga 1 Putri 2019 yang akan dimulai 6 Oktober 2019. Mereka bakal melakoni sesi latihan, Senin (30/9/2019) pagi.

Saat ini kerangka tim Arema Putri sudah terbentuk. Skuat berjuluk Ongis Kodew ini diperkuat oleh pemain-pemain dari Askot (Asosiasi Kota) PSSI Kota Malang. Kabarnya, terdapat pemain tim nasional Indonesia putri yang berasal dari Malang yang bergabung dalam tim ini.

Menurut informasi yang diterima WEAREMANIA dari tim Media Officer Arema FC, tim Arema putri akan melakoni latihan perdana di Lapangan Bataliyon Zeni Tempur (Yonzipur) Kepanjen. Latihan akan dimulai pukul 07.00 WIB.

Mereka tak sekadar menggelar sesi latihan di Lapangan Yonzipur. Rencananya, lapangan ini pula yang dipilih sebagai tempat pemusatan latihan selama lima hari hingga 4 Oktober mendatang.

Pembagian Grup Liga 1 Putri 2019

Grup A
Persija Jakarta
Persib Bandung
PS Tira-Persikabo
PS Sleman
PSIS Semarang

Grup B
Bali United
Arema FC
Persebaya Surabaya (belakangan dikabarkan mundur)
Persipura Jayapura
PSM Makassar

Sistem Kompetisi Liga 1 Putri 2019

Sepuluh klub peserta dibagi menjadi dua grup yang akan bermain dalam tiga babak, yakni babak pendahuluan, semi-final, dan final. Untuk babak pendahuluan terbagi dalam empat seri, satu serinya berlangsung selama enam hari dan tuan rumahnya akan bergantian.

Kemudian, untuk babak semi-final dan final agar bisa ikut diramaikan oleh masyarakat akan digelar dengan format kandang-tandang.

Tips Menghindari Copet di Tribune Stadion untuk Aremanita

0

Saat ini, copet tak cuma ada di pasar, tempat hiburan, mall, tapi juga berkeliaran di tribune stadion saat pertandingan sepak bola digelar. Pernah menjadi korbannya? Kalau belum, sebaiknya waspada dan memperhatikan tips menghindari copet berikut ini, khusus untuk Aremanita.

1. Jangan Nonton Sendirian

Ketika memaksa nonton sepak bola sendirian, memang di tribune stadion Anda tak akan sendiri. Sebab, banyak suporter lain yang hadir. Namun, untuk Aremanita, sebaiknya mengajak minimal satu teman laki-laki demi menjaga keselamatan selama di tribune.

Dengan mengajak teman, minimal satu laki-laki, keamanan bakal terjamin. Setidaknya kalian berdua bisa saling mengawasi satu sama lain dari ancaman komplotan copet.

2. Pakai Atribut yang Sama

Jika datang dengan rombongan, sebaiknya pakailah atribut yang sama. Kaos dengan disain yang sama yang dipakai akan menebar sinyal waspada bagi para copet, yang kebanyakan juga berkomplot.

Para copet mungkin juga akan berpikir ulang jika ingin mengincar anggota rombongan yang datang bersama-sama, sekalipun di dalamnya ada Aremanita. Mereka akan mempertimbangkan jumlah kawannya juga lebih banyak atau lebih sedikit.

3. Nonton Dekat Pihak Pengamanan

Ada satu tempat strategis di tribune stadion yang akan membuat Aremanita terhindar dari intaian komplotan copet. Tempat itu berada di dekat pihak pengamanan.

Keberadaan petugas keamanan akan membuat para copet itu pikir-pikir untuk mendekat. Maka, suasana aman akan dirasakan selama di tribune stadion.

4. Bawa Sling Bag

Sling bag alias tas selempang merupakan sesuatu yang bisa diandalkan Aremanita saat berada di tribun. Bawalah sling bag dan letakkan di bagian depan tubuh agar lebih aman dari jamahan komplotan copet.

Tas selempang ini akan sangat berguna untuk menyimpan barang-barang bawaan yang diperlukan selama di tribune stadion. Tas ini bisa dipakai untuk menyimpan dompet, handphone, dan lain-lain.

5. Tak Bawa Barang Berharga

Aremanita disarankan agar tak membawa barang berharga jika akan ke tribune stadion. Barang berharga ini niscaya dapat menarik perhatian para copet dan komplotannya.

Handphone bisa diletakkan di jok sepeda motor yang diparkir di luar stadion. Dompet juga bisa ditinggal di jok, dan jangan lupa membawa uang secukupnya untuk keperluan selama di tribune stadion.

Milo: Sylvano Comvalius Tak Harus Cetak Gol

0

Milomir Seslija menyebut Sylvano Comvalius tak harus mencetak gol, asal timnya bisa menang. Sebab, dalam sistem permainan yang diterapkan pelatih Arema itu, seluruh penggawa Singo Edan berkesempatan menjebol gawang lawan.

Pernyataan itu disampaikan pelatih yang akrab disapa Milo ini menanggapi kritikan Aremania pada Comvalius. Penyerang andalannya tersebut banyak diserang kritik lantaran dinilai mandul sebagai striker.

Terbukti, dalam 18 laga yang dijalaninya, penyerang asal Belanda ini baru melesakkan empat gol. Catatan asistnya yang justru lebih banyak, yakni tujuh kali.

“Saya paham, semua berharap dia bisa mencetak gol. Tapi dalam sistem permainan Arema, tak harus penyerang yang mencetak gol. Semua punya kesempatan mencetak gol, bahkan dua stopper kami juga bisa mencetak gol,” kata Milo.

Punya Keistimewaan Lain

Milo meminta semua pihak lebih objektif dalam menilai pernampilan Sylvano Comvalius. Sebab, tak semua mengetahui jika pemilik jersey bernomor punggung 99 itu memiliki keistimewaan lain.

Meski tak mencetak gol, selain mengirimkan assist, Comvalius sukses berapa kali ia memenangi penguasaan bola. Eks pemain Bali United itu mampu menghentikan bola dan mengoper secara akurat ke pemain Arema lainnya yang berlari membuka ruang.

“Saya pikir, permainannya sangat efisen bagi tim kami. Apa artinya Comvalius mencetak tiga gol jika situasinya kami kalah dengan skor 3-4? Comvalius tetap penyerang terbaik kami,” pungkasnya.

Agil Munawar Menyesali Kartu Kuning Ketiganya

0

Agil Munawar menyesali kartu kuning ketiganya yang membuatnya absen di laga melawan Persib Bandung di pekan ke-21 Liga 1 2019. Meski akhirnya laga itu ditunda, bek sayap Arema itu tetap tak bisa bermain melawan mantan timnya.

Kartu kuning ketiga diperoleh Agil saat membawa Arema mengalahkan PS Sleman 4-0 di pekan ke-20 di Stadion Kanjuruhan Malang. Kartu kuning itu didapatkannya dari wasit di menit 49.

Sebelum laga tersebut, pemain kelahiran Bandung itu sudah mengantongi dua kartu kuning. Kedua kartu kuning itu didapatnya pada saat Arema kalah 1-2 di kandang Bali United, dan kalah 0-1 di markas Madura United.

“Kalau penyesalan pasti ada, tapi mau bagaimana lagi, kartu kuning tidak bisa dihindari, apalagi saya bek yang tugasnya bertahan,” kata Agil.

Sudah Berhati-hati

Agil Munawar menyesali kartu kuning ketiganya di laga melawan PS Sleman. Menurutnya, pelanggaran yang dibuatnya bukan merupakan unsur kesengajaan.

Menurutnya, ketika ada momen krusial yang memaksanya melakukan pelanggaran, hal itu harus dilakukan. Sekalipun pelanggaran itu berakibat kartu, Agil menyebut hal itu sebagai risiko seorang pemain belakang.

“Sebenarnya, kemarin itu saya sudah berhati-hati, tapi mau bagaimana lagi. Ketika ada momen, saya melakukan pelanggaran, dan terkena kartu kuning,” tandas pemain 23 tahun itu.

Sebelum Libur, Pemain Arema Dihajar Latihan Intensif

0

Pemain Arema dihajar latihan intensif di Lapangan SMK Negeri 12 Malang, Balearjosari, Sabtu (28/9/2019) pagi. Sesi latihan ini digelar sehari sebelum mereka diliburkan.

Seharusnya, hari ini Arema berlaga di kandang Persib Bandung di pekan ke-21 Liga 1 2019. Karena laga tandang tersebut ditunda gara-gara Panpel tuan rumah tak mendapatkan izin dari kepolisian, pelatih Arema, Milomir Seslija menggantinya dengan sesi latihan fisik ini.

Sesi latihan ini diselingi materi latihan endurance, speed, dan agility. Pemain Arema menjalani sesi latihan dengan intensitas tinggi itu dengan semangat.

“Hari ini kami berlatih dengan intensitas tinggi, sebagai ganti pertandingan lawan Persib yang ditunda. Besok kami libur, saya ingin semua pemain merefresh diri masing-masing,” kata pelatih yang akrab disapa Milo itu.

Tinggal Dua Hari

Usai libur satu hari, pemain Arema akan kembali berlatih pada Senin (30/9/2019) sore. Ini merupakan persiapan perdana sebelum Arema tampil di pekan ke-22 Liga 1 2019 melawan PSM Makassar, Rabu (2/10/2019).

Milo meminta para pemainnya untuk memanfaatkan kesempatan bagus libur satu hari yang diberikannya. Bersama keluarga, mereka dapat menjernihkan pikiran agar kembali segar saat kembali berlatih bersama tim.

“Saya harap semua pemain melakukan recovery sendiri. Lalu, kami kembali berlatih lagi Senin. Kami punya dua hari lagi untuk menggelar latihan,” imbuh pelatih 55 tahun ini.

Semangat karena Penonton

Milo menyebut, pemainnya lebih bersemangat karena sesi latihan mereka disaksikan cukup banyak penonton. Sebab, banyak siswa SMK Negeri 12 Malang yang kebetulan sedang beristirahat.

“Ini tidak masalah, ini dukungan yang bagus, dan pemain menikmati. Ini sangat penting bagi anak-anak. Terimakasih untuk orang-orang yang ramai menonton sesi latihan ini, kehadiran mereka membuat latihan lebih semarak. Semangat pemain bangkit sebelum berlaga di Stadion Kanjuruhan,” pungkasnya.

GM Arema Ternyata Suka Chant Aremania yang Liriknya Tahu Tempe

0

Ruddy Widodo ternyata suka chant Aremania yang liriknya ada kata Tahu Tempe. General Manager Arema itu mengaku baru mengetahui chant tersebut pada laga kandang melawan PS Sleman di pekan ke-20 Liga 1 2019 lalu.

Pada laga yang berakhir dengan skor 4-0 untuk Arema tersebut, Aremania memang sempat memperdengarkan chant berlirik Tahu Tempe Ale-ale. Liriknya cukup menggelitik di telinga Ruddy.

Dari liriknya, chant Aremania tersebut sebenarnya merupakan chant sindiran kepada kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS Sleman). Seperti diketahui, kelompok suporter PS Sleman itu hobi sekali membuat koreo ala Italia di tribune saat tim kebanggaannya berlaga.

“Saya salut dengan aksi Aremania di laga terakhir melawan PS Sleman. Saya pikir, di dalam stadion teror apa pun itu silakan, lakukan saja asal tidak melanggar regulasi. Nyanyian (chant) itu bagus, apalagi nyanyian Arema yang baru saya dengar waktu itu, ada kata-kata Tahu Tempe dan Ale-ale,” kata Ruddy.

Teror yang Tak Melanggar Regulasi

Ruddy sangat mendukung kreativitas Aremania dalam melakukan teror. Menurut manajer berkaca mata itu, masih banyak lagi cara meneror tim lawan yang tak melanggar regulasi dan berbuah sanksi atau denda.

Ruddy menyebut teror kepada tim lawan cukup dilakukan sepanjang 90 menit laga berjalan. Tak perlu sampai meneror tim lawan dengan menyalakan petasan di saat mereka menjalani official training atau di hotel tempat mereka menginap.

“Ada juga yang lebih mudah, ketika pemain lawan membawa bola, teriak saja ‘hooo’. Itu sudah menjadi teror tersendiri, daripada yang melanggar regulasi seperti lempar-lempat atau flare dan sejenisnya,” pungkasnya.

Lirik Chant Aremania yang Ada Kata Tahu Tempe-nya

Ini Indonesia, bukan Italia.
Ini Indonesia, bukan Italia.
Makan tahu tempe, nyanyinya ale-ale.
Makan tahu tempe, nyanyinya ale-ale.

Batal Lawan Persib, Begal Minta Kiper Arema Fokus Lawan PSM

0

Batal lawan Persib Bandung di pekan ke-21 Liga 1 2019, pelatih kiper Yanuar Hermansyah minta kiper Arema tak hilang fokus. Sebab, terdekat mereka harus menghadapi PSM Makassar di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang yang tak kalah kuatnya.

Memang, pelatih yang akrab disapa Begal itu menyayangkan penundaan laga lawan Persib pada H-2 kick-off. Sebab, penundaan itu terancam membuyarkan fokus kiper-kipernya yang tadinya sudah siap tempur lawan Persib.

Laga Persib vs Arema sedianya digeral di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/9/2019) sore. Namun, laga tersebut terpaksa ditunda karena pihak Panpel tuan rumah belum mendapatkan izin dari pihak kepolisian sebagai penanggung jawab keamanan.

“Saya sangat menyayangkan penundaan laga lawan Persib ini, karena kiper-kiper Arema sudah terlajur fokus mempersiapkan diri, tapi ternyata ditunda. Saya minta anak-anak tidak hilang fokus,” kata Begal kepada WEAREMANIA.

Tugas Berat Tak Hanya Membangun Fokus Kembali

Tugas berat Begal tak hanya membangun fokus kembali kiper-kipernya gara-gara batal lawan Persib. Periodesasi dan program latihan harus disusun ulang untuk mempersiapkan kiper-kiper itu melawan PSM.

Awalnya, keempat kiper Arema sudah disiapkannya dalam peak performance menghadapi laga tandang melawan Persib. Bahkan, dalam sesi latihan mereka juga sudah dibekali bagaimana cara mengantisipasi apa saja model-model serangan Persib saat mencetak gol.

“Periodesasi ini sebenarnya yang sangat vital, ketika batal lawan Persib, tentu kami harus mengubah program latihan untuk para kiper,” imbuh pelatih kiper 54 tahun itu.

Lupakan Persib, Fokus PSM

Begal meminta keempat kiper Arema melupakan laga lawan Persib yang ditunda. Baik Utam Rusdiyana, Kartika Ajie, Sandi Firmansyah, maupun Andryas Francisco harus fokus menghadapi laga lawan PSM.

“Saya minta mereka melupakan penundaan laga lawan Persib. Sekarang waktunya membangun fokus lagi untuk laga melawan PSM, masih ada waktu untuk bersiap,” tegasnya.

Tekad Ryan Gozali, Untuk Memajukan Liga Mahasiswa Indonesia

0

Tidak banyak publik olahraga Indoensia yang mengenal LIMA atau Liga Mahasiswa. Padahal event yang digelar untuk kalangan Mahasiswa ini sudah berlangsung hingga tujuh tahun lamanya. Dibalik itu semua, ada Ryan Gozali sang CEO yang terus mempromosikan ajang untuk mengembangkan bakat Mahasiswa di bidang olahraga tersebut.

Bertempat di sebuah kafe di Malang, Ryan kepada awak media di Malang menceritakan tekadnya untuk memperbaiki citra atlet di Indonesia. Banyak diantara atlet tersebut yang setelah menjalani sekolah reguler pendidikan 12 tahun berhenti begitu saja.

Keberadaan LIMA diperuntukkan untuk membuka diri bagi kampus memberikan beasiswa kepada atlet.

“Banyak diantara atlet yang ketika sudah melewati masa emasnya kesulitan dalam masalah finansial. Mereka turun di pekerjaan profesional ya tidak bisa karena tidak memiliki ijazah S1,” ungkap Ryan.

“Karena itu, kami ingin kampus membuka beasiswa untuk atlet. Nah, kampus tentu tidak akan membukan beasiswa jika peruntukannya tidak sesuai. Sehingga kami menyediakan kompetisinya. Kampus bisa saling bertarung untuk menjadi pemenang.”

Ryan sendiri tidak sungkan menyatakan jika dia berkiblat kepada Amerika Serikat yang sangat menonjol kompetisi Mahasiswanya.

“Kami perlu banyak belajar, memang budayanya berbeda. Tetapi kami ingin mengambil gairah berkompetisi antar kampus ke Indonesia. Sejauh ini berjalan lancar dan selalu melakukan perbaikan dan evaluasi. Kompetisi mahasiswa Amerika sudah berjalan ratusan tahun sementara kita baru tujuh tahun,” sambungnya.

Saat ini, kompetisi yang tersedia di LIMA adalah Bulutangkis, Basket, Sepakbola, Futsal, dan Bola Voli. Tahun depan akan bertambah dengan kompetisi E Sports.

“Keberadaan kami juga membuat beberapa Kampus kini mulai menggalakkan UKM olahraga. Awalnya UKM ini hanya kebutuhan untuk mencari keringat, tetapi kini sudah mencapai kebutuhan untuk berprestasi. Bahkan beberapa Kampus cukup senang dengan kehadiran LIMA karena kini kampusnya makin diketahui orang. Ya saya ikut senang karena lewat ajang olahraga akhirnya bisa mengenal kampus,” tegasnya.

“Saya terus memberikan pengetahuan kepada kampus tentang keberadaan LIMA ini, seperti UIN Malang yang saat ini sudah mulai membuka diri untuk beasiswa atlet. Awalnya saat LIMA hadir, ada empat kampus yang menyediakan beasiswa, kini sudah meningkat menjadi 44 kampus,”

Soal pendanaan, Ryan menyatakan jika LIMA ini adalah indipenden dan terbebas dari dana pemerintah. Dia berujar tidak ingin membebani pemerintah. Sehingga lewat tim organisasinya, LIMA akan mencari sponsor.

“Ini adalah proyek jangka panjang. Bukan tidak mungkin kami kemudian akan menggelar ajang antar negara ASEAN. Jika saat ini sudah ada antar negara, maka kami seperti Piala AFC atau Liga Championnya yaitu antar Kampus,” sambungnya.

Dedik Setiawan dan Johan Farizi Akan Dicoba Main Lawan PSM

0

Kerinduan Aremania pada permainan Dedik Setiawan dan Johan Farizi bakal segera terobati di laga Arema vs PSM Makassar, Rabu (2/10/2019) malam. Pada laga pekan ke-22 Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang itu, kedua pemain Arema tersebut bakal dicoba dimainkan.

Sudah dua bulan ini Dedik dan Farizi absen di Liga 1 2019. Keduanya harus berkutat dalam pemulihan cedera masing-masing.

Dedik harus memulihkan cedera lutut yang didapatnya saat Arema mengalahkan Bhayangkara FC 3-2 pada akhir Agustus lalu. Penyerang asli Malang itu sempat sembuh dan disiapkan untuk laga melawan Borneo FC, namun cederanya kembali kambuh dalam sesi latihan.

“Dedik Setiawan sudah bisa dimainkan lawan PSM Makassar. Mungkin bisa dicoba maksimal 20 menit dulu, belum bisa main penuh,” kata dokter tim Arema, Nanang Tri Wahyudi.

Johan Farizi Pulihkan Trauma

Sama dengan Dedik Setiawan dan Johan Farizi kondisinya diklaim siap bermain. Dokter Nanang menyebut bek sayap 29 tahun itu tinggal memulihkan traumanya saja.

Farizi mengalami cedera tumit pada sesi latihan sebelum Arema menahan imbang Persija Jakarta 2-2 pada awal Aguatus lalu. Sempat dimainkan beberapa menit saat Arema menggasak Persebaya Surabaya 4-0, Farizi kembali menepi.

“Situasi cedera Farizi ini kan beda dengan Dedik. Cederanya bukan pada otot, hanya telapak kakinya sakit dibuat tumpuan. Tapi dia kemungkinan sudah bisa dicoba juga tampil lawan PSM, tinggal mengatasi traumanya saja,” imbuh dokter Nanang.

Berharap Tak Ada Masalah

Dokter Nanang terus mempercepat pemulihan cedera Dedik Setiawan dan Johan Farizi dengan terapi-terapi. Harapannya, keduanya tak bermasalah dalam persiapan jelang laga lawan PSM.

“Semoga tak ada masalah dalam beberapa hari terakhir ini, agar kedua pemain bisa dicoba lawan PSM nanti,” tegas dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Milo Ogah Terlena Buruknya Catatan Tandang PSM

0

Milomir Seslija menyadari PSM Makassar yang akan dihadapi timnya di pekan ke-22 Liga 1 2019, Rabu (2/10/2019) malam di Stadion Kanjuruhan Malang punya rekor tandang buruk. Namun, pelatih Arema ini ogah terlena oleh buruknya catatan tandang PSM itu.

Dari sembilang laga tandang yang sudah dijalaninya di Liga 1 2019, PSM sama sekali belum mampu meraih kemenangan. Mereka paling bagus meraih hasil imbang, tiga kali, sisanya kalah semua.

Tiga hasil imbang itu didapat PSM di kandang PS Tira-Persikabo, Persija Jakarta dan Perseru Badak Lampung. Tentu saja, pelatih yang akrab disapa Milo itu tak ingin Arema sekadar menjadi tim keempat yang mampu menahan imbang PSM di laga tandangnya.

“PSM punya catatan tandang yang tak terlalu bagus musim ini, tapi sebenarnya mereka tim yang bagus. Mereka tidak bisa kami pandang enteng, harus tetap waspada” kata Milo.

Bukan Lawan Mudah

Buruknya catatan tandang PSM tak membuat Milo jemawa anak asuhnya dengan mudah mengalahkan mereka. Pelatih asal Bosnia itu tetap meminta para penggawa Singo Edan untuk waspada.

Menurutnya, pemain PSM tahu betul bagaimana memainkan sepak bola yang baik. Terbukti, mereka punya tradisi tampil di papan atas klasemen selama beberapa musim terakhir.

“Mereka bukan lawan yang bisa dengan mudah dikalahkan. PSM tampil konsisten beberapa musim terakhir, buktinya tiap akhir kompetisi mereka selalu finish di papan atas,” pungkas pelatih 55 tahun tersebut.

Berikut Catatan Tandang PSM Makassar

PS Tira-Persikabo 0-0 PSM Makassar.
Madura United 2-0 PSM Makassar.
Bali United 1-0 PSM Makassar.
Borneo FC 2-0 PSM Makassar.
PS Sleman 3-2 PSM Makassar.
Persija Jakarta 0-0 PSM Makassar.
Perseru Badak Lampung 1-1 PSM Makassar.
Semen Padang 2-1 PSM Makassar.
Persipura Jayapura 3-1 PSM Makassar.